Menikah Muda

Menikah Muda
#Berkunjung


__ADS_3

Kiran memeluk pamannya tak kalah sedihnya dengan melihat kondisi pamannya yang kurus dan tak terlihat baik- baik saja.


"Paman,maafin Kiran juga nggak pernah mengijinkan paman.Maafin Kiran paman.."ucap Kiran dengan tidak bisa lagi membendung air matanya yang tiba-tiba meluncur dari matanya.


"Sudahlah jangan kalian buat drama disini,kebiasaan ." sungut Bibi Kiran.


" Kenapa kamu ngomong gitu bu,kamu nggak seneng kalau Kiran dateng kesini,dia juga ponakan kamu juga."ucap Paman Kiran dengan terlihat tak suka ucapan istrinya.


"Ada apa ini..?" tanya seseorang yang baru saja sampai di rumah itu yang tak lain dia Nia anak paman Kiran.


"Nia sini nak,ini Kiran dia kesini."ujar paman Kiran terlihat antusias.


" Kiran,mbak Kiran.. ngapain kamu kesini,mau numpang lagi?" tanya Nia dengan wajah sinis.


" Tadi anak majikannya buat ibu kaget karena dia nabrak ibu waktu di supermarket.Ibu nggak terima karena Kiran nggak becus mengurus anak majikannya itu.Makanya ibu minta kompensasi,tapi..Kiran ngajak ibu buat nengokin bapak kamu.Jadinya mereka kesini."jelas bibi Kiran dengan wajah tak sukanya.


"Astaga.. kenapa kamu selalu nyusahin orang sih mba,nggak dulu nggak sekarang..apa emang kamu nggak bisa sekali saja nggak nyusahin."ucap Nia dengan wajah penuh emosi.


" Bukan begitu Nia,tenang saja..aku nggak mungkin buat ibu kamu cedera atau lainnya.Tadi ibumu pun sudah aku tawari buat periksa di Rumah Sakit kali saja ada otaknya yang yang kegeser atau pun bisa saja dia amnesia."ucap Kiran tak kalah sinis.


" Apa maksudmu Kiran?!" bentak sang bibi.


" Kiran heran,kenapa bibi nggak pernah berubah dari dulu,dari pertama Kiran datang dirumah ini bibi emang nggak suka sama Kiran,seingat aku pun Kiran tinggal disini nggak gratis walau pun hanya kasur lantai yang tipis yang bisa aku dapatkan dari sini,dengan kamar yang dikatakan bukan kamar tapi gudang rongsokan bibi.Aku juga masih ingat terakhir aku kesini , sebelum pergi aku ngasih bibi lumayan besar uang yang aku kasih ke Bibi,apa masih kurang buat biasa selama aku tinggal disini dulu.Sementara Bibi dengan lancang mengusik harta peninggalan bapak sama ibu ku.Bi,lebih baik dari sekarang mulailah bertobat jangan sampai bibi itu di kasih sakit terus mati deh."ucap Kiran panjang lebar dan mengungkapkan perasaannya selama ini dia pendam.


" Kamu kenapa berani sekali tidak tahu sopan santun sama orang tua."ujar Bibi Kiran dengan menatap tajam ponakannya.


" Stop..bisa nggak sih nggak usah hina orang.Anda pun tak lebih dari ponakan anda sendiri,anda jangan pernah berfikir buat ponakan anda tertindas lagi."ujar Bia tanpa membeberkannya siapa Kiran sebenarnya.

__ADS_1


Padahal jika mereka perhatikan penampilan Kiran sang sekarang walaupun terlihat santai dan cenderung sederhana namun baju yang dia pake bukan kaleng-kaleng.Dari atas sampai bawah adalah barang branded semua .Slim bag yang terlihat simple pun seharga motor satu.


Sebenarnya Nia pun sudah melihat penampilan sepupunya itu yang terlihat sangat cantik dan jauh dari kehidupannya dulu yang serba terbatas.Kiran yang terlihat sederhana namun, berkelas.


Nia akhirmya terpaku pada sendal jepit yang Kiran pakai dengan merk G yang Nia tahu seharga hampir 16 juta.Nia melihat alas kaki Kiran dan juga Bia,sepetu kets yang juga bermerk sama dengan Kiran yang Nia tahu seharga sekitar hampir 20jt.


"Sayang,sudah...kenalin ini kakek Salim sayang." ujar Kiran dengan nada lembut menyuruh putrinya menyalami pamannya.


"Hallo kek,aku Bia.."ucap Bia dengan langsung menyalami paman Kiran dan mencium tangan nya dengan takzim.


" Masyaallah cantiknya kamu..,kamu kelas berapa?" tanya Paman Kiran dengan membelai sayang rambut Bia.


" Aku sudah mau SMA,doain aku lulus dengan nilai yang bagus kek." ucap Bia dengan senyuman manisnya.


" Kakek doain semoga lancar dan juga kamu bisa meraih cita-cita kamu."ucap Paman Kiran.


.


.


" Wa'alaikumsalam.." sahut mereka semua.


" Daddy..!!" pekik Bia yang langsung menyambut kedatangan sang Daddy.


Terlihat Abi menyambut sang putri memeluknya dengan sayang.


" Itu majikan Kiran dateng,kamu harus bantu ibu buat minta ganti rugi."bisik bibi Kiran pada Nia.

__ADS_1


" Nia coba bu,kayaknya majikan Kiran bukan orang sembarangan soalnya aku lihat sendal yang di pake Kiran saja itu harganya hampir 16 jutaan ." ucap Nia membuat ibunya terkejut dengan ucapan sang putri.


" Kamu nggak salah,dia kan cuma pembantu masa punya sendal seharga motor ,ngaco kamu."bisik Bibi Kiran yang tak percaya dengan omongan putrinya.


Terlihat Abi dan Bia berdiri di ambang pintu rumah itu dan saat Nia melihat sosok yang sangat di kenalnya dia bengong tak percaya dengan apa yang dia lihat saat ini.


" Dad.." panggil Kiran saat suaminya sudah ada di ambang pintu.


"Ayo dad.." ucap Bia dengan menarik lengan bapaknya.


" Sayanggg..." sapa Abi dengan mengulurkan tangannya pada Kiran dan disambut dengan senyuman manis oleh Kiran dan mencium punggung tangan suaminya dengan takzim.


" Mas,kenalkan ini paman ku Sofyan dan ini bik Endang dan dia Nia sepupuku,semuanya ini suami Kiran."ucap Kiran mengenalkan sosok yang saat ini di sampingnya.


Abi pun lantas menyalami tangan paman Kiran dan menciumnya .


Terlihat bibi Kiran yang syok mendengar pengakuan Kiran dengan memperkenalkan sosok yang tinggi gagah itu adalah suaminya.


"Tu..tuan Abian ..?!" gumam Nia melihat sosok Abi didepan nya.


"Kamu kenal sama mas Abi Ni?" tanya Kiran seolah tak tahu,karena pastinya Nia tahu sosok Abi yang tak lain adalah boss besarnya.


"Di..dia boss ku ,yah..boss tempat aku bekerja."ucap Nia dengan wajah pucat dan terbata.


" Hahh..kamu nggak salah ngenalin orang Nia,Kiran kamu nggak ngada-ngada kan tadi kamu bilang dia suami kamu..kok bisa?!" tanya Bik Endang tak percaya.


" Istri saya nggak bohong,kami sudah menikah enam belas tahun lalu saat kami masih SMA,maaf jika saya tak pernah membawa istri saya menjenguk kalian.Terutama paman,Abi minta maaf karena kami diam-diam MENIKAH tanpa restu paman saat itu.Abi dan Kiran pun mendadak melaksanakan pernikahan itu karena Abi sudah berjanji untuk menjaga dan bertanggung jawab atas Kiran.Karena Abi tahu Kiran yatim piatu makanya Abi langsung menikahinya.Kalaupun Abi saat itu bilang pada kalian sudah pasti kalian akan menyalahkan Kiran dan saya nggak mau itu terjadi,maka Abi minta maaf pada Paman ."ucap Abi panjang lebar dengan bersimpuh di depan paman Kiran.

__ADS_1


Paman Kiran dengan wajah bahagia mendengar ucapan Abi,walaupun sebenarnya sedikit kecewa karena Kiran tak memberi tahukan pernikahannya tapi disisi lain hatinya tenang karena melihat Kiran sudah ada yang menjaganya dengan penuh cinta.


Bersambung.


__ADS_2