Menikah Muda

Menikah Muda
#Insident Ayam Geprek


__ADS_3

Kiran terpaku dengan fakta yang ada di depan mata nya.


Dua dokter yang kenal dengan dekat dengan Kiran pun menoleh pada perawat cantik itu.Melihat ekspresi terkejut Kiran,kedua dokter itu merasa aneh.


"Selamat datang tuan Abi,maaf jika penyambutan tuan muda kurang berkenan di hati tuan." ucap Dokter Ikhsan sekaligus direktur di A'K Mahardika Hospital.


" Tidak masalah Pak Ikhsan ,yang terpenting kinerja para team kesehatan disini selalu bersikap profesional dan juga loyal terhadap Rumah Sakit ini.." ucap Abi dengan nada datar.


" Baik tuan muda,disini para Dokter dan juga team kesehatan lainnya yang bertugas di A'K Mahardika Hospital tentu akan selalu memberikan pelayanan yang terbaik Tuan."terang Dokter Ikhsan.


" Hemm.." jawab Abi dengan tetap menggenggam tangan putrinya.


" Silahkan kita ke aula Tuan,kita sudah mengadakan acara penyambutan anda namun,memang kami menyambut kedatangan anda dengan sederhana." ucap Ikhsan


" Ayo sayang." ucap Abi dengan merengkuh bahu sang putri.


" Yes,dad.." ucap Bia dengan wajah yang mengenbangkan senyuman pada sang Daddy.


"Silahkan Tuan,nona...


"Dia putriku namanya Abia Kiradzki Mahardika." ucap Abi dengan mengelus rambut putrinya.


"Oohh..pu_putri taun,tapi..


" Sebaiknya Tuan Muda duduk dulu,dan juga princess juga." ucap Vian memotong omongan Pak Ikhsan.


Acara penyambutan sang Direktur Utama A'K Mahardika Hospital pun di mulai dengan kata-kata sambutan dari Pak Yusuf dan kini giliran Abi yang harus memberikan sambutan nya.


" Selamat Siang semua , terimakasih atas sambutannya yang saya tak sangka sama sekali,dan tidak dipungkiri saya masuk ke A'K Mahardika Hospital ini pun sangat mengapresiasi usaha kalian untuk menyiapkan ini semua, terlepas dari usaha kalian sampai lebur dalam menyelesaikan semua yang akan saya cek nantinya.Saya sebagai Direktur Utama yang menggantikan kakek saya Almarhum Tuan Mahardika tentu pastinya mengucapkan terima kasih atas pengabdian kalian pada Rumah sakit ini,dan yang nantinya akan putri saya kelola di kemudian hari.Kalian lah yang pertama tahu jika ada putri cantik disamping saya,kami sudah lama tak bertemu karena kesibukan saya yang pergi bertahun-tahun dari Indonesia dan baru bisa bertemu dengan putri cantik yang sangat berarti bagi hidup saya,Dan saya harap jangan sampai berita ini kelaur dari Rumah sakit ini jika itu terjadi ,tamatlah riwayat karier kalian,saya ucapkan terima kasih sekali lagi dan selamat bekerja." ucap Abi dengan wajah yang sedikit menyunggingkan senyuman.


" Lihat Raa..manis banget senyuman nya." seru Dokter Iin.


Kiran mendengar pujian-pujian dari kalangan dokter wanita dan para perawat tentu membuat nya muak ,bagi Kiran tak ada yang baik untuk di banggakan dari Abi.Tapi, Kiran yang saat ini tahu Abi pemilik Rumah Sakit tempat dia bekerja tentu berpikir berarti selama ini dia menikah dengan Abi sang pewaris tahta kerajaan bisnis milik Mahardika Group.


" Ran,kayaknya aku pernah lihat wajah anak big boss,tapi di mana yaa..Kiran kamu kenapa, kamu sakit?" tanya Ambar yang melihat tingkah Kiran yang tak biasa.


" Nggak papa." jawab Kiran singkat


Terlihat Abi sedang berbincang dengan Pak Ikhsan dan Bia yang asik makan ayam geprek kesukaan nya.sesekali dia menyuapkan nya ke mulut Abi mau nggak mau Abi menurut pada putrinya mau gimana lagi dia pasrah saja,kalaupun dia menolak pastinya akan membuat putrinya sedih.


Abi dan Bia juga Vian ada di dalam ruangan yang disediakan untuk Abi dan saat ini dia sedang sibuk membaca beberapa berkas laporan dari satu tahun belakangan ini dan di bantu oleh Vian sementara sang putri yang sedang sibuk dengan game nya ,Bia dengan santainya dan menurut pada sang Daddy tetap menjadi putri yang kalem dan diam.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian Abi merasakan perutnya seperti panas dan merasa mulas.Dia pun akhirnya bolak balik ke kamar mandi.


" Bii..are you okey?" tanya Vian penasaran melihat sahabatnya mendadak pucat dan juga terlihat bolak balik ke kamar mandi.


"Gue diare deh,sakit banget perut gue.." ucap Abi menyandarkan tubuhnya di kursi kerjanya.


" Hahh..kamu salah makan kali?" tanya Vian.


" Tadi gue makan ayam geprek level pedas punya Bia,mau nolak takut bocah yang ngambek." ucap Abi dengan sedikit berbisik pada Vian


" Gue anter ke UGD aja yuk.." tawar Vian yang melihat wajah Abi yang terlihat pucat.


" Daddy kenapa uncle?" tanya Bia saat dia sedang ingin mengambil minum melihat daddy yang meringis kesakitan.


"Emmmm...perut daddy..


" Nggak papa sayang.." potong Abi yang tak mau melihat putrinya cemas.


"Tapi,muka daddy kok pucet,Daddy pusing apa gimana,aku panggil mama ya.?" tanya Bia


" Nggak..


Belum juga melanjutkan omongannya Bia sudah keluar dari ruangan Abi dan tak mendengar kan suara teriakan Abi.


" Kejar Bia ,takut nyasar dia." ucap Abi pada Vian


" Terus Lo?"tanya Vian dengan wajah khawatir dan bingung mau lakukan apa dulu.


.


.


Sementara Bia berlari kecil menyusuri lorong rumah sakit dan menuju lift turun kelantai dasar.


" Maaf suster,ruangan UGD dimana yaa?" tanya Bia pada salah satu perawat.


"Nona...


" Bia.." panggil seseorang


" Om Kris,ruang UGD dimana Om?" tanya Bia melihat Kris menghampiri nya.

__ADS_1


" Mau ngapain ke UGD sayang..?" tanya Kris dengan sedikit bingung.


" Aku mau ketemu mama." ucap Bia


" Daddy tahu kamu keluyuran di sini?' tanya Kris lagi.


" Om tinggal jawab apa yang ditanyain Bia,ini Urgent Om...!!" ucap Bia dengan sedikit meninggi kan suaranya.


"Kamu lurus dari lorong ini dan belok kanan ada di paling ujung.." ucap Krisna


"Thanks you Om.." ucap Bia dan langsung berlari ke arah UGD.


Brakkk..


Bia masuk ke ruang UGD dan membukanya dengan kasar.Orang-Orang yang melihatnya memandang wajah cantik Bia yang terlihat khawatir .


" Ran..ngapain anak Direktur ke UGD?" tanya Ambar pada Kiran yang sedang mengecek obat-obatan.tanpa melihat kegaduhan yang di ciptakan sang putri.


" Mama..mama..!!" teriak Bia tanpa peduli dengan pandangan orang yang ada di UGD dan mengisyaratkan agar diam namun,bocah itu tetap manggil mamanya.


Mendengar suara yang familiar bagi telinga Kirang tentu dia menoleh ke sumber suara gaduh itu.


" Bia..!!" seru Kiran melihat putrinya yang memanggil mama dan sudah meneteskan air mata .


" Mama...Daddy mama...!!" ucap Bia dengan menarik lengan Kiran.


" Daddy..Daddy kenapa ,kenapa sama Daddy sayang..?" tanya Kiran lagi


" Daddy sakit ." ucap Bia dengan mata yang terus mengalir kan air matanya.


Tak lama terdengar suara memanggil dokter,benar saja Abi duduk lemas di kursi roda di dorong oleh Vian.


" Daddy..!!"


" Mas Abi..!!"


Seru kedua wanita yang terkejut dengan kedatangan Abi yang tak berdaya


" Raa..tolongin laki Lo..!!" ucap Vian yang melihat Kiran masih diam mematung di tempatnya dengan memeluk putrinya.


Semua orang team medis yang mendengar ucapan Vian dan juga panggilan yang di ucapkan Bia saat melihat Kiran dengan sebutan mama pun merasa terkejut dengan apa yang mereka dengar,ada hubungan apa antara Kiran dan sang direktur.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2