Menikah Muda

Menikah Muda
part 21


__ADS_3

Selamat membaca🤗


****


Yuni dan ayahnya berbincang-bincang hingga malam hari tiba, selepas makan malam. Yuni kembali kerumah dan dibarengi oleh kedatangan Jungkook sepulang dari kantor. Kedua nya pun masuk ke kamar bersama.


“Apa kau sudah makan tadi?”


tanya Jungkook kepada Yuni.


“Sudah, ayah memasakkan makanan terenak untuk ku hari ini....”


jawab Yuni sambil tersenyum senang.


“Mandi lah sana, aku akan menunggu disini!”


perintah Yuni yang duduk di ranjang sambil mengayun-ayun kan kaki nya.


“Baik lah, aku mandi dulu kalau begitu!”


ucap Jungkook yang kemudin dasi & melepas baju nya. Dan diapun pergi mandi.


Baju Jungkook diletak kan kurang rapi di keranjang baju kotor. Hal itu membuat Yuni mendekat untuk merapikan baju Jungkook.


Namun, sejenak dia berhenti dan menatap kebaju Jungkook. Air mata nya tidak terasa jatuh, mata nya terfokus menatap baju milik Jungkook. Tangan nya serasa berhetar menatap pemandangan yang tidak ingin dilihat nya. Yuni pun, perlahan menangis terisak karna nya.


Sementara itu Jungkook yang selesai mandi dengan rambut yang basah itu, tampak kaget melihat wajah sendu dan sedih pada Yuni.


“Yuni, ada apa?”


tanya Jungkook yang bingung.


Namun, Yuni hanya terdiam tanpa bicara dengan air mata terus mengalir dipipi halus nya. Tatapan nya kosong, sambil memegang baju kemeja milik Jungkook ditangan nya.


“Yuni, kenapa kau menangis?”


tanya Jungkook kembali, mendekati Yuni dan menyentuh pipi nya sambil mengusap air mata nya.


“Yuni, apa aku sudah menyakiti mu? Katakan padaku, jangan diam begini....”


ucap Jungkook, yang menyentuh kedua pipi Yuni dan menghadapkan nya kearah Jungkook.


“Katakan padaku, kalau kau bosan padaku. Aku memang tidak cantik dan tidak sexy ... tapi apa itu alasan mu melirik wanita lain?”


tanya Yuni yang menatap wajah Jungkook dengan serius sambil terus menangis.


“aku tidak bisa menyukai wanita lain, kau tau itu kan?”


ujar Jungkook menatap Yuni dengan tajam.


“Apa kau masih berbohong padaku sampai begini?”


ucap Yuni sambil menyerahkan kemeja baju pada Jungkook.


Sejenak Jungkook terdiam, sambil mengingat kejadian sebelum nya. Dan dia pun menatap Yuni yang sedang menangis itu.


“Yuni, aku adalah pria bodoh yang sudah membuat mu menangis. Tapi aku mohon percayalah, aku tidak pernah bisa menyukai wanita lain selain dirimu....”


ujar Jungkook menatap serius kearah Yuni.


“Apa aku bisa percaya sekarang? Dengan bukti nyata itu?”


tanya Yuni yang menatap marah pada Jungkook.


“Aku mau pulang kerumah ayah sekarang untuk menenangkan diri....”


ujar Yuni yang beranjak dari tempat tidur nya.


“Yuni, apa harus seperti ini?”


tanya Jungkook yang menghalangi langkah Yuni.


“Apa kau lupa sekarang aku sedang hamil? Kalau sampai terjadi sesuatu karna aku fikiran setres, apa kau mau bertanggung jawab? Menyingkir!”


ujar Yuni dengan wajah marah nya.


“Aku akan antar kau pergi....”


ujar Jungkook memeberi tawaran.


“Tidak perlu, aku mau pergi sendiri!”


ujar Yuni yang kesal dan terus berjalan keluar meninggalkan kamar.

__ADS_1


Yuni yang pergi menaiki taxi itu, tidak sadar kalau dibelakang nya mobil Jungkook memantau dan mengikuti nya hingga sampai kerumah ayah Yuni.


Setelah sampai di rumah ayah, Yuni pun mengetuk pintu untuk masuk kedalam.


“ayah....”


ucap Yuni memeluk ayah nya sambil menangis.


Sementara Jungkook memperhatikan Yuni dari belakang.


“Yuni, ada apa nak?”


tanya ayah yang bingung.


“Aku mau tidur disini malam ini, boleh kan ayah....”


ucap Yuni menanyai ayahnya.


“Baik lah nak, ayo masuk!”


seru ayah Yuni yang sekilas melihat Jungkook berada di halaman rumah.


Sementara Yuni yang masuk kedalam rumah, Jungkook dengan setia menunggu di halaman rumah menunggu Yuni. Setelah beberapa saat, ayah Yuni pun membuka pintu dan menghampiri Jungkook.


“ayah, apa Yuni masih menangis?”


tanya Jungkook khawatir.


“Maaf kan Yuni ya, karna dia sudah membuat mu khawatir. Tadi dia sudah menceritakan semua nya pada ayah!”


ucap ayah Yuni sambil menepuk pundak Jungkook.


“Ayah, aku sudah menyakiti hati Yuni....”


ucap Jungkook berwajah sendu.


“Bagi ayah, itu adalah hal yang wajar. Ayah yakin kau tidak mungkin menghianati Yuni, ini hanya bawaan bayi yang dialami oleh ibu yang sedang hamil. Pulang lah nak ... ayah akan menasehati nya, dan menyuruh nya untuk pulang secepatnya. Kau tidak perlu khawatir....”


ucap ayah Yuni memberitahu.


“Aku tidak bisa pulang, tanpa Yuni....”


ucap Jungkook sedih.


“Tidak apa, berikan dia waktu untuk sendiri....”


“Baiklah, terimakasih ayah....”


ucap Jungkook yang kemudian pergi meninggalkan tempat itu.


Meskipun sedih, Jungkook merasa kehilangan saat kamar nya tidak ada Yuni di samping nya. Tidur Jungkook pun tidak nyenyak sambil sesekali menatap kesamping tempat Yuni tidur.


Namun hal ini adalah yang terbaik, supaya kedua nya mampu merenungkan semua yang telah terjadi. Dan belajar menjadi pribadi yang dewasa. Yuni yang sedang terpengaruh oleh bawaan bayi pun, memang menjadi sangan sensitif sekarang.


Sementara Jungkook harus belajar sabar, untuk menghadapi perubahan sikap dari istrinya yang tengah hamil muda itu.


****


Keesokan hari nya, dipagi hari. Jungkook sudah bersiap untuk ke kantor. Tidak seperti biasanya, ada Yuni yang selalu memasangkan dasi untuk nya.


Sekarang dia harus melakukan nya sendiri.


Sementara Yuni juga bersiap pergi kuliah, dan dia pun mengalami perubahan aktifitas dipagi hari. Kedua nya saling merindukan.


Setelah sampai di kantor. Jungkook datang dengan wajah dingin tanpa senyum sedikitpun. Beberapa karyawan menyapa nya, namun dia hanya diam tanpa ekspresi dan terus berjalan ke dalam kantor.


“Ada apa dengan presdir? Tidak biasa nya ekspresi nya begitu ... mungkin dia sedang lelah”


seru beberapa karyawan yang berbisik-bisik membicarakan perubahan dari Jungkook. Sementara Jungkook tampak pergi keruangan ayah nya.


“Ayah, aku minta ganti sekretaris....”


ucap Jungkook dengan wajah sinis nya.


“Kenapa? Memang ada apa dengan jane? Dia sekertaris handal dan merupakan karyawan lama di perusahaan ini....”


ujar ayah Jungkook yang terlihat bingung.


“Kalau ayah tidak mau memecat dia, maka aku akan berhenti diposisi ku sebagai direktur utama!”


tegas Jungkook dengan wajah serius nya.


Tanpa menanyai lebih banyak, ayah Jungkook pun menyetujui apa yang dikatakan oleh Jungkook yang terlihat sangat marah.

__ADS_1


Setelah nya, mereka pergi keruangan Jungkook. Sementara didalam, Jane yang memakai baju sexy dan tampak makai lipblam itu kaget dengan kedatangan Jungkook dan ayah nya.


“Selamat pagi pak presdir, selamat pagi presdir Jeon....”


sapa Jane pada Jungkook dan ayah nya, sementara itu Jungkook yang terlihat sinis itu terus memperhatikan Jane.


“Jane, maaf sepertinya ... aku akan menggantikan posisi mu sebagai sekertaris dari putra ku.”


seru ayah Jungkook kepada Jane.


“Maksudnya? Tuan memecatku?”


tanya Jane kaget.


“Iya benar ... mulai sekarang kau dipecat!”


ujar Jungkook dengan wajah marah nya.


“Kenapa aku dipecat? Apa aku sudah melakukan kesalahan?”


tanya Jane kembali.


“Kau tidak melakukan kesalahan, tapi ... kau tidak layak jadi sekertaris ku....”


tegas Jungkook yang yang berwajah sinis itu.


“Segera beresi barang-barang mu, dan ... kau bisa pergi hari ini!”


perintah Jungkook yang kemudian duduk dikursi kerja nya.


Sementara itu, ayah Jungkook hanya terdiam tanpa bicara melihat Jungkook yang semarah itu. Dengan wajah kesal, Jane pun memulai mengemasi barang-barang nya disana sambil sesekali menatap Jungkook dengan sinis.


“Terima kasih Jane, kau sudah menjadi karyawan yang baik di perusahaan ini....”


ucap ayah Jungkook pada jane.


“aaah, iya tuan ... terimakasih juga karna sudah mempercayakan aku di perusahaan ini!”


seru Jane sambil menoleh kearah Jungkook.


Sementara Jungkook hanya diam sambil fokus ke komputer nya, tanpa memandang Jane sedikit pun.


itu adalah hari terakhir Jane berada di kantor itu.


Dan di PHK secara langsung oleh Jungkook. Untuk menggantikan posisi Jane, Jungkook merekrut tuan Park Minyeok sebagai sekertaris baru nya.


Jungkook bekerja lebih fokus sekarang, dengan sekertaris baru nya. Dan dia bekerja lebih giat sampai malam hari tiba.


Malam hari nya, Jungkook pulang dari kantor, dia sejenak menghela nafas panjang lantaran merindukan Yuni sambil berjalan menaiki anak tangga menuju kamar nya.


Saat sudah masuk kedalam kamar Jungkook dikejutkan oleh keberadaan Yuni didalam kamar yang sudah memakai baju tidur dengan rambut terurai panjang.


“Yuni....”


ujar Jungkook yang kaget, sekaligus tidak percaya akan kehadiran Yuni.


“Apa kau merindukan ku? Ckck ... sebenarnya aku tidak merindukan mu, aku hanya datang karna Jeon junior mau bertemu ayahnya....”


ucap Yuni yang berbohong sambil tersenyum manis diatas kasur.


Kemudian Jungkook yang senang itu, menghampiri Yuni dan memeluk nya dengan hangat. Sambil menciumi kening Yuni.


“Aku merindukan mu....”


ucap Jungkook senang, sambil mengecup bibir Yuni dengan lembut. Dan mereka pun saling tersenyum melepas rindu.


“Bahkan hanya semalam tidak bertemu, kau begitu merindukan ku? hmmm....”


gumam Yuni sambil tersenyum menggoda Jungkook.


“Jeon kecil, apa kau merindukan appa mu?”


tanya Jungkook sambil mecium perut Yuni dan mengusap nya lembut.


“Dia masih terlalu kecil, untuk diajak bicara....”


ucap Yuni sambil tersenyum.


“Tidak apa, aku hanya ingin dia mengenali ayah nya!”


seru Jungkook sambil tiduran diatas paha Yuni dan mengusap perut Yuni yang usia kandungan nya sudah 3 bln lama nya.


Keadaan sudah mulai baik, mereka sudah berkumpul, dan melepas rindu. Jungkook yang begitu senang dan merindukan Yuni itu tampak menikmati kebersamaan mereka berduan dikamar, bertiga dengan calon Jeon junior mereka.

__ADS_1


Bersambung....


Cerita hanya fiktif belaka❤️


__ADS_2