
Dua bulan berlalu kini saatnya pernikahan Vian dan Fara dilaksanakan. Akhirnya empat sekawan satu persatu melepas masa lajang mereka.Tinggal Gema yang saat ini sedang meluluhkan hati seorang wanita yang menjadi cinta pertamanya.Asti,dia masih menggantung hubungan mereka.Namun,saat persiapan untuk pernikahan Vian dan Fara mereka sudah sedikit lebih dekat tak seperti kemarin-kemarin yang terlihat Asti begitu anti dengan Gema.
Asti sedikit demi sedikit sudah mau menerima perhatian Gema walaupun perhatian mengenai hal sekecil membukakan pintu mobil,membukakan penutup botol, memeberikan minum .Itu yang di lakukan Gema secara tak sadar Asti terbiasa dengan hal-hal terkecil itu.
Kadang di sela-sela mereka yang menciptakan ke romantisan selalu ada sosok ABG tengil yang selalu membuat mereka tersipu malu.Bia yang bisa membuat mereka sedikit demi sedikit menerima satu sama lain.
Ijab qobul Vian dan Fara berjalan dengan lancar dan terlihat pancaran kebahagiaan dari kedua mempelai.Baby Cyra yang menggemaskan jadi sosok mainan buat Bia ,perut Kiran pun mulai membesar kehamilan kali ini dia tak merasakan ngidam apapun hanya Abi yang terlihat sangat manja padanya.Ada saja tingkahnya apalagi saat ini jadi musuh bebuyutan putrinya yang tak mau jauh dari mama nya.
"Selamat bro,atas pernikahan nya semoga Allah jadikan Rumah tangga kalian sakinah mawadah warahmah..."ucap Abi saat mengucapkan selamat pada sahabatnya.
"Amiin..berpulang padamu Bi,semoga kamu sama Kiran juga anak-anak mu selalu di limpahkan kebahagiaan."ucap Vian dan mereka pun berpelukan erat dan di susul Kiran dan Bia yang memberikan selamat kepada kedua mempelai.
"Selamat Bro,semoga samawa yah.Semoga cepet-cepet dapat momongan biar Cyra nambah temen ,si Abi aja sudah mau nambah lagi,coba kalau mereka dulu nggak kepisah..pastinya anaknya udah berderet.."kelakar Dewa mengomentari keluarga Abi juga.
"Amiin...semoga bro,kita juga nggak mau nunda.Semiga Allah berikan kepercayaan pada kami secepatnya."ucap Vian
Sama seperti Kiran Diana pun ikut mengucapkan selamat untuk Vian dan Fara.Baby Cyra sudah di ambil alih Bia.
"Selamat Bro, akhirnya sold out juga.Semoga Lo selalu bahagia yah.."ucap Gema pada Vian dan memeluk sahabatnya itu dengan erat.
"Thanks bro,Lo juga semoga cepat menyusul.Jangan lama-lama minta kepastian,inget umur Lo makin lama makin bertambah."ujar Vian dan diangguki Gema dan beralih mengucapkan selamat pada Fara istri Vian.
"Semangat Yan,semoga selalu di berikan. kebahagiaan dan jadi Keluarga yang sakinah mawadah warohmah."ucap Asti menyalami Vian.
"Terima kasih As,jangan terlalu lama gantungin sahabat gue.Dia nggak main-main sama kamu.Aku doakan kamu cepat nyusul."ujar Vian
"Masih aja bahas dia,sudahlah..jagain bini Lo baik-baik,sekali lagi selamat ya buat kalian berdua."ucap Asti.
"Kamu juga Ti, taklukkan dia kalau sudah ada di tangan."bisik Fara pada Asti yang memang sudah Fara kenal lewat Kiran.
Asti hanya mengangguk mengiyakan ucapan Fara.
.
__ADS_1
.
.
Sementara Mak Leha di temani Nia mereka ke tempat dimana Rafif di tahan.Hasil sidang yang sudah di jatuhkan hakim adalah hukuman penjara selama 2tahun penjara di potong masa tahanan dan denda uang sebesar Lima Juta rupiah.
Keputusan hukuman lebih ringan dari tuntutan yang diatur dalam UU pasal 374 KUHP yang mana di jelaskan "Penggelapan yang di lakukan oleh orang yang bekerja berupa barang atau upah itu (kurang lebih begitu yaa) dan mendapatkan maksimal mendapatkan pidana penjara selama 5tahun.
.
.
"Assalamualaikum Bu." ucap Rafif saat melihat sang ibu yang melahirkan dirinya duduk di seberang nya.
"Wa'alaikumsalam,gimana keadaan kamu?"tanya Mak Leha pada Rafif.
"Alhamdulillah sehat,ibu sehat kan?"tanya Rafif balik.
"Alhamdulillah.Ini ibu bawa makanan buat kamu nanti bagi-bagi sama yang di dalam yah..."ucap Mak Leha
"Sudahlah Fif,ibu percaya anak ibu sebenarnya baik.Oh iya ..ibu di temani Nia kesini,Nia ini Rafif anak mak."ucap Mak Leha dengan memperkenalkan keduanya
Keduanya pun akhirnya sama-sama berkenalan.
"Mba Nia tolong lihat-lihatin ibu selama saya disini bisa, walaupun saya tahu ada Bia yang selalu nempel sama Ibu,dia kan masih ABG."ucap Rafif pada Nia.
"Jangan panggil mba kali kak,Nia saja kak.Insyaallah jika Nia ada waktu Nia tengikin mak Leha ke rumah kakak."ujar Nia dengan wajah menunduk.
Mak Leha yang melihat interaksi sang putra dengan Nia , sungguh berharap jika suatu hari nanti Rafif sang putra bisa bertemu dengan seorang wanita yang bisa menerima dia apa adanya dan juga dirinya tentunya.Apalagi latar belakang Rafif yang bekas napi.
Untuk Winda juga kadang menyempatkan diri untuk menengok bekas suaminya di dalam penjara. Walaupun mereka sudah berpisah dan Winda pun sudah menyadari kesalahannya selama ini dan Winda pun sudah meminta maaf pada mantan mertuanya. Penyesalan pasti akan datang di akhir namun,setidaknya kita sudah berusaha memperbaiki diri untuk lebih baik lagi.
.
__ADS_1
.
Beberapa bulan kemudian
"Massssss...mas Abi..!!"teriak Kiran di kamar.
Mendengar teriakan sang istri tentunya membuat Abi terkejut,posisi dia pun sedang ada di kamar mandi.
"Iya sayang sebentarrrr...!!" teriak Abi menuntaskan hajatnya di kamar mandi langsung keluar kamarandi melihat istrinya yang sedang duduk di pinggir tempat tidur dengan memegangi perutnya.
"Mas,buruan perutku sakit.."runtuh Kiran terlihat wajah pucat nya.
"Ya Allah yang,kamu mau lahiran.Sebentar aku panggil mama,eh Mak...siapa dong yang.."ucap Abi begitu gugup karena baru pertama kalinya dia mendampingi sang istrilahirkan.
"Buruan mas sakit ..!!" teriak Kiran.
Abi pun langsung dengan sigap menggendong istrinya ke luar kamarnya.
"Mamaaaaaa...!!"teriak Abi saat keluar kamar mereka.
"Abi,ada apa..ini kenapa Kiran,"ucap mama Fitri melihat putranya yang membopong tubuh Kiran dengan menahan sakit.
"Kiran mau lahiran mah,Udiiiiiinnnn..siapin mobil.!! ,"teriak Abi membawa tubuh istrinya keluar.
Terlihat bik Darmi dan mama Fitri serta Bia yang terlihat khawatir dengan Kiran yang terlihat meringis menahan sakit perut nya.
"Tuan,sebentar saya ambil kuncinya."jawab si Udin
"Kamu ati-ati nak,nanti mama sama papa juga Bia nyusul ke Rumah Sakit ,kamu di dampingi bik Darmi dulu yaa.."ucap Beni.
"Iya pah,buruan Din....!!" ucap Abi saat Kiran sudah duduk di samping Bik Darmi dan dia di samping Udin yang menyetir.
Mobil pun meluncur pergi ke arah Rumah Sakit dengan kecepatan tinggi.
__ADS_1
Bersambung