Menikah Muda

Menikah Muda
part 7 (season 2)


__ADS_3

Happy Reading....📖


****


Sepanjang perjalanan pulang Yura dan Jungkook terlihat sangat lesu tidak ada ekspresi bahagia sama sekali. Dengan masih memakai gaun pengantin, keduanya berjalan kekamar Jungshang yang ada dilantai 2.


"Yura sayang, mulai sekarang ... ini akan jadi kamarmu juga. semoga kau betah ya!" seru ibu Yuni memberitahu.


"Iya bibi...!" jawab Yura pelan.


"Jangan panggil aku bibi, sekarang ini aku adalah ibumu juga Yura!" seru Yuni tersenyum bahagia.


"Baik bu...!" ujar nya pelan.


"Aagghh, senangnya ... segera istirahat, dan jangan bangun terlalu pagi ya!" seru ibu memberitahu Jungshang dan Yura.


Keduanya saling menatap sinis dan masuk kedalam kamar. Setibanya didalam kamar, mata Yura terbelalak lebar melihat pemandangan didalam kamar musuhnya itu. Kamar Jungshang sangat berantakan dan kotor. Yura yang melihat langasung menarik nafas panjang karna syok.


"Jadi ini kamarmu?" tanya Yura sambil melirik Jungshang.


"Iya, bagaimana? baguskan? semoga betah ya?" seru Jungshang tersenyum senang. Jungshang memang sengaja membuat kamarnya jauh lebih kotor agak Yura tidak betah.


"Ini tidak bisa dibiarkan, aku harus membersihkannya ... aku benci kamar kotor!" seru Yura yang seketika lesu melihat baju berserakan, sepatu berhamburan dan bungkus snack yang berceceran dilantai. Hampir menyerupai tempat sampah.


•


•


•


Wajah Yura seketika suram dan menahan marah, sementara Jungshang meledek dengan berbaring dikasur sambil memakan kacang kulit dan memakai pengeras suara ditelinganya. Kulit kacang itupun dibuang sembarangan dilantai. Hal itu tentu membuat Yura semakin marah dan geram. Yura yang memakai gaun pengantin itu menarik snack kacang dari tangan Jungshang. Snack itu langsung berhamburan dilantai.


Sementara Yura yang kesal juga menarik pengeras suara ditelinga Jungshang seketika. Melihat hal itu, Jungshang kemudian menarik tangan Yura. Karna gaun pengantin yang behitu panjang, Yura terpeleset dan jatuh tepat diatas tubuh Jungkook. Dan bibir mereka bertabrakan hingha berdarah. Sontak Yura terkejut dan segera bangkit dari atas tubuh Jungshang.


"Apa kau sengaja menciumku ya?" tanya Jungshang yang juga ikut bangun dari kasurnya.


"Sengaja katamu? ciiih, kalau kau tidak menarik tanganku, mana mungkin aku terpeleset dan jatuh ... jangan-jangan kau berniat mesum padaku ya?" ujar Yura yang marah dengan darah menetes dibibirnya.


"Aku tau, kalau sebenarnya kau menyukaiku kan?" gumam Jungshang sambil melirik.


"Apa kau ini lembu? kenapa kamarmu bisa seberantakan ini?" tanya Yura yang tidak habis pikir dengan apa yang dilihatnya.


"Sudah jangan mengomel saja, aku mau tidur!" jawab Jungshang yang kembali melanjutkan tidurnya.

__ADS_1


"Tidur katamu? tidak bisa, kau harus membantuku membersihkan kamarmu ... JUNGSHAAAANG...!" teriak Yura namun diabaikan oleh Jungshang.


•


•


•


Dengan wajah kesal, Yura memulai membersihkan kamar dengan merapikan pakaian pakaian dilantai hingga tengah malam. Jungshang yang berpura-pura tidur itu akhirnya iba dan ikut membantu Yura membersihkan kamar.


"Biar aku bantu, istirahatlah...!" seru Jungshang dengan lembut. Mendengar ucapan Jungshang, Yura merasa heran.


Jungshang yang kemudian melanjutkan membersihkan kamar sendiri. Tak lama dia selesai membersihkan dan menghampiri Yura.


"Sudah selesai kan? jadi sekarang, kau tidur dilantai!" seru Jungshang memerintah.


"Apa? jadi kau mau bersikap egois dan menyuruhku tidur dilantai? jadi kau mau kuhajar ya?" seru Yura kesal.


"Iya baiklah, kalau mau tidur dikasur, jangan salahkan aku ... jika nanti terjadi sesuatu!" seru Jungshang melirik.


"Ternyata kau sexy juga ya...!" seru Jungshang yang kemudian mendekati Yura mereka saling bertatapan.


"Dasar otak mesum, menyingkir kau!" seru Yura kesal.


"Baiklah, tapi jika terjadi sesuatu jangan salahkan aku ya...!" seru Jungshang kemudian berjalan menuju sisi ranjang sebelah.


•


•


•


Ranjang itu memang sangat sempit, dan dikhususkan untuk 2 orang saja. Itulah sebabnya Jungshang dan Yura akan sangat berdekatan jika diatas kasur bersama.


"Hey cecunguk, beri aku pinjaman bajumu!" aku tidak bisa tidur memakai gaun pengantin.


"Untuk apa aku meminjamkan baju padamu? itu bukan urusanku!" seru Jungshang yang tidak menghiraukan.


"Benar-bener sialan." seru Yura kesal.


"Tunggu sebentar, aku ada baju bekas yang mungkin kau butukan!" seru Jungshang yang kemudian beranjak dan mengambil salah satu bajunya dilemari. Dia mengambil kemeja yang besar untuk Yura.


"Pakailah ini ... mumpung aku sedang baik hati padamu!" seru Jungshang. Dengan terpaksa Yura akhirnya mengambil baju itu dan hendak memakainya.

__ADS_1


"Lihat apa? balik badan sana!" seru Yura kesal.


"Kenapa harus balik badan? ini kan kamarku, kau saja yang pergi!" seru Jungshang mengelak.


"Apa kau mau kuhajar?" seru Yura kesal.


"Baiklah, aku akan memejamkan mata...!" ujar Jungsang sambil tersenyum.


"Tidak boleh, kau harus balik badan ... aku tidak percaya padamu!" seru Yura sambil mendorong tubuh Jungshang agar berbalik badan. Dengan senyum licik, Jungshang membalikkan badannya dan Yura mengganti pakaiannya. Kerena terlalu fokus mengganti baju, Yura sampai tidak sadar bahwa Jungshang sudah berbalik badan dan menatapnya.


•


•


•


Setelah selesai mengganti baju Yura sejenak memperhatikan Jungshang. Dia berpikir kalau Jungshang masih berbalik badan. Namun, kenyataannya Jungshang sudah lebih dulu berbalik badan dan memasang wajah tak bersalah. Seketika Yura naik pitam melihat Jungshang sudah tersenyum menatapnya bahagia.


"KAU ... sejak kapan berbalik badan? aku belum menyuruhmu...!" seru Yura kesal.


"Hahhaa, kecurigaanku kalau kau ini buka perempuan ternyata salah, kau memang perempuan tulen!" seru Jungshang mengejek.


Dengan wajah kesal Yura mengejar Jungshang hendak memberinya pelajaran. Namun, pria licik itu terus tertawa puas karna sudah membuat Yura kesal.


"Hahahhaa ... kenapa kau marah? bukannya kita sudah suamu istri? hahhaha....!" ujarnya yang terus tertawa puas sambil menghindari kejaran Yura.


"Matilah kau sekarang, aku akan membunuhmu!" seru Yura kesal.


"Hahhaha ... kejar aku kalau bisa!" seru Jungshang yang terus meledek.


Keduanya terus saling kejar-kejaran. Bahkan pakaian yang sudah disusun rapi menjadi bahan lempar-lemparan kedua musuh ini.


•


•


•


Nafas mulai terengah-engah, Jungshang dan Yura kelelahan semalaman tidak tidur. Keduanya pun tergeletak lemas diranjang dan tertidur lelap sampai pagi.


Karena kamar yang begitu sempit itu, keduanya secara tidak sadar tertidur saling berdekatan berhadapan muka. Namun, karna terlalu lelah. Keduanya tidak perduli lagi dengan pertengkaran yang belum selesai itu.


Bahkan hal yang lebih parah, kancing baju Yura beberapa terlepas karena insiden peperangan semalam. Sementara sebelum tidur karna peluh keringat membasahi badan Jungshang diapun melepas pakaiannya dan tidur dengan telanjang dada. Dan keduanya berpelukan, sampai pagi menjelang.

__ADS_1


Entah apa yang akan terjadi ketika mereka terbangun.


Bersambung...


__ADS_2