
Tangis Anna pun pecah dan tak disangka Kiran memeluk Anna dengan erat.
"Sudahlah,semua sudah berlalu.Kamu mencintai Yudit?" tanya Kiran dengan berbisik pada Anna.
Anna hanya mengangguk walau bagaimanapun Anna memang sudah terlanjur mencintai Yudit walaupun dia hanya di jadikan Umpan tapi,di lubuk hatinya dia mencintai Yudit dengan tulus .Anna pun tidak masalah jika dirinya menjadi istri kedua Yudit.Istri Yudit yang memang belum memiliki keturunan pun tak masalah karena bagi dia yang terpenting adalah uang Yudit.
Miris bukan,Memanfaatkan dan di manfaatkan kan itulah nasib Yudit.
Tak lama terdengar ponsel Yudit berdering.Mereka dengan cepat mencari keberadaan ponsel Yudit.Anna menemukan ponsel suaminya dan menanyakan apa mereka akan mengangkat panggilan itu.
"Dari siapa?" tanya Asti dan Anna memperlihatkan ponsel milik Yudit pada kelima orang di depannya
📞 Mama Hanum Calling..
"Angkat saja." ucap Abi
Anna mengangkat panggilan dari Oma Hanum dan panggilannya dia loud speaker
"Hallo,Yudit kamu dimana.Mama mau kamu lakukan apa yang harusnya kamu lakukan dari dulu.Satu minggu lagi meeting RPS akan dilakukan.Mama nggak mau tahu kamu harus bisa membuat pengacara tua bangka itu bicara soal saham yang tersisa itu milik siapa,jangan sampai dia berpihak pada Abi.Kamu dengar Yudit..Yudit ..kenapa kamu diam saja denger mama nggak!!"
Click
Anna mematikan panggilan ponsel Yudit.Abi memberikan perintah kepada Gema dan Vian untuk membawa Yudit ke markas.
Sementara Anna ada dalam pantauan Asti.Anna sementara tinggal dengan Asti.
.
.
__ADS_1
"Mama,eyang uti sampai Jakarta besok mah?" tanya Bia saat mereka bersantai setelah kegiatan melelahkan siang tadi.
"Iya sayang,kamu istirahat besok kamu Ujian kan,'" Bia mengangguk mengiyakan ucapan sang mama.
"Jangan lupa belajar sayang," ucap Abi dan mencubit pipi Bia yang sedang mengembang karena sedang makan cemilan kesukaan nya.
"Daddy,sakit tahu.!!" pekik Bia dengan manja.
"Nggak usah manja Bia, sebentar lagi punya adek masih manja aja."cibir Kiran menatap jengah pada putrinya yang terlalu banyak drama dengan Daddy nya.
"Nasib..nasib,sudahlah Bia masuk kekamar deh..good night mom,dad." seru Bia mencium pipi kedua orang tuanya.
.
.
"Sayang,mas mau tanya kenapa kamu bisa mendapatkan informasi soal Yudit,siapa yang membantu kamu?" tanya Abi dengan wajah penasaran nya.
"Suami ku sayang, kamu kenapa bingung gitu..padahal kamu sudah punya team hebat tapi,nggak pernah kamu beri kesempatan untuk membantu kamu selama ini.Seandainya kamu menyadari kalau ada seorang sahabat kamu yang ahli dalam hal meretas dan menjadi penguntit kamu dan Diana dari masa SMA kamu nggak akan lama mengungkap kejahatan orang yang ada di sekitar kamu." ungkap Kiran mencubit gemas pipi suaminya itu
"Kamu tahu akan hal itu,kenapa aku nggak tau ," ucap Abi heran dengan kemampuan sang istri.
"Dewa yang bantuin aku mendapatkan informasi tentang Anna.Sebenarnya aku cuma ingin tahu soal masa lalu Anna dari masa kalian kenal sampai kejadian terakhir dan ternyata banyak fakta yang tersimpan didalam kehidupan Anna.Apa kamu tahu,Yudit pernah menjual Anna pada beberapa pria hidung belang dan maka dari itu ,Yudit tak pernah mengharapkan kehadiran Yuna karena dia pikir Yuna bukan darah dagingnya makanya dia selalu menyakiti anak malang itu. Yuna,memang anak Yudit tapi..dia tak pernah mau mengakui itu." ungkap Kiran panjang lebar.
Kiran sangat prihatin dengan nasib Yuna yang trauma bertemu bapak kandungnya sendiri.Pada awal Kiran tahu jika Yuna memanggil Abi dengan sebutan papa membuat Kiran merasa tak tenang dan saat menjemput Bia di rumah Diana untuk bermain dengan si kecil Cyra akhirnya Kiran menanyakan hubungan Abi dan Anna di masa lalu pada Dewa.
Dewa hanya menanyakan apa yang ingin Kiran tahu soal Abi dan Anna,namun Kiran bilang kalau bisa semuanya dan Dewa langsung menyanggupi permintaan Kiran.
Awalnya dia kaget dengan semua fakta yang ada dan heran dengan Dewa yang memberikan informasi dengan waktu yang singkat.
__ADS_1
"Dewa,aku memang tahu kalau dia pintar di bidang IT namun,aku nggak nyangka kalau dia juga bisa meretas data seseorang,terima kasih sudah mau membantu aku untuk memecahkan satu fakta yang menjadi misteri selama ini.Tinggal beberapa langkah lagi aku harus memastikan jika Mahardika Group akan jatuh pada keturunan Mahardika yang asli.,"
Abi tak akan pernah terima jika apa yang di bangun sang kakek dan sang buyut hilang tanpa arti.Tinggal teka teki orang yang memiliki pengaruh besar terhadap Mahardika yang belum bisa diungkapkan.Sang pengacara Kakek Mahardika pun tak bisa membocorkan rahasia itu dan memang berkas keabsahan tentang pengalihan saham sebanyak 65% ada di dalam brangkas dan kuncinya pun sang pengacara tak punya hanya yang mendapat amanah yang akan membukanya.Dan itu membuat stres anggota keluarga Mahardika termasuk Abi.
"Sudahlah sekarang kita tidur,besok kita harus menyingkirkan satu tikus yang membuat anakku kesal."ucap Kiran pada suaminya.
"Siapa yang, Bia kenapa?" tanya Abi yang terlihat tak tahu apa-apa.
"Sudahlah mas,ini hal sepele buat kamu.Lagian sebenarnya aku juga nggak mau matiin rejeki orang tapi, anakmu ingin memberikan syok terapi buat seseorang." ungkap Kiran.
Perkataan Kiran membuat Abi geleng-geleng kepala dengan apa yang dilakukan dua wanita yang dia cintai.
.
.
Pagi hari Kiran sibuk menyiapkan sarapan untuk anak dan suaminya.
"Mah, eyang uti sampai sini kapan?" tanya Bia saat menikmati sarapan pagi nya.
"Insyaallah malam,nanti mama jemput kamu.Berangkatnya sama Daddy yah,mama mau packing karena kita akan beberapa hari nginep di rumah Opa." ungkap Kiran pada sang putri.
"Beneran mah,yeeeyyyy..aku kangen sama Opa sama Oma." ujar Bia dengan senyuman bahagia.
"Mereka kan baru pulang pagi ini dari Bali,hari ini Ujian kelulusan dan daddy minta kamu semangat dan harus percaya dengan kemampuan sendiri,kalau sudah belajar pasti akan lebih lancar buat ngerjainnya.Nggak perlu jadi nomer satu,jadilah yang terbaik menurut kemampuan kamu.Oke sayang,"
ucap Abi membelai lembut rambut sang putri.Memberikan semangat dan motivasi tanpa harus menuntut untuk menjadi nomer satu.Abi tak pernah menuntut anaknya jenius tapi, jika sang anak sudah melakukan yang terbaik Abi akan lebih menghargai usaha anak nya itu.
Kiran pun sama,dia tak pernah menuntut dari jaman Bia sekolah dasar sampai sekarang SMP akan ke SMA dia selalu mengatakan berusaha untuk mencapai hasil yang terbaik menurut kemampuan putrinya.Ternyata memang prinsip Abi dan Kiran sama untuk tidak menekan putrinya untuk jadi nomer satu walaupun kenyataannya Bia bisa membuktikan jika dia bisa jadi nomer satu dengan usahanya sendiri.
__ADS_1
Bersambung