
Happy Reading...đź“–
****
Pagi itu, keluarga Jeon telah bangun. Satu-persatu penghuni rumah turun kemeja makan. Yuni yang sangat bersemangat dipagi hari itu, tampak bernyanyi-nyanyi kecil sambil mengoles selai buah keatas permukaan roti tawar yang akan dihidangkan untuk keluarga.
"Ibu, aku mau roti dengan selai coklat!" seru Jungseok pada ibunya.
"Iya, duduklah ... ibu akan siapkan untukmu!" seru Yuni sambil tersenyum pada anak ke-2 nya itu.
"Bu, aku mau roti selai anggur!" seru Sanha pada Yuni.
"Iya, baiklah sayang ... duduklah ibu akan siapkan!" seru Yuni yang sangat bersemangat pagi itu.
"Pagi sayang...!" seru Jungkook yang baru turun dan mencium pipi Yuni dengan lembut.
"Pagi juga sayang!" seru Yuni yang menoleh dan mereka berciuman bibir. Pemandangan yang sudah biasa, Dikeluarga yang harmonis itu. Setelahnya Jungkook mencium kening anak-anaknya lalu duduk dimeja makan.
"Sarapan sudah siap, susu coklat hangat juga sudah siap!" ucap Yuni memberi sarapan pada suami dan anak-anaknya.
"Bu, kak Jungshang dan kak Yura belum bangun?" tanya Sahna pada Yuni.
"Sudah habiskan sarapanmu saja, kalian apa tidak tau kalau mereka masih cape?" ujar Yuni sambil melirik Jungkook.
"Anak-anak, cepat habiskan sarapan kalian 10 menit lagi ayah akan antar kalian kesekolah!" seru Jungkook mengalihkan suasana.
Tak lama, keluarga itu melanjutkan aktifitas masing-masing. Sementara Jungshang dan Yura masih tertidur. Sora, ibu dari Yura datang mengantarkan koper pakaian milik Yura. Merekapun berbincang-bincang kecil diruang tamu sambil menunggu kedua pengantin itu bangun dari tidurnya.
__ADS_1
Matahari sudah semakin tinggi, panasnya sampai menembus jendela san menyengat kulit. Jungshang dan Yura perlahan bangun daru tidur mereka sambil membuka mata perlahan karna pandangan masih terlihat buram.
Keduanya masih saling berhadapan dengan jarak yang sangat dekat. Wajah mereka terlihat sangat dekat, hanya berjarak 2cm saja. Jungshang yang tidak sadar menaruh tangan nya di dada Yura. Dan Yura juga tidak menyadari tangannya yang berada dibokong Jungshang.
Jungshang mengulat dan tangannya semakin meraba diareal dada sensitif Yura. Merasa barang berharganya teraba akibat kancing baju yang terlepas. Yura langsung membuka mata dengan sangat lebar karna terkejud. Saat membuka mata Yura terkejud melihat Jungshang yang telanjang dada berada tepat dihadapan matanya dengan tangannya yang memasuki baju kemeja yang dikenakan Yura.
"JUNGSHAAAAAAAAAAAANG!" suara teriakan petir menyambar-nyambar seiring dengan teriakan Yura yang sangat kaget itu. Seketika gendrang telinga Jungshang berdengung mendengar suara teriakan Yura.
PLAAAAAK.....
PLOOOOOK....
PLAAAAAAK....
suara pukulan bertubi-tubi dari Yura kelengan tangan Jungshang yang kekar itu. Seketika Jungshang langsung terbangun dari tidurnya karna kaget mendengar teriakan petir dari bibir Yura.
"Ada apa? pagi-pagi sudah menganiyaya orang!" seru Jungshang yang tidak menyadari kejadian apa yang sudah terjadi. Keduanya pun langsung beranjak dari kasur dan saling menatap sinis.
"Beraninya kau, BERANINYA ...kau sudah menyentuhnya!" seru Yura yang kesal, sambil menyilangkan kedua tangannya didada tanpa sadar bahwa kancing baju kemejanya terlepas hampir semua bagian atas dan terlihat pemandangan dari Bra miliknya.
"Menyentuh apa? kau ini bicara apa?" tanya Jungshang yang sambil melirik pemandangan langka itu.
"Kau merabanya, tanganmu menyentuhnya ... akan ku patahkan tanganmu sekarang!" seru Yura yang kesal itu.
Karena saking bisingnya, Yuni dan Sora yang berada dilantai bawah sampai mendengarkan pertengkaran mereka. Karna rasa penasaran tinggi membuat kedua ibu ini naik keatas untuk memeriksa. Sampai didepan kamar Jungshang dan Yura, masih terdengar pertengkaran mereka yang beradu mulut. Sampai suara ketukan pintu tidak didengar mereka berdua.
Karna khawatir Yuni langsung membuka pintu kamar mereka. Mata para ibu langsung melotot melihat pemandangan dimana Jungshang dan Yura yang membuat para ibu berpikir lain. Melihat para orang tua datang, Yura dan Jungshang yang sedikit terbuka itu kaget.
__ADS_1
"Maaf, ibu sepertinya sudah mengganggu kalian ya ... tidurlah lebih lama lagi, 2 atau 3 jam lagi keluarnya, jangan buru-buru!" seru Yuni menahan tawa, begitu pula dengan Sora yang berpikir lain tentang pemandangan itu. Tak lama, para ibu keluar lagi dan menutup pintu kamar.
"Apa ini, kenapa ibuku ... ini semua gara-gara kau. DASAR CECUNGUK SIALAN...!" ujar Yura yang mengejar-ngejar Jungshang disekitar kamarnya.
"Hey, sudah berhenti ... jadi kau mau mengejarku dengan terus memperlihatkan Bra mu itu?" tanya Jungshang yang membuat Yura menyadari bahwa sedari tadi kancing bajunya terlepas. Namun, Jungshang yang sudah tertangkap oleh Yura itu langsung terjatuh dilantai dimana Yura berada tepat diatas tubuh Jungshang yang besar dan kekar.
Kedua mata mereka beradu, dan saling bertatapan sesaat. Namun, Yura langsung terbangun dan menutupi dadanya dengan baju kemeja yang kebesaran itu.
"Dasar pria mesum, beraninya kau menyentuh harta berhargaku!" seru Yura kesal.
"Aaggghh ... bodoh sekali, kenapa tadi aku tidak memperkosamu saja ya...!" seru Jungshang meledek.
"Kau mau cari mati?" seru Yura dengan wajah sangat marah.
"Kenapa memangnya? badanku jauh lebih besar darimu jadi itu mudah kulakukan!" jawab Jungshang meledek.
"Kau mau cari mati ya...!" ujar Yura yang memukul lengan Jungshang dan menarik tangan Yura seketika.
CHU....
Bibir mereka berciuman secara sengaja oleh Jungshang.
"BRENGSEK KAU, DASAR MESUM...!" seru Yura semakin kesal.
"Hahaha....!" tawa Jungshang yang terus meledek Yura.
"Aku akan membunuh mu sekarang, dasar cecunguk...!" seru Yura mengejar Jungshang dan mereka kembali kejar-kejaran dan saling bertengkar.
__ADS_1
Entah apa yang dilakukan Jungshang. Meskipun dia mengaku kalau mereka musuh, tapi Jungshang sangat gemar menjahili Yura dengan sengaja. Tapi anehnya sekarang dia menjahili Yura dengan cara yang tak wajar. Bukan seperti musuh pada umumnya, tapi terlihat ingin selalu dekat dengan Yura.
Bersambung....