
◻️◻️◻️Happy Reading◻️◻️◻️
Hari itu, Yura memulai kuliahnya dengan cukup baik. Dia bertemu dengan idolanya yang kini menjadi dosen dikampusnya yaitu Kim Taeyung. Dia memang pria yang yang sangat pandai disekolahnya dulu. Tidak heran sekarang pria bertubuh tegap dan memiliki senyum kotak itu bisa jadi dosen disebuah kampus diusianya yang masih muda.
Yura untuk pertama masuk kuliah dan memperhatikan idolanya yang kini sedang bicara didepan dan menerangkan materi kuliah pada semua mahasiswa didalam kelas. Memang dosen yang tampan dan sangat gagah. Setelah jam kuliah selesai semua mahasiswa satu-persatu keluar dari kelaa. Tampak Yura tengah membereskan beberapa buku dan memasukkannya kedalam tas.
"Yura, apa selesai kuliah kau ada waktu?" sapa seseorang dari depannya, sesaat mata Yura yang tadinya fokus merapikan buku sejenak memandang kesumber suara yang ternyata adalah Kim Taehyung.
"Aaah, Taehyung oppa ...emangnya kenapa ya?" tanya Yura yang penasaran.
"Aku ingin mengajakmu pergi nonton, apa kau keberatan?" tanya Taehyung sambil melempar senyum manis diwajahnya. Seketika Yura langsung diam tanpa ekspresi karna perlakuan baik Taehyung padanya.
•
•
•
Taehyung dan Yura masih didalam kelas dan Yura masih berdiri didepan bangku dikelasnya. Taehyung yang terus tersenyum ramah itu membuat Yura sedikit menjaga jarak.
"Maaf oppa, tapi aku tidak bisa ... aku sibuk!" ujar Yura menolak ajakan pergi nonton dengan Taehyung. Mendengar tolakan dari Yura, tampaknya Taehyung masih ingin terus mendekati Yura.
"Baiklah, kalau begitu aku antarkan pulang ya?" tanya Taehyung kembali, yang membuat suasana mendadak canggung. Mereka saling menatap dan canggung.
"Yura, kenapa belum pulang?" sapa seseorang pria yang sangat dikenalinya. Jeon Jungshang yang bolos dari kantor untuk sekedar bertemu dengan Yura.
"Jungshang, kenapa kau ada disini? tanya Yura. Namun, Jungshang sepertinya tidak suka dengan pria yang ada dihadapan Yura kala itu. Jungshang hanya menatap sinis dan mendekati Yura lalu meraih tangan istrinya.
"Ayo kita pulang, aku akan mengantarkanmu!" ujar Jungshang yang saling menatap sinis dengan Taehyung. Sepertinya Taehyung masih belum tahu, kalau Yura sudah menikah. Dan pria yang mengajak Yura pergi adalah suaminya.
•
•
__ADS_1
•
Jungshang menggandeng tangan Yura dengan sangat erat. Dia tampak ingin menunjukan pada beberapa mahasiswa disana kalau Yura adalah miliknya. Mereka terus berjalan sampai masuk kedalam mobil. Tampak Jungshang memiliki sedikit wajah kesal karna kejadian tadi.
"Kau tidak kekantor?" tanya Yura pada Jungshang yang tidak menyadari rasa cemburu berlebihan dari suaminya.
"Aku sengaja bolos, supaya bisa menemuimu. Firasatku buruk bahwa akan ada banyak pria yang tertarik padamu ... ternyata benarkan?" tanya Jungshang yang memanyunkan bibirnya karna kesal.
"Owh, jadi kau cemburu dengan pria tadi? dia itu dulu tetangga disebelah rumahku ... tapi dia pindah dan ke London untuk kuliah, dan ...!" (Terhenti)
"Aku tidak tanya, aku tidak suka kau dekat-dekat dengan pria lain ... kau harus jaga jarak dengan siapapun itu!" ujar Jungshang yang masih kesal karna kejadian tadi.
"Iya baiklah ... aku berjanji padamu!" ujar Yura yang menggenggam erat tangan Jungshang. Selama dimobil Yura terus berusaha menenangkan hati Jungshang yang kesal. Keduanya kemudian menuju kerumah sebab Jungshang ingin memastikan Yura pulang kerumah karna terlalu takut.
•
•
•
"Loh, kenapa pulang?" tanya ibu pada Jungshang.
"Aku hanya ingin menjemput Yura, aku hanya khawatir dia pulang telat saja!" ujar Jungshang dengan wajah sedikit kesal.
"Ckckckc, kau ini ada-ada saja ... memangnya Yura ini masih kecil? dia sudah tau jalan pulang, jadi tidak perlu khawatir!" ujar ibu memberitahu Jungshang yang masih terbawa kesal karna tadi.
"Baiklah aku akan kembali kekantor, kalau kau mau pergi kemana-mana, selalu tanya aku dulu!" ujar Jungshang memberitahu Yura.
"Iya iya, aku tidak akan kemana-mana kok, lagi pula ini sudah dirumah!" ujar Yura yang meyakinkan Jungshang yang sangat khawatir padanya itu. Selepas berbincang-bincang Yura dan ibu masuk kedalam rumah dan Jungshang kembali kekantor untuk melanjutkan perkerjaannya.
•
•
__ADS_1
•
Malam harinya, keluarga Jeon agak sepi. Jungkook dan Jungshang belum kembali dari kantor. Hanya ada ibu Yura dan kedua adik-adiknya. Merasa cukup sepi karna biasanya mereka menikmati makan bersama dengan anggota lengkap.
"Yura, kau harus terbiasa dengan keadaan begini ya, karna mungkin Jungshang akan terus pulang sangat larut!" ujar ibu memberitahu Yura yang merasa merindukan kebersamaan diruang makan.
Selepas makan malam, Yura yang sudah mandi dan sudah sedikit bersolek itu tampak merasa kesepian dikamar. Dia terus berjalan mondar-mandir sambil sesekali merebahkan tubuhnya kekasur. Dia merindukan sosok pria yang selalu menjahilinya. Mungkin hubungan mereka akan berjarak karna waktu. Yura merasakan kehilangan dan kesepian karnanya.
Malam terus berlalu, kini waktu sudah menunjukan pukul 22:45 WKS. Yura yang tidak tahan mengantuk itu kemudian tertidur disofa dengan buku ditangannya. Sepertinya Yura menggunakan buku novel untuk menghilangkan jenuhnya dengan membaca.
•
•
•
Tak lama, ternyata Jungshang juga baru pulang. Dia membuka pintu kamar pelan, karna tahu pasti Yura sudah tertidur. Diapun melihat Yura yang tengah tertidur disofa, sejenak menatap sendu karna dia merindukan wajah cantik Yura yang setiap saat dilihatnya.
Tak lama, setelah melepas sepatu dan meletakkan tas kerjanya. Jungshang kemudian meraih tangan Yura dan menggendongnya pindah kekasur. Hal itu langsung membuat Yura terbangun dari tidurnya dan menatap Jungshang seketika. Jungshang yang menyadarinya hanya tersenyum dan terus membawanya pindah keranjang. Sembari meletakkan tubuh Yura perlahan Jungshang terus melempar senyum pada Yura yang masih terlihat mengantuk.
"Sejak kapan kau pulang, maaf ya ... aku ketiduran!" ujar Yura yang telah berbaring diatas kasur. Sementara Jungshang duduk disampingnya dan membelai rambut Yura perlahan sambil tersenyum.
"Aku yang minta maaf, rasanya aku sangat merindukanmu ...!" ujar Jungshang yang kemudian mencium kening Yura karna sangat merindukannya. Setelahnya Yura langsung duduk dan menatap Jungshang dari jarak sangat dekat. Yura membelai lembuh pipi suaminya itu.
"Aku juga merindukanmu ...!" ujar Yura sambil terus menatap Jungshang dihadapannya. Seketika Jungshang langsung mengecup bibir wanitanya dengan lembut untuk menyalurkan rasa rindunya.
"Ternyata rasanya merindukan seseorang yang dicintai itu begini ya, sangat menyiksa ... maaf aku tidak mengabarimu sejak siang tadi!" ujar Jungshang yang masih senang membelai rambut Yura yang hitam panjang.
"Mandilah sana, aku akan menunggumu!" perintah Yura sambil terus tersenyum memperlihatkan lesung pipinya yang indah.
"Kau tidurlah Yura sayang, ini sudah malam ... aku akan mandi segera dan menyusulmu!" ujar Jungshang memberitahu Yura sambil kembali mengecup bibir Yura yang tipis.
"Aku akan menunggumu ... ayo cepat mandilah!" ujar Yura yang mendorong tubuh Jungshang agar segera beranjak untuk mandi.
__ADS_1
Bersambung....