
Mendengar ancaman Kiran Abi juga nggak mungkin mengabaikan kemarahan istrinya.
"Sayang...
"Kenapa, keberatan dengan syarat ku.Apakah masih ada yang kamu sembunyikan dari ku mas. Rupanya kamu nggak pernah belajar dari kesalahan di masalalu,jika kamu memang menganggap kami tak berarti,aku pastikan malam ini aku dan Bia yang akan pergi dari hidupmu."ucap Kiran dengan wajah penuh dengan kekecewaan pada Abi.
Mendengar perkataan Kiran yang penuh ancaman sontak membuat Abi berfikir keras dan meruntuki kebod*hannya " Baiklah ,aku akan menyuruh Vian menangani perkara Anna mulai dari sekarang ."ucap Abi akhirnya.
"Benarkah?"tanya Kiran dengan wajah datarnya.
"Iya sayang,kenapa kamu nggak percaya?" tanya Abi menatap sang istri.
"Sayangnya aku tak akan bisa lagi percaya sepenuhnya sama kamu mas,dan itu kamu yang buat aku begitu saat ini .Jadi, terimalah konsekuensi nya."ucap Kiran dan melangkah menuju pintu ruangan.
Abi mencekal pergelangan tangan istrinya "Raa,please jangan begitu..aku mencintaimu dari dulu dan sampai kapanpun hanya kamu.Aku cuma menolong Anna."ujar Abi mengatakan jika dirinya hanya mencoba membantu.
Kiran yang mendapat cekalan suaminya sontak membuat langkah nya terhenti.Kemudian membalikkan tubuhnya menghadap suaminya."Jangan pernah menemuinya lagi,jika kamu menemuinya harus seijinku.Kalau kamu sampai melanggar,jangan salahkan aku..jika aku dan Bia akan pergi tanpa kamu tahu.Kamu bersyukur saat ini aku masih bisa menahan kemarahan ku,tapi..tidak untuk mendapatkan perlakuan yang sama nantinya.Aku berhak atas kamu,dan akan ku pastikan wanita itu nggak akan ada di kehidupan kamu lagi.Ingat itu.." ucap Kiran panjang lebar pelan tapi,setiap katanya menyiratkan bahwa dia tak main-main akan ucapannya.
Terdengar suara ponsel Abi berdering,Abi melihat siapa yang menghubungi nya,dia melihat nama si penelepon tentu saja dia menatap Kiran sekilas.Kiran tahu siapa si penelpon.
"Angkat loud speaker ."ucap Kiran dengan datar.
Mendengar ucapan istrinya Abi pun akhirnya mengangkat panggilan itu dan benar saja dia loud speaker.
"Hallo.."ucap Abi saat mengangkat panggilan itu.
"Hallo mas,kamu dimana..Yuna nyariin kamu."ucap dari sebrang sana dengan suara yang terdengar menjijikkan.
"Ada apa?" tanya Abi dengan datar.
" Kok ada apa,kamu kan sudah janji selalu ada untuk Yuna jika Yuna membutuhkan kamu kapan pun "ujar Anna dengan nada kesal.
" Aku nggak bisa."ujar Abi santai.
" Kenapa ,karena wanita itu..mas kita sudah kenal lama sebelum kamu kenal dia,masa begitu saja dia cemburu.Kekanak-kanakan sekali dia.Buat apa wanita seperti itu kamu hiruakan."ucap Anna kesal dengan sikap Abi
__ADS_1
"Apa masksud kamu,dia istriku.Dia berhak cemburu Na."ucap Abi dengan nada tak suka.
Sementara Kiran dengan tenang mendengar ucapan wanita yang di sebut sahabat oleh suaminya mulai memprovokasi suaminya,rasanya seperti dia ingin mendamprat abis wanita itu.
"Iya gimana,aku sama kamu sudah lama kenal.Tapi,dia mana ambil peduli sama urusan sahabat suaminya."ujar Anna terdengar kesal dengan perlakuan Kiran tadi.
Baru saja Abi akan menjawab ucapan Anna, tiba-tiba saja Kiran merebut ponsel suaminya dan menantikan panggilan secara sepihak.
"See..ini yang namanya sahabat,berani dia mengkritik istri kamu.Siapa dia..selama anak itu masih ada di Rumah sakit,akan jadi urusanku.Kamu fokus dengan perusahaan,setahu aku akan ada RPS sebentar lagi.Lebih baik kamu siapkan semuanya dengan matang,jangan sampai kredibilitas kamu diragukan."ungkap Kiran dengan serius.
"Baiklah,dia chatt.."ujar Abi dan memberitahukan isi chatt nya pada Kiran.
"Katakan padanya ,jika perlu apapun bisa minta bantuan padaku langsung di ruang Dr.Kris poli anak."ujar Kiran datar.
"Kamu yakin sama Dokter Kris,bukannya dia dulu...
" Sudahlah, jangan ungkit yang lalu.Dia nggak seperti Anna kamu itu,dia sudah tahu porsinya.Dia sadar yang ada saat ini bukan Kiran yang dia kenal single,tapi ..dia tahu Kiran sekarang adalah istri kamu."ujar Kiran memandang tajam suaminya
"Baguslah, kalau nggak sadar juga bakal habis dia sama aku."ujar Abi dengan wajah kesal.
Ada benarnya juga apa yang dirasakan Kiran tentunya lebih sakit dari dirinya.Apalagi beberapa hari ini tanpa dia sadari sudah melukai hati istrinya.
Abi langsung memeluk tubuh istrinya dengan erat "Maafin mas sayang, kamu benar..aku salah aku ceroboh kali ini."ungkap Abi dengan penuh penyesalan.
Berfikir kenapa dia sebod*h ini,karena mendengar ucapan Gema dia membuat istrinya kecewa pada sikapnya kali ini.
"Sudahlah,nggak ada gunanya juga kamu meminta maaf kepada ku,tapi..kamu nggak membuktikan apa yang kamu ucapkan.Maka jangan pernah kamu ingkar dengan semua janji dan katamu pada ku atau pada Bia anak mu."ucap Kiran dengan ketegasannya.
.
.
.
Akhirnya Kiran meminta Abi kembali ke kantor dan menyerahkan masalah anak Anna padanya juga pada Vian.Abi menghubungi Vian di depan Kiran untuk mengambil alih urusan yang menyangkut Anna dan anaknya.Karena Abi sudah terlanjur janji pada Anna untuk membuat trauma Yuna sembuh dengan penanganan kasus dan juga team medis yang kompeten.
__ADS_1
.
.
.
"Suster Kiran,anda ada masalah?"tanya Kris.
" Nggak ada dok,maaf dokter kita Visit bangsal anak kan,saya ingin bertanya soal penyakit dari pasien bernama Yuna.Apa dokter tahu?" tanya Kiran .
" Yuna,anak yang berusia sepuluh tahun.Dia waktu datang ada beberapa luka di bagian tubuhnya dan tak hanya itu seperti nya ada trauma yang disebabkan perlakuan seseorang sampai dia tidak mau melihat seorang laki-laki di sekitarnya apalagi laki-laki dewasa.Dia seperti ketakutan,sempat beberapa kali histeris."ungkap Kris.
"Tapi,bisa di sembuhkan dengan pendampingan psikolog kan dok?" tanya Kiran dengan serius.
" Bisa,saat ini kalau berbicara tentang lukanya saya nyatakan sudah membaik,cuma dia butuh pendampingan dari psikiater untuk menangani traumanya."ujar Kris.
Akhirnya Kris dan Kiran menghentikan obrolan mereka,karena jam visit Kris sudah harus di mulai.Kiran dengan profesionalisme yang tinggi menjalankan tugas nya,menjadi pendamping Dr.Kris sebagai dokter anak atau Padiatri.
Saat masuk ke dalam kamar rawat dimana Anna bersama Yuna berada Kiran tertegun sesaat karena melihat Gema dan Vian disana.
Kiran menjalankan tugas nya dengan baik,mencatat semua sebagai pendamping Dokter Kris.
Karena memang visit terakhir di lakukan Kris dan Kiran adalah VVIP milik Yuna, Kiran meminta ijin pada Kris untuk tinggal sebentar di dalam ruangan tersebut.
Setelah Kris keluar dan Kiran pun menyelesaikan tugas nya kali ini.Dia menatap Anna yang tengah membujuk anaknya yang menanyakan Abi.
"Sebaiknya,anda jangan pernah memberikan harapan pada anak anda soal sosok Abi yang akan menjadi papa anak anda,karena itu nggak akan mungkin terjadi.Jika anda paksakan,saya pastikan anda salah mengartikan apapun selama ini suami saya berikan.Ingat itu,Abi nggak akan mungkin berpaling pada anak lain ."ujar Kiran dengan penuh penekanan.
" Anda begitu yakin, dengan apa yang Abi lakukan beberapa hari ini saya bisa pastikan. Abi saya masih Abi yang dulu yang selalu menjadikan saya prioritas nya."ujar Anna dengan percaya diri.
" Oh ya,kita buktikan sendiri nanti siapa yang akan di pilih anakku yang jelas darah dagingnya atau anakmu yang sudah di pastikan dia bukan anak kandung Abi."ucap Kiran dengan wajah dinginnya.
Setelah mengatakan hal itu Kiran dengan cepat meninggalkan ruangan itu tanpa memperdulikan tatapan Vian dan Gema.
Bersambung
__ADS_1