
"Semua yang aku lakukan karena aku nggak ingin bernasib seperti ibuku.Apa kamu tahu rasanya melihat ibu mu di usir dari rumah suaminya dan membawa seorang anak dan itu aku alami !!" teriak Winda memberikan alasan yang membuat Kiran muak.
"Terserah kamu lah,mendingan kalian pergi dari sini.Rafif bawa pergi wanita ini,dia sungguh tak punya hati.Kalau dia dendam dengan neneknya sendiri kenapa dia balasnya dengan ibuku.Wanita ibl*s !!"
umpat Kiran dan melenggang pergi dari ruangan itu.
Kiran masuk ke dalam kamar mak Leha.Terlihat Bia dan mama Fitri yang ada di sana.
"Gimana Ra,apa mereka sudah pulang?"
pertanyaan mama Fitri seperti mewakili Mak Leha.
"Nggak tahu mah,aku baru saja semprot mereka langsung kesini. Rasanya pengen aku bejek bejek mereka tuh..buat emosi banget ," ucap Kiran membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur dimana anaknya terbaring.
"Ya sudah mama keluar,mba Leha juga sudah lebih baik."ucap mama Fitri keluar dari kamar mak Leha.
.
.
.
"Cepat kemasi barang-barang mu,aku antar kerumah ibu mu." ucapan Rafif begitu dingin dan tidak peduli lagi dengan Winda.
Selama perjalanan dari rumah Mahardika Winda terus memohon untuk Rafif tidak menceraikannya.Namun,hati Rafif sudah terlanjur sakit dan semua cara sudah Rafif lakukan sudah tak ratusan kali Rafif memberikan nasehat untuk istrinya namun,Winda seolah menyepelekan dengan ucapan Rafif.
Winda dengan wajah lesu dan mata sembab dia melangkah membawa dua koper besar di tangannya.Tanpa ada kata-kata apapun Rafif mengangkat koper besar itu ke bagasi.Winda pun masuk ke dalam mobil.Winda tak tahu lagi gimana caranya dia membujuk Rafif.
__ADS_1
Mobil bergerak membelah kota Jakarta menuju pinggiran kota setelah dua jam perjalanan kini mereka ada di depan sebuah rumah sederhana yang dulu Rafif sempat renovasi.
Tok tok tok
Ceklek
"Ka_kalian Rafif,Winda masuk nak."ucap ibu dari Winda yang tak menyangka jika anak menantunya yang sudah lama sekali tak pernah datang kini datang ke rumahnya.
"Maaf Bu saya nggak pernah silaturahmi sama ibu dan maafkan saya kalau saya sudah gagal mendidik dan melindungi anak ibu selama ini.Rafif banyak dosa bu,Rafif tak mau dosa Rafif bertambah banyak karena tidak bisa mendidik istri Rafif.Tadi Rafif sudah menjatuhkan talak tiga untuk Wind,maafkan Rafif bu,Win maafkan saya yang selama ini tak bisa mendidik dan membimbing kamu saya ingin memperbaiki hubungan saya dengan ibu saya.Aku nggak bisa terima kamu lagi karena kamu jelas-jelas tidak menyukai ibuku. Maaf aku nggak bisa mempertahankan Rumah Tangga kita yang sebenarnya sudah tak sehat sejak lama,aku nggak mau juga terus menyakiti hati mu juga ibuku.Besok aku akan mengurus semuanya dan untuk harta gono gini aku nggak bisa janji karena aku akan jual rumah yang ada di Depok untuk ganti rugi uang yang aku ambil dari perusahaan.Kalaupun nanti pihak kantor masih menuntut pun aku terima.Semua itu sudah menjadi bagian dari akibat aku sudah berani mencuri ."
Ucapan panjang lebar Rafif hanya di tanggapi dengan tangisan oleh Winda.Sementara ibu Winda hanya beristighfar setelah mendengar ucapan Rafif tentang apa yang di lewatkan oleh mereka.
Rafif langsung pamit pulang dari rumah Ibu Winda dan Winda pun tak bisa melakukan apa-apa hanya bisa menangis dalam penyesalan yang sudah terlihat.
.
.
.
Bujuk Kiran pada mak Leha yang sedari malam kurang enak badan.
"Emak nggak bisa makan kalau kayak gini Ra,"
ucap Mak Leha yang terlihat wajahnya yang pucat.
"Mak kepikiran Rafif,kalau emang mau ketemu Rafif biar Kiran hubungi dia,suruh dia kesini.Kata Dewa tadi pagi Rafif sudah nanya berapa banyak dia harus kembalikan uang yang selama ini dia ambil,terus dia bilang dia juga rela kalau perusahaan nuntut dia,tapi..dia bilang mau urus buat perceraian nya sama Winda.Semalam Rafif langsung bawa Winda ke rumah Ibunya di Bogor,kata Dewa juga Rafif mau jual rumah yang dia beli buat biaya ganti uang perusahaan."ucap Kiran menerangkan tentang Rafif.
__ADS_1
"Apa Abi mau penjarakan Rafif ,Ra?" tanya mak Leha dengan. sedih.
"Mak, sebenarnya Abi nggak masalah kalau Rafif ambil uang pribadi nya tapi, ini keuangan perusahaan yang Rafif ambil.Pasti akan pertimbangan dewan direksi .Tapi,Abi juga masih mikirin perasaan emak." ucap Kiran menggenggam tangan mak Leha.
"Kenapa Ra, kalau pun Abi mau tuntut Rafif emak nggak masalah,karena memang sudah resiko Rafif,biar dia belajar untuk bertanggungjawab emak nggak papa.Kalau soal keputusan dia pisanlh dengan Wind kalau itu yang terbaik emak hanya bisa mendoakan semoga kedua nya bisa mengatur hikmah dari semua kejadian hidup mereka sebelum ini. Orang tua mana yang mengharapkan kehancuran Rumah Tangga anaknya sendiru,hanya orang tua egois yang kayak gitu Ra.."ungkap emak Leha membelai lembut rambut Kiran.
"Mak yakin dengan keputusan emak,"
Kiran meyakinkan mak Leha dengan mendukung Abi untuk melaporkan kasus penggelapan dana itu ke pihak kepolisian.
" Mak yakin Ra,biar dia membuktikan bahwa dia sudah berubah.Emak pun merasa lebih tenang kalau dia bisa belajar dengan semua kejadian didalam hidupnya." terang mak Leha
"Mak sudah maafin Rafif sama Winda?"tanya Kiran.
"Mak hanya manusia biasa Kiran,mak juga mencoba Ikhlas dan ingin memberikan kesempatan kedua untuk Rafif ,supaya dia menjalani hidupnya dengan lebih baik."
Kiran memeluk tubuh mak Leha, dengan adanya mak Leha memang banyak nasehanlt yang dia dapat apalagi tentang keikhlasan menjali hidup dan takdir Allah.
.
.
"Winda,kamu makan dulu ya nak..ibu masak sayur asam sama ayam goreng,kalau Winda nggak suka Winda bisa bilang sama ibu ,kamu mau makan apa?" tawar ibu Winda.
"Winda nggak laper buu."tolak Winda dengan suara lirih
"Win,nanti kamu sakit.Ibu khawatir sama kamu." ucap ibu Winda.
__ADS_1
"Kenapa Ibu baik sama Winda, padahal aku sudah sakitin ibu berkali-kali.Apalagi Winda inget nenek yang selalu salahin ibu jadi istri kedua.Maafkn Winda bu,mas Rafif benar aku kurang bersyukur dengan apa yang aku punya .Padahal aku pikir lagi aku kurang apa ibu yang sehat dan menyayangi aku dan merawat aku dari kecil,suami baik,mertua yang tak pernah kasar dan selalu baik sama aku.Aku sudah kufur nikmat bu,setelah selesai baru sadar..aku pun nggak bisa balik lagi sama mas Rafif yang baik hati."ungkap Winda dengan perasaan yang penuh penyesalan.
Bersambung.