
Selamat membaca🤗
****
Sesampai nya Di kantor, Jungkook langsung di sambut oleh ayah nya dan beberapa karyawan lain.
Tak jarang beberapa karyawati di sana terpesona oleh ketampanan Jungkook.
Saat pertama masuk pun, Jungkook langsung masuk ke ruang rapat yang dipenuhi kayawan penting dikantor.
Seorang wanita cantik dan sexy, sedari tadi memperhatikan Jungkook sambil tersenyum.
“Baik lah semua nya, perkenal kan. Ini adalah putra sulung ku bernama Jeon Jungkook. Dia akan jadi meneger utama di perusahan ini kelak, sementara dia akan mempelajari beberapa kemampuan dasar untuk itu.”
Jungkook yang kemudian menunduk hormat kepada seluruh karyawan yang ada ditempat dan di sambut tepuk tangan.
Wanita cantik dan sexy tadi pun, di panggil oleh ayah Jungkook untuk berdiri.
“Jane, kau bantu putra ku untuk menjadi sekrertaris nya.”
Perintah ayah Jungkook pada wanita cantik yang usia nya lebih dewasa dari Jungkook. Namun sedari tadi terlihat tertarik pada ketampanan nya.
Setelah rapat itu ber akhir, Jungkook pun di antar keruangan nya yang besar di perusahaan ayah nya itu.
“Presdir, ini adalah ruangan kerja mu, sedangkan ruangan ku ada di samping sana. Jika kau butuh bantuan ku, jangan sungkan-sungkan ya....”
ucap Jane, sambil tersenyum manis pada Jungkook.
“Mohon bantuan nya ya!”
ucap Jungkook yang juga melempar senyum itu.
Dan kemudin, Jungkook pun memulai pekerjaan nya di kantor dengan sangat sibuk.
Semenjak hari itu, pertama memulai pekerjaan nya dikantor. Tentu saja membuat Jungkook sangat lelah dan hanya memiliki waktu sedikit dengan Yuni.
“Aku pulang....”
ucap Jungkook yang baru pulang dari kantor, namun Yuni sudah tidur. Sebab waktu sudah menunjukan pukul 23:00 WKS.
Jungkook yang melihat Yuni sudah tertidur itu, langsung mendekati nya dan mencium kening nya.
“Maaf, aku bahkan tidak sempat menelfon mu atau memberi mu kabar....”
gumam Jungkook lirih.
Tentu saja kedatangan Jungkook pun membuat Yuni terbangun, yang kemudian tersenyum senang itu.
“Kau sudah pulang ya, pasti sangat lelah. Mandi lah segera, aku akan menunggu mu.”
ucap Yuni yang tersenyum sambil menahan kantuk.
“Sudah, kau tidur lah... ini sudah larut malam!”
Perintah Jungkook pada Yuni.
“Aku tidak mau, aku masih merindukan mu!”
ucap Yuni yang menolak perintah suami nya itu.
“Baik lah, aku akan mandi.”
ujar Jungkook yang kemudian pergi untuk mandi itu.
“aaah, ngantuk sekali rasa nya.”
ucap Yuni yang masih ingin tetap bangun menunggu Jungkook.
Selesai mandi, mereka berdua pun terbaring bersama di kasur. Sambil saling memeluk erat.
“Tidur lah, aku akan menemani mu!”
ucap Jungkook yang memeluk tubuh Yuni dengan erat sambil membelai rambut nya.
“Kau pasti cape ya, mau aku pijat?”
tanya Yuni pada Jungkook.
“Tidak perlu, aku hanya ingin memandang wajah mu lebih lama. Karna besok-besok mungkin akan sangat singkat bisa melihat mu!”
ucap Jungkook yang terlihat sedih itu.
Kemudian kedua nya saling tersenyum, yang menggambar kan kerinduan satu sama lain.
Seperti hari ini, hari-hari berikut nya pun. Jungkook terlihat sangat sibuk. Hal itu disebab kan karna diri nya harus benar-benar bekerja keras untuk pekerjaan nya.
Bahkan Jungkook mangambil kuliah online, yang membuat nya tidak berangkat kuliah seperti biasa nya. Karna kesibukan Jungkook yang terlalu padat.
Yuni benar-benar merasa kesepian karna nya. Pertemuan nya dengan Jungkook hanya dimalam hari, karna pagi hari nya Jungkook sudah harus bersiap ke kantor seperti biasa nya.
__ADS_1
Sambil memasang kan dasi, Yuni tampak terus memperhatikan wajah Jungkook dengan dalam. Jungkook yang mengetahui nya pun langsung mencium bibir Yuni dengan lembut.
“Kau jangan lupa memberi ku kabar ya!”
perintah Yuni pada Jungkook.
“iya sayang....”
ucap Jungkook yang kembali menciumi Yuni.
“Aku sangat merindukan mu, kuliah yang baik ya. Jangan melirik pria lain!”
perintah Jungkook sambil membelai rambut Yuni.
Mereka pun terpisah setiap pagi, jungkook yang pergi ke kantor, dan Yuni pergi kuliah.
“Pak presdir selamat pagi”
sapa Jane pada Jungkook yang baru datang.
Jungkook pun memberi senyum pada Jane.
“Biar aku buat kan teh untuk bapak”
ucap Jane pada Jungkook.
Namun, jungkook yang tampak sibuk melakunan kuliah online di komputer nya itu tampak tidak terlalu memperhatikan Jane.
“(Kenapa dia begitu dingin dengan ku? Tidak mungkin dia tidak tertarik padaku. Baik lah, akan ku buat dia menyukai ku mulai sekarang)”
gumam Jane dalam hati sambil sedikit merapi kan baju nya yang sexy yang sedikit memperlihat kan dada nya itu.
“Teh nya sudah siap pak”
seru Jane namun dia sengaja menjatuh kan beberapa map di atas meja Jungkookk.
“Maaf ya pak, biar aku bantu mengambil nya”
ucap Jane yang kemudian mengambil map dibawah Jungkook. Jane yang menunduk itu pun secara tidak langsung mendekat kan wajah nya ke wajah Jungkook dengan pakaian nya yang sexy. Sejenak kedua nya bertatapan.
“Maaf ya pak, aku benar-benar tidak sengaja!”
seru Jane pada Jungkook sambil tersenyum itu.
Hal itu tentu membuat Jungkook sedikit mengalihkan pandangan terhadap Jane.
seru Jungkook yang kemudian melanjut kan kuliah nya di komputer dan mengalih kan pandangan nya ke Jungkook.
Hal itu tentu membuat Jane kesal, karna udaha nya menarik perhatian Jungkook gagal.
“(Baik lah, mungkin tidak hari ini. Tapi itu pasti)”
gumam Jane dalam hati.
Seperti hari itu, hari-hari berikut nya pun Jane selalu mencoba menggoda Jungkook dengan segala cara nya.
****
Sementara itu, dirumah Yuni tampak mempersiap kan bekal nasi untuk Jungkook.
Meskipun hari itu Yuni sedang terlihat tidak enak badan karna dia merasakan pusing.
“Bu, aku mau ke kantor memberi kan bekal untuk ayah dan Jungkook”
ucap Yuni bersemangat.
“Baik lah nak, kau pasti sangat merindukan Jungkook ya? ibu jadi ikut sedih”
ucap ibu sambil mengusap rambut Yuni
“Tidak apa bu, aku sudah terbiasa dengan hal ini”
ucap Yuni bersemangat.
Namun kenyataan tidak sesuai, sebenar nya Yuni sangat merindukan Jungkook. Namun, Jungkook sangat sibuk dengan pekerjaan nya di kantor bahkan sering lembur.
Sudah 1 bulan lebih lama nya, kedua nya jarang bertemu begitu. Dan selalu diliputi rasa rindu.
“Jane, coba lihat ini... apa kah ini sudah benar?”
tanya Jungkook pada jane itu.
“Coba aku lihat pak!”
seru Jane yang berjalan mendekati Jungkook, namun kaki nya terkilir karna high hils yang kenakan nya patah.
Hal itu membuat Jane pun hampir terjatuh.
Melihat hal itu Jungkook pun segera sigap menangkap tubuh Jane yang hampir tersungkur dilantai.
__ADS_1
Namun seperti nya moment itu adalah momen yang tidak ingin dilihat Yuni. Tanpa diketahui oleh Jungkook ternyata Yuni sudah berada di depan pintu memperhatikan mereka berdua.
Tentu hal itu membuat Jungkook dan Jane panik. Yang membuat Jungkook melepas kan tangan nya.
“Yuni, sejak kapan kau datang....”
ucap Jungkook yang kemudian menghampiri Yuni dipintu itu.
Namun wajah Yuni sudah terlihat marah, tanpa bicara dan tanpa ekspresi dia pun memperhatikan Jane yang menunduk itu.
“Aku hanya ingin mengantar kan makanan, kemudian aku mau pulang. Maaf sudah mengganggu kalian”
ucap Yuni yang mata nya berkaca-kaca karna sedih.
“Yuni sayang, apa kau marah padaku?”
tanya Jungkook merasa bersalah.
“Aku mau pulang, selamat bekerja”
ucap Yuni yang kemudian meninggalkan ruangan.
Jungkook pun menyusul Yuni yang berjalan sangat cepat itu.
“Yuni, ini semua tidak seperti yang kau lihat. Percaya lah....”
ucap Jungkook meyakin kan.
“iya aku tau, aku tidak marah kok”
ucap Yuni, namun di sela oleh seorang karyawan yang memanggil Jungkook.
“Pak presdir, aku ingin minta tanda tangan mu”
“ah, baik lah...”
Mengetahui hal itu Yuni yang langsung bergegas meninggal kan tempt itu dengan wajah sedih nya.
Yuni tampak terpukul, dan menangis di kamar nya seharian.
Melihat Yuni yang bersedih tentu membuat ibu khawatir, sebab Yuni mengunci diri didalam kamar tanpa makan dan minum.
Malam hari nya, Jungkook sepulang dari kantor bersama ayah nya langsung disambut marah oleh ibu.
“Jungkook, kau apakan Yuni? Kenapa dia menagis seharian? Bahkan dia tidak makan apa pun dari tadi siang”
tanya ibu khawatir.
Mengetahui hal itu Jungkook pun langsung pergi kekamar nya, namun pintu nya terkunci dari dalam.
“Yuni, buka pintu nya”
ucap Jungkook sambil mengetuk pintu nya berulang kali, Namun tidak dibuka.
Jungkook yang panik itu langsung mendobrak pintu dengan sekuat tenaga.
BRUK.....
Terlihat Yuni terbaring di kasur dengan wajah pucat tak berdaya.
“Yuni....”
“Kau tidak papa?”
tanya Jungkook yang mendekati Yuni disusul oleh ayah dan ibu.
“Tubuh Yuni demam. Ayo kita bawa ke rumah sakit sekarang.”
Perintah ibu, yang kemudian mereka pergi ke rumah sakit untuk memeriksa kan keadaan Yuni meskipun waktu sudah larut malam.
“Apa menantu ku tidak papa Dok?”
tanya ibu dengan wajah cemas.
“Tolong jangan biar kan dia telat makan, untuk seorang wanita di awal kehamilan nya, pasti sangat sensitif”
ucap Dokter itu yang membuat mereka semua kaget.
“Apa maksud mu Dok? Maksudmu, Yuni sekarang...”
tanya Jungkook yang masih bingung dan tidak percaya.
“iya benar, pasien sedang mengalami masa sensitif di awal kehamilan nya”
Tegas Dokter itu, yang membuat semua nya tersenyum bahagia.
Sementara Yuni yang masih belum sadar dari pingsan itu belum mengetahui kenyataan bahagia itu.
Bersambung....
__ADS_1