
"Sayang lihat,kamu mau punya adik !!" seru Abi pada Bia yang terlihat bingung karena melihat Daddy nya tiba-tiba nangis.
"Beneran mah,aku mau punya adik?"tanya Bia pada sang mama dengan wajah serius nya.
"Iya sayang,seneng nggak kalau punya adik?" tanya Kiran dengan membelai lembut rambut putrinya.
"Sumpah,aku seneng banget mah.Akhirnya aku mau punya adik kayak baby Cyra yeayyyy..!!"
Terlihat jelas Bia sangat senang dengan kabar itu dan dengan cepat menciumi wajah sang mamah dan memeluk mamanya dengan erat.
"Alhamdulillah kalau Bia seneng,maafin mama karena kemarin sempet marah-marah sama Bia,maaf yaa.," ucap Kiran mendekap tubuh putrinya.
"Nggak masalah mah, it's Okey yang penting mama nggak bener-bener kesel sama aku,akhirnya aku punya adik.Berarti Bia dulu juga sekecil ini mah?"tanya Bia mengacungkan foto USG mamanya.
"Iya,kamu pernah sekecil ini.Kamu anak yang baik,nggak ngrepotin mama.Kamu anak yang kuat dalam kandungan, kamu juga berjuang untuk hidup sama mama.Kita lewati kesulitan demi kesulitan hidup,apalagi ada eyang Leha.Dia begitu baik sama mama seperti anak sendiri.Setelah kamu lahir,mama sering tinggal kan sama eyang,karena mama harus menyelesaikan sekolah keperawatan mama,kamu pokoknya hebat,gadis baik.Tetap jadi wanita tangguh,tak pernah menyerah dan selalu sayang sama keluarga dan sekitarnya.Jangan lupa selalu rendah hati dan selalu berusaha berbuat baik.Kamu ngerti sayang," ucap Kiran panjang lebar.
"Aku ngerti mah,terima kasih sudah lahirin Bia,walaupun dulu Bia sering ngambek dan suka marah sama mama karena aku nggak punya Daddy ,adek nggak boleh ngrasain apa yang kakak rasain,Daddy sekarang sama kita ."ucap Bia dengan mengelus perut mamanya.
Mendengar ucapan putrinya Abi tentu saja merasa sangat bersalah karena selama dari Kiran hamil Bia dan melahirkan Abi tak ada di sampingnya dan baru hampir setahun mereka bertemu.
"Maafin Daddy ya sayang, kamu lama nggak bisa ngrasain kasih sayang daddy."ucap Abi dengan memeluk kedua wanita yang dia cintai dan sayangi.
"Nggak papa dad,tapi..Bia mohon sama Daddy jangan sakiti mama,kalau itu terjadi Daddy nggak akan pernah ketemu kita lagi.Apalagi tentang wanita bernama Anna,Bia mohon kirim dia jauh-jauh karena dia itu bibit pelakor.Buang saja yang jauh bisa ke Alaska terus kutub bahkan ke lubang semut juga nggak papa yang penting wanita bernama Anna pergi dari hidup Daddy."ucap Bia panjang lebar.
"Sayang,kamu tahu dari mana soal Anna?" tanya Bia dengan melirik Abi yang melihat putrinya serasa tak percaya kalau putrinya selama ini ngerti.
"Nggak usah tahu Bia tahu dari mana,yang jelas Bia mau keluarga kita kumpul lagi,hidup bahagia dan tanpa ada bibit pelakor diantara kita."ucap Bia dengan seringai yang terlihat sangat membuat Abi tersenyum tipis.
__ADS_1
Bia adalah versi dia perempuan.Abi bisa lihat itu,Bia terlihat tenang namun,dengan waktu yang tepat dia akan mematikan lawan saat dia lengah.Seperti Abi yang terlihat sangat tak berminat tentang urusannya dengan Oma Hanum.Tapi,dia akan menunggu umpan yang lebih besar.
Drrrrrttt Drrrttt
📞Mak Calling..
Melihat siapa yang menghubungi dirinya membuat Kiran tersenyum bahagia.
"Assalamualaikum Mak." sambut Kiran dengan salam saat mengangkat panggilan dari mak Laha.
"Wa'alaikumsalam,nak kamu sehat-sehat kan?"tanya mak Leha yang terdengar khawatir.
"Kiran sama Bia semua sehat,emak jadi kesini kan.Kiran pengen masakan Emak,sudah rindu."ucap Kiran mengingat kembali di masa kehamilan Bia.Hanya ada mak Leha yang sibuk dengan acara makan dan nyidam Kiran.
"Insyaallah lusa emak ke Jakarta,ada apa nih..kok kayaknya manja gitu,nggak malu sama anak kamu yang sudah ABG itu,"goda mak Leha.
"Biarlah mak,dia sudah ada bapaknya.Kiran cuma pengan sama emak."ucap Kiran dengan manja.
"Bia,pasti kamu nakal yaa,"ucap mak Leha
"Sorry eyang,pokoknya eyang kesini yaa..Bia sama mama kangen eyang."ucap Bia dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
Bia ingat jika tak ada mamanya pasti dia hanya berdua dengan eyang Leha nya.Eyangnya selalu memberikan nasehat supaya selalu menjaga ibunya.Ibunya wanita yang sabar dan juga baik,banyak yang selalu membuat ibunya sakit hati,tapi..ibunya bukan wanita pendendam dengan melihat hubungan antara mama dan juga keluarga pamannya membuktikan jika Kiran adalah orang yang punya jiwa besar untuk memaafkan orang yang buat kita susah.
"Ya sudah mak,Kiran tunggu kedatangan mak."ucap Kiran dengan wajah yang berseri.
"Iya nak,jaga putri mu dengan baik . Assalamualaikum."ucap Mak Leha menutup panggilan telepon mereka.
__ADS_1
"Wa'alaikumsalam ."jawab Kiran dan meletakkan kembali ponsel miliknya.
Dengan berita Kiran hamil lagi membuat mereka sangat bahagia.Tak terkecuali mertua Kiran.Papa Beni dan juga mama Fitri sungguh sangat bersyukur karena masih bisa melihat menantunya mengandung kembali.Rasa bersalah mereka memang selalu muncul apalagi dengan Abi juga menantu juga cucunya Bia.Maka dari itu Bia sangat di manja oleh keduanya.Karena dengan memberikan perhatian pada Bia serasa menjadi obat bagi mereka berdua.Dari awal menikah dan punya anak yang harus merelakan putranya diasuh oleh orang lain dan dia berpisah jarak yang jauh dari putranya hanya bisa melihat dari jauh dan hanya bisa ikut kata Oma Hanum .Itulah hal terbod*h bagi mereka.
Pagi hari saat keluarga kecil itu sarapan pesan masuk dari Dewa di ponsel Kiran.
"Bukti sudah di kumpulkan,tinggal eksekusi."
Pesan yang masuk membuat senyuman mengembang menghiasi bibir manis Kiran.
"Kamu kenapa sayang,ada hal yang membahagiakan kah?"tanya Abi pada istrinya.
"Ada,nanti kita lihat sama-sama."ucap Kiran santai.
"Sayang,Gema tadi ngabarin kalau Yuna sudah di perbolehkan pulang sore ini.Kita mau gimana,apa rencana kamu?"tanya Abi pada istrinya.
"Kamu yakin,kalau semua keputusan aku kamu akan menyetujui nya?" tanya Kiran dengan seringai meledeknya.
"Pastinya lah,aku ngikut saja pastinya kamu punya banyak pertimbangan buat memutuskan sesuatu.Mas yakin itu."ucap Abi dengan memasukkan makanan ke mulutnya.
"Baiklah,nanti sore kita ke Rumah Sakit.Aku hari ini mau ke tempat Asti nggak papa kan,lagian kamu nyuruh aku langsung resign jadilah aku pengangguran deh.."ucap Kiran dengan wajah manyun nya.
"Terus Bia gimana?" tanya Bia menyela pembicaraan kedua orang tuanya.
"Kamu nanti naik taxi langsung ke rumah aunty Asti saja yaa," ucap Kiran.
"Oke mam ."jawab Bia dengan ringan
__ADS_1
Sikap Bia yang selalu manja dengan Abi sedikit lebih berkurang karena memang sekarang dia ingat kalau ada calon adiknya di dalam kandungan.Bia ingin Daddy nya lebih fokus dengan sang mama,kalau Bia jangan ditanya sudah banyak orang yang dengan senang hati memanjakan nya.Apalagi dia sudah dekat dengan Nia tantenya yang tak kalah asik dengan Asti.
Bersambung