Menikah Muda

Menikah Muda
#Membalikkan Keadaan


__ADS_3

Saat ini di sebuah ruangan terlihat seorang perempuan tertunduk diam dan tidak bisa mengelak lagi dari sebuah temuan yang mungkin bisa di katakan tak sengaja.


"Ada yang ingin kamu jelaskan?" tanya papa Beni pada orang yang duduk dalam diam dan tidak bisa di bilang baik-baik saja.


"Jawab,apa kamu tuli !!" sentak Abi pada orang itu yang masih diam membisu.


"Sa_saya,saya tidak bermaksud untuk mengkhianati kepercayaan tuan besar juga tuan muda,saya terpaksa."ucap orang itu dengan wajah yang terlihat pucat dan juga suara yang bergetar.


"Terpaksa kamu bilang,sekarang kamu pikir dalam otak kamu itu kurang baik apa papa dan mama saya sama kamu hah..!!" sentak Abi pada orang yang sudah menunduk takut.


"Saya dipaksa tuan,karena kalau saya tidak mau mengikuti apa yang di perintahkan oleh nyonya sepuh adik saya yang akan menjadi jaminannya."ucap wanita itu yang tak lain adalah Tuti.


"Adik kamu,apa yang terjadi pada adik kamu?"tanya Beni memicingkan matanya menatap wajah Risna dengan penuh selidik.


"Adik saya sedang sakit tuan besar, sebenarnya dia memang sudah sedari lahir sudah mengidap penyakit jantung bawaan dan itu yang membuat nyonya sepuh memanfaatkan peluang untuk memaksa saya untuk melakukan hal ini tuan."terang Tuti


"Sejak kapan kamu jadi mata-mata nenek tua itu?"tanya Abi dengan aura dingin.


"Saat tuan dan nyonya besar kembali dari London."jawab Tuti.


"Kenapa ibu saya bisa tahu soal adik kamu?"tanya Papa Beni datar.


"Waktu itu saya menggantikan salah satu pelayan di rumah kedua karena dia sakit,dan saat itu saya juga punya jadwal harus mengantarkan adik saya cek up dan nyonya sepuh tak sengaja dengar dari percakapan saya dengan salah satu pelayan di sana tentang kesulitan saya.Dari situlah nyonya sepuh menawarkan bantuan dengan imbalan sebuah informasi yang terjadi di rumah ini.Sekecil apapun informasi tentang keluarga tuan Beni,saya harus menginformasikan pada nyonya sepuh."ungkap Tuti dengan panjang lebar.


"Jangan main-main dengan saya Risna,saya bisa lebih kejam dari Oma."ancam Abi menatap tajam Tuti


"Maaf tuan,bukan maksud saya untuk membuat tuan muda dan tuan besar kecewa pada saya."sesal Tuti

__ADS_1


"Baiklah sementara aku masih menyelidiki soal kamu,walaupun kamu menutupi seluruh Aib dan masalah kamu,maka akan semakin saya akan berbuat tega sama kamu."ancam Abi.


Ini ponsel kamu, jangan coba-coba untuk mrmbod*hi saya ."ucap Papa Beni


"Sekarang kamu bisa keluar,dan tetaplah berlaku seperti bisa.Nanti setelah ini saya yang akan menanggung pengobatan adik kamu,atau kalau memungkinkan saya akan bawa adik kamu berobat ke luar negeri."ucap Papa Beni.


"Terima kasih tuan besar,tuan muda,saya janji nggak akan mungkin lagi mau menuruti perintah nyonya sepuh lagi."ucap Tuti dengan wajah penuh bahagia.


"Bukan itu yang kami mau Tuti,kamu akan tetap menjadi seorang mata-mata nenek tua itu tapi,hanya seolah-olah saja.Bersikaplah seperti biasa,kami akan memberikan kamu tugas sebagai penyusup disana tanpa harus bersembunyi, mengendap-endap atau bahkan mencuri dengar.Kamu akan di hadapan musuh dengan terang-terangan.Tenang saja,kami akan berusaha semampu kami menjaga keselamatan kamu dan adik kamu."ungkap Abi menatap wajah Tuti dengan serius.


"Maksud tuan muda,saya akan memberikan informasi seperti biasa?"tanya Tuti dengan wajah bingung.


"Benar tapi,semua dengan arahan kami.Sampai sini kamu mengerti apa yang saya ucapkan?"tanya Abi menilik wajah Risna.


"Saya tahu tuan muda,itu artinya saya akan bergerak atas perintah tuan muda dan tuan besar?"tanya Tuti dengan wajah tak kalah serius.


"Iya,setelah ini bekerja seperti biasa.Untuk adik kamu,bisa kami minta kamu dan adik kamu memainkan sedikit drama," ucap Abi dan mengungkapkan apa yang dia rencanakan.


Tuti merasa bersalah dan juga beruntung,merasa bersalah karena telah bersekongkol dengan Oma Hanum untuk membuat konspirasi dengan Hanum.


Bersyukur dan beruntung karena dia sudah tidak ada lagi yang dia rahasiakan pada tuannya,malah dengan cepat tuannya merespon saat tahu adiknya yang sakit.


Abi berjanji akan menjaga adiknya dengan membayar beberapa orang untuk menjaga ibu dan juga adik Tuti dari ancaman Oma Hanum.


Setelah beberapa rencana tersusun,Tuti kembali bekerja dan bersikap seperti biasa pada nyonya Hanum.Namun,tentunya saat ini dengan pengawasan Abi dan Beni.


.

__ADS_1


.


Malam ini Keluarga kecil Abi memutuskan untuk menginap di rumah keluarga Mahardika.Kiran pun tak keberatan harus menginap di sana.Semua itu Kiran manfaatkan untuk mendekatkan dirinya juga putrinya dengan mertuanya.Apalagi sekarang Oma Hanum sudah tahu keberadaan mereka di rumah Utama.


Malam hari setelah makan malam mereka berkumpul di ruang keluarga.Tak seperti biasanya dari suasana sebelumnya yang hanya ada kesunyian saat ini di ramaikan dengan gelak tawa Bia si bocah ceria dan juga jahil.Bukan hanya Oma dan Opanya yang kena dia jahili tapi, beberapa pekerja di mansion besar itu.


Malam ini terlihat sangat berbeda karena memang Bia mengumpulkan para pekerja di mansion untuk bermain dengan nya.


Abi dan yang lainpun tak keberatan dengan keinginan Bia.


.


.


Setelah lelah bercanda dengan para asisten rumah tangga, Bia mendekati bapaknya yang sedang sibuk dengan tabnya


Dengan sekantong keripik kentang di tangannya,Bia duduk di samping sang daddy.


"Ada PR nggak?"tanya Abi yang melihat putrinya sudah duduk di tengah-tengah Kiran dan Abi.


"Nggak ada dad."jawab Bia dengan merebahkan tubuhnya di pangkuan daddynya . Namun,dengan isengnya Abi malah menggeser posisi nya menjauh dari Bia.


"Daddy..!!" pekik Bia kesal.


"Kamu kan lagi makan,sebaiknya kalau kamu mau makan itu duduk biar nggak keselek." ucap Abi mengingatkan putrinya yang masih terlihat kesal padanya.


Kiran dan juga mertuanya melihat tingkah laku anak ajaib itu.Kiran merasa setelah Bia tahu jika Abi adalah bapak anaknya,ternyata Bia yang biasanya menggangunya sekarang sudah jarang mengganggunya.Sekarang malah Bia lengket sama bapaknya dan tambah lagi kebiasaan Bia yang saat ini dia lakukan yaitu jajannya yang tambah banyak.

__ADS_1


Kalau sudah di Supermarket pastinya troley akan penuh dengan jajanan bocah itu layaknya warung.Abi memang sangat memanjakan putrinya.Apalagi setelah tahu kehidupan anak istrinya sebelum bertemu dirinya,barang tentu membuat dirinya semakin menggila karena ingin membahagiakan keluarga kecilnya.


Bersambung


__ADS_2