Menikah Muda

Menikah Muda
#Menjalankan Misi


__ADS_3

Sesuai dengan rencana Kiran mendatangi toko Roti Asti.


"Pagi mbak Kiran."sapa seorang karyawan toko Roti milik Asti.


"Astinya ada ?" tanya Kiran pada karyawan bernama Tria


"Ada diruangannya,masuk saja mba."ucap Tria pada Kiran.


Kiran pun mengangguk mengiyakan omongan Tria dan akhirnya dia masuk ke dalam ruangan Asti.


"Pagi bestie.." seru Kiran saat membuka pintu ruangan Asti.


"Kiran,Lo udah dateng."ucap Asti menghampiri sahabatnya dan kedua nya duduk di sofa.


"Kalau gue belum dateng nggak mungkin gue disini.Tunggu,ada apa Lo kayaknya kedatangan gue ganggu Lo yaa?" tanya Kiran dengan penuh selidik.


"Mana ada, nggak lah.Mana mungkin gue ke ganggu Lo ada-ada aja."


Kiran melihat dari wajah Asti ada yang nggak beres.Seperti ada yang dia rahasiakan.


Kiran menatap wajah sahabatnya dengan instens.


"Ada apa sama Lo,jujur sama gue kalau nggak jangan salahin gue,bakalan gue kulit*n Lo !!" ancam Kiran pada Asti.


Mendengar ancaman Kiran tentu saja membuat Asti melotot dan menatap wajah Kiran.


"Oke,kenapa sih Lo itu selalu saja bisa baca pikiran gue.Hahh..gini kemarin,Gem_gema ngajak gue balikan dan kalau bisa langsung nikah."


Kiran yang mendengar penuturan sahabatnya itu merasa tak percaya dengan omongan Asti tentang Gema yang akan menjadikan Asti istrinya.


"Woww..gercep juga dia yah,secara kan emang dia yang belum punya gacoan.Tapi, emang Lo yakin sama dia.Soal Anna gimana,Lo nggak masalah lagi soal masa lalu dia sama Anna yang pernah nyakitin Lo,"


Kiran sengaja menanyakan hal itu tentu saja itu demi Asti.Dia tak akan biarkan Asti terjerumus dalam masa lalu yang hanya membuat dirinya sakit .


Asti mengalihkan pandangan nya ke arah Kiran.


"Apa pendapat kamu soal kesepakatan kedua?"tanya Asti dengan tatapan mata yang sulit diartikan.


Kiran menghela napas panjang dan meraih kedua tangan Asti sahabatnya.


"Kamu masih mencintainya,jadi ini jawaban nya dimana hati sudah tertutup untuk nama lain selain Gema .Asti ,semua yang yang tahu akan perasaan kamu hanya hati mu sendiri.Ikuti kata hatimu namun,semua yang kamu putuskan pasti akan ada konsekuensi nya.Bisa saja Gema suatu hari membuat kesalahan,dan apa yang kamu akan ambil buka itu terjadi.Antisipasilah,mungkin di masa lalu kamu nggak mendengar penjelasan Gema,mungkin Gema masih asik dengan cinta kesendiriannya.Kamu coba tanya hati kamu dan setelah ini kamu bisa mengambil keputusan apa yang menurut kamu baik."ungkap Kiran dengan panjang kali lebar


"Terima kasih kesayanganku.."ucap Asti memeluk sahabatnya.


"Asti,Kepa tiba-tiba Pengan makan yang asem-asem yah,"ucap Kiran membuat Asti reflek menatap perut Kiran.

__ADS_1


"Ponakan gue ngidam?"tanya Asti


"Hehehe iya please,bikinin rujak mangga yah...dia pengen kamu yang buatin."ucap Kiran dengan nyengir kuda.


"Baiklah biar karyawan gue yang cari mangga nya di pasar baru nanti gue bikin sambelnya."ucap Asti langsung saja menyuruh Karyawannya membeli apa yang Kiran inginkan.


.


.


Sore hari Kiran dan Asti serta Bia menuju Rumah Sakit.


"Sayang,kalian sudah datang."ucap Abi menyambut kedatangan anak istrinya.


"Apa Yuna sudah bisa di bawa pulang?"tanya Kiran.


"Sudah Ra,kita mau gimana?"tanya Vian menatap Kiran dan Abi.


"Bawa ke alamat ini."ucap Kiran menyerahkan secarik kertas pada Vian.


Gema pun melihat alamat tersebut.Mereka mengangguk mengiyakan.


"Aku mau sama papa,aku nggak mau sama om."


Apalagi saat itu terlihat ingin bersama Abi namun,Abi terlihat merangkul istrinya dan di samping nya juga ada Bia yang terlihat melingkarkan tangannya pada lengan daddynya.


Orang yang sekilas melihatnya tentu banyak persepsi yang terlontar dari pikiran mereka .Mungkin ada yang bisa berpikir jika Abi punya istri dua.Anaknya yang menangis terlihat malang apalagi keadaannya ada diatas kursi roda.


"Tolong hentikan drama anak kamu itu Anna.".ucap Asti geram melihat Anna yang diam saja membiarkan anaknya meronta untuk bersama Abi.


Terlihat Gema berusaha membujuk gadis kecil itu untuk diam dan tenang.


Abi dan keluarganya langsung pergi ke luar Rumah Sakit . Sementara di belakangnya ada Gema dan Anna juga Yuna di posisi paling belakang ada Vian dan Asti.


"Tenanglah,jangan kebawa emosi Ti,gue tahu Lo cemburu tapi,kendalikan diri Lo."ucap Vian seraya berbisik pada Asti.


Asti sontak mendelik mendengar ucapan Vian dan sempat memukul Vian dengan slim bag nya.


Bugh..


"Woii..santai girls !!" pekik Vian yang mendapat pukulan dari Asti.


Dua mobil meninggalkan Rumah sakit dan menuju ke suatu tempat yang di bilang asing bagi mereka tapi,tidak untuk satu orang yaitu Anna.


Wajahnya mendadak pucat dan keringat dingin pun sudah mengucur deras.

__ADS_1


Saat sampai di depan rumah itu mereka menatap sekeliling area disana.


"Ini rumah siapa yang?" tanya Abi pada istrinya.


"Nanti kamu akan tahu."ucap Kiran penuh teka teki.


Mereka masuk ke area halaman rumah itu dan Kiran membalikkan tubuhnya menatap Anna yang terlihat sedang menahan rasa takutnya.


"Ketok pintunya,minta dia buka kan pintu." ucap Kiran dengan wajah dingin.


Semua orang melihat interaksi kedua wanita itu.Terlihat keberanian Anna melawan Kiran mendadak hilang lenyap entah kemana.


Tok Tok Tok


"Siapa?" tanya seseorang dari dalam rumah .


"Aku Anna." ucap Anna menyebutkan namanya.


Ceklek.


"Buat apa kamu ke sini,aku bilang...


Ucapan Orang itu terhenti saat melihat seseorang yang tak pernah dia sangka kehadiran nya.Dengan cepat Vian dan Gema menyergap pria itu dan menyuruh semuanya masuk.


"Sebenarnya ada apa ini?" tanya Abi .


Vian dan Gema menggeleng gelengkan kepalanya Karena memang mereka tak tahu .


"Masuk !!" seru Kiran dengan mendorong tubuh Anna supaya masuk kedalam rumah itu.


Setelah semua yang ada di sana masuk ke dalam rumah.Mereka menatap Kiran dengan wajah bingung.


"Bia,bawa adeknya beli es cream yah,sama pak Udin."ucap Kiran pada putrinya .


Bia sebagai sepertinya tahu dan bisa membaca situasi yang terjadi.Dia membawa Yuna pergi.Anna seperti tak rela namun Yuna di iming-iming dengan ice Cream ikut bersama Bia.


"Mau ngaku atau aku yang bilang ke mereka semua tentang kalian."ucap Kiran dengan wajah tak bisa terbaca.


"Memangnya kita harus ngaku apa,emang apa yang kamu tahu tentang kami?!" tantang orang yang di kenal dengan Om Yudit.


"Yakin, om mau tahu apa yang terjadi selama ini,semua itu bersumber dari ketamakan Om Yudit." ucap Kiran dengan lantang.


Kalimat yang diucapkan Kiran tentu membuat semuanya terkejut dan jangan lupa wajah pucat Anna sangat membuat Kiran senang.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2