
Happy Reading...📖
****
Malam itu, keadaan sudah membaik. Yura dan Jungshang sudah saling mengutarakan perasaan masin-masing tanpa ragu meskipun masih malu. Malam pertama dipulau Jaeju yang cukup berkesan bagi keduanya.
"Waah, jadi sekarang kau sudah mulai nakal ya!" ujar Jungshang tersenyum senang setelah mendapat ciuman dari Yura.
"Memangnya kalau aku mencium itu artinya aku nakal ya?" ujar Yura kesal. Melihat wajah kesal Yura, Jungshang dengan segera mendekatkan wajahnya dan mencium bibir Yura dengan lembut.
"Apa kau sudah siap punya anak?" tanya Jungshang mengawali percakapan yang dianggap Yura sangat aneh.
"Memangnya kita sudah baikan ya? kita ini kan musuh!" ujar Yura sedikit canggung mendengar ucapan Jungshang.
"Aku kan waktu itu sudah bilang, kalau waktu kita anu, maka kita lupakan permusuhan kita ... dan jika sudah selesai kita jadi musuh lagi, bagaimana?" ucap Jungshang yang sangat tidak masuk akal itu.
"Owh begitu, jadi kau ingin tetap jadi musuhku ya?" tanya Yura sambil melirik sinis kearah Jungshang. Melihat wajah kesal Yura, Jungshang kemudian menarik dagu Yura dan menciumi bibirnya dengan intens.
"Aku mau tetap jadi musuhmu, tapi kali ini musuh ranjang!" ujar Jungshang yang langsung menutupi tubuh keduanya dengan selimut. Keduanya berciuman didalam selimut dengan sangat mesra dan romantis.
"Buka selimutnya, napas ku sesak!" ujar Yura yang napasnya terengah-engah karna Jungshang menciuminya dengan berutal.
•
•
•
"Hahaha, baru saja mau dimulai ... sudah protes, aku masih belom menunjukan kebolehanku!" ujar Jungshang yang tertawa puas karna melihat Yura pipinya merah seperti udang rebus.
"Kalau caramu mencium seperti itu, aku bisa mati ... kau tahu?" ujar Yura yang melirik kesal.
"Napas mu sudah teratur belum? ayo kita mulai lagi!" ujar Jungshang yang merayu pada Yura.
"Santai saja kalau mau mencium, aku juga tidak akan lari kok ... jangan-jangan kau cuma mau memperkosaku ya?" tanya Yura menatap kesal pada Jungshang.
"Untuk apa aku memperkosa, kalau kau sendiri juga mau ... sudah ayo, jangan lama-lama!" ujar Jungshang yang mendekap tubuh Yura secara cepat.
"Eeeh, tunggu ... karna ini pertama kalinya bagiku, mungkin aku akan sedikit gugup. Jadi matikan saja lampunya!" ujar Yura menatap Jungshang dengan malu-malu.
"Ckckck, mau anu saja banyak sekali syaratnya ... hiis menyebalkan!" ujar Jungshang yang kesal dan berdiri untuk mematikan lampu kamar, dan hanya menyisakan lampu kecil disamping ranjang mereka.
__ADS_1
"Sudah selesai, apa kau sudah siap?" tanya Jungshang sekali lagi pada Hyura.
"Eeemz, sebenarnya belum ... tunggu beberapa menit supaya aku agak relax ya!" tawar Yura sambil menggaruk-garuk lehernya karna terlalu gugup.
•
•
•
"Hiish, mau berapa lama lagi ... aku sudah tidak tahan, kau sudah membangunkannya!" ujar Jungshang dengan wajah kesal.
"Mamangnya aku membangunkan apa?" tanya Yura dengan polosnya.
"Membangunkan juniorku ...!" ujar Jungshang dengan senyum sepat diwajahnya.
"Apa kau punya junior?" tanya Yura dengan sangat polos, bermaksud untuk terus mengulur waktu karna saking gugupnya.
"Tentu saja punya, aku ini laki-laki normal ...! ujar Jungshang dengan nada kesal.
"Kalau bangun, kau hanya tinggal menidurkan nya saja!" ujar Yura dengan senyum sepat dan konyol yang membuat Jungshang geram.
"Menidurkannya? kalau dia tidur, kita tidak jadi bertempur!" ujar Jungshang kesal.
•
•
•
Yura masih terus mengulur waktu dengan pertanyaan-pertanyaan aneh yang membuat Jungshang semakin kesal, yang biasanya Jungshang yang selalu membuat kesal, kini dialah yang gantian dibuat kesal oleh Hyura.
"Sekarang sudah tidak ada tawar menawar, aku sudah ingin dan tidak boleh ditolak!" ujar Jungshang yang langsung mendekap tubuh Yura dengan erat dan mencium bibirnya supaya Yura tidak bicara lagi dan membuat peperangan itu batal.
"Apa kau masih gugup?" tanya jungshang yang berada diatas tubuh Yura.
"Iya masih ...!" jawab Yura yang seketika takut dengan wajah Jungshang yang sangat mesum itu.
"Kalau begitu, tutup saja mata dengan baju ... supaya tidak terlalu tegang!" ujar Jungshang yang memberi solusi. Kemudian Jungshang memulai aksinya dengan menciumi kening, pipi, hidung, bibir, dagu dan mengeksekusi leher Yura.
Yura sangat gugup dibuatnya, diapun sedikit merinding mendengar suara napas Jungshang yang terdengar jelas ditelinganya. Wajahnya memerah, jantungnya berdegup 2 kali lebih cepat dari biasanya.
__ADS_1
"Saranghaeo!"
bisik Jungshang yang seketika membuat Yura sedikit tenang dari gugupnya. Dan malam itu berlalu cukup baik meskipun Yura sering memukuli dada Jungshang karna Jungshang bermain terlalu cepat dan membuatnya sedikit kewalahan.
(Skip lah, 😌)
•
•
•
Malam pertama dipulau Jaeju yang cukup baik, dimana akan tumbuh dan berkembang bibit unggul dari Jeon junior. Tentu saja Jungshang langsung sumringah karna senang setelah malam itu. Namun, Hyura terlihat sedikit kesal karna Jungshang membuatnya sesak napas karna terlalu bersemangat.
Dipagi harinya Jungshang dan Yura bangun dan masih terbawa suasana semalam. Yura menutupi rapat-rapat tubuhnya yang tidak memakai apapun menggunakan selimut putih.
"Ayo bangun, dan mandi bersama!" ujar Jungshang yang mengecup kening Yura dengan lembut.
"Kau mandi saja duluan, aku nanti saja!" gumam Yura pelan sambil menarik selimut sebatas lehernya karna malu.
"Ckckck, kenapa masih ditutup begitu? aku saja sudah lihatnya semalam!" ujar Jungshang yang sewot melihat tingkah aneh dari Yura.
"Tadi malam kan gelap, jadi kau juga tidak bisa melihatnya dengan jelas kan? kalau sekarang sudah pagi dan sangat terang ... jadi berbeda lagi urusannya!" ujar Yura yang masih malu-malu dengan Jungshang.
"Kalau begitu, kita lakukan lagi pagi ini, supaya kau tidak malu lagi!" ujar Jungshang yang tersenyum bersemangat.
"Hais, kau ini benar-benar mesum ... tidak mau aku cape!" ujar Yura yang kesal sambil memukul lengan Jungshang yang menatapnya sedari tadi.
"Sudah sana cepat mandi, aku juga mau mandi ... badanku lengket!" ujar Yura sambil mendorong tubuh Jungshang agar mau pergi mandi lebih dulu.
•
•
•
Jantungnya masih terus berdegup dengan kencang karna semalam. Yura benar- benar sangat gugup dan gerogi. Meskipun malam itu keduanya sudah melakukan. Namun, Yura masih malu apalagi menatap Jungkook yang semalam menatapnya dengan sangat dalam.
"(Apa benar semalam dia memperkosaku? dia membuatku langsung sesak napas ... benar-benar mesum)" gerutu Yura mengingat kejadian semalam.
Setelah keduanya membersihkan diri dan mandi, Yura dan Jungshang kemudian bersiap untuk sarapan pagu diluar hotel bersama. Hari pertama menikmati liburan bersama dipulau Jaeju yang sangat indah dan damai. Kini keduanya sudah membaik, dimana Jungshang yang terus menggandeng tangan Yura dengan sangat erat. Hal itu membuat Yura sangat nyaman.
__ADS_1
Bersambung....