Menikah Muda

Menikah Muda
#Pembicaraan Penting


__ADS_3

Bia sangat antusias saat mang Sapto dan Abi akan ke ladang ,dan kebetulan Abi akan meninjau perkebunan miliknya yang di kelola mang Sapto.Bia memaksa untuk pergi bersama sang daddy dan pastinya Abi dan Kiran tak bisa melarang anak itu.


Sementara Bia ikut dengan Daddy juga mang Sapto keladang kini Bik Darmi dan Kiran berdua sedang meracik menu apa saja yang akan mereka masak untuk mereka makan malam dan tentunya semua sayuran dan bahannya hasil kebun sendiri.


"Non,Bibi boleh nanya tapi janji, non jangan marah ." ucap Bi Darmi sedikit ragu


" Bibi mau tanya apa,tinggal tanya aja aku nggak papa kok." jawab Kiran santai


" Non sama Aden nggak ada masalah kan?" tanya bik Darmi dengan sedikit ragu.


" Maksudnya?" tanya Kiran balik,karena memang arah pertanyaan Bik Darmi.


" Maksudnya bibi,kalian sudah punya anak sebesar itu dan kalian saat ini sudah lebih dari Lima belas tahun jadi suami istri,terus non pasti tahu akan status tuan muda di luar sana,itu nggak jadi masalah buat hubungan kalian kan, bibi khawatir karena Oma begitu keras kepala selalu memaksa tuan muda berbuat ini dan itu.Bibi sama mamang ingin kalian hidup damai tanpa harus di recokin sama orang-orang yang mengatasnamakan keluarga tapi,dia tidak pernah terlihat benar-benar mendukung." ungkap Bik Darmi.


Kiran malah semakin bingung dengan pembahasan mengenai kehidupan keluarga Abi.


"Bik,saya bertemu mas Abi juga baru beberapa bulan lalu ,dia pun baru tahu jika dia punya anak dari pernikahannya dengan saya.kami bersama pun demi anak kami Abia yang tak pernah mendapatkan kasih sayang bapaknya.Soal saya dan mas Abi cuma sebatas teman atau pun sebatas partner yang ada untuk kebahagiaan anak kami bik" ucap Kiran


Bik Darmi yang mendengar ucapan Kiran tentu kaget,dan yang paling penting yang ada di otak Bik Darmi juga soal status pernikahan tuan mudanya dengan Kiran.


"Non,apa non pernah di talak tuan muda?" tanya Bik Darmi

__ADS_1


Kiran menatap wajah Bik Darmi dan menggeleng gelengkan kepalanya melihat gelengan Kiran Bik Darmi bisa sedikit merasa lega,walaupun mungkin ada keraguan dengan status perkawinan mereka yang memang sudah lama memisahkan dua orang yang terikat dengan pernikahan yang sah.Kalaupun mau kembali pun kemungkinan akan ada pernikahan atau akad ulang biar lebih afdol.


" Non,pasti non Kiran sudah dengar soal pertunangan tuan dengan nona Aura, sebenarnya tuan muda tak pernah sama sekali menginginkan semua itu dia melakukan semua itu demi menyelamatkan aset Mahardika dan juga marwah Keluarga Mahardika yang belasan tahun di salah gunakan.Apa non pernah tanya alasan tuan muda meninggalkan non Kiran begitu saja ,dan itupun dengan kami sekali?" ungkap Bik Darmi


" Saya belum menanyakan semua itu pada Abi Bik,dan Abi pernah bilang kalau pernikahan kami masih terdaftar secara negara apa itu benar Bik?" tanya Kiran melihat wajah Bik Darmi dengan sekilas terlihat baik Darmi tersenyum tipis.


" Biar nanti setelah makan malam mang Sapto dan den Abi yang terangkan ya non dan bibik harap non selalu dukung apa yang den Abi lakukan ,dia butuh non Kiran.Kami berdua sengaja tidak di pekerjaan lagi di rumah besar karena memang di rumah besar tuan sepuh sudah ada orang tua den Abi, sementara pekerjaan kami hanya mengurus perkebunan dan juga villa yang dimiliki tuan muda." ungkap Bik Darmi.


Mendengar jawaban bik Darmi malah menambah kekepoan Kiran soal Abi.


sebelum magrib Abi serta Bia juga mang Sapto baru kembali dari kebun dan membawa beberapa bahan sayuran yang mereka dapat dari kebun sendiri.


Jam tujuh malam mereka makan malam dengan menu yang membuat Bia kalap.Dasar nya anak itu suka makan dan nggak pilih-pilih makanan dia sangat senang dengan masakan sang mama dan juga Nini nya.


" Bia,kalau mau tidur kekamar gih,kamu sudah berat kalau di gendong Daddy." ucap Kiran


" Okey,Bia tahu mama ngusir Bia dan pasti kalian mau ngobrol soal rahasiakan,oke fix no debat Bia ke kamar.. Assalamualaikum ." ucap bocah ABG itu langsung bangun dari sofa dan langsung masuk ke kamarnya yang di sediakan oleh Bik Darmi.


Semua yang ada di ruangan itu hanya tertawa mendengar ucapan Bia yang tak kenal basa basi itu.


Kiran duduk di samping Abi dan keempat orang yang sekarang berkumpul pun ingin membahas tentang sesuatu yang lumayan penting.

__ADS_1


" Jadi,non Kiran ada yang mau ditanyakan pada saya,apa itu non kalau mamang tahu biar mamang jawab." ucap mang Sapto membuka pembicaraan.


Kiran masih Abi sekilas dan menarik nafasnya dengan dalam " Mang,Kiran mau nanya apa benar status pernikahan Kiran dan Abi masih tercacat dan apa benar waktu kita menikah bukan nikah siri bukan apa saya dan Abi sudah lama terpisah begitu lama mang , hampir enam belas tahun saya pisah dengan Abi.Saya mengira saya menikah secara siri dan Abi sudah menceraikan saya tapi,saya belum pernah mendengar Abi menalak saya." ungkap Kiran.


" Soal pernikahan kalian memang benar bahwa pernikahan kalian sah secara hukum dan agama,mamang pun tanpa memberi tahu Aden soal legalitas pernikahan kalian itu semua demi kepentingan kalian terutama Aden.Saya dan Bik Darmi sudah di pasrahkan oleh kakek dari tuan muda untuk menjaga tuan muda dan keturunan nya.Kami terus terang tidak tahu soal Aden yang punya anak dari non,banyak masalah yang ada di dalam keluarga Mahardika dan Abi disini adalah korban."ungkap mang Sapto


" Kiran masih bingung soal masalah keluarga Mahardika, memang seberat apa yang dihadapi dalam keluarga Mahardika?" tanya Kiran.


" Mamang sama bibi bekerja dirumah Mahardika itu memang waktu tuan Beni masih empat belas tahun kami adalah pasangan muda kala itu,Kami melihat Tuan Beni yang selalu berusaha menuruti perintah ibunya nyonya Hanum yang dibilang sangat dingin pada tuan Beni,begitupun tuan Mahardika beliau orang yang gila kerja dan tuan Beni yang haus kasih sayang seorang ibu,kami pun tak tahu ada rahasia apa di balik sikap nyonya Hanum pada Beni yang sangat berbeda dengan sikapnya pada seorang anak yang bernama Yudit nyonya Hanum begitu sayang dengan Yudit.


Yudit adalah anak dari adik tiri Nyonya Hanum dan mantan pacar nyonya Hanum.Dia selalu menomer satukan Yudit dan sayangnya Tuan besar Mahardika tidak memperdulikan hal itu.


Tuan Mahardika mempunyai sahabat bernama Jaya dia yang selalu diajak konsultasi.Jaya ingin tuan Mahardika memberikan jaminan hidup buat anak cucunya nanti sebelum dia meninggal.


Diam-diam Tuan Mahardika membuat surat wasiat untuk para pewaris nya.Dalam surat wasiat itu tuan Mahardika memberikan tuan Beni kuasa untuk mengelola perusahaam sampai saat nya nanti anaknya dewasa.


Tuan Beni hanya mendapat 15%,Nyonya Hanum di wariskan saham 10% , nyonya Fitri istri tuan Beni 5% ,Untuk cucu pertama tuan Mahardika di berikan sebanyak 20% ,untuk 25%di wariskan pada seseorang yang di rahasiakan namanya,dan akan diungkap setelah ada konfirmasi dari pihak sahabat Tuan Mahardika bernama Jaya dan sisanya memang ada beberapa orang yang memiliki nya." ungkap Mang Sapto


"Nyonya besar tak setuju dengan pernikahan tuan Beni dengan Fitri karena dia sudah menyiapkan kandidat lain namun, tuan Beni bersikeras untuk menikahi Fitri dengan mengantongi restu dari tuan besar.Sejak kelahiran Abi nyonya sepuh memerintahkan kami berdua untuk merawat tuan muda dengan mengaharapkan Tuan muda yang selalu dalam kendalinya ,tapi. .nyonya sepuh salah tuan muda menjadi anak yang susah diatur dan terkesan begajulan sampe kalian melakukan kesalahan itu mamang putuskan untuk mendaftar kan pernikahan kalian secara negara dan itu di bantu oleh kyai yang menikahkan kalian.Saat tahu rencana sebenarnya nyonya sepuh itu awalnya pada saat Tiba-tiba kami menghilang karena nyonya sepuh tahu kalau tuan muda Abi menikahi kamu ,nyonya sepuh mengharap kalau kalian terpisah dan dengan sendirinya kamu meninggalkan tuan muda ternyata memang benar non Kiran sudah pergi saat kami kembali lagi,bukan niat Abi meninggalkan kamu Kiran ,saat tahu kelicikan nyonya besar akhir nya Abi ingin kembali tapi dia tak bisa dia mengalami sakit yang terbilang aneh,setelah di periksa ternyata kuat dugaan kalau Abi mengalami gejala kehamilan convius syndrom."terang Mang Sapto


Intinya Kiran bisa menangkap jika itu dilakukan Oma Abi karena harta,sungguh miris memang apa yang terjadi dalam hidup Abi.Karena harta Oma gelap mata dan menghalalkan segala cara untuk menguasai harta Abi serta harta calon istri Abi.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2