
Happy Reading ...📖
****
Malam yang begitu sunyi, Yura dan Jungsang masih terjaga. Namun Yura yang gugup itu masih tidak berani menatap Jungshang yang berada dibelakangnya. Yura masih pura-pura tidur seakan tidak memperdulikan Jungshang yang sedari tadi memberi kode padanya.
"Yura, kau sudah tidur? sepertinya iya ... ya sudahlah!" ujar Jungshang yang merasa agak sedikit kecewa. Diapun kemudian berbaring disamping Yura dan memeluknya dari belakang. Hal itu membuat Yura membuka matanya dan memperhatikan tangan Jungshang yang menggenggam tangannya sangat erat. Sebenarnya Yura tidak tega sudah menolak keinginan Jungshang. Namun, suasana hatinya sedang tidak baik ditambah lagi rasa gugup yang masih belum bisa hilang darinya.
Yura kemudian membalikan tubuhnya dan menghadap kearah Jungshang. Seketika Jungshang langsung bangun dari tidurnya dan menatap Yura yang tersenyum sangat cantik itu.
"Kau belum tidur?" tanya Jungshang yang memandangi wajah Yura yang terpancar cahaya lampu remang-remang didalam kamar hotel sebelah ranjang mereka.
"Maaf ya, aku hanya sedang memikirkan pria yang aku lihat tadi ... dia terlihat seperti ayahku!" ujar Yura yang bicara pelan karna takut membuat Jungshang marah padanya.
"Iya tidak apa-apa, memang tadi itu ayahmu?" tanya Jungshang bernada pelan menatap Yura.
"Entahlah, sudah tidak udah diperdulikan!" ujar Yura yang ingin mengalihkan pembicaraan. Diapun meraih pinggang Jungshang untuk memeluknya dengan erat.
•
•
•
Sesaat Jungshang terdiam sambil tersenyum. Dia membelai rambut Yura yang berada sangat dekat dengannya. Jungshang tersenyum dengan penuh kebahagiaan diwajahnya.
"Kau tahu, aku senang sekali bisa dekat denganmu seperti sekarang ... mungkin ini yang dinamakan jatuh cinta, aku menyukai musuhku sendiri!" ujar Jungsang tersenyum manis sambil menyentuh pipi Yura dengan lembut.
"Katanya, kau tidak mau disamakan dengan ayahmu ... tapi nyatanya kau malah sama persis!" ujar Yura agak kesal namun diiringi senyum senang mendengar pengakuan Jungshang.
"Yura, maafkan aku yang sangat suka menjahilimu dari kecil sampai sekarang ya ... aku tidak tahu kenapa, tapi ... aku tidak ingin jauh darimu!" ujar Jungshang sambil mencubit pipi Yura karna gemas. Dengan sigap Yura mengecup bibir Jungshang yang tipis dengan lembut.
__ADS_1
"Saranghaeo ...!" bisik Yura setelah melepaskan tautannya pada Jungshang. Mereka berduapun langsung tersenyum setelahnya.
"Sudah malam, ayo tidur ... aku akan memelukmu sampai pagi!" ujar Jungshang yang memeluk tubuh Yura dan mengajaknya untuk tidur.
•
•
•
Sebenarnha hal yang cukup aneh, mengingat keduanya dulu tidak pernah akur. Namun, pernikahan sejatinya memang bisa merubah keegoisan mereka menjadi cinta. Kini keduanya malah semakin dekat dan tak ragu saling mengungkapkan cinta masing-masing.
Malam itu, keduanya tidur hingga pagi menjelang. Yura dan Jungshang masih terlelap meskipun waktu sudah menunjukan pukul 07:25 WKS. Keduanya masih nyaman saling berpelukan dan tidur. Yura yang berada di dada Jungshang tampak nyaman sambil memeluk dengan erat. Sementara Jungshang membelai lembut rambut Yura meskipun dia sudah terlebih dulu bangun. Namun, masih ingin memanjakan Yura dipelukannya.
Sebenarnya Jungshang tahu, kalau Yura sangat merindukan ayahnya. Mungkin pertemuannya kemarin membuatnya kembali mengingat sosok ayahnya. Maka dari itu, Jungshang ingin terus membuat Yura tidak merasa kesepian, dan selalu ingin memanjakannya sekarang.
"Kau sudah bangun?" tanya Yura yang menyadari sedari tadi Jungshang sudah bangun dan terus membelai rambutnya.
"Hmmm, baiklah ... aku hanya heran saja, kenapa sekarang, kita jadi sedekat ini?" tanya Yura yang menatap Jungshang sangat dalam.
"Karna, kini kita sudah saking mencintai ...!" ujar Jungshang yang menyibak rambut Yura yang hitam panjang, kemudian meraih kedua pipinya, dan mencium bibirnya dengan lembut. Mungkin itu adalah wujud rasa sayang keduanya yang sekarang sudah mulai tidak merasa canggung.
•
•
•
Dan pagi itu, keinginan Jungshang semalam yang tidak terpenuhi, akhirnya mereka lakukan pagi harinya. Yura kini sudah tidak canggung lagi pada Jungshang, sebab dia sudah percaya akan kesungguhan hati dari Jungshang untuknya.
Tentu Jungshang kini memperlakukan Yura penuh cinta, Jungshang selalu menciumi Yura dengan bermaksud membuatnya nyaman dan tidak canggung saat bersamanya. Benar-benar pasangan yang dimabuk cinta. Pagi yang sangat indah, diawali dengan sesuatu yang manis. Yura dan Jungshang kini sangat intens dan sudah layaknya seperti suami istri pada umumnya. Mereka tidur saling berpelukan, mandi bersama, makan saling suap, kebiasaan saling mencium dan masih banyak lagi.
__ADS_1
Pagi itu, keduanya kembali berjalan-jalan dipasar swalayan yang ada didekat sana. Yura sedang dimanjakan oleh Jungshang, dia diperbolehkan berbelanja sesuka hatinya. Yura yang mengajak Jungshang berjalan-jalan sambil terua bergandengan tangan. Yura membeli beberapa barang untuk oleh-oleh keluarga mereka di Seoul. Membeli beberapa barang dan juga survenir untuk buah tangan.
Setelah selesai berbelanja, Yura mengajak Jungshang membeli ice cream karna cuaca sangat panas. Mereka berjalan sambil bergurau sepanjang jalan denvan sangat gembira. Tiba-tiba langkah Yura terhenti, wajahnya datar, dan pandangan mengarah kedepan. Dimana ada seorang pria paruh baya duduk dan menadahkan tangannya dipinggir jalan. Pria tersebut mengenakan pakaian kemarin yanh dilihatnya, dengan rambut yang berantakan dan tubuh yang kurus. Pemandangan yang sangat menyedihkan. Air mata Yura seketika terjatuh melihat sosok pria yang sebenarnya adalah ayah kandungnya.
•
•
•
Melihat Yura yang diam tanpa ekspresi sambil menitikan air mata Jungkook langsung menggenggam erat tangan Yura dan ikut memandang kearah depan. Dimana ada pria paruh baya yang sudah lemas dan kehausan.
"Ada apa Yura?" tanya Jungshang yang kebingungan melihat kenyataan itu.
"Ayah ...!" panggil Yura yang berlari memeluk pria disisi jalan tersebut. Jungshang hanya bisa tersenyum haru karna melihat Yura sudah bertemu ayahnya.
"Siapa kau? ayah? maksudmu, aku ayahmu?" tanya Pria paruh baya tersebut terkejud.
"Aku adalah Han Yura, putrimu ...!" ujarnya sambil menggenggam tangan ayahnya yang sangat kotor dan berbau.
"Pergi, aku bukan ayahmu ... aku tidak punya anak bernama Yura!" ucap pria tersebut mendorong tubuh Yura hingga tersungkur ketanah. Dengan sigap Jungshang menghampiri Yura dan membangunkannya.
"Han Yura? itu artinya kau anaknya Sora?" tanya Pria tersebut menahan air mata menatap Yura, purti yang sangat merindukannya. Pria tersebut langsung berdiri dan menyeret kakinya yang rupanya ada bekas luka borok yang membuatnya susah berjalan.
"Ayah, kau mau kemana ... aku ini putrimu, setidaknya akui aku saja!" ujar Yura yang semakin sedih melihat komdisi dari ayahnya. Pria tersebut menepis tangan Yura dan berjalan pergi meninggalkan keduanya.
"Ayah aku mohon ... bicaralah sesuatu!" Pinta Yura yang kemudian bersimpuh dikaki ayahnya tersebut.
"Kau memanglah putriku, tapi aku tidak pantas jadi ayahmu ... aku sudah menerima karmaku sekarang, aku tidak mau membuat hidup kalian susah!" ujar ayah Yura yang menitikan air mata seketika. Kemudian ayahnya kembali melepas paksa tangan Yura dan meninggalkan keduanya. Langkah Yura dan Jungshang terhenti ketika ayahnya sudah menyebrang jalan dan lampu merah sudah hijau.
"Kita akan mencarinya besok, tenanglah Yura ...!" ujar Jungshang yang langsung menenangkan dan memeluk tubuh Yura dengan erat, dimana kini Yura tangah menangis karna bersedih.
__ADS_1
Bersambung....