
Tak butuh waktu lama motor yang membawa mang Sapto dan Bia sudah sampai ladang yang di penuhi tanaman sayuran kentang,kol,juga wortel.
"Wahhh...ini sih keren ."gumam Bia saat melihat hamparan sayur mayur di depan matanya.
"Keren kalau bisa mengelola nya ,ini lahan punya Daddy kamu,aki yang membantu mengurusnya."ungkap mang Sapto pada Bia.
Bia mendengar ucapan mang Sapto tentunya hanya bisa angguk-angguk doang,pikirannya belum sampai untuk memikirkan bagaimana mengurus perkebunan milik sang Daddy yang terlihat luas,pastinya tak sembarangan mengurusinya. Banyak juga pegawai yang di ajak kerja oleh mang Sapto. Karena mereka pun bersyukur dengan adanya perkebunan milik Abi mereka bisa mendapat penghasilan.
Abia dengan semangat membantu para petani memanen hasil tanaman yang ada di kebun sang Daddy.
Bia terlihat sangat senang dan bangga dengan sang Daddy dia tak pernah melupakan dimana dia dulu di besarkan walaupun hanya sampai kelas satu SD dia tinggal di desa itu.
Bia berjalan menyusuri ladang dan ternyata tak jauh dari ladang milik Daddy nya ada perkebunan teh yang sangat luas.Banyak para pekerja yang sedang memetik daun teh.
"Hemmm...rasanya aku betah tinggal disini deh,kalau aku tinggal disini mama sama Daddy ngebolehin nggak yahh..."gumam Bia bermonolog dengan dirinya sendiri.
Saat Bia sedang sibuk menikmati keindahan alam yang sangat dia kagumi tiba-tiba tanpa sengaja Bia terpeleset dan tubuhnya tergelincir di tanah yang menurun.
"Aaaaaaaaaa..." jerit Bia terpeleset ke bawah.
Mendengar jeritan seseorang semua terkejut.Mereka pun akhirnya mencari keberadaan suara yang terdengar jelas di telinga mereka.
"Ada apa ini?"tanya seorang pemuda yang terlihat dengan jaket kulit dan juga pakai helm full face.
"Ada yang teriak den,kayaknya ada yang kegelincir."ucap salah satu pekerja kebun teh.
"Ya sudah,kita cari...cepat...!!" intruksi pemuda itu.
"Baik den."ucap mereka dan mulai mengarahkan beberapa orang untuk melakukan pencarian.
Pemuda itu pun ikut mencari keberadaan orang yang kemungkinan terpelosok.
Dia membuka helmnya dan masih menyisakan masker menutupi mulut dan hidungnya.
"Tolong..tolong ....tolong..!!" suara minta tolong terdengar oleh pemuda itu.
Tanpa buang waktu akhirnya dia mencari keberadaan suara itu.
"Haiiii...siapa disana,apa ada orang...!!" teriak pemuda itu dengan menoleh di sekeliling dia berada.
"Tolong,aku di bawah.... Daddy...mama !!!" teriak Bia yang merasakan sakit di sekujur tubuhnya.
Pemuda itu pun akhirnya melihat Bia yang tergeletak sang mengerang kesakitan.
__ADS_1
Dengan cepat meneriaki orang-orang yang ikut mencari.
"Bapak-bapak disini...!!"teriak pemuda itu.
"Heiii..kamu denger saya nggak,saya tolong kamu naik keatas kamu bisa ulurin tangan kamu?!!"teriak pemuda itu pada Bia.
"Daddyyyyy...sakit dad ,"rengek Bia mencoba mengulurkan tangannya.
"Kayaknya dia bukan anak asli sini." batin pemuda itu mendengar rengekan Bia tadi.
"Den,kayaknya dia kekilir den..biar salah satu ke bawah kita tarik dari atas."ucap salah satu warga.
"Baik mang,tolong cari tambang atau apalah itu ,saya yang ke bawah buat nolongin dia."ucap pemuda itu.
"Tapi, emang den Haraz nggak papa..kami takut..
"Nggak papa mang,cepat cari alat untuk menaikkan dia ke atas.
Beberapa orang sibuk mencari tali atau alat bantu untuk mengangkat Bia dari jurang yang lumayan dalam.
.
.
"Aduh gimana ini bah,kalau Bia ilang gimana,kalau Bia kenapa-kenapa gimana.'ucap bik Darmi yang sangat takut kalau cucunya kenapa-kenapa.
"Tenang mak, kita cari dulu pasti nggak jauh dari kebun kita."ucap mang Sapto.
"Bia ...Biaaaa...kamu dimana Biaaaa!!!" teriak Nia memanggil nama ponakannya.
"Mang Sapto mau kemana ini rame-rame?"tanya seorang pemetik daun teh.
"Kami lagi nyari cucu,apa teh Sani lihat gadis cantik yang lewat sini?" tanya mang Sapto.
"Saya nggak lihat mang,tapi...tadi yang jatoh ke jurang sebelah sana.Saya mau kesana tapi..nggak boleh sama bapak-bapak.Itu lagi di tolongin juga sama den Haraz."ujar Sani
"Astaghfirullah bah, jangan-jangan itu Bia..ayok kita lihat bah." ucap bik Darmi yang khawatir dengan keadaan Bia
"Ayok kita lihat dulu semoga bukan Bia yang jatuh..'"ucap Nia dan menggandeng tangan Bik Darmi.
"Iyah ayok,terima kasih teh infonya.."ucap amng Sapto pada Sani dan langsung menyusul istrinya juga Nia untuk melihat siapa yang jatuh ke jurang.
Walaupun jurang di sekeliling perkebunan teh dan perkebunan sayur milik Abi tak terlalu dalam kalau terperosok pun pasti kekilir dan paling ngeri patah tulang.
__ADS_1
Sementara di lokasi Bia jatuh pemuda yang barnama Haraz turun ke bawah untuk menolong Bia naik ke atas.Dengan tubuhnya di belit tali yang kuat Haraz turun kebawah.
"Daddy..mama..apa Bia mau mati,semua rasanya sakit mah ... hiks hiks..."gumam Bia dengan menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya.
"Heiii...heii..kamu nggak papa?"tanya Haraz mendekati Bia.
Bia yang mendengar suara seseorang pun membuka matanya,dia merasa sedikit lega ada yang menolongnya.
"Sakit kak,tolong .."gumam Bia.
"Coba sini tangan kamu"ucap Haraz namun,Bia terlihat susah menggerakkan tangannya.
Haraz melihat tangan Bia dan ternyata kekilir Tanpa aba-aba Haraz menarik tangan Bia dengan kencang.
Krekkkk...
"Aaaaa...'" teriak Bia saat tangannya ditarik begitu saja dan seperti tulang-tulang nya bunyi.
"Gimana?'tanya Haraz tanpa dosa.
"Kamu mau buat tangan aku patah yah,mau nolongin apa mau bikin tanganku patah..?!!" teriak Bia dengan mencebikkan bibirnya
"Coba kamu gerakin,patah nggak?"tanya Haraz dengan menyunggingkan senyum di bibirnya yang tertutup masker.
Melihat ekspresi Bia membuat pemuda itu pun merasa gemas di buatnya.
"Menggemaskan juga nih bocah."batin Haraz
"Eeehhh..kok nggak sakit lagi,kamu pake sihir yah..?'tanya Bia dengan polos.
"Sudahlah,ayok naik di punggung ku,kita harus naik keatas buat obatin luka kamu."ucap Haraz berjongkok membelakangi Bia
Dengan perlahan Bia naik ke punggung Haraz dan tak lama tubuh mereka merasa di tarik.
"Pegangan,jangan sampe di lepas."ucap Haraz dan Bia hanya bisa diam cuma bisa mengangguk.
Tak lama tubuh mereka sampai di atas dan tubuh Bia pun diambil dari punggung Haraz.
"Ya Allah Biaaaaa !!!"teriak Nia saat berhasil menerobos kerumunan para pekerja kebun teh yang ikut mengangkat tubuh Haraz dan Bia.
"Tanteeee...hiks hiks.."Bia pun nangis di pelukan Nia dia merasa sangat takut dan juga pastinya bersalah karena kejadian itu.
Sementara Bik Darmi pun histeris melihat cucunya habis jatuh ke jurang,sedang Haraz pemuda yang menolong Bia sudah pergi entak kemana.Bia pun di bawa ke Rumah Sakit untuk mendapatkan perawatan.
__ADS_1
Bersambung.