Menikah Muda

Menikah Muda
#Makan Siang atau Reoni


__ADS_3

Pagi hari seperti hari biasanya Kiran sibuk di dapur untuk menyiapkan sarapan untuk anak,suami dan juga sekarang kedua mertuanya.


"Masakan kamu memang enak Kiran," ucap mama Fitri mengembangkan senyum.


"Oma nggak tahu aja, sebelum kita ke Jakarta mama jarang masak, berangkat kerja pagi pulangnya malem,mana sempat mama masak.Yang masak selalu eyang."terang Bia membuat yang mendengar ucapan anak ABG itu melirik Kiran yang sedang memandang putrinya dengan pandangan kesal.


"Tapi,masakan mama enak kan?"tanya Abi dengan menaik turunkan alisnya.


"Iyaaa..enak kok," jawab Bia dengan melirik kearah sang mama.


"Selesaikan makan kamu,kita segera berangkat."ucap Kiran dengan nada yang terkesan datar.


"Kenapa mulut aku nggak bisa di rem sih,pasti mama kesel banget sama aku."batin Bia melihat mamanya yang tidak bicara apa-apa lagi.


Tak ada lagi pembicaraan apapun lagi di meja makan itu.Setelah semuanya selesai dengan sarapan mereka akhirnya,semua orang yang ada di rumah itu pun kembali dengan kesibukan mereka masing-masing.


Abi dan keluarga kecilnya berpamitan untuk melakukan kegiatan mereka dan pamitan juga untuk kembali ke apartemen milik Abi.


Beni dan juga Fitri sebenarnya ingin anak dan menantunya juga cucunya tinggal bersama mereka.Namun,Abi dengan tegas menyatakan sementara waktu akan tinggal terpisah dengan kedua orang tuanya apalagi masalah dengan Oma Hanum belum selesai.


Masalah yang rumit memang,dan ada banyak ke curigaan papa Beni tentang masa lalu Oma Hanum juga.Itu yang akan di selidiki dugaan selama ini tentang kebenaran siapa Oma Hanum sebenarnya.


Karena selama hidupnya Tuan Mahardika tidak sekalipun sikapnya terlihat hangat pada istrinya.


.


.


.


Hari ini Abi mengantarkan putrinya dahulu ke sekolah dan terus ke Rumah Sakit Mahardika.Hari ini Abi memutuskan untuk stay di Rumah Sakit guna mengadakan meeting intern dengan staf RS.


Saat sampai di parkiran Rumah Sakit, Kiran lebih dulu masuk ke dalam Rumah Sakit dan langsung menuju ruang UGD.


"Pagi..," sapa Kiran saat masuk ke ruang ganti karyawan di ruang UGD.


"Pagi suster Kiran."jawab semua yang ada di sana juga.


"Hari ini Tuan Abi stay di sini suster Kiran?" tanya Nurul pada Kiran.


"Iya,katanya ada meeting dengan staf juga dokter pagi ini."jawab Kiran.

__ADS_1


"Ehh, Kiran..gimana rasanya punya suami orang kaya dan ganteng lagi?"tanya Ambar dengan wajah menggoda.


"Ganteng,biasa saja kok..rasanya sama saja dengan perempuan lain,aku sama dia pun menikah sudah hampir enam belas tahun,masih dengan sifat yang sama juga.Tentunya jadi incaran para pelakor di luar sana." jawab Kiran.


" Kok bisa kalian menikah muda apalagi status kalian masih pelajar,apa kalian...


"Kami menikah memang karena suatu insiden tapi,aku hamil pun setelah aku beberapa bulan menikah dengan dia.Jadi,anakku itu aku kandung di dalam kondisi yang halal dalam sebuah pernikahan."ujar Kiran memotong omongan satu suster bernama Laura yang sedari awal memang tak suka dengan kehadiran Kiran.


"Heran saja,kenapa kalian bisa nikah..setahu aku kamu hanya anak yatim piatu kan,kenapa bisa dapet restu dari keluarga Mahardika ?"tanya Laura dengan menatap sinis kearah Kiran.


"Sebenarnya tujuan kamu apa sih,apa karena kamu tahu aku menikah dengan tajam Abi atau ada motif lain?" tanya Kiran memicingkan matanya.


"Eehhh,bukan begitu..cuma ingin tahu aja tips apa yang buat orang kaya bisa buat dia jatuh cinta dengan kita yang masih di bawahnua secara materi."ucap Laura.


"Entahlah,apa yang buat suamiku itu jatuh cinta sama aku,tapi..apapun itu nggak ada gunanya aku cuma bersyukur saja saat ini karena Tuhan mempertemukan aku dengan Abi dulu."ucap Kiran.


Yah,Kiran sadar jika Abi tak menikah dengannya mungkin dia masih bersama bibi dan pamannya .Entah apa yang terjadi dengan masa depannya.Apa yang di perbuat untuk mendapatkan uang untuk memenuhi kebutuhan keluarga itu.


Kiran berfikir kemalangan membawa keberuntungan bertemu dengan Abi.


.


.


.


"Kirann.!!" seru Abi memanggil namanya.


Seruan Abi sontak membuat Kiran dengan cepat menoleh pada Abi.


"Iya ,saya?"tanya Kiran dengan bahasa formalnya


"Luch bareng,aku sama yang lain mau makan siang bareng.Kamu ikut aku."ucap Abi mulai dengan nada bahasa non formal walaupun dia tahu jika ada dua orang teman istrinya diantara mereka.


"Tapi...


"Hubungi sahabat kamu,kita luch di Romansa Resto." ucap Abi menarik tangan Kiran dengan cepat


Kiran yang melihat tingkah suaminya tanpa harus menutup-nutupi nya dari dua temannya membuat Kiran merasa tidak tidak nyaman.


"Ehh..Nurul,Ambar sorry aku ikut pak boss..bye..!!" ucap Kiran dengan wajah tak enak hati pada kedua temannya itu.

__ADS_1


.


.


Kiran menghubungi Asti untuk bergabung makan siang dengannya.Namun,dia tak mengatakan jika suaminya juga ikut serta para sahabatnya pun ada di sana.


Tak berapa lama mobil yang di tumpangi Kiran dan Abi sampai di parkiran Romansa Resto dan dengan cepat keduanya menuju tempat dimana para sahabatnya sudah menunggu.


Saat masuk kedalam restaurant , mereka melangkah beriringan dengan Abi yang menggandeng tangan Kiran dengan menggenggam nya dengan erat.


"Selamat siang tuan,ada yang bisa saya bantu?" tanya seorang pelayan restoran itu.


" Saya mau ke ruang VVIP dengan pemesan bernama Vian." ucap Abi.


" Ohh..tuan Vian,silahkan ikut saya tuan,nyonya."ucap pelayan tersebut menggiring mereka ke tempat yang mereka tuju.


Sampai di depan pintu ruangan yang di maksud akhirnya Kiran dan Abi masuk ke dalam raungan.


Saat masuk ke dalam ruangan ada Vian bersama dengan Fara sekretaris Abi,ada Dewa bersama Diana yang membawa anaknya.


"Hai bro..!!" sapa Dewa saat Abi masuk bersama Kiran.


"Kalian berempat doang?"tanya Abi


tok tok tok..


"Maaf mengganggu, silahkan nona.." ucap seorang pelayang yang masuk ke dalam ruangan dengan seorang perempuan yaitu adalah Asti dan tak ketinggalan pastinya si usil Bia.


Asti sengaja menjemput Bia di sekolahnya,yang memang kebetulan Bia pulang lebih awal.


"Wahhh..ada reoni kah?" tanya Asti saat melihat para sahabat Abi berkumpul.


"Bisa di bilang begitu Ti,"jawab Vian


Akhirnya Asti dan Kiran bergabung dengan teman-teman SMA mereka ditambah ada Fira kekasih Vian dan ada si kecil yang bikin gemes Kiran anak dari Dewa juga Diana.


" Kapan kalian nambah momongan lagi?" tanya Diana pada Kiran yang sedang sibuk menggendong bayi cantik bernama Cyra.


Abi dan Kiran saling pandang mendengar pertanyaan Diana.Pertanyaan itu sudah sedari beberapa hari lalu ingin Abi tanyakan pada Kiran.Apakah dia mau mengandung lagi,karena memang anak mereka sudah ABG.Apakah itu tidak masalah dengan Kiran.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2