Menikah Muda

Menikah Muda
#Pertemuan Leha & Bang Ben


__ADS_3

"Assalamualaikum.."


Keluarga kecil Abi sampai di rumah keluarga Mahardika dan disambut dengan hangat oleh orang tua Abian.


"Wa'alaikumsalam.." jawab dua orang paruh baya yang terlihat bahagia menyambut anak,menari serta cucunya itu.


Keluarga kecil itu pun menyalami kedua orang tua itu.Mama Fitri memeluk menantunya dengan hangat.


"Opa Bia kangen..." ucap Bia pada sang opa dengan manja.


"Hemmm,manja deh. ."sindir Abi pada sang putri.


"Biarin wle...Daddy kan sayang-sayangan sama mama terus masa aku kayak pajangan yang di taro di pojokan,cuma diem aja kayak patung." cerocos bocah ABG itu..


"Kasihan sekali cucu Opa ini,ya udah kita masuk dulu kita kangen kangenan di dalam."ucap Opa Beni merangkul bahu sang cucu.


Ketiga orang yang memandang keduanya hanya geleng-geleng.


"Aku sudah tereliminasi, nasib-nasib.."keluh Abi dengan wajah dibuat sedih.


"Kamu ini,biarin anak gadis kamu sama papa sama mama,saat nya kalian berduaan."ucap Mama Fitri menggoda menantunya.


"Mamaa..malu lah mah.."cetus Kiran dengan wajah yang sudah memerah karena malu dengan candaan ibu mertuanya.


Hahahaha...


Tawa Abi dan mama Fitri pun pecah melihat tingkah malu-malu Kiran.


Keluarga itu pun menikmati kebersamaan mereka.Kiran dan mama Fitri sibuk di dapur sementara Papa Beni ,Abi dan Bia sedang di ruang keluarga mereka bermain catur. Saat ini Abi melawan sang putri yang di bantu papanya.


Keseruan mereka terhenti saat mendengar suara mobil berhenti di depan rumah mereka.


"Dad,Opa aku lihat siapa yang dateng semoga Eyang yang sampai." ucap Bia


Bia langsung membuka pintu rumah itu.Terlihat seorang wanita yang membelakangi pintu rumah.


"Eyang itu..!!" seru Bia


Wanita itupun langsung membalikkan tubuhnya menatap wajah cucu yang dia rindukan.


"Ndok'..!!" seru Mak Leha dengan merentangkan kedua tangannya menyambut cucunya dalam pelukannya.


"Eyang,Bia kangen...hiks hiks " ucap Bia dengan tangis haru.

__ADS_1


"Eyang juga kangen Bia,tambah cantik cucu eyang nih.."puji Mak Leha pada cucu nya itu.


"Jangan di puji gitu mak,yang ada dia makin besar kepala." ucap Kiran yang tiba-tiba muncul dari dalam.


"Kiran,ndok'.." ucap Mak Leha menatap sendu putrinya.


"Mak, akhirnya Mak dateng juga..Kiran kangen."ucap Kiran memeluk ibu angkatnya.


Dengan sayang Mak Leha menciumi wajah putrinya dengan sayang.Rindu,haru entah perasaan apa yang saat ini dia rasakan.Ada juga rasa resah dalam hatinya.Saat masuk ke halaman Mansion Mahardika membuat dirinya terkejut.Takdir apa yang terjadi saat ini sudah dia anggap dunia selebar daun kelor.


Mak Leha menatap wajah Beni dengan intens dengan perlahan mak Leha melangkah mendekati Beni.Semua orang dengan pandangan heran dan penuh tanda tanya apa yang akan di lakukan oleh Mak Leha.


Beni yang melihat Mak Leha mendekat padanya ikut bingung.Ada apa dengan wanita itu dia memandang Beni dengan tatapan penuh arti.


Tempat di hadapan Beni Mak Leha berhenti.


"Mak ada ..


Mak Leha mengangkat tangannya isyarat untuk Kiran menghentikan ucapannya.


"A_apa ka_kamu anak Om Lukman,mak_sud saya Lukman Mahardika?"


Pertanyaan yang terlontar dari mulut Mak Leha membuat Beni terkejut dan menyipitkan matanya seperti sedang mengingat sesuatu.


"Lo Soleh ?"


Plak


"Awww...sakit beg* Lo masih kasar sama gue,Lo bener anaknya om Jaya,serius?"


Mak Leha pun mengangguk mengiyakan ucapan Beni.


"Alhamdulillah, akhirnya gue nemuin Lo !!" seru papa Beni dan memeluk Mak Leha tanpa ragu.


"Adek gue.." ucap Papa Beni menepuk punggung Mak Leha yang sudah terlihat menangis dalam pelukan Beni.


"Gue cariin Lo bang,gue takut nggak ada umur..hiks hiks hiks.." ucap Mak Leha dengan suara yang terdengar bergetar karena menangis.


Kiran melihat Mak Leha yang menangis tentu membuat dirinya ikut menangis.Setahu dia selama belasan tahun tinggal bersama Mak Leha dia tak pernah menunjukkan dia rapuh dan menangis seperti saat ini.Seperti ada beban berat yang dia pikul.


Sementara Mama Fitri yang tadinya merasa kesal dengan tingkah suaminya yang terang-terangan memeluk seorang wanita di depannya namun,saat Beni mengucap kata 'Adek gue' serasa sirna sudah rasa kesal di hatinya malah membuat dia tersenyum.Dia tahu arti Dar panggilan itu.Dia sudah berhasil bertemu seorang yang sangat dia sayangi dan dia rindukan.


"Sebaiknya kita masuk dulu,kita bisa duduk dengan tenang di dalam." ucapan mama Fitri sontak membuat semua tersadar apalagi kedua orang yang sedang melepas rindu mereka.

__ADS_1


"Ma_maaf mbak,saya tidak bermaksud...


"Nggak masalah,saya sudah tahu kalau kalian bisa sedekah itu,saya Fitri istrinya bang Beni." ucap Fitri mengulurkan tangannya dan disambut pelukan hangat oleh Mak Leha.


"Bang Beni sangat beruntung dapet mbak,pasti mbak orangnya sabar banget ngadepin tingkah dia yang manja ya,kan?!"


cibir Mak Leha melirik sekilas ke arah Beni.


"Jangan sembarangan kalau ngomong,ada cucu gue."ucap papa Beni melirik Bia yang memeluk sang mama.


"Sudah-sudah ayo masuk Leha.." ucap mama Fitri dan mereka pun masuk kedalam rumah duduk di ruang keluarga.


"Mendingan kita langsung makan dulu yah,nanti kita sambung ceritanya.Pasti anak-anak juga bingung kenapa kalian seperti tadi."


Mama Fitri tahu jika anak dan menantunya pasti ingin tahu ada apa Beni dengan Leha.


Mereka pun akhirnya makan malam bersama,terlihat Bia yang sedang bermanja-manja pada eyang putrnya.


.


.


Setelah makan malam mereka pun berkumpul di ruang keluarga dengan Cemal cemil kayak bumil yang tak berhenti nginyah sama dengan Bia juga yang suka ngemil sepanjang hari.


"Jadi,apa yang kita akan jelaskan pada mereka?" tanya Beni pada Leha.


"Intinya mak ini adalah teman lama Beni dan bukan hanya sekedar teman tapi,Mak anggap Beni itu Abang bagi emak,dan ada satu orang lagi sebenarnya namun,kita tidak tahu kabar dia dimana." ucap Mak Leha dengan menerawang ke peristiwa dimana umur Mak Leha yang masih sepulu tahun dan Beni juga temannya itu berumur sebelas tahun.


"Abi,papa pernah bilang padamu kalau kunci dari segala sesuatu tentang keluarga Mahardika kuncinya adalah Soleha ini.Itu yang di katakan opa kamu sebelum dia meninggal."ucap papa Beni dengan wajah sedihnya.


"Jadi,mak Leha yang ada dalam foto Opa pah?"tanya Abi dengan suara bergetar.


"Iya,dan dia yang mempunyai kunci dari Mahardika" ucap Beni dengan wajah yang terlihat susah diartikan.


"Hahh...itulah yang aku jaga sampai sekarang bang,setelah kejadian demi kejadian dan beruntung aku bertemu Kiran dan memungutku dari jalanan."ucap Mak Leha memandang sendu putri angkatnya.


Kiran beranjak dari tempat duduknya dan duduk di bawah Mak Leha dan meletakkan kepalanya di kaki Mak Leha.Begitu lembut Mak Leha membelai rambut panjang Kiran.Semua yang melihat tingkah Kiran tentu saja merasa haru.Terlihat Kiran yang sangat menyayangi Mak Leha.


"Semua akan berakhir mak, kehadiran mak disini adalah penentu dari cerita hidup yang saling berkaitan dan rumit seperti ini.Mak,janji ke Kiran..Mak harus baik-baik saja.Apapun keputusan emak nanti Kiran dukung emak."ucap Kiran mencium tangan Mak Leha berulang.


Dari ucapan Kiran yang serasa ambigu bagi Mak Leha dan kedua orang tua Abi.Mak Leha yang merasa jika ada sesuatu yang akan terjadi nanti di luar urusan Mahardika.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2