
Setelah anak dan suaminya sudah berangkat ke tempat kegiatan mereka,akhirnya Kiran mulai memasukkan pakaian yang akan mereka bawa ke rumah mertuanya.
📞 Emak Calling..
Melihat mana siapa yang muncul di panggung nya kali ini,Kiran tersenyum tipis melihat nama orang yang dia rindukan.
"Assalamualaikum mak,gimana mak..?
"Wa'alaikumsalam mak." jawab Mak Leha dari seberang telepon.
"Insyaallah sampai sana jam 9 malam ndok'"
"Kalau gitu nanti mak kabari Kiran kalau sudah mau sampai Gambir ya mak,biar supir jemput emak ,"
"Kayaknya nggak usah di jemput deh,mak naik taxi saja.Nanti kamu kasih alamatnya sama emak."ujar mak Leha karena dia tidak ingin merepotkan.
"Mak,jangan berpikir kalau aku direpotin sama emak, please yang ada nanti aku khawatir sama emak." ujar Kiran karena memang dia tidak mau emak Leha susah payah cari taxi.
"Baiklah,nanti Mak kasih tahu ya ndok'."
"Ya sudah,emak hati-hati yah..aku sama Bia nunggu emak ,kangen." ucap Kiran dengan nada yang sudah tercekat karena menahan air matanya yang tiba-tiba ingin jatuh.Mungkin karena dirinya yang sedang hamil dan mood nya pun berpengaruh.
Panggilan telepon berakhir ,kini Kiran bersiap untuk pergi menjemput Bia di sekolah.Dia melihat jam tangannya terlihat jam tangan nya menunjukkan pukul sepuluh tiga puluh.Dengan perlahan Kiran mengecek kondisi apartement nya yang akan dia tinggal beberapa hari.Setelah di pastikan aman Kiran menarik koper besarnya keluar apartement menuju parkiran di lantai basement.
Kiran mengendarai mobil nya meninggalkan apartement menuju sekolah Bia.Tak buruh waktu lama Kiran sampai di dekat sekolah Bia dan bertepatan dengan jam anak sekolah keluar.Terlihat Bia berjalan cepat menuju mobil sang mama.
"Assalamualaikum mama ku sayang."ucap Bia saat masuk ke dalam mobil
"Wa'alaikumsalam sayang,kita kekantor Daddy dulu sekalian kita makan siang sama-sama."
Bia langsung mengangguk mengiyakan perkataan sang mama.
"Gimana hari ini,lancar kan?" tanya Kiran pada putrinya.
__ADS_1
"Alhamdulillah so far so good mam,kita makan siang pesen apa mam?"
"Mama bawa masakan buat kita makan siang sama-sama."
"Asikkkk,sudah lama juga Bia nggak ke kantor Daddy." ujar Bia senang dengan apa yang saat ini dia rasakan.
Bisa berkumpul dengan Daddy nya lagi,itu adalah impian yang mustahil bagi Bia namun,Allah mengabulkan doanya selama ini.
Sampai di lobby Kantor Mahardika Group Kiran dan Bia keluar dari mobil,Kiran pun minta tolong pada seorang petugas valet parking untuk mengurus mobilnya.
Kiran dan Bia melangkah masuk ke dalam lobby kantor.Banyak pasang mata yang melihat keberadaan Kiran dan bersama gadis yang mereka ketahui sebagai anak dari Abi.
Semua mata orang-orang yang ada di Lobby menatap wajah kedua orang wanita beda usia itu.
"Kiran,Bia..!!" seru seseorang.
"Dewa,gimana?" tanya Kiran dengan wajah serius.
"Beres,ayo kalian aku antar ke ruangan Abi." ucap Dewa.
Ceklek..
"Daddy..!!" seru Bia langsung melangkah masuk dan menuju ke arah sang Daddy .
Dengan senang hati Abi menyambut sang putri.Memeluk putrinya dan mengecup keningnya.Setelah itu Abi melangkah pada istrinya yang sudah duduk di sofa.Abi mencium seluruh wajah istrinya dengan sayang dan terakhir mencium perut rata istrinya.
"Oh so sweet .." seru Bia menggoda mama dan daddynya.
"Daddy ih,ada anaknya nggak lihat sikon banget sih."protes Kiran dengan tindakan Abi.
"Habisnya Daddy kangen sama kalian tahu." ucap Abi memberi alasan dan memeluk kedua wanita kesayangan nya itu.
Tok Tok Tok
__ADS_1
"Masuk." seru Abi mendengar ketukan pintu ruangannya .
Muncul Dewa bersama satu orang yang berjalan di samping Dewa.
"Maaf boss ,saya mengantarkan dia sesuai yang bos perintahkan."ucap Dewa pada Abi
Abi memandang wajah orang yang di samping Dewa dengan wajah dingin.
"Siang pak,maaf apa benar bapak panggil saya ?" tanya orang tersebut dengan perasaan was-was.
"Iya saya memang memanggil kamu kesini,apa kamu sudah tahu apa kesalahan kamu Rafif?" tanya Abi dengan nada datar.
"Ma_maksudnya bagaimana pak,saya tidak paham.."ucap Rafif dengan gemetar.
"Banyak yang bilang kalau kamu sudah berbuat curang karena kamu berani memanipulasi data untuk keuntungan kamu sendiri,apa benar itu,banyak yang bilang juga hutang uang di koperasi kamu juga sangat banyak,apa yang terjadi dengan kamu Rafif.Saya tahu kamu dari duli nggak pernah macam-macam tapi, sekarang saya lihat hidup kamu kenapa berubah begini,kamu kenapa jadi orang serakah.Satu lagi istri kamu apa benar istri kamu bernama Winda,"
Kata-kata Abi sontak membuat Rafif kaget,bagaimana bisa dia ketahuan.Walauoun dia melakukan nya tipis tipis tapi,dia nggak menyangka jika semuanya sudah ada dalam pantauan seseorang.Soal Winda itu memang nama istrinya.Dalam hati Rafif apa hubungannya dengan istrinya.
"Rafif,kamu dengar apa yang sayang bilang tadi, apa benar Winda adalah istri kamu?!" tanya Abi dengan lantang membuat Rafif terkejut.
"Memang benar istri saya bernama Winda tapi,ada apa dengan istri saya pak..?"
Abi tersenyum menyeringai jahat,Abi menatap Rafif dengan. tajam dan menghampiri Rafif,berdiri tak jauh dari Rafif berada.
"Pasti kamu heran kenapa saya tanya istri kamu,apa kamu tahu kalau istri kamu sudah punya masalah dengan keluarga saya.Baiklah silahkan lihat ini.Kamu bisa menilai sendiri bagaimana istrimu ." Abi menyerahkan tab yang ada di tangan Dewa.
Dengan tangan gemetar Rafif melihat video yang menampakkan kekejaman istrinya yang terlihat berbuat kasar dengan seorang wanita paru baya dan juga dia tak menyangka. jika dia harus berurusan dengan anak ABG yang Rafif tahu gadis itu adalah anak dari boss nya.Sampai istrinya menyebut namanya dan begitu bangga nya dengan kedudukan suaminya yang tak ada apa-apanya di bandingkan dengan seorang anak ABG yang istrinya tidak tahu kalau dia anak boss nya.
"Maafkan istri saya pak,dia memang salah dan saya janji akan meminta maaf dengan ibu yang ada di video itu dan juga saya janji akan membawa istri saya untuk meminta maaf pada nona muda,karena sudah berani kasar dan juga melakukan hal tidak menyenangkan pak." ucap Rafif dengan tubuh gemetar.
"Apa kamu tahu, wanita yang bersama anak saya,dia ibu saya dan istri kamu seenaknya saja memaki ibu saya dan mendorong ibu saya untung waktu itu anak saya menolong omanya kalau tidak,apa yang akan saya lakukan pada istri kamu.Saya akan menghancurkan istri kamu !!" ancam Abi pada Rafif.
Mendengar ucapan Abi membuat Rafif tambah syok,kenapa istrinya terlalu sombong dan lancang,Rafif harus bisa membujuk istrinya meminta maaf soal pekerjaan nya dia akan bertanggung jawab nanti.
__ADS_1
Bersambung