
◻️◻️◻️Happy Reading◻️◻️◻️
Lengkaplah sudah, seluruh kebahagiaan yang diharapkan. Keluarga ini dipenuhi orang-orang yang saling menyayangi, dan memberi cinta. Ditambah lagi dengan hadirnya calon kedua pangeran kecil, yang akan menambah keharmonisan keluarga ini. Hari terus berlalu, Yura semakin mendekati waktu untuk melahirkan. Usia kandungannya sudah 38 minggu, hanya tinggal menunggu siang malam, untuk kontraksi melahirkan.
Pagi itu, Yura pergi kerumah ibunya. Tentu jarak yang jauh menjadikan, ibu Sora sangat merindukan Yura dan calon bayi-bayinya. Didalam garis keturunan Jeon dan Han, memang tidak ada riwayat anak kembar. Maka dari itu, kehamilan anak kembar dari Yura, adalah yang pertama yang sangat dinanti seluruh keluarga besar ini.
"Kenapa kau masih mau kerumah ibu? kau ini sudah hamil besar, bagaimana kalau melahirkan dijalan?" tanya Jungshang yang masih cerewet dan overprotective pada Yura.
"Aku kangen ibu, memang tidak boleh? lagi pula kalau aku melahirkan dijalan, aku tidak perlu khawatir. Karna suamiku ada disampingku!" seru Yura sambil melempar senyum. Sementara beberapa saat, Jungshang tampak membaca pesan teks, yang masuk di HPnya.
"Yura ...,"
"Eeemmm!" jawab Yura singkat. Kemudian Jungshang meraih tangan Yura, dan menciumnya.
"Kenapa? aneh sekali!" seru Yura agak bingung.
"Akan ada kejutan dirumah ibumu ...!" seru Jungshang seketika yang membuat Yura terdiam dan mengerutkan dahinya.
"Kau ini bicara apa? kejutan apa? memang siapa yang ulang tahun?" tanya Yura bingung dengan ucapan Jungshang. Namun, pria itu tetap diam dan semakin erat menggenggam tangan istrinya yang hamil besar itu. Mobil terus melaju dengan cepat, tak lama mereka tiba dirumah ibu Sora. Sebenarnya Yura sedih karna selama menikah, ibunya tinggal sendiri dirumah. Pasti sangat kesepian akan hal itu, ibu Sora akan jadi calon nenek.
Sesampainya disana, Yura turun dari mobil secara hati-hati. Hamil anak kembar, memang cukup berat dengan ukuran perut yang besar. Hingga itu, Jungshang sangat perhatian dan dengan telaten menuntun istrinya.
__ADS_1
"Turun dari mobil saja sudah membuatku cape, hamil anak kembar itu benar-benar berat ...!" seru Yura yang dahinya lembab karna berkeringat, dengan penuh perhatian Jungshang segera membersihkan dengan sangat telaten. Keuntungan memiliki suami seperti Jungshang, pria yang walau cerewet tapi sangat perhatian pada Yura.
Mereka berdua jalan kerumah ibu Sora, yang hanya berjarak beberapa meter saja. Yura sempat tertegun, sebab ibu Sora sepertinya sedang memiliki tamu dirumahnya. Namun, Yura dan Jungshang tetap ingin masuk dan melepas rindu pada ibu Sora tentunya.
"Ibu, aku datang ...," sapa Yura yang baru saja masuk kedalam, tiba-tiba langsung mendadak diam tanpa kata melihat seseorang yang kini duduk diruang tamu bersama ibunya.
"Apa ini? kenapa bisa ada ...," gerutu Yura yang kaget, melihat kehadiran ayahnya dirumah mereka.
"Yura, anakku ...!" seru ayahnya yang langsung bangkit dari tempat duduknya, dan menghampiri Yura yang tengah berdiri. Sementara ibu Sora, sudah sedari tadi banjir air mata karna bertemu suaminya setelah sekian lama.
"Maaf nak, maafkan aku ... aku sekarang datang dengan tidak tahu malunya!" seru ayah Yura yang juga menitikan air mata, sambil sesekali melirik Jungshang yang berada dibelakang Yura. Suasana sangat haru, ayah Yura langsung memeluk Yura putrinya yang sangat dirindukannya.
"Kenapa ayah datang sekarang? kenapa?" tanya Yura yang masih tidak percaya dan tak kuasa menangis.
"Ayah datang kesini sekarang, karna ayah ingin mengakui kesalahan ayah pada kalian berdua. Ayah hanya ingin minta maaf ... maaf sedalam-dalamnya!" seru ayah Yura yang kemudian bersimpuh dikaki Yura, hal itu langsung membuat Yura mundur dan menghindar dari ayahnya.
"Apa yang ayah lakukan, jangan begini. Mana boleh seorang ayah bersimpuh begitu pada anaknya ...!" seru Yura yang mencoba melepaskan tangan ayahnya yang sedang memohon dikakinya. Dengan segera, Jungshang meminta ayah Yura untuk berdiri dan menghentikan aksinya.
"Jangan bersimpuh dikaki anakmu sendiri, tugas anda sekarang adalah meminta maaf secara baik pada anak dan istri anda!" seru Jungshang yang berbicara sangat formal pada ayah Yura.
"Aku benar-benar pria yang tidak tahu malu, setelah membuat kalian menderita. Kini aku datang meminta maaf, aku sangat memyesal ...!" seru ayah Yura, yang memang sangat tulus dan sangat menyesal saat itu. Kesalahan besar yang dialaminya, membuat ayah Yura mengalami karma sepanjang hidupnya. Pria ini ditinggal wanita yang membuatnya menunggalkan anak dan istrinya. Selama bertahun-tahun, pria itu hidup dijalanan dan mengisi perut dari sampah sisa. Benar-benar sangat miris. Dan kini dia sangat menyesali apa yang sudah terjadi, sebenarnya dari dulu. Tapi berkat dorongan dari Jungshang, berkat jalan yang diberikan Jungshang, keluarga ini saling bermaaf-maafan dan memulai kehidupan baru.
__ADS_1
Ayah Yura, tidak ingin membuat hati keluarganya semakin sedih. Pria itu datang ke Seoul hanya untuk meminta maaf dengan sangat tulus. Keluarga ini sudah kembali, meskipun ayah Yura menolak untuk tinggal bersama lagi. Rasa malu dan perasaan bersalah, membuatnya tidak ingin menyakiti hati istri dan anaknya. Jungshang ingin membelikan rumah untuk ayahnya, tapi tetap saja ditolak.
"Jungshang, bisa kau berikan aku pekerjaan? aku bisa bersih-bersih dan aku bisa bekerja rajin. Kalau kau berkenan, pekerjakan ayah sebagai cleaning service dikantormu!" ujar ayah Yura yang meminta pada menantunya.
"Tidak boleh, kau ini ayah mertuaku. Bagaimana bisa bekerja dipekerjaan rendah begitu?" tolak Jungshang pada permintaan ayah mertuanya.
"Tenanglah nak, aku tidak akan memberitahu siapapun. Aku ini sudah rapuh, dan hanya pekerjaan ringan seperti itu yang bisa kulakukan!" pinta ayah Yura memelas pada Jungshang.
"Tetap saja tidak boleh ...," kekeh Jungshang.
"Tinggal saja disini, aku juga punya usaha keluarga. Mari kita kembangkan bersama!" pinta ibu Sora yang matanya berkaca-kaca.
"Tapi aku tidak mau menyakiti kalian lagi, sudah seharusnya aku memberi tanggung jawab pada kalian!" seru ayah Yura.
"Kalau kau ingin kami maafkan, tetaplah berada disisi kami, dan hiduplah dengan baik dan teratur!" pinta ibu Sora yang tak kuasa menahan haru dan memeluknya.
Sungguh pemandangan yang sangat indah, kini keluarga ini sudah berkumpul dan saling memaafkan. Rencana Jungshang mempersatukan keluarga ini sudah berhasil, satu persatu masalah sudah terselesaikan. Dan Jungshang ikut lega dan terharu, melihat keluarga inu terlah mencoba membuka lembaran baru. Sekarang yang dinantikan adalah, kelahiran kedua Jeon junior. Hal ini sangat dinanti-nanti keluarga Jeon.
Setelah monent dramatis itu berlalu, kini Jungshang dan Yura kembali kerumah. Terlihat wajah bahagia daru Yura setelah bertemu ayahnya dan kini telah bermaaf-maafan. Meskipun Yura masih merindukan ayahnya, karna kecerewetan Jungshang yang selalu meminta Yura segera pulang. Hal itu disebabkan, karna Jungshang tidak ingin istrinya kelelahan, menjelang melahirkan.
Hal yang benar-benar terjadi, Yura merasakan kontraksi selama didalam mobil. Hal itu membuatnya mencengkram tangan Jungshang sangat kuat, menahan kontraksi yang dialaminya didalam mobil. Keduanya tidak jadi pulag kerumah, melainkan pergi kerumah sakit untuk menanti kehadiran kedua Jeon kecil lahir. Kabar bahagia, setelah semua orang berbahagia.
__ADS_1
Bersambung...