Menikah Muda

Menikah Muda
#Nasib punya Daddy ganteng


__ADS_3

Beberapa hari lalu Abi seperti biasa akan mengantar jemput putrinya, seperti siang ini dia menjemput Bia di sekolah karena selama empat hari kemarin tak bisa jemput karena harus ke luar kota.


"Daddy..!!" seru Bia sambil berlari kecil menuju sang daddy yang terlihat bersandar di mobilnya sembari memainkan ponselnya.


" Sayangg..jangan lari-lari nanti jatuh.." seru Abi melihat putrinya yang berlari menuju dirinya.


Bia langsung memeluk Daddy nya mendekapnya dengan perasaan rindu yang menggunung.


" Kangen.."ucap Bia manja.


" Lah,ada kangennya juga..kan tiap hari Vcall sama Daddy." ucap Abi sambil menyelipkan rambut Bia ke belakang telinga nya.


" Bedalah dad,udah ayok..Daddy masuk." ucap Bia melihat sekitar mereka sudah banyak yang melihat interaksi mereka dan melihat sang Daddy penuh kekaguman.


Abi tak mau bertanya apapun dia menurut saja pada putrinya dan memang sudah di pastikan pesonanya tak akan pernah bisa menolaknya.


Mobil yang di kendarai Abi meluncur menuju rumah Kiran,padatnya jalan ibu kota membuat stres kepala Abi.


"Dad,aku sebel sama mama..tiap hari aku diomelin." adu Bia


Abi menoleh pada sang putri dengan singkat


" Kamu mungkin nakal,jadi mama ngomelin kamu,apa yang kamu lakukan sampai mama marah?" tanya Abi dengan masih fokus menatap lurus jalanan.


Bukannya mendapat pembelaan malah kesannya sang Daddy juga menyalahkannya.Bia jadi tambah malas memikirkan semuanya.


" Kamu masih pacaran?" tanya Abi mulai memancing putrinya.


" Itu dia dad,mama marah kalau aku pacaran.Mama kan larang aku buat pacaran." keluh Bia


" Sudah tahu mama nggak suka,mama larang,kenapa Bia masih lakukan apa yang mama larang,mama nggak suka.emang,apa untungnya pacaran?" ucap Abi seolah anak polos yang tidak tahu apa itu pacaran.Padahal dulu dia penebar janji manis pada wanita-wanita cantik.


"Dad,Bia itu cuma penasaran apa yang di bilang temen Bia kalau pacaran tuh enak..ada yang merhatiin,Junior nggak jelek dad." ucap Bia dengan polosnya.


" Namanya Junior,kamu cinta sama si Jun?" tanya Abi


" Junior dad bukan si Jun,Daddy asal nih nyebut nama nanti Junior marah manggil dia seenaknya,pokoknya I Love Junior dad." ucap Bia.

__ADS_1


Abi mengulum senyum mendengar putrinya protes tentang dirinya memanggil Junior dengan sebutan Si Jun.


" Love,yakin itu Cinta?"pancing Abi lagi


" Nggak tahu itu cinta atau apalah dad,yang jelas aku suka lihat dia dan bersama dia ,apa itu dinamakan Cinta?" tanya Bia


" Mungkin saja itu cinta,tapi..dengerin Daddy sayang,kamu tahu kan tentang mama sama Daddy ..semua berawal dari pergaulan yang salah,terutama Daddy.Jadi, Daddy minta kamu harus pinter jaga diri dalam pergaulan." ucap Abi dengan mengelus kepala putrinya.


" Pasti dad." jawab Bia singkat.


" Apapun yang kamu lakukan dengan Jun itu,kamu harus bilang sama mama juga Daddy.Ngerti kan?" ucap Abi melirik putrinya.


"Junior dad bukan Jun,Daddy nggak marah kalau aku pacaran?" tanya Bia melirik kearah Daddy nya yang ada di balik kemudi.


" Kenapa harus marah,emangnya Bia pernah lihat Daddy marah sama Bia,enggak kan, lagian buat apa marah-marah yang ada buang-buang energi dan juga pastinya nyakitin hati kita juga orang yang kita marahin." ungkap Abi dengan senyum tipis terbit di bibir nya.


" You are best Daddy,I love you so much Daddy...muachhh.." ucap Bia dengan mencium pipi Abi.


" Kok cuma sebelah,yang sebelah belum nanti dia iri,Daddy pengen kamu cium yang sebelah." ucap Abi dengan sedikit manja


" Dasar ABG tua ,play boy karatan." umpat Bia mengatai Daddy nya .


Bia melihat ke arah halaman melihat ada sebuah mobil terparkir disana.


" Kayaknya ada tamu deh, dad." ucap Bia


" Daddy pulang yaa..Daddy ada urusan penting soalnya." ucap Abi


Bia pun mengangguk dan menyalami tangan bapaknya dan Abi pun mencium kening putrinya dan langsung meninggalkan kawasan rumah Kiran.


Bia melangkah menuju rumahnya ,Bia memindai mobil yang terparkir bukan mobil Kris,tapi..siapa dia terlihat sosok laki-laki yang sedang duduk di ruang tamu dengan mamanya yang sedang berbincang terlihat serius.


" Aku pulang..!!" seru Bia dengan masuk ke dalam rumah,terlihat rapih wajah laki-laki itu tak ada ramah-ramahnya.


" Sayang,sudah pulang..kamu nggak mampir-mampir seperti biasa?" tanya Kiran selama ini Abi mengantarkan Bia sampai rumah paling cepat jam tujuh malam dan sekarang masih jam lima sore anaknya sudah di pulangin.


" Aku tadi cuma makan bakso sebentar langsung pulang,lagian Daddy ada perlu." ucap Bia dengan datar.

__ADS_1


" Oh iya kamu kenalin ini om Candra,Om ini dokter di Mahardika Hospital satu ruang sakit sama mama." ucap Kiran mengenalkan Candra pada Bia.


Mau tak mau Bia menyalami tangan Candra .Bagi Bia Candra sosok yang kurang baik apalagi sepertinya dia tak suka dengan kehadiran Bia yang mungkin mengganggu acaranya dengan mamanya.


" Maa,aku ke rumah aunty Asti dulu yaa..?" tanpa mengganti seragam juga tas sekolahnya dia langsung keluar rumah.


" Ganti seragam nya dulu Bia..!!" teriak Kiran namun,Bia tak menggubris perkataan mamanya dia langsung saja memesan Ojol ke rumah Asti yang tak jauh dari rumahnya.


Tak lama Bia sampai di rumah Asti dan kebetulan Asti ingin ke dapur mendengar suara motor berhenti di depan rumahnya.Saat mengintip dari jendela ruang tamu dia melihat Bia yang turun dari motor Ojol dengan masih memakai seragam dengan atribut yang lengkap.


" Ada apa bocah itu kemari." gumam Asti.


Belum sempat Bia mengetuk pintu rumah Asti pintu itu sudah terbuka oleh sang tuan rumah.


" Ehhhh...anak kunyit,ngapain kamu kesini?" tanya Asti dengan wajah galaknya ..bukan..bukan pura-pura galak maksudnya.


" Iiihhh..aunty aku bukan anak kunyit,enak aja gen aku tuh sangat kuat mengandung gen Mahardika hehehe.." ucap Bia dengan tawa garingnya.


" Ngapain kamu kabur kesini,masih pake seragam sekolah begini?" tanya Asti dengan menunjuk bagian tubuh Bia.


" Dirumah mama ada tamu,Bia nggak suka sama om-om nya ,Daddy kabur entah kemana.Nasib anak buangan." ucap Bia dengan penuh drama.


" Sudah makan?" tanya Asti.


" Baru makan bakso doang sama Daddy tadi sore." jawab Bia.


" Aunty nggak masak,kita order makanan..mau makan apa kamu?" tanya Asti dan mengutak atik ponselnya.


" Makan pake telor dadar aja aunty." ucap Bia.


" Beneran,nggak mau beli yang lain?" tanya Asti memastikan.


" Iya tapi, yang penting aunty yang masak." ucap Bia dengan senyuman manisnya yang membuat Asti gemas.


" Oke..no problem.." jawab Asti dengan cepat


Akhirnya mereka berdua dengan perasaan senang mereka menyiapkan makanan untuk mereka makan malam hanya dengan telur dadar,kecap di taburi bawang goreng.Menu sederhana menggugah selera.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2