
Selamat membaca 🤗
****
Hari-hari terus berlalu, Yuni yang tengah hamil itu. Mulai merasakan perubahan pada diri nya. Semakin hari dia merasa bahwa nafsu makan nya bertambah, membuat nya lebih berisi dari sebelum nya.
“Apa aku sekarang gendut?”
tanya Yuni pada Jungkook.
“Meskipun gendut, kau tetap cantik!”
ujar Jungkook menenangkan hati Yuni.
Kalimat pujian yang dilontarkan oleh Jungkook. Mampu membuat suasana hati Yuni lebih baik, sebab semakin bertambah hari, bertambah bulan. Yuni semakin sensitif dan hal kecil sekalipun bisa menjadi besar dan selalu mengomel.
“AAAAA ... lihat lah, kenapa sekarang baju ku semua sempit? Aku memang sudah gendut ya sekarang!”
ucap Yuni kesal.
“Baiklah, kita belanja baju yang baru....”
ucap Jungkook dengan sabar.
“Bakar semua baju-baju itu. Berani nya membuat ku merasa gendut. Bukan kah aku sekarang masih sexy?”
tanya yuni sambil berkaca dengan perut nya yang semakin membesar.
“Yang gendut hanya perut ku, tapi badan ku tidak kan? iya kan....?”
tanya Yuni kembali pada Jungkook. Memang ibu yang sedang hamil, bahkan hal yang jelas nyata dianggap nya tidak benar.
Namun Jungkook selalu sabar menghadapi perubahan itu, dan menanggapi dengan santai tentang omelan ibu hamil.
“Singkir kan semua baju itu dilemari, aku bahkan jadi ingin memakai nya, tapi baju-baju itu membuat ku merasa gendut”
gerutu Yuni, yang duduk dikasur nya sambil melipat tangan nya dengan wajah kesal.
Melihat hal itu, Jungkook langsung memeluk Yuni dengan erat untuk menghentikan marah nya.
“Sudah lah, jangan mara-marah terus sayang....”
ucap Jungkook menenang kan emosi Yuni.
“Aku masih cantik dan sexy kan?”
tanya Yuni yang masih mengeyel itu.
Cara jitu dan cara terakhir untuk benar-benar menghentikan amarah Yuni adalah dengan mencium bibir nya berulang kali. Sampai amarah nya berhenti dan dia pun tersenyum.
“aaah kau memang suka mencium ku ya? Menyebal kan....”
ujar Yuni yang akhirnya berhenti mengomel.
.
.
.
Hari-hari terus berlalu, bahkan bulan sudah semakin bertambah. Yuni juga sudah hamil tua sekarang. Dan dia tampak sangat melar dari yang dulu.
Yuni bahkan terbilang sangat manja, bahkan Jungkook tentu menjadi suami yang waspada untuk kehamilan Yuni.
“aaah, kaki ku keram, coba bantu aku pijat kan!”
perintah Yuni disetiap malam hari, membangun kan Jungkook.
“aaaah ... pinggang ku sakit. Aku bahkan tidak bisa tidur terlentang sekarang. Berikan aku bantal mu”
ujar Yuni, yang merampas semua bantal dikamar untuk mengganjal pinggang tangan dan kaki nya.
“Kenapa cuaca nya panas begini? Hidup kan AC nya sayang ... aku ke panasan”
ujar Yuni yang kepanasan. Padahal sejati nya hawa nya sangat sejuk. Bahkan Jungkook harus mengalah karna kedinginan memakai baju tebal dan selimut hangat.
Benar-benar ibu hamil yang cukup merepot kan. Namun Jungkook selalu sabar dan melayani istri nya dengan baik.
Bahkan Jungkook sering pulang lebih awal karna khawatir oleh Yuni. Apalagi ketika Yuni sudah menelfon nya dan menyuruh nya untuk segera pulang.
__ADS_1
“Pulang lah sayang, aku sangat merindukan mu!”
seru Yuni yang sedang bicara di telfon pada Jungkook.
“Baik lah, setelah rapat selesai aku akan pulang.”
jawab Jungkook yang kemudian mematikan telfon nya. Sejenak dia tersenyum karna bahagia karna Yuni yang sangat manja itu.
“Aku pulang....”
ujar Jungkook yang mendapati Yuni sedang menonton TV di ruang keluarga dengan snack dan makanan lain nya.
“hahhaha ... Jungkook sudah pulang, Yuni tadi bilang kalau sedang lapar. Jadi ibu buat kan makanan untuk nya. Dan beberapa cemilan untuk menemani nya menonton TV”
ujar ibu yang salah tingkah melihat Jungkook dengan wajah sedikit kesal.
“ibu hamil, memang selera makan nya tinggi. Kau harus maklum!”
bisik ibu kepada Jungkook. Agar Yuni tidak mendengarkan nya.
“Memang kenapa aku tidak boleh makan? Apa kau mau aku kelaparan ya!”
ujar Yuni yang kesal.
“Tidak sayang, makan lah apa yang kau mau. Tapi harus makanan yang sehat, jangan terlalu banyak makan makanan ringan”
ujar Jungkook menasehati.
Benar-benar suami siaga, dan selalu sabar menghadapi Yuni yang cerewet dan manja itu.
.
.
.
“Jeon kecil appa ... apakah sudah tidur?”
tanya Jungkook yang tidur dipangkuan Yuni sambil mengelus perut Yuni.
“Waah, dia bergerak, aaah ... pasti belum tidur ya!”
Yuni hanya tersenyum melihat tingkah laku Jungkook sambil membelai rambut hitam nya yang lurus.
“Aku sudah tidak sabar menunggu kehadiran nya, mau kita namai siapa dia?”
tanya Jungkook pada Yuni.
“Kita bahkan tidak tau jenis kelamin nya. Mau dinamai siapa?”
tanya Yuni kembali. Memang sengaja mereka tidak mengecek jenis kelamin nya karena ingin mendapat kejutan setelah kelahiran nya.
“aaah, iya benar. Tapi aku sudah tidak sabar ingin melihat nya lahir kedunia!”
ujar Jungkook bahagia, sementara kandungan Yuni memang sudah mendekati hari kelahiran.
Makanya mereka selalu waspada menunggu tanda-tanda melahirkan dari Yuni. Yang bisa datang kapan saja, dan dimana saja.
hubungan Yuni dan Jungkook sangat baik, mereka bahkan tidak pernah bertengkar hebat sekarang. tidak ada lagi pengganggu dan penghalang hubungan mereka berdua.
Yang mengganggu adalah ketika Yuni sudah mulai rewel dan mengatakan tidak mau mandi karna malas untuk jalan ke kamar mandi.
Hal itu tentu merepotkan, bahkan Jungkook harus merayu dan tak jarang sampai memandikan Yuni yang mengatakan bahwa malas untuk mandi sendiri.
.
.
.
Beberapa hari telah berlalu, Yuni akhirnya mengalami gejala mau melahirkan. Jungkook yang berada dikantor langsung segera pulang untuk membawa Yuni kerumah sakit persalinan.
Terlihat wajah cemas dari ibu & juga Jungkook. Namun Yuni yang sesekali meringis menahan sakit itu tampak selalu tertawa melihat ekspresi wajah gugup Jungkook dan ibu mertua nya.
“Hahahahaa ... aku yang mau melahirkan kenapa kalian yang tegang!”
ucap Yuni disela-sela rasa sakit yang di alami nya.
“Yuni, jangan bercanda. Wanita melahirkan itu mempertaruhkan nyawa nya. Bukan hal main-main. Untuk memperjuangkan bayi nya, tak sedikit ibu yang gugur karna nya!”
__ADS_1
ujar ibu yang mata nya berkaca-kaca membayang kan kejadian ketika ibu kandung Yuni melahirkan Yuni.
“Jungkook, dampingi Yuni ya, ibu akan tunggu diluar. Karna disini tidak boleh terlalu banyak orang”
ujar ibu yang kemudian keluar dari ruang bersalin.
“Kenapa aku jadi gugup ya!”
seru Yuni yang terlihat cemas sekarang.
“Yuni sangat, fikir kan sesuatu yang positif. Fikir kan saat-saat bahagia didalam hidup mu, supaya kau tidak terlalu gugup”
ujar Jungkook sambil menggenggam erat tangan Yuni dan memberi nya semangat.
Waktu bersalin tiba, Yuni melahirkan dengan cara normal. Beberapa kali dia mulai mengejan, peluh nya pun membasahi kening dan leher nya.
Sesekali dia tampak menarik nafas panjang untuk kembali mengejan. Lagi dan lagi. Yuni tampak lemas dan kehabisan tenaga, namun semua orang disana menyemangati nya. Begitu pula dengan Jungkook yang tak berhenti menggenggam tangan nya.
Dan....
Pada akhirnya....
“uuuuaaaaaa....”
suara tangisan pertama Jeon Junior lahir. Dan dia berjenis kelamin laki-laki.
Raut bahagia diwajah Jungkook dan Yuni melihat putra pertama mereka yang masih dilbalut darah.
Terlihat begitu mungil dan juga aktif.
Para perawat langsung membersih kan Jeon kecil dan meletak kan nya di dada Yuni untuk ASI eksklusif.
Hari persalinan telah berlalu.
Jeon kecil dibawa kerumah untuk pertama kali nya,
Mereka sangat menyambut antusias Jeon kecil. Yuni yang masih tidak boleh banyak bergerak itu pun terlihat bahagia meliahat semua orang juga bahagia dengan kehadiran penghuni baru di keluarga Jeon.
“Siapa nama untuk jagoan kita ini?”
Tanya ibu pada Jungkook.
“Nama nya adalah, Jeon jungshang”
ujar Jungkook tersenyum bahagia.
Tak berapa lama ayah Yuni pun datang, kebahagiaan pun semakin lengkap rasanya. Dengan tangsi Jeon kecil yang sangat aktif itu.
.
.
.
Perlahan, bulan berganti tahun. Jeon Jungshang telah beranjak besar. Dia semakin aktif dan tidak mau diam. Jeon kecil sekarang sudah berusia 5 tahun. Dan dia tidak bisa diam.
Nenek nya harus terus mengikuti kemana Jeon pergi, apalagi sekarang Jeon kecil sudah di ajari untuk masuk ke sekolah taman kanak-kanak.
Jungkook dan Yuni lebih banyak bersantai dirumah menikmati kebersamaan mereka berdua, sudah seperti orang yang sedang pacaran.
Namun nenek dan kakek Jeon kecil memaksa untuk selalu menemani cucu kesayangan mereka di sekolah. Karna Jeon kecil sangat cerdas dan aktif nenek dan kakek nya sering kewalahan ketika mengajak nya bermain.
****
Mungkin seperti sesuatu yang diulang.
Disekolah Jeon kecil, dia juga memiliki anak perempuan yang dimusuhi nya. Mereka selalu bertengkar dan selalu saling menjahili.
Anak perempuan kecil itu bernama Yura. Dan dia sering membalas kenakalan Jeon Jungshang dengan memukul nya juga. Mereka benar-benar tidak mau mengalah satu sama lain. Sudah seperti musuh bebuyutan.
“Yura, jangan begitu ... kau ini anak perempuan mana boleh memukul begitu!”
ujar ibu Yura. Dan dia adalah Sora, teman masa SMA nya Yuni dan Jungkook.
Mereka semua kembali dipertemukan oleh takdir. Jika dulu Yuni dan Sora adalah teman akrab, namun putra putri mereka sekarang yaitu Yura dan Jungshang adalah musuh bebuyutan.
Sekian dan terimakasih.....
insyaAllah kalau saya udah gak sibuk, saya bikin season 2 nya😍🤗
__ADS_1
Ending.... 😭😭