Menikah Muda

Menikah Muda
part 24 (season 2)


__ADS_3

◻️◻️◻️Happy Reading◻️◻️◻️


Suatu hal yang membuat bangga Yura karna kini dia tengah mengandung buah cintanya dengan Jungshang. Hal yang sulit dipercaya mengingat keduanya adalah musuh bebuyutan yang dulunya hampir tidak pernah akur walau hanya berpapasan sekalipun.


Pagi itu waktu sudah menunjukan pukul 06:02 WKS. Jungshang masih terlelap diatas kasur dibalut selimut putih tebal. Yura sepertinya sudah tidak sabar untuk memberitahukan pada Jungshang tentang kabar bahagia ini. Yura merangkak naik keatas kasur dan masuk kedalam selimut. Dia segera mendekap tubuh Jungshang yang masih terlelap tidur, sesekali Jungshang membuka kelopak matanya memastikan Yura yang ada dipelukannya.


Jungshang tersenyum singkat sambil mendekap tubuh istrinya dan membelai rambutnya yang panjang lurus. Yura mencoba membangunkan Jungshang dengan mengecup bibirnya agar terbangun, namun Jungshang malah menahan bibir Yura dan tetap membiarkan tautan itu tak terlepas padahal sejatinya Jungshang masih belum ingin bangun. Jungshang memang sangat sulit untuk bangun pagi, Yura yang ingin membangunkannya malah ditahan untuk tetap berciuman oleh Jungshang.





Yura segera menepuk-nepuk dada Jungshang agar melepaskan tautannya karna Yura sulit untuk mengatur napas.


"Kenapa kau memukulku? kau sedang ingin tetap berciuam denganmu!" kesal Jungshang yang melepaskan bibirnya sesaat dan mencium bibir Yura kembali. Namun, Yura kembali menepuk-nepuk dada Jungshang tapi pria berbadan kekar itu tak menghiraukan. Sampai akhirnya Yura mencubit dada Jungshang membuatnya langsung melepaskan tautannya.


"Kenapa lagi? kalau kau menolak aku akan memperkosamu sekarang!" ancam Jungshang yang malah ingin mengajak Yura anu.


"Heeeh, berhenti ... bukannya aku tidak mau, tapi aku hanya ingin memberitahumu sesuatu!" seru Yura yang kemudian meraba sesuatu diatas meja namun dihalangi Jungshang. Karna pria itu kembali menarik tangan Yura dan mengajaknya beraktifitas pagi.


"Yura, kita sudah lama tidak olah raga pagi ... aku merindukan masa-masa itu!" kekeh Jungshang yang membuat Yura kesal dibuatnya.


"Dasar suami mesum kau ini, aku mau memberitahumu kalau aku sekarang sudah hamil ...!" ujar Yura seketika membuat Jungshang terdiam tanpa kata menatap Yura.





Jungshang seakan masih tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh istrinya, meskipun Yura berbicara sengan sangat serius kala itu.


"Aku tahu, kau pasti sengaja bohong supaya aku tidak jadi mengajakmu olah raga pagi kan?" kekeh Jungshang yang kemudian menciumi Yura dan **** tubuhnya secara cepat.

__ADS_1


"Dengarkan aku dulu, setelah ini kau boleh melanjutkan keinginanmu ...!" ujar Yura yang menahan dada Jungshang yang sudah berada tepat diatas tubuhnya. Sejenak Jungshang terdiam dan menatap Yura agak kesal.


"Kalau kau menunda semenit aku akan minta 2 ronde, kalau 2 menit makan 4 ronde ... bagainana? mumpung hari ini aku libur dikantor!" tawar Jungshang dengan senyum sumringah menatap Yura. Sedangkan Yura mengerutkan dahinya yang tampak kesal dengan ide konyol seorang Jeon Jungshang.


"Apa kau mau menikmati libur kerjamu hanya dengan anu? aku mau berangkat kuliah nanti, kau tahu?" ujar Yura yang menatap sinis kearah Jungshang. Namun, Jungshang tidak perduli dan malah menciumi leher Yura dengan intens.


"Aku masih belum selesai bicara, dasar mesum ...!" kesal Yura yang kemudian menepuk dada Jungshang.


"Hmmm, iya baiklah ... cepat katakan aku sudah tidak tahan, kau harus tanggung jawab dan tidak boleh kuliah hari ini!" pinta Jungshang yang membuat Yura menatap kesal dan menarik napas panjang karna tawaran suaminya yang sangat mesum itu.





Tak lama Yura mencoba meraih tespack diatas meja namun tangannya tidak sampai sebab Jungshang **** tubuhnya. Walau melihat Yura kesulitan meraih sesuatu diatas meja Jungshang tetap tidak peduli dan malah sibuk memasukkan tangannya kedalam kaos baju Yura.


"Yaaak, bisa sabar sedikit tidak? menyingkir dari atas tubuhku, aku mau ambil sesuatu diatas meja!" kesal Yura yang tadinya bersemangat ingin memberitahu Jungshang tapi malah dibuat kesal olehnya.


"Kau ini mau jadi appa, berhenti bersikap seperti bayiku, bagaimana jadinya kalau aku nanti akan mengurus bayi kecil dan bayi besar sepertimu?" kesal Yura yang membuat Jungshang tersenyum senang. Karna meskipun Jungshang kini sudah dewasa, tingkahnya sangat manja pada Yura.


"Minggir aku bilang, kalau tidak mau minggir maka aku tidak mau kau ajak anu selama seminggu!" ancam Yura yang langsung membuat Jungshang beranjak dari atas tubuh Yura karna takut dengan ancaman menakutkan itu.


"Seminggu? beberapa hari saja aku tidak bisa, kenapa malah mengancam seminggu ...!" polos Jungshang yang membuat Yura kesal. Tak lama Yura bangkit dari baringnya dan mengambil tespack untuk diperlihatkan oleh Jungshang. Yura memperlihatkan tespack bergaris merah dua itu sebagai bukti kehamilannya.


"Kau benar-benar hamil ya? aku kira kau bercanda ...!" ujar Jungshang yang langsung memeluk tubuh Yura dengan hangat karna sangat bahagia.


"Iya aku hamil, jadi mulai sekarang biar aku yang bersikap manja, kau harus memanjakanku bukan kau yang bertingkah seperti anak kecil ...!" kesal Yura yang membuat Jungshang sangat terharu. Tak lama Jungshang mendaratkan ciuman kebibir tipis Yura sebagai tanda bahwa dia sangat bahagia dan bersyukur akan kabar baik itu.




__ADS_1


Melihat reaksi bahagia Jungshang saat ini, membuat Yura sangat bahagia dan senang. Dia merasa bangga karna sudah melengkapi keluarga Jeon dengan Jeon junior didalam perutnya sekarang.


"Ngomong-ngomong, itu artinya aku tidak boleh mengajakmu anu ya?" tanya Jungshang seketika yang menghancurkan moment haru diantara keduanya.


"Hiissh, tampaknya aku harus mulai bersabar menghadapi bayi besar Jeon Jungshang ...!" ujar Yura yang kesal menanggapi tingkah kekanak-kanakkan seorang Jungshang.


"Yura, apa benar tidak boleh? masa aku harus puasa sampai 9 bulan? aku mana tahan ...!" ujar Jungshang yang terus menanyai seputar anu dengan Yura padahal moment mengharukan ini masih berlangsung.


"Terserah kau saja, ayo lakukan supaya cerewetmu itu cepat hilang!" ujar Yura yang kemudian pasrah meladeni suaminya yang sangat manja dan selalu membuatnya naik darah. Biasanya jika ibu yang sedang hamil akan cenderung cerewet dan manja. Namun, tampaknya Yura masih kalah cerewet dengan tingkah Jungshang padanya.





Setelah menuruti keinginan Jungshanh sampai beronde-ronde Yura dan Jungshang keluar untuk pergi sarapan. Walau hari sudah setengah siang yakni pukul 10:12WKS. Jungshang terlihat sumringah sedangkan Yura kesal karna Jungshang membantainya pagi ini karna beberapa hari tidak diberi jatah. Meskipun saat ini, mereka harus bermain halus mengingat Yura tengah berbadan dua.


Yura dan Jungshang turun menuju meja makan disambut ibu Yuni yang kebetulan sedang memotong buah didapur.


"Waah, kalian sudah bangun ya ... mari duduk, ayahmu Jungkook juga belum bangun karna saking hari libur!" kesal ibu Yuni bicara pada Yura. Namun, Yura yang masih sedikit kesal itu terus dijahili oleh Jungshang. Pria itu menarik-narik hidung Yura untuk membuatnya tidak marah karna perlakuan Jungshang tadi.


"Hmmm, ya sudahlah ... kalian yang masih dimabuk cinta lanjutkan, ibu ini sudah tua!" gerutu ibu Yuni yang kesal diabaikan oleh anak dan menantunya. Dia segera mengambil air putih dan meminumnya.


"Bu, apa ibu sudah tahu kalau Yura hamil?" ujar Jungshang seketika membuat Yura dan ibu Yuni kaget.


"Uhuuuk ... uhuuk!"


PLAAAK


Yura seketika memukul lengan Jungshang karna bicara sangat tiba-tiba membuat ibu Yuni tersedak karna sedang minum air. Dengan membulatkan matanya ibu Yuni kemudian segera meletakkan gelasnya dan menghampiri Yura. Ibu Yuni sangat bahagia dan memeluk Yura dengan sangat hangat mengetahui kabar gembira dimana dia akan menjadi nenek secepat ini.


"Ibu sangat senang, ibu sangat terharu ...!" gumam ibu Yuni memeluk hangat tubuh menantunya. Suasana sangat haru dan bahagia dengan kabar baik ini.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2