
Enjoy Reading ...📖
****
Malam itu, kebersamaan keluarga membuat Yura sangat terharu dan bahagia. Dia tidak henti-hentinya tersenyum sepanjang makan malam itu berlangsung. Dia merasa seperti mendapat keluarga yang baru, dimana dia tidak pernah merasakan sebelumnya. Disela-sela senyuman Yura, tampak Jungshang yang selalu memperhatikan Yura dihadapannya. Karna Yura duduk disebelah ayah Jungkook dan ibu Yuni.
"Makanlah yang banyak Yura ...!" ujar ayah Jungkook padanya Yura sambil memberi udang rebus dipiring Yona.
"Terima kasih ayah ...!" ujar Yura sambul tersenyum bahagia. Melihat hal itu, tampak Jungshang yang memperhatikan ekspresi bahagia dari wajah Yura.
"Ayah, kau tidak memberiku udang juga?" tanya Jungshang yang iri pada Yura.
"Udang itu kan ada didepanmu ... Kenapa malah minta ayah!" seru Jungkook yang tak menghiraukan Jungshang dan kembali mengambil beberapa lauk untuk diberikan pada Yura.
"Bu, kau tidak mau memberiku lauk?" tanya Jungshang pada Yuni.
"Hiish, jangan manja-manja kau ini, nanti kalau Yura hamil, maka kau yang harus memanjakannya!" ujar Yuni yang membuat suasana jadi canggung.
"Eeheem, memangnya Yura sudah hamil ya?" tanya nenek pada ibu Yuni.
"Kita tunggu saja kabar baiknya ya bu ...!" ujar Yura yang membuat seluruh keluarga tertawa bahagia. Seketika Yura dan Jungshang mematung sebab tidak paham dengan apa yang baru saja dimaksudkan oleh ibu Yuni.
"Emh, aku ingin meminta Jungshang dan Yura bulan madu setelah pengumuman kelulusan, bagaimana? kalian setuju?" tanya ibu Yuni seketika, membuat Jungshang dan Yuni kaget.
"Bu-bulan ma-madu ...?" jelas Jungshang yang kemudian melirik Yura yang terlihat kaget akan usul dari ibu Yuni.
"Sudah, nanti biar ibu atur jadwal kalian pergi ...!" ujar ibu Yuni yang bersemangat. Sementara Jungshang dan Yuni hanya pura-pura tersenyum dan malah terlihat aneh itu.
•
•
•
Makan malam sudah selesai, penghuni rumah sudah mulai masuk kekamar masing-masing. Dilantai bawah hanya ada beberapa pelayan rumah yang membereskan bekas piring yang kotor.
TAAP
TAAP
TAAP
Langkah kaki Jungshang dan Yura menaiki anak tangga. Mereka berjalan sambil saling melirik. Terasa canggung sepanjang perjalanan sampai didalam kamar.
"Eeeheem ...!" suara batuk buatan Jungshang yang malah terlihat aneh. Sementara Yura hanya melirik sinis.
__ADS_1
"Yura!"
panggil Jungshang.
"Apa?"
jawab Yura yang bernada sewot.
"Tidak apa-apa, hanya mau panggil saja kok!" ujar Jungshang yang kehabisan akal ingin memulai pembicaraan.
"Ckckck ... aneh sekali sih!" ujar Yura yang melirik kesal.
"Eeemh, begini ... tadikan ibu bilang soal hamil, menurutmu bagaimana? tanya Jungshang yang membuat suasana seketika hening.
"Kenapa kau menatapku begitu?" tanya Yura yang merasa canggung sambil terus berjalan dan berbaring dikasurnya. Sementara Jungshang juga menyusul dan tidur disebelahnya.
•
•
•
"Yura ... apa kau tidak mau punya anak?" tanya Jungshang yang langsung membuat Yura bangkit dari baringnya dan duduk menatap Jungshang.
"Apa kau sudah gila? kita ini baru mau lulus SMA, dan kita ini musuh apa kau lupa? sejak kapan ada musuh yang bisa punya anak?" ujar Hyura yang kaget sekaligus panik dibuat Jungshang.
"Tadi kau bilang tidak mau disamakan dengan ayahmu ... kenapa sekarang malah mau mengikuti jejaknya? dasar pria mesum!" ujar Yura yang kesal dibuat Jungshang.
"Begini saja, saat kita melakukan anu ... kita lupakan kalau kita adalah musuh, dan setelah selesai ... kita jadi musuh lagi, bagaimana?" ujar Jungshang yang memberi usul tidak masuk akal.
PLAAAAK...
Seketika pukulan maut Yura mengenai lengan Jungshang.
"Au, kenapa kau memukulku?" tanya Jungshang dengan polosnya. Sambil mengusap-usap lengannya karna kesakitan.
"Kau ini waras atau tidak sih? melakukan anu? setelahnya jadi musuh lagi? kau ini mau melucu ya?" tanya Yura yang kesal dibuat Jungshang.
"Tapi aku ingin ...!" ujar Jungshang yang merayu dengan senyuman aneh diwajahnya.
"Ingin apa? dasar mesum!" ujar Yura yang kemudian memalingkan mukanya.
"Kalau begitu aku akan memaksamu ...!" kekeh Jungshang yang mengajak Yura untuk melakukan sesuatu.
"Kau ini aneh sekali sih, sudah aku mau tidur!" ujar Yura yang sangat gugup mendengar ucapan Jungshang.
__ADS_1
"Tapi kau harus tanggung jawab sekarang ... kau sudah membangunkannya, ayo kita bertempur sebentar saja!" rengek Jungshang yang menepuk-nepuk pundak Yura yang pura-pura tidur.
"Apa kau benar-benar sudah tidur? mana mungkin ada orang tidur secepat itu ...Yura bangun, aku sudah tidak tahan!" ujar Jungshang yang terus membangunkan Yura dengan segala cara. Dari meniup telinganya sampai memberi batuk buatan agar Yura terbangun. Namun, rencananya gagal karna Yura tidak mau bangun dan masih pura-pura tidur.
Hal itu disebabkan karna Yura masih gerogi, malu dan canggung. Apalagi mendengar pernyataan Jungshang yang tidak masuk akal, jika setelah berhubungan status mereka akan kembali jadi musuh. Benar-benar pemikiran Jungshang yang aneh dan ajaib.
•
•
•
Setelah gagal dalam segala cara, Jungshang yang kemudian lelah berhenti mengganggu Yura tidur. Wajah terlihat sangat kesal dibuat Yura.
"Baiklah, aku mungkin tidak bisa melakukannya sekarang ... tapi waktu kita bulan madu, maka aku akan memperkosamu!" ujar Jungshang mengancam Yura. Seketika Yura yang pura-pura tidur itu langsung panik dibuat Jungshang.
"Kau tidak bisa menolakku nanti ...!" ancam Jungshang yang berbisik ditelinga Yura yang ada disebelahnya.
Mendengar hal itu Yura langsung diambang ketar-ketir. Dia masih terlalu gugup untuk melakukan itu, tapi dia juga bingung.
Merekapun tertidur dimalan itu dan bangun dipagi hari, keesokan paginya mereka kembali kesekolah untuk menunggu pengumuman kelulusan. Kelulusan yang dinanti setiap siswa terutama Jungshang dan Yura. Karna kelulusan ini sangat pentinh yang akan menentukan masa depan mereka berdua.
Setelah menunggu disekolah akhirnya mereka menerima laporan kelulusan SMA, yang disambut hangat oleh Jungshang san Yura. Orang tua dari keduanya datang diacara kelulusan dengan membawa bunga. Dihari itu, ibu Yura datang dengan ibu Yuni. Mereka berdua membawa karangan bunga untuk ucapan selamat bagi anak-anak mereka.
"Selamat ya sayang ...!" ujar Sora kepada putrinya Yura.
"Selamay ya sayang ...!" ujar Yuni pada putranya Jungkook.
Tak lama datanglah Jungkook yang membawa dua karangan bunga ditangannya mendekati mereka semua. Dengan pancaran senyum bahagia, Jungkook pun mendekati mereka berdua.
"Aku sekarang punya dua anak, jadi ini untuk Jungshang, dan ini satu lagi untuk Yura ... selamat atas kelulusannya, ayah bangga pada kalian!" ujar Jungkook dengan senyum bahagia. Kedua anaknya Jungshang dan Yura dipeluknya. Keluarga yang sangat harmonis. Tak lupa mereka semua mengambil moment itu untuk diabadikan dalam sebuah foto.
Cekrek ...
Foto keluarga dihari bahagia, Yura yang sangat terharu sampai menitikan air mata karna perlakuan manis Jungkook padanya.
•
•
•
Setelah pengumuman kelulusan, keduanya sudah dijanjikan akan pergi berlibur untuk bulan madu oleh Yuni. Dan Yuni kembali memilih pulau Jaeju sebagai tempat Yura dan Jungshang pergi.
Meskipun Yura merasa cemas. Namun, itu adalah hadiah kelulusan untuk Jungshang dan Yura sebeluk keduanya disibukkan untuk kuliah nantinya.
__ADS_1
Bersambung...