
◻️◻️◻️Happy Reading◻️◻️◻️
Selepas bertemu dengan ibu, Jungshang dan Yura kembali kekamar mereka. Kamar yang memiliki banyak kengangan saat menjadi musuh. Kamar yang rapi dan bersih semanjak kedatangan Yura, bukan kamar yang berantakan dan kotor versi Jungshang saat masih bujang.
Keduanya memasuki kamar mereka yang sudah ditinggali selama sepekan. Rasanya baru sebenentar tapi mereka sudah merindukan suasana kamar yang sering menjadu tempat mereka bertengkar itu. Sore itu, Jungshang membiarkan para pelayan atas perintah Yura untuk merenovasi kamar dan menjadikan tempat yang nyaman untuk keduanya. Kamar versi bujang Jungshang kini hanya tinggal kenangan.
Kamar sudah diubah, dari pemasangan dinding bermotif warna terang dan sofa yang diganti dengan yang baru. Yura juga meminta agar lemari bajunya dan milik Jungshang agar dijadikan satu. Hal itu disebabkan karna kini Yura dan Jungshang sudah memiliki hubungan baik. Dan juga supaya kamar terasa lebih lengga. Selepas pulang dari pulau Jaeju, keduanya kini sudah dapat menikmati suasana kamar yang baru dan lebih berwarna.
•
•
•
Malam itu, keluarga Jeon berkumpul untuk makan. Ibu Yuni sudah mempersiapkan makanan dan beberapa pelayan lain untuk keluarga besar bahagia itu. Tak lama ayah Jungkook juga sudah kembali dari kantor dan ikut makan bersama.
"Waah, kalian sudah pulang ya, apakah bulan madunya menyenangkan?" tanya Jungkook sambil menyeruput kopi hitam buatan ibu Yuni kesukaannya.
"Tentu menyenangkan ayah, bahkan aku pikir bisa tambah seminggu lagi disana!" ujar Jungshang yang bersemangat dan penuh dengan senyuman. Pemandangan itu cukup membuat Jungkook sedikit bingung dan juga ikut senang karna putranya sepertinya sudah ketahap nyaman dengan pernikahan mudanya.
"Baiklah Jungshang, besok kau harus mulai ikut andil didalam kantor ... kalian mungkin akan jarang bertemu!" ujar Jungkook memberitahu putranya.
"Sebenarnya ini terlalu cepat sayang, tunggu beberapa bulan lagi ya!" ujar Yuni yang memberitahu Jungkook.
"Jungshang harus mulai belajar jadi pembisnis mulai sekarang dan mempersiapkan kedepannya bersama Yura!" ujar ayah memberitahu Jungshang. Sejenak Jungshang terdiam, namun Yura yang mengetahui kebimbangan Jungshang langsung meraih tangannya dan menggenggamnya sangat erat, untuk membuatnya yakin.
•
•
__ADS_1
•
Malam itu keluarga Jeon melanjutkan makan malam mereka bersama. Selepas makan malam Yura dan Jungshang masuk kekamar mereka. Terlihat wajah lesu dari Jungshang tergambar jelas. Setelah masuk kamar, Jungshang kemudian menutup pintu dan memeluk Yura dari belakang sambil menciumi pipinya.
"Kenapa? kenapa manja begini sih?" tanya Yura yang tersenyum melihat Jungshang yang seperti kecil yang bermanja pada ibunya.
"Nanti kalau kuliah, jangan nakal ya ... kau jangan dekat-dekat dengan pria lain!" ujar Jungshang yang kemudian menggenggam tangan Yura dengan sangat erat.
"Jadi kau tidak percaya padaku? biasanya yang cenderung mudah tergoda itu laki-laki!" ujar Yura yang memberitahu Jungshang sambil meliriknya dengan senyum singkat.
"Tidak, aku hanya menyukaimu ... dan tidak akan tergoda pada wanita lain!" ujar Jungshang yang yakin dan kemudian mengecup kening Yura sampai akhirnya memeluknya dengan hangat.
Jungshang yang kini sudah sangat dekat dengan Yura, mereka harus terpisah dan hanya memiliki sedikit waktu untuk bertemu. Tentu saja hal itu membuat Jungshang sangat gelisah. Karna dia masih sangat menikmati kebersamaan dengan Yura paska hubungan mereka membaik.
•
•
•
"Waah, Jungshang dengan setelan jas dan dasi seperti ini jauh berbeda dari Jungshang yang dulu aku kenal!" ujar Yura yang mencoba untuk mengalihkan rasa takut kehilangan dan merindukan Jungshang. Sementara Jungshang hanya diam dan menatap Yura sangat dalam memperhatikan wajah cantik Yura yang sudah berdandan dewasa dan cantik sekarang.
"Kau, tidak boleh berdandan terlalu menor ... bagaimana jika nanti banyak pria yang tertarik padamu?" ujar Jungshang yang sedikit khawatir dan juga sedih karna akan kehilangan banyak waktu bersama.
"Hiiish, aku ini harus mengikuti gaya anak kuliahan supaya tidak kelihatan aneh!" ujar Yura yang mendengus kesal menatap Jungshang. Melihat kemarahan Yura, dengan segera Jungshang memeluk tubuh Yura dengan sangat erat.
"Diamlah sebentar, aku pasti akan merindukanmu!" ujar Jungshang yang terlihat lesu sambil membelai rambut Yura yang berada dipelukannya. Mungkin ini adalah pertama kali Jungshang akan merasakan jarang bertemu dengan Yura, gadis yang selalu dijahilinya. Dan juga wanita yang sangat dicintainya.
"Aku mencintaimu Yura ...!" bisik Jungshang yang terus memeluk Yura dengan erat, dan mencium keningnya.
__ADS_1
"Iya, aku juga mencintaimu ... tapi jangan lama-lama memeluknya, aku bisa sesak napas karna terlalu erat!" ujar Yura yang menggoda suaminya agar tidak terlalu khawatir. Setelahnya Jungshang langsung melepas pelukannya dan menatap wajah Yura yang sangat cantik itu. Sesaat setelahnya, Jungshang mendaratkan ciuman mesra pada Yura untuk melepaskan rasa ragunya. Merekapun berciuman cukup lama pagi itu, sebelum akhirnya keduanya disibukkan dengan pekerjaan dan kuliah.
•
•
•
Hari pertama Yura kuliah, setibanya dikampus Yura langsung jadi pusat perhatian, hal itu disebabkan karna Yura terlihat lebih anggun dengan dres dan hak tinggi yang sangat berbeda dari sebelumnya. Yura harus membiasakan diri terlihat anggun agar bisa menyamai dengan gaya berpakaian anak kuliahan.
Setelah berjalan beberapa langkah Yura tiba-tiba disenggol oleh seorang pria dari arah belakang. Pria tersebut kemudian membuat buku-buku yang dibawa Yura jatuh kebawah.
"Miane ...!" ujar pria tampan tersebut yang sejenak terpesona oleh wajah cantik Yura. Dengan wajah datar Yura langsung menunduk dan mengambil buku-bukunya. Disaat yang bersamaan pria tersebut ikut membantu mengambil buku Yura yang jatuh.
"Kau tidak ingat aku ya? aku Kim Taehyung, tetangga rumahmu ...!" ujar pria tampan tersebut bernama Kim Taehyung.
"Yang mana ya? aku lupa? tapi memang wajahmu tidak asing!" ujar Yura yang terus mengamati wajah Taehyung dengan seksama.
"Mungkin kau sudah lupa denganku, karna aku pindah ke London saat kau masih sekolah dasar ... saat itu kau masih sangat kecil dan tomboy, makanya aku tadi sempat heran melihatmu!" ujar Taehyung memberitahu Yura. Setelah lama memikirkan masa lalu akhirnya Yura mengingat seorang Kim Taehyung. Dia adalah pria tampan yang sempat dikaguminya dulu. Dan kini mereka kembali bertemu dikampus.
"Aku ingat, Taehyung oppa adalah siswa pandai, yang dapat beasiswa kuliah diluar negri disekolah Bangtan dulu kan?" ujar Yura yang tersenyum pada kakak idolanya dulu. Dia masih tidak percaya bisa berinteraksi sedekat ini dengan Taehyung oppa, sebab dulu Yura hanya mengaguminya saja.
"Ngomong-ngomong kau kuliah disini ya?" tanya Taehyung sambil tersenyum hangat pada Yura.
"Iya, ini hari pertama aku kuliah!" ujar Yura sambil tersenyum riang menatap Taehyung oppa.
"Baguslah, aku dosen dikampus ini ... sepertinya kita akan sering bertemu ya!" ujar Taehyung tersenyum hangat sambil menatap Yura dengan ramah.
Bersambung....
__ADS_1