Menikah Muda

Menikah Muda
#Rafif


__ADS_3

Abi meminta salah satu suster untuk mendorong kursi roda Sofyan.Setelah itu di genggam nya tangan istrinya dengan erat.Sudah bukan rahasia lagi Abi adalah pemilik Rumah Sakit itu dan mempunyai istri yang berprofesi sebagai perawat.


"Apa maksud sepupumu itu,pamer kemesraan di depan umum,dasar nggak tahu malu."bisik Bik Endang pada Nia.


Nia hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah ibunya . Karena bagi Nia,Kiran dan Abi sudah berbaik hati menolong keluarganya walaupun mereka sudah tahu jika masa lalu Kiran tak mengenakkan selama dia tinggal di rumah pamannya sendiri.Nia pun bersyukur jika Abi tak memecat dia karena pernah berbuat kasar pada Kiran di masa lalu karena memang semua di kendalikan oleh sang ibu.


"Sudah lah mah,jangan buat onar lagi.Mama harus lebih banyak bersyukur dengan sikap mba Kiran sekarang.Karena kalau bukan mba Kiran yang menjadi sepupu aku,mana mungkin dia akan bersikap baik pada kita setelah apa yang dilakukan mama sama aku di masa lalu.Ingat mah,mereka orang berkuasa saat ini.Jangan buat macem-macem.Harusnya mama minta maaf sama mba Kiran bukan tambah nyinyirin dia."ucap Nia panjang lebar


"Kok kamu jadi belain dia sih,kamu itu anak mama."ujar Bik Endang tak terima.


"Terserah mama mau gimana,jangan salahkan papa kalau nanti papa sudah tidak sanggup lagi untuk bertahan sama mama.Kalau aku akan selalu dengar kata papa .Aku sadar selama kita berbuat baik maka orang lain akan bersikap sama seperti kita.Kalau orang yang selalu jahat,iri ,dengki dan juga banyak punya penyakit hati ternyata hidupnya tidak tenang, seperti mama sekarang .inget mah,mama sudah tua..tobatlah." ucap Nia dengan memandang wajah sang mama dengan sendu .


Bagaimana tidak sedih,melihat perangai mamanya Nia merasa sedih ,malu dan takut.


"Nia ,mba mau tanya sesuatu boleh?"tanya Kiran tiba-tiba menghampiri Nia dan Bik Endang.


"Mau tanya apa mba,soal papa,"


Kiran menarik lengan Nia untuk duduk di bangku tunggu di depan ruang radiologi.


"Nia,kamu kerjanya di bagian pemasaran?" tanya Kiran


"Iya mba,kenapa?" tanya Nia balik.


"Manager pemasaran kamu siapa namanya?" tanya Kiran lagi


Nia memicingkan matanya menatap Kiran heran.


"Jangan heran gitu,mbak cuma nanya.Mba ada hal sama dia ,cuma mba ingin bicara baik-baik dulu sama dia.Mas Abi sedang sibuk buat nyiapin keperluan untuk RPS nanti jadi mba nggak mau bebanin dia."ungkap Kiran pada Nia.

__ADS_1


" Namanya Rafif mba,kenapa yaa?" tanya Nia.


"Rafif,dia kerjanya gimana?" tanya Kiran.


"Yah gitu mba, nggak ada hati banget.Padahal setahu aku bos Abi nggak segitunya menekan karyawan,walaupun maaf menyeramkan bis Abi sangat memperhatikan kesejahteraan para karyawan nya.Tapi, kalau pak Rafif itu serasa yang punya perusahaan padahal kerjanya sekarang nggak bagus-bagus amat.Malah kadang kerjaannya di lempar ke pak Rahmat yang notabene nya wakilnya.Ehhh..kok aku jadi curhat."ucap Nia menutup mulutnya.


"It's Okey,nggak masalah."ucap Kiran lalu mengambil benda pipih di dalam sakunya.


Kiran mencari nama yang dia rasa bisa bantu permasalahan ini untuk saat ini.


"Assalamualaikum Dewa,gue Kiran.Lo di kantor atau out station ?" tanya Kiran saat panggilan nya diangkat.


"Dewa,apa itu pak Dewa HRD ada apa mba Kiran hubungi pak Dewa.Apa karena omongan lancangku tadi.Apa jangan-jangan mba Kiran mau nyuruh pak Dewa pecat aku."batin Nia merasa ketar ketir dengan sikap sepupunya saat ini.


"Wa'alaikumsalam Kiran ,gue di kantor semua kan lagi pergi makanya gue stay di kantor.Ada apa,ada masalah?" tanya Dewa yang mencium bau-bau tak beres.


"Wa,gue minta tolong Lo pantau karyawan bernama Rafif,kinerja dia dan juga sikapnya sama bawahan,gue bukan mau ikut campur dalam perusahaan cuma Lo kumpulin saja apa yang patut buat kasih syok terapi buatnya.Nanti kalau sudah beres Lo kabarin gue,setelah itu gue baru serahin sama Abi.Soalnya masalah ini gue panding lama,keburu Anna muncul bikin kacau semuanya ." ucap Kiran panjang lebar.


"Gue tahu Lo bisa diandelin,ya udah Assalamualaikum ."ucap Kiran menutup panggilan teleponnya.


"Wa'alaikumsalam." ucap Dewa.


Setelah selesai bertindak Kiran memasukkan ponselnya pada sakunya.


"Mba punya masalah sama pak Rafif?" tanya Nia memberanikan diri menanyakan pada Kiran.


"Nggak,cuma istrinya buat ulah sama mertua mba juga anak mba."jawab Kiran melirik Nia sekilas.


"Hah..kok bisa,kalau menurut anak-anaknya memang istrinya itu sombong mba,udah gitu dia itu sangat pencamburu.Sempat temenku di lantai dikira mau rayu pak Rafif.Padahal di itu nggak sengaja ketemu pak Rafif di mall tapi,temen aku nggak tahu kalau pak Rafif sama istrinya.Temenku cuma say hello saja,langsung di buat malu di Mall itu." ungkap Nia dengan mengingat nasib temannya.

__ADS_1


"Hallo Kiran !!" seru seorang pria dengan paras tampan menyapa Kiran.


"Kalian,kok...


" Dia maksa gue kesini,terpaksa harus pergi sama dia.Mobil gue mogok semalam,terus dia bantuin gue."ungkap gadis di samping sang pria .


Kiran menahan tawanya karena melihat sahabatnya itu sepertinya merasa kesal dengan tingkah Gema.Mereka adalah Gema dan Asti yang tiba-tiba datang ke Rumah Sakit.


"Sekarang gue tahu deh,oke Gem..Lo keruangan Anna buat gantiin Vian dan biar sahabat gue ini sama gue disini.Buruan sana,Vian harus bantu Abi di ruangannya kamu di tugasin buat bantu Anna jaga Yuna."ucap Kiran dengan melirik ekspresi sahabatnya dan melihat respon Gema.


"Astaga Kiran kenapa sampe bawa nama Anna,disini kan ada Asti..kenapa harus begini Tuhan.Susah banget balikin Asti kayak dulu di tambah Kiran yang nggak peka."batin Gema geram dengan Kiran yang menurutnya nggak peka.


Sedangkan Asti menatap tajam ke arah Gema .


"Ehh..gue..


"Lo nggak dengar apa yang Kiran bilang,Anna butuh Lo..!!" seru Asti dengan wajah kesal menekankan kata Anna butuh lo.


"I_iya gue ke Vian dulu,titip Asti ya Ra.."ucap Gema.


"Emang Lo kata gue tas main titipin aja ,nggak jebo banget sih...sudah sana hus..hus ...hus..," ucap Asti dengan mengibaskan tangannya tanda mengusir Gema dari hadapan mereka.


Akhirnya Gema pun mau tak mau langsung melangkah menuju ruangan Yuna.


"Udah sih nggak usah khawatir,hati Gema kayaknya masih stay sama Lo...hahaha.." goda Kiran.


"Kuraaannnnn!!" pekik Asti merangkul sahabatnya itu dengan erat.Kiran tahu apa yang dirasakan sahabatnya itu.Namun,masih ada ego yang tinggi membentengi hatinya.


Nia dan Bik Endang yang sedari tadi melihat interaksi Kiran dengan orang-orang yang terlihat bukan sembarang orang tentu bisa di tebak bagaimana kehidupan Kiran saat ini.Jauh berbeda dengan Kiran masa dulu yang selalu kerja keras demi memberikan uang untuk sang bibi.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2