
Selamat membaca...🤗
****
Sementara Jungkook membalas pelukan Yuni dengan memeluk nya erat. Hari dimana, keadaan mulai membaik, antara Yuni & Jungkook.
“Apa sudah selesai memeluk nya?”
tanya Yuni ber gurau.
“Sebentar lagi, aku ingin sedkit lama memeluk mu...”
Semenjak hari itu, bahkan hampir tidak ada pertengkaran yang terjadi diantara mereka. Semua ber jalan dengan sangat baik.
Malam hari nya, suasana di keluarga Jeon yang sedang menikmati hidangan makan malam.
“Jungkook, sudah waktu nya kau bantu ayah untuk mengelola kantor, apa kau mau belajar mulai sekarang?”
tanya ayah kepada Jungkook.
“Tapi aku kuliah ayah....”
“Tidak masalah, kau bisa ke kantor setelah pulang kuliah... ayah mu ini sudah tua, jadi butuh bantuan mu untuk mengurus kantor...”
ucap ayah memberi tau.
“Tapi... Jungkook dan Yuni masih butuh waktu untuk sering bersama, apa ini tidak terlalu cepat ya, suami ku....”
Ucap ibu yang menanyai ayah.
“Justru sekarang lebih baik, Jungkook harus belajar bisnis mulai sekarang....”
ucap ayah memberitau.
Mendengar hal itu, Jungkook kemudian menoleh kearah Yuni untuk menanyai pendapat nya. Yuni yang mengetahui hal itu kemudian tersenyum pada Jungkook serta mengangguk memberi tanda bahwa dia mendukung ke inginan ayah.
“Baik lah ayah... aku setuju....”
jawab Jungkook yakin.
Hal yang di takut kan oleh ibu adalah, setelah sibuk mengurus kantor, Jungkook akan memiliki sedikit waktu untuk Yuni. Mengingat hubungan kedua nya baru saja membaik.
Setelah selesai makan malam, Jungkook dan Yuni kembali ke kamar mereka untuk tidur.
Di dalam kamar, kedua nya sudah tidak saling malu dan ragu mengungkap kan perasaan masing-masing. Mereka benar-benar sudah menjadi suami istri sepenuh nya.
Guling pembatas bahkan sudah tidak berguna lagi untuk mereka berdua. Ke adaan yang sekarang jauh lebih baik dari sebelum nya.
“Aneh sekali ya... sekarang kita bisa sedekat ini, mengingat dulu nya kita bahkan tidak bisa akur walau hanya ber papasan....”
ucap Yuni sambil tersenyum di pelukan Jungkook yang memeluk nya hangat, sambil membelai rambut Yuni.
Sambil memandang wajah Yuni dengan tajam, sambil menyentuh pipi Yuni dengan lembut. Jungkook hanya tersenyum sambil terus mem perhatikan wajah istri nya itu.
“Aku mencintai mu....”
ucap Jungkook dengan sangat tenang.
“iya, aku tau....”
jawab Yuni sambil tersenyum.
“Yuni, apa sekarang kau sudah siap jadi ibu?”
tanya Jungkook seketika.
“Aaah.... kenapa kau malah bicara seperti itu sih?”
tanya Yuni yang seketika canggung.
“Bukan kah, kau sudah program hamil. Jadi, ayo kita punya anak sungguhan....”
ucap Jungkook ber semangat.
“Apa an sih, pertanyaan mu menghilang kan moment haru saja... menyebal kan!”
Gumam Yuni yang gerogi.
“Apa kau tidak mau punya anak dari ku?”
tanya Jungkook seketika.
“Bukan begitu, aaah... ini terlalu cepat!”
ucap Yuni yang bingung itu.
“Kenapa? Bagai mana kalau nanti kau hamil sungguhan? Apa mau menolak nya?”
__ADS_1
tanya Jungkook yang terus menggoda Yuni.
Sementara itu, Yuni yang kemudian gerogi itu pun ber balik arah membelakangi Jungkook.
“Aku mau tidur... perjalanan jauh membuat ku lelah”
ucap Yuni yang ke bingungan itu.
Sementara Jungkook terus mendekati Yuni dan memeluk nya dari belakang.
Jungkook yang kemudian menciumi punggung Yuni dan perlahan mendekati pundak nya, serta perlahan mendekati leher Yuni dengan lembut.
Yuni yang gerogi itu semakin gugup karna nya, pipi nya pun memerah dibuat nya.
Hembusan nafas kecil Jungkook terdengar lirih ditelinga Yuni, ketika Jungkook mulai mencium sekitar leher dan telinga nya.
Yuni pun perlahan mengikuti alunan permainan cinta Jungkook yang mesra itu, dan rasa gugup nya perlahan menghilang.
Jungkook benar-benar melakukan nya dengan cinta, karna kedua nya sudah saling jatuh cinta.
Jungkook yang kemudian membalikan tubuh Yuni sesaat memandangi wajah Yuni yang cantik itu. Dan menatap nya dengan sangat dalam.
“Aku benar-benar sudah tergoda oleh mu sekarang”
ucap Jungkook sambil mengecup pipi Yuni sesaat.
Yuni pun tersenyum manis memperlihat kan gigi dan lesung pipi nya, terlihat sangat bahagia.
“Aku mencintai mu....”
ucap Yuni lirih di telinga Jungkook sambil mencium pipi nya.
Sungguh malam untuk mereka berdua, kedua nya benar-benar sedang di mabuk cinta.
Menjalani masa pacaran setelah manikah, sungguh sangat manis.
****
Ke esokan pagi nya, Yuni dan Jungkook pergi kuliah untuk pertama kali setelah libur panjang mereka.
Tak seperti biasa nya, kini mereka selalu ber gandengan tangan dan saling melempar senyum satu sama lain.
Hubungan yang sudah di fase sangat baik bagi kedua nya.
“Yuni....”
Namun wajah Suhyun tampak sedikit murung melihat kedua nya ber gandengan tangan.
“Eeem... hai Yuni, hai Jungkook sudah lama kalian tidak kuliah!”
“Ah... iya, aku dan Jungkook pergi ke pulau Jaeju untuk berlibur selama sepekan!”
jawab Yuni sambil tersenyum, sementara tangan mereka masih ber gandengan tangan.
Hal itu pun mengalih kan pandangan Suhyun yang terus memperhatikan tangan Jungkook dan Yuni.
“Seperti nya, kalian sudah baikan ya? Saudara memang harus begitu!”
tanya Suhyun pada Yuni.
“Aah, iya... memang harus baikan tentu nya!”
seru Yuni sambil tersenyum dan melepas kan gengaman Jungkook, dikarena kan Yuni menyadari raut wajah sedih dari Suhyun.
“Kami bukan saudara, tapi kami suami istri!”
tegas Jungkook yang kembali meng genggam tangan Yuni dengan erat.
“Jadi selama ini, kalian berbohong?” tanya Suhyun bingung.
“Em... iya, maaf ya Suhyun!”
seru Yuni yang merasa bersalah.
“Tega sekali padaku, kau sudah membohongi ku”
ucap Suhyun sedih.
“Kenapa kau jadi menyalah kan Yuni? Kalau kami suami istri memang apa masalah nya? Dan kenapa kau merasa dirugi kan?”
tanya Jungkook dengan wajah kesal.
Yuni yang mendengar nya pun langsung mencubit tangan Jungkook secara reflek.
“Jadi, selama ini... kau membiar kan aku jatuh cinta pada suami mu sendiri? Apa kau gila?”
tegas Suhyun menatap Yuni.
__ADS_1
“Aaah, iya itu... aku minta maaf!”
“Kenapa kau minta maaf? Itu sama sekali tidak penting”
ucap Jungkook menenang kan Yuni.
“Baik lah, kalau begitu aku akan pergi. Seperti sudah mengganggu kalian....”
ucap Suhyun yang kemudian pergi meninggalkan Jungkook dan Yuni.
“ini semua gara-gara kau, lihat lah Suhyun meninggal kan ku sekarang....”
ucap Yuni yang sedih.
“kau sedih karna Suhyun meninggal kan mu? Apa kau tidak sadar, kalau Suhyun tidak benar-benar tulus berteman dengan mu?”
tanya Jungkook pada Yuni.
“apa maksud nya bicara seperti itu? Suhyun satu-satu nya teman ku Di kampus....”
“Dia itu tidak benar-benar mau jadi teman mu, dia hanya me manfaat kan mu untuk bisa mendekati ku. Jadi apa kau mau kalau suami mu ini di goda wanita lain?”
tanya Jungkook pada Yuni.
“kenapa kau bertanya begitu? Bukan nya itu semua ke inginan mu ya, supaya tidak mengakui kalau kita suami istri? Jadi malas rasanya, aku mau pergi....”
ucap Yuni yang kesal meninggal kan Jungkook.
“Yuni... tunggu!”
panggil Jungkook sambil mengejar Yuni.
Dan mereka berdua masuk ke kampus bersama, untuk mengikuti jam kuliah. Setelah selesai, kedua nya kembali ke rumah, sedang kan Jungkook langsung bersiap mengguna kan pakaian yang rapi untuk berangkat ke kantor.
“biar aku bantu memasang kan dasi”
ucap Yuni pada Jungkook. Sambil memperhatikan sesekali wajah Jungkook yang berada dihadapan nya.
“Yuni... aku pasti akan merindu kan mu”
ucap Jungkook seketika.
“sudah selesai, kau bisa berangkat ke kantor sekarang...”
ucap Yuni yang sedikit sedih dan ber balik badan.
“aku tidak akan nakal kok, aku janji....”
ucap Jungkook yang me meluk Yuni.
“iya aku tau... sudah cepat berangkat, semangat”
ucap Yuni memberi semangat pada Jungkook.
“aku tidak akan pergi, sebelum mendapat ciuman dari mu”
ucap Jungkook sambil tersenyum.
“Haaah kau ini benar-benar... baik lah”
ucap Yuni sedikit kesal namun se benar nya senang.
“menunduk lah sedikit, aku tidak cukup tinggi... kau tau itu kan?”
ucap Yuni memberi tau.
Dan kemudian Jungkook yang memiliki postur badan lebih tinggi itu sedikit menunduk. Dan kemudian, Yuni pun mencium pipi Jungkook dengan mesra.
“kenapa hanya mencium pipi? Aku tidak mau!”
“kau harus mencium kedua pipi dan bibi ku, itu adalah ke harusan”
ucap Jungkook memberi tau.
“haaah, baik lah kalau begitu....”
jawab Yuni yang kemudian mencium ke dua pipi Jungkook dan mencium bibir nya dengan lembut.
“baik lah, aku semangat sekarang... aku berangkat dulu ya!”
ucap Jungkook yang kemudian mengusap rambut Yuni, lalu pergi meninggal kan nya.
“padahal dia hanya ingin pergi ke kantor, tapi kenapa aku tidak rela ya? Mungkin karna kami terlalu sering bersama. Aku harus terbiasa mulai sekarang....”
gumam Yuni dalam hati nya.
Sementara itu, Jungkook terus berjalan meninggal kan kamar. Untuk menuju ke kantor milik ayah nya.
__ADS_1
Bersambung....