
"Sebenarnya apa tujuan Lo ngasih tahu soal Anna pada Abi ,Gen?" tanya Vian saat mereka sudah ada di kantin Rumah Sakit.
"Nggak ada maksud apa-apa,cuma emang aku nggak sengaja ketemu Anna dan mendengar cerita dia,terus Anna nanyain Abi.Lalu waktu kita makan siang hari itu aku ngasih tahu soal Anna pada Abi,emang gue salah," ucap Gema dengan ekspresi acuh.
"Okelah mungkin Lo nggak berniat buat Abi susah hati, tapi..kan Lo sebelum cerita soal Anna pada Abi Lo itu udah liat ada Kiran sama Bia yang ada di kehidupan Abi,terus kenapa Lo masih nekad melakukan itu."cecar Vian.
"Gue udah bilang sama Anna buat bantu semampu gue ,tapi.. Anna mengharapkan peran Abi sebagai sahabat lama nya juga untuk membantu dia keluar dari situasi sulit ini."ucap Gema.
"Gem,gue nggak bod*h..Lo kan bisa keep soal Anna dari Abi karena sudah tidak ada lagi yang harus di perjuangkan antara Abi atau Anna,Lo tahu gimana susahnya Abi mendapat Kiran dan Bia kembali,gue harap Lo nggak pernah ngusik hidup mereka.Lo lihat tadi Kiran sudah mulai terlihat sangat tidak suka dengan tindakan Lo."ujar Vian
"Abi itu nggak mungkin cinta sama Kiran,Lo inget kan waktu SMA saja dia nikah karena terpaksa.Gue pengen sahabat gue bahagia."ujar Gema
"Tapi, bukan dengan jalan menjerumuskan Abi pada Anna."kata Vian dengan ekspresi tak suka dengan omongan Gema barusan.
Gema yang terlihat sangat tak suka dengan omongan Vian pun akhirnya dia pergi begitu saja dari hadapan Vian.Vian memandang Gema yang berjalan menjauh meninggalkan dirinya dan melihat Gema yang terlihat sangat tak suka dengan pilihan Abi yang memilih Kiran seperti dulu.
*******
"Jadi,semua karena kehadiran Anna ?"tanya Asti menatap wajah sahabatnya yang terlihat sangat sedih.
Saat ini Kiran berada di toko Roti milik Asti.Sepulang dari Rumah Sakit Kiran tak langsung pulang menuju Rumah mertuanya.Bahkan kini ponselnya sedang dia nonaktifkan.
"Aku kecewa sama mas Abi As,kenapa dia selalu menyembunyikan sesuatu hal yang buat aku tak suka."ucap Kiran dengan perasaan yang tak baik-baik saja.
"Gue tahu perasaan Lo Ra, bagaimana pun sebuah masalalu seharusnya kita sudah sampai saat nya untuk melupakan."ucap Asti.
"Aku meminta mas Abi untuk bicara pada Vian dan Gema untuk mengurus Anna dan putrinya."ucap Kiran lirih.
"Gema,apa dia yang nyuruh Anna masuk dalam kehidupan Abi dan Kiran.Kalau benar dia aku harus membuat perhitungan padanya."batin Asti.
"Tenanglah, berusaha untuk tidak gegabah.Abi suami kamu,dia hak kamu,cuma kamu yang berhak atas diri Abi.Jadi, yang perlu kamu lakukan kali ini adalah menyingkirkan hama di sekitar mu juga Abi.Kamu pasti ngerti apa yang aku maksud kan," ucap Asti dengan menggenggam tangan sahabatnya.
"Sudah malam,aku harus balik.Takutnya Bia cari aku."ucap Kiran dengan beranjak dari tempat duduk nya dan memeluk sahabatnya berpamitan untuk pulang.
__ADS_1
*Oke, hati-hati.Kalau ada apa-apa telpon gue."ucap Asti menenangkan hati sahabatnya.
Setelah melihat Kiran sudah meninggalkan tokonya,Asti langsung mengutak atik ponselnya dan mengirimkan pesan pada seseorang.
"Kamu mau main-main sama aku rupanya baji*gan ."gumam Asti dan langsung meraih slim bag nya yang ada di atas meja kerjanya.
Asti dengan cepat masuk dalam mobilnya dan langsung mengarahkan mobilnya ke suatu tempat yang sudah lama Asti tak pernah datangi.
Tak butuh waktu lama mobil Asti pun sudah terparkir di sebuah Club' malam yang sudah lama dia tak kunjungi.
Asti langsung keluar dari dalam mobil dan melangkahkan kakinya masuk ke dalam tempat yang sudah lama dia tak injak.
Asti langsung masuk terus kedalam dan mengedarkan pandangannya.Namun,orang yang sedang dia cari belum kelihatan batang hidungnya.
Asti duduk di sebuah kursi di depan meja bar.Seorang bartender dengan wajah kaget melihat ke arah Asti.
"Asti,ini bener Lo..mimpi apa gue liat Lo nginjek tempat lucknat ini."ujar laki-laki itu
"Gue belom liat,Lo mau minum apa nih..gue bikinin yang spesial buat lo, gimana," rawat bartender itu yang bernama Rendi.
"Buatkan,jangan ngecewain gue."ujar Asti cuek.
"Beres,buat temen lama apa sih yang enggak..hahahaha."ujar nya dengan gelak tawanya.
"Gimana,selama gue nggak kesini dan para baji*gan itu lama di luar masih ramai dong,"
"Nggak asik waktu kalian dateng di masa-masa emas kalian,tapi..gue terus terang saat ini gue kaget lihat Lo mau balik ke tempat begini." ujar Rendi dan memberikan segelas koktail pada Asti.
"Gue mau buat perhitungan sama seseorang karena sudah berani ngusik hidup sahabat gue."ujar Asti
"Lo punya masalah sama mereka,tapi..setahu gue mereka sudah jarang kemari ."ujar Rendi
Mata Asti menatap nyalang kearah seseorang yang ternyata sedang duduk bersenang-senang dengan di kelilingi wanita-wanita.
__ADS_1
"Sial,Lo bohongi gue !!" ucap Asti meraih kerah baju Rendi.
"Beneran gue baru dateng Ti,jangan buat keributan Ti.Ingat keselamatan Lo." ujar Rendi mengingatkan Asti.
"Terserah gue,bahkan kalau perlu gue lenyapin dia !!" ucap Asti dengan tanpa rasa takut.
Asti meminum habis minuman yang Rendi berikan dan melangkah mendekati orang yang sedang dia cari.
Prok Prok Prok
"Hebat sekali Lo baji*ngan sudah berani buat huru hara sekarang Lo enak-enak kan disini sama mereka,emang biada* Lo..!!" umpat Asti menatap nyalang orang yang ada di sebrang nya.
"Maksudnya apa nih,Lo tiba-tiba dateng dan juga langsung marah-marah sama gue,Lo sehat?!!" ejek nya.
Asti dengan cepat melangkah mendekati pria itu,karena sudah terpancing dengan omongan pria itu.
Plak..
Tamp*ran keras di layangkan oleh Asti ke pipi pria itu.Dia tak menyangka jika Asti akan berani melakukan hal itu.
"Lo !!" seru nya dan akan membalas nya namun, tiba-tiba sebuah suara menghentikan langkahnya.
"Gema stop !!" teriak Vian dan Dewa melangkah mendekati Asti dan Gema yang sedang bersitegang.Sementara para gadis yang tadi sempat menemani Gema sudah tunggang langgang melarikan diri.
" Kenapa Lo berhenti,ayo tampa* gue banc*,Lo emang jagonya buat nyakitin hati wanita.Pasti juga Lo kan,yang sudah berani membawa wanita nggak bener itu ke tengah-tengah rumah tangga Abi juga Kiran.Otak Lo dimana,Lo pikir Lo siapa.Lo udah berani ngusik hidup sabat gue,demi wanita murah*n seperti Anna itu,Fu*k you !!!" umpat Asti dengan wajah penuh amarah.
"As,lebih baik kita selesaikan baik-baik ya. " ujar Ivan membujuk Asti dengan lembut.
"Lo ngapain kesini,apa cuma karena mau nampar gue atau ada urusan lain?" tanya Gema dengan ekspresi wajah yang terlihat meremehkan.
Ekspresi wajah yang di tunjukkan oleh Gema membuat Asti naik darah kembali,dia tahu persis bagaimana ekspresi laki-laki yang Asti anggap baji*gan itu.
Bersambung
__ADS_1