
Happy Reading...📖
****
Sementara kedua pasangan pengantin baru itu tengah bertengkar, Yuni dan Sora kembali keruang tamu untuk mengobrol.
"Aku kira, akan sulit menyatukan kedua anak kita ... tapi ternyata aku salah!" seru Yuni sambil tersenyum.
"Iya, aku jadi tenang sekarang ... aku kira Yura akan tertekan karna pernikahan dini ini, tapi sepertinya tidak...!" seru Sora yang juga ikut bahagia.
Sementara Jungshang terus berlarian karna dikejar oleh Yura yang masih marah sebab kejadian tadi.
"Hey tunggu ... kalau kau terus mengejarku, maka aku akan benar-benar memperkosamu!" ancam Jungshang yang langsung membuat Yura berhenti. Dengan tatapan sinis Yura membuat Jungshang semakin salah tingkah.
"Dasar pria mesum, kau sudah meraba suatu hal yang terlarang, kemudian mencium ku ... sekarang kau mau memperkosa ku? JALANG KAU MEMANG...!" teriak Yura yang kesal sambil memukul Jungshang dengan bantal.
"Kenapa kau marah begitu, aku kan tidak sengaja melakukannya ... kalau sengaja pasti akan!" (Berhenti) sambil melirik Yura.
"Akan apa?" tanya Yura dengan wajah judes.
"Hahaaha, kalau sengaja pasti tidak cuma kuraba ... pasti akan menyenangkan bila...!" ujar Jungshang sambil mengepalkan kedua tangannya sambil tersenyum. Sedangkan Yura yang melihat semakin kesal dengan kejahilan Jungshang.
•
•
•
Tak lama setelah perang sengit yang terjadi, karna keduanya kelaparan akhirnya turun dari kamar menuju ruang makan dengan wajah lesu. Sementara Yuni dan Sora hanya saling melirik dan tersenyum melihat keduanya.
"Ehem, wah ... sepertinya anak dan menantuku kelelahan ya, ayo makanlah yang banyak!" seru Yuni yang bahagia sambil terus menatap Jungshang dan Yura.
"Ibu, sejak kapan datang?" tanya Yura pada ibunya.
"Ibu hanya mau mengantarkan bajumu kesini kok, setelah itu ibu akan pulang ... senangnya karna sepertinya kau sangat bahagia tinggal disini!" seru Sora kepada putrinya.
"(Bahagia? yang benar saja)" gumam Yura dalam hati.
"Ibu Sora tenang saja, Yura sangat betah tinggal disini kok!" seru Jungshang dengan senyuman lebar diwajahnya. Sementara itu Yura langsung melirik sinis kearah Jungshang.
"(Dasar cecunguk sialan...)" gumam Yura dalam hati yang kesal itu. Hari yang dipenuhi pertengkaran oleh Jungshang dan Yura. Benar-benar pengantin baru yang harmonis.
•
__ADS_1
•
•
Malam harinya, keluarga Jeon berkumpul untuk makan malam. Semua orang telah duduk dimeja makan untuk menyantap hidangan makan malam mewah keluarga konglomerat itu. Selama makan malam, Jungshang dan Yura hanya diam dan fokus kemakanan mereka. Melihat hal itu, Yuni tampak ingin mencairkan suasana.
"Ehem ... rasanya kita akan memiliki Jeon Junior sebentar lagi!" seru Yuni yang berbicara asal-asalan.
"UHUK...."
"UHUK...."
Jungshang dan Yura langsung tersedak mendengar ucapan dari Yuni yang sembarangan itu.
"Hahahhaa ... minum lah yang banyak Yura, karna kau harus tetap sehat!" seru Yuni sambil tersenyum aneh.
"Ibu kenapa tidak memberiku minum? apa ibu mau membiarkan ku mati tersedak?" tanya Jungshang yang iri.
"Haais ... manja sekali kau ini, Yura ini akan jadi ibu, jadi dia lebih penting!" seru Yuni yang membuat suasana terasa aneh dan hening.
"Siapa bu? apakah kak Yura hamil? yeeey ... aku akan punya teman main!" seru Sanha adik bungsu Jungshang yang bahagia.
"Huush ... kalian ini bicara apa sih, lagi pula mereka baru menikah sehari, kenapa sudah ribut Jeon junior sih!" ujar Jungkook yang merasa aneh dengan ucapan Yuni.
•
•
•
Sementara setelah makan, Yura dan Jungshang kembali kekamar mereka. Dengan wajah kesal saling menatap sinis. Keduanya masuk kekamar mereka.
"Kenapa kau menatapku begitu? apa kau suka padaku?" tanya Jungshang seketika.
"Suka katamu? bukannya kau sendiri yang suka denganku?" tanya Yura kembali.
"Sudahlah, akui saja ... kalau kau itu menyukaiku!" seru Jungshang menggoda.
"Berhenti bicara omong kosong...!" seru Yura yang menatap sinis.
"Baiklah, ayo tidur disampungku, hahaha...!" seru Jungshang yang terus mengejek Yura.
"Tidak mau, aku mau tidur disofa saja...!" seru Yura kesal dan segera mengambil selimut dan mulai tidur disofa. Sementara Jungshang terus memperhatikan Yura sambil pura-pura tidur. Ditengah malam yang sunyi, dimana lampu sudah dipadamkan hanya menyisakan lampu kecil dikamar.
__ADS_1
•
•
•
Yura yang tertidur lelap itu merasakan sesuatu merambat di lengannya. Yura sontak kaget dan terkejud mendapati kecoa yang berjalan-jalan ditangan nya.
"AAAAAA ... KECOA!" teriak Yura yang histeris dan tidak berani menampik kecoa ditangannya meskipun sebenarnya dia sangat geli. Mendengar jeritan Yura, Jungshang langsung terbangun, menyalakan lampu dan berlari mendekati Yura.
"AAAA ... JUNGSHANG TOLONG AKU, SINGKIRKAN MONSTER ITUÂ DARI TANGANKU!" seru Yura memohon pada Jungshang. Terlihat wajah pucat pasih karna takut membuat Jungshang menahan tawa. Dengan segera dia mengambil kecoa itu dengan santainya menggunakan tangannya lalu membunuhnya.
"Katanya gadis preman, tapi kenapa takut kecoa?" ejek Jungshang sambil tertawa. Kemudian dia pergi kekamar mandi untuk mencuci tangannya. Sementara Yura masih tegang, peluh membasahi dahinya membuatnya selalu siaga memperhatikan kanan dan kiri.
"Aku baru tahu, kalau kau takut kecoa ... lucu sekali hahhahaa!" ujar Jungshang mengejek.
"Diam kau, ini semua karna kamarmu terlalu kotor hingga banyak kecoa disini." ujar Yura kesal.
"Banyak apanya, aku bahkan baru kali ini melihat kecoa dikamarku...!" seru Jungshang dengan santainya. Tak lama terlihat kecoa lain merayap dilantai mendekati Yura. Sontak hal itu membuatnya panik dan memeluk erat tubuh Jungshang karna takut.
"Kecoa, lihat disana ada kecoa lagi...!" seru Yura yang belum menyadari kalau dia dan Jungshang tengah berpelukan. Sementara Jungshang terus menatap wajah Yura yang takut tepat berada didepan wajahnya. Mereka berdua sangat dekat bahkan hidung keduanya bersentuhan. Jantung Yura seketika berdegup 2 kali lebih cepat dari biasanya.
•
•
•
Hembusan nafas dari Jungshang terdengar lirih ditelinga, sementara jantung Yura terus berdegup cepat sampai dia melupakan kecoa yang ditakutinya tadi.
"Turunlah dulu, tanganmu berat...!" ujar Jungshang yang langsung merusak moment tegang itu. Yura yang langsung malu itu melepas pelukan eratnya pada Jungshang dan langsung salah tingkah.
"Itu tadi ... aku hanya reflek saja, kalau tidak ada kecoa mana mungkin aku memelukmu!" seru Yura mengelak sekaligus malu karna kejadian barusan.
"Tidurlah diranjang, biar aku tidur disofa ... besok aku akan menyuruh pelayan membersihkan total kamar ini!" seru Jungshang yang tiba-tiba lembut pada Yura.
"Aaam ...tidak apa-apa, kita tidur diranjang saja. Lagi pula sebentar lagi juga pagi!" seru Yura yang salah tingkah.
"Baiklah ayo tidur...!" seru Jungshang yang kemudian pergi dan berbaring dikasur disusul Yura. Keduanya belum bisa tidur dan masih memikirkan kejadian barusan.
"(Kenapa jantungku berdegup begini? Bisa-bisa Jungshang mendengarnya, benar-benar memalukan)" gumam Yura dalam hati yang pura-pura memejamkan matanya.
"(Ada apa denganku, kenapa aku terus teringat wajahnya dari dekat tadi?)" gumam Jungshang dalam hati. Keduanya tidak bisa tidur hingga pagi menjelang. Jungshang san Yura masih merasakan canggung setelah kejadian semalam.
__ADS_1
Bersambung....