Menikah Muda

Menikah Muda
# Berkunjung ke Bogor


__ADS_3

Selama sehari semalam Abi dirawat di Rumah Sakit dan selama itu pula Kiran dengan telaten merawat Abi.Walaupun banyak orang yang melihat interaksi Kiran terlihat galak pada sang Presdir namun,sang Presdir tidak akan marah pada Kiran dengan apa yang Kiran lakukan atau ucapkan padanya.


Kemarahan Kiran adalah hiburan tersendiri buat Abi .Memang aneh Abi..padahal Kiran yang di kenal banyak pegawai Rumah Sakit adalah pribadi yang sedikit tertutup ,tak banyak omong dan di balik itu dia juga wanita yang baik.


.


.


.


" Masih lama kita sampainya dad?" tanya Bia di jok penumpang bagian belakang.


Saat ini Abi beserta Bia dan Kiran sedang berada di dalam perjalanan ke Bogor tempat dimana rumah Mang Sapto dan Bik Darmi berada.


" Sabar sayang, sebentar lagi sampai kok.." ucap Abi dengan santai.


" Huhhh..rasanya pengen rebahan terus sambil nonton Drakor dengan pandangan ladang,sawah backgroundnya pegunungan.Pastinya seru dad." celoteh Bia.


" Kita lihat saja nanti yaa.." ucap Abi.


Sementara Kiran yang sedari tadi terlihat diam dan hanya melihat ke luar jendela,memindai pemandangan yang ada di sekitar mereka.Enam belas tahun yang lalu terakhir kalinya dia ke tempat ini bersama ibu angkatnya mencari keberadaan Abi.


Dua kali ke tempat yang sama namun,tak ada rasa menikmati pemandangan yang ada di sepanjang jalan menuju rumah Bik Darmi.Kini dia sudah bisa sedikit menilik keindahan yang disajikan oleh alam pedesaan yang terlihat asri.


Perjalanan yang lumayan melelahkan dengan jalan yang berliku khas pegunungan.


Abi menghentikan mobilnya di depan sebuah rumah sederhana.Yaitu rumah Bik Darmi dan juga Mang Sapto pasangan suami istri itu sudah tidak bekerja di rumah besar milik keluarga Mahardika karena mang Sapto dan Bik Darmi lebih banyak mengurusi ladang dan beberapa sawah juga villa yang dimiliki Abi di Bogor juga Bandung.


Abi melirik sebelahnya Kiran yang masih terpejam matanya dan menoleh kebelakang pun sama anak gadisnya tertidur dengan pulas.


" Sayang...heii,bangun..kita sudah sampai." mau tak mau Abi membangunkan Kiran karena tak mungkin dia mengangkat tubuh Kiran bisa-bisa Kiran marah padanya.


" Heeemmm..hoamm, astaghfirullah mas,sudah sampai yah?" ucap Kiran dengan wajah terkejut


" Iya,sorry bangunin kamu.nanti bisa lanjut tidur lagi,kita turun yaa..?" ucap Abi dengan nada lembut.


Kiran mengangguk mengiyakan ajakan Abi.Dalam pikiran Kiran saat ini hatinya berkecamuk karena memikirkan statusnya dengan Abi.

__ADS_1


Abi keluar lebih dulu dan tak lama Kiran pun juga keluar dari mobil mereka.


" Mas,Bia gimana..aku bangunin dulu yaa..?" ucap Kiran namun,belum juga melangkah menuju pintu mobil Abi sudah menghentikan langkahnya.


" Nanti saja kalau kita sudah ketemu bibi juga mamang." ucap Abi


Mau tak mau Kiran pun akhirnya menyetujui permintaan Abi,tanpa ada penolakan tangan Kiran di genggam Abi dengan erat.


Tok tok tok..


" Assalamualaikum." seru Abi memanggil si punya rumah.


Tak lama kemudian pintu rumah sederhana itu terbuka dan menampakkan wanita paruh baya dengan daster rumahannya.


" Assalamualaikum Bik." salam dari kedua orang tamu yang membuat bik Darmi terkejut apalagi sosok wanita yang bersama Abi.


" Wa'alaikumsalam den,non.. Masyaallah..bibi mimpi apa ya Allah..non Kiran.." ucap Bik Darmi heboh dan memeluk tubuh Kiran dengan begitu erat.


Tanpa di duga kedua wanita itu menangis dengan pilu."Non,maafin bibi sama mamang yaaa..hiks hiks.." ucap Bi Darmi dalam keadaan masih memeluk tubuh Kiran


" Bibi nggak salah,maafin Kiran juga,tapi..Kiran kangen juga sama bibi." ucap Kiran dengan nada manja nya.


" Aden bisa aja, ayo masuk non..den..!!" ucap Bi Darmi merangkul bahu Kiran.


Belum juga melangkah suara cempreng Bia mengejutkan ketiganya.


" Daddy,mama..!!" teriak Bia di samping mobil dengan wajah yang terlihat masih ngantuk dan juga wajah itu terlihat menggemaskan.


" Astaghfirullah..anak gue.." ucap Abi langsung menghampiri putrinya.mereka baru ingat kalau ada Bia diantara mereka.


" Kalian jahat banget sih,kenapa aku nggak di bangunin ,malah di telantarkan begitu saja,kalian orang tua jahat." omel Bia


" Sembarangan kalau ngomong,tadi kamu tidurnya nyenyak banget Daddy sama mama nggak tega bangunin,mau gendong juga berat Kalee.." ucap Kiran dengan nada tinggi


" Neng ini siapa non,den?" tanya Bi Darmi menunjuk ke arah Bia.


" Oh iya..bi,kenalkan ini putri kami namanya Abia ,sayang kenalkan ini Nini kamu yang Daddy bilang ni Darmi dan suaminya lagi di ladang namanya aki Sapto..ayok Salim." ucap Abi pada putrinya.

__ADS_1


Bia pun menyalami tangan Bi Darmi yang masih terkejut dengan omongan Abi kalau anak gadis di depannya adalah anak majikannya.


" Kenapa bik?" tanya Kiran heran dengan respon bik Darmi.


" Ini beneran anak kalian?" tanya Bik Darmi dan diangguki keduanya. " Masyaallah nu gelius pisan,ayo sok masuk sayang..." ucap Bik Darmi merengkuh bahu Bia mengajaknya masuk.


"Nini sama aki berdua aja disini?" tanya Bia dengan santainya seperti sudah lama kenal dengan Bik Darmi.


" Iya,Nini nggak nyangka anak den Abi sudah gadis kayak gini.Kok bisa bibi nggak tau,kalian benar-benar ada bibi ketinggalan berita." ucap Bik Darmi


" Maaf bi,kita pun baru bertemu lagi kurang lebih sudah tak bertemu hampir enam belas tahun." ucap Abi dengan menggenggam tangan Bi Darmi.


Bi Darmi tahu banyak alasan dan banyak peristiwa yang menimpa keluarga majikannya.Numun,yang paling di korbankan adalah nasib Abi dan keluarga kecilnya.


" Buu..ini bapak..


" Mang Sapto ." panggil Abi saat mang Sapto masuk ke dalam rumah melalui pintu dapur.


" Masyaallah den,loh..non Kiran.Ini nggak mimpi yaa?" ucap Mang Sapto terdengar lucu.


Bia mendekar dan melihat respon mang Sapto yang terlihat kayak orang oon membuat gadis ABG itu terkekeh.


"Nggak ngimpi mang, Alhamdulillah Abi bisa bersilaturahmi datang kemari dan juga sangat senang bisa bawa anak istri Abi ketemu sama mamang juga bibi." ucap Abi memeluk tubuh mang Sapto yang masih terlihat peluh membanjiri tubuh nya.


" Lho ini non Kiran kan , Masyaallah.. akhirnya anak-anak mamang dateng juga kesini."ucap Mang Sapto dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


" Mang Sapto sehat?" tanya Kiran saat setelah menyalami pria paru baya itu.


" Alhamdulillah non,mamang seneng kalian bisa bareng lagi kesini sama-sama." ucap mang Sapto.


" Sudah pak, Insyaallah mereka akan selalu bersama apapun yang akan terjadi semoga nyonya besar tidak lagi..


" Bik,mang,kita jangan bahas itu dulu yaa...pH iya sayang..kenalin tuh aki Sapto eyang Bia juga.Mang ini putri kami namanya Abia..ayo salim sayang." ucap Abi pada sang putri.


Dengan senang hati Bia menyalami pria paruh baya itu dengan senyuman sumringah pun Mang Sapto menyambut anak majikannya itu


Namun,di sisi lain Kiran mendengar ucapan Mang Sapto yang sempat Kiran dengar tadi menimbulkan banyak pertanyaan di benak Kiran ada apa sebenarnya yang terjadi enam belas tahun lalu dan sampai sekarang.Sepertinya Abi masih enggan untuk mengungkap misteri yang belum dia ketahui.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2