
Kiran dari kemarin dipusingkan dengan tingkah putrinya yang ingin bertemu daddynya karena memang tiga hari kedepan Bia masih libur sekolah dan di tambah weekend nanti.Sehari nggak bertemu bapaknya kayak kebakaran jenggot.
Apalagi Bia sampe bilang takut Daddy nya di rebut cabe-cabean,rengekan Bia membuat Kiran pusing apalagi pagi ini Direktur Rumah Sakit tempat Kiran bekerja akan berkunjung. Tapi,anaknya ngotot ingin bertemu Daddy nya.
"Ayolah mah,kita ketempat Daddy." ajak Bia
"Bia,Daddy kan bilang masih di jalan dari luar kota.ini baru jam enam pagi,dan sebentar lagi mama harus berangkat kerja,karena akan ada kunjungan boss mama."ucap Kiran yang sibuk menyiapkan sarapan untuk dirinya dan sang putri.
"Okelah,aku tunggu daddy di rumah.Aku mau ikut Daddy kerja pokoknya."ucap Bia dengan wajah kesal.
"Tapi, kalau nanti daddy sibuk kamu nggak boleh maksa Bii..kasihan daddy kalau harus nurutin sikap manja kamu itu."ucap Kiran
"Oke baiklah mama nggak perlu khawatir,Daddy akan menjadi Daddy terbaik untuk aku."ucap bocah itu.
" Mama mau siap-siap buat ke rumah sakit kamu sarapan dulu." ucap Kiran memberikan sepiring nasi goreng pada putrinya.
Bia pun mengangguk sambil menunggu sang Daddy dia menyantap sarapan yang di sediakan mamanya.
Tak lama Kiran sudah rapih dengan memakai seragam dinasnya,dia pun mulai sarapannya dengan tenang.Bia pun sama dengan wajah sedikit malas untuk menunggu sang Daddy.
Terdengar suara mobil masuk ke dalam halaman rumah mereka ,Bia dengan wajah berseri menebak pasti itu Daddy nya yang datang.
"Kamu tetap duduk, selesaikan sarapan kamu..biar mama yang lihat."ucap Kiran mencegah putrinya untuk kedepan.
"Tapi mah..
" Nggak ada bantahan Bia."ucap Kiran tegas.
Mau tak mau Bia mengikuti kemauan mamanya.Kiran pun menuju ruang depan,benar saja terlihat Abi dengan wajah lelahnya dia turun dari mobilnya.
Ceklek
Sebelum Abi mengetuk pintu rumah Kiran ,pintu rumah itu sudah terbuka. menampilkan sosok Kiran yang muncul dari dalam rumah,rasa lelah yang mendera hilang sudah dari tubuh Abi setelah melihat wajah cantik Kiran yang membuat lelahnya menguap begitu saja.
" Assalamualaikum." salam Abi saat dia tak jauh dari hadapan Kiran.
"Wa'alaikumsalam..masuk,anak kamu sudah rewel dari semalam ingin ketemu kamu,bahkan ikut ngantor. Tapi, tadi aku bilang kalau kamu sibuk nggak mungkin bawa dia ke kantor..kamu pasti belum sarapan,di meja makan ada nasi goreng kamu makanlah ,sama aku sudah buat Teh Hijau.Aku berangkat soalnya hari ini akan ada kunjungan big boss jadi aku harus bersiap." cerocos Kiran dengan begitu lancar memberi tahukan semuanya.
" Ok ." ucap Abi singkat.
Kiran menatap Abi yang terlihat irit bicara saat ini " Kamu kenapa,sakit?" tanya Kiran dengan nada khawatir.
" Nggak papa,cuma kangen aja sudah lama aku nggak bisa makan masakan kamu juga minum teh buatan kamu, thank's yaa.." ucap Abi dengan memandang wajah Kiran intens.
__ADS_1
Mendapatkan pandangan yang tak biasa dari Abi,Kiran sedikit tak nyaman karena pandangan itu mengingatkan dia kembali saat dimana Kiran terbuai dalam hangatnya dua tubuh saling berbagi keringat.
" I-iya..aku berangkat,jangan nakal ya nak.."ucap Kiran sedikit salah tingkah dengan wajah Abi yang terlihat sangat menampakkan kekaguman nya pada Kiran.
" Siap mam..mama hati-hati." ucap Bia
Bia menyalami tangan mama nya dan Kiran pun mencium kening putrinya.Dia langsung pergi meninggalkan mereka karena dia pun tak sanggup lagi berlama-lama dengan Abi yang terlihat sangat berbeda hari ini.
"Daddy..Miss you..!!" pekik Bia memeluk sang Daddy.
" Sudah sarapan nya,kalau sudah Daddy mau mandi dulu baru sarapan kamu..mandi setelah Daddy yaa..?" ucap Abi
" Iya,tapi..Daddy Bia bosen di rumah.." ucap Bia dengan manja.
" Nanti Bia bisa ikut Daddy,karena hari ini Daddy mau kunjungan dan kita akan buat surprise buat mama..daddy mandi dulu yaa..cup.." ucap Abi dan langsung masuk ke dalam kamar Bia untuk membersihkan diri.
.
.
.
Kiran sampai di Rumah Sakit dan memarkirkan motornya seperti biasa.Terlihat Candra dan juga Krisna juga baru datang.
"Pagi dokter Kris,dakter Candra." sapa Kiran dengan sopan.
"Suster masih jaga di UGD ?" tanya Candra
"Masih dok,saya duluan permisi.." pamit Kiran karena dia tak mau lagi berurusan dengan dua dokter yang membuat anaknya kesal padanya.
Sampai di UGD terlihat teman sejawatnya ada tiga suster lagi yang bertugas di sana ada Ambar, Husein,Kafi dan dua dokter Kansha dan Iin.
"Selamat Pagi.." ucap Kiran saat masuk ke dalam ruang loker di bagian UGD.
" Pagi Kiran.." jawab keenam orang itu
" Kamu ngos-ngosan gitu?" tanya Ambar.
" Hampir saja telat,anakku buat ulah pengen sama bapaknya sampe aku harus menunggu bapaknya dateng." ucap Kiran saat melakukan grooming .
" Emang bapaknya dimana?" tanya Ambar
" Dia habis dari luar kota,anak ku nggak bisa ngerti katanya takut bapaknya kesangkut sama cabe-cabean .." ujar Kiran yang mendapat gelak tawa semua yang ada di ruang ganti.
__ADS_1
" Lucu amat anak kamu,posesif sama bapaknya." ucap Dokter Kansha
" Gitulah dok,serasa anak saya tuh di dunia ini hanya punya bapak ,ibunya aja nggak ada harganya .." ucap Kiran
"Mungkin karena udah lama pisah kan..maklum aja Raa.." ucap Iin yang juga menjadi dokter Umum yang di tempat kan di UGD.
Semua yang ada di UGD memang sudah tahu kalau Kiran sudah punya anak dan sudah terpisah lama dengan suaminya dan kini pun suaminya sudah bertemu dengan putrinya tapi, tidak seperti dulu karena suaminya sudah memiliki tunangan yang di jodohkan oleh keluarga nya .Sedang dokter lain yang tau status Kiran hanya Candra dan Krisna.
Semua orang sudah mengecek segala sesuatu yang biasa akan di cek oleh sang pemilik Rumah Sakit.
.
.
Dalam perjalanan menuju Rumah Sakit ,Abi sibuk mengecek email yang masuk dari perusahaan nya ,Vian yang terlihat fokus dengan jalanan yang sudah ditentukan padati kendaraan bermotor lainnya serta sang putri yang sedang asik memainkan game dengan headset di telinganya dan juga terlihat asik ngemil di jok penumpang bagian belakang.
" Kiran tahu kamu yang akan berkunjung ke Rumah Sakit?" tanya Vian
" Nggak tahu,dia mungkin nggak nyangka kalau aku pemilik Rumah Sakit tempat dia bekerja." ucap Abi dengan santai.
" Masa dia nggak curiga ,nama Rumah Sakit dan juga nama belakang suami saja sama." ucap Vian tak habis pikir dengan teman sekolahnya dulu yang tetap menjadi wanita lugu baginya.
" Nama Mahardika kan banyak Yan..mungkin itu yang ada dalam otaknya,dan mungkin dia pikir aku ini memang boss tapi,nggak sehebat yang orang lain tahu." ucap Abi.
Dia tahu sifat Kiran yang selalu membuat dirinya tak habis pikir.Memang dulu dia pernah cerita soal bidang usahanya yang dia rintis dengan para sahabatnya,hanya sebuah bisnis jual beli mobil dan juga bengkel.Mungkin kini pemikiran Kiran pun masih sama Abi punya bisnis itu dan mungkin hanya sesekali ke Luar kota karena menganggap melihat kantor cabang.
Tepat di depan Lobby Rumah Sakit A'K Mahardika Hospital mobil yang di tumpangi Abi juga Vian dan Bia terparkir.
" Dad,kita ngapain ke Rumah Sakit tempat mama kerja ?" tanya Bia saat sadar jika mobil yang dia tumpangi berhenti dan saat mengedarkan pandangannya dia ingat itu adalah tempat kerja sang mama.
" Daddy mau cek kerjaan disini baby,jadi..kamu harus jadi anak baik kali ini..jangan nyusahin mama juga Daddy,kamu cukup diam dan kalem ,oke?!" ucap Abi dengan wajahnya berubah tegas.
" Apa Daddy memang punya banyak kepribadian Uncle ?" tanya Bia berbisik pada Vian
Sontak Vian memandang Abi yang sedang bersiap akan turun dari mobil.
" Begitulah Daddy kamu,jadi..mari kita ikuti permainan Daddy kamu,Oke.. princess?!" ucap Vian dengan menyodorkan kelingkingnya ke arah Bia.
" Yess Uncle,mari kita ikuti big boss.Aku suka gaya Daddy..!!" ucap Bia dengan wajah yang tak tertebak.
Ketiganya turun dari mobil BMW seri terbaru. Abi menggenggam tangan putrinya dan melangkah masuk ke dalam Rumah Sakit itu dengan penuh wibawa.Sementara putrinya pun menunjukkan wajah datar seperti sang daddy.Vian pun melangkag di belakang bapak dan juga anak gadisnya.
Semua memberikan penghormatan pada Direktur Rumah Sakit A'K Mahardika Hospital.
__ADS_1
Sementara di deretan dokter terlihat Candra dan Krisna yang terkejut dengan kehadiran mereka yang ternyata orang yang mereka kenal dan sementara Kiran tertegun melihat wajah siapa yang sedang melangkah masuk dalam RS dan itu membuat pikirannya mendadak blank dan hanya bisa memandang dua orang yang sangat di kenalnya dengan ekspresi wajah yang tak biasa dia lihat.
Bersambung