Menikah Muda

Menikah Muda
part 19 (season 2)


__ADS_3

◻️◻️◻️Happy Reading◻️◻️◻️


Selepas pertemuannya dengan sang ayah yang harus berakhir menyedihkan Yura dan Jungshang kembali kehotel mereka untuk beristirahat. Jungshang sudah memesan beberapa makanan untuk makan malam. Beberapa makanan berat seperti steak, pasta dan juga wine sudah tersedia dimeja makan diruangan kamar.


Yura sepertinya masih terpukul karna kejadian tadi, dia yang sangat merindukan ayahnya akhirnya bisa bertemu dengannya. Namun, dalam kondisi yang menyedihkan. Kembali Yura mengingat kejadian disaat usianya 5 tahun, dimana ayahnya melakukan kekerasan pada ibunya dan juga meninggalkan mereka bersama wanita lain. Ibu Yura juga pasti akan sedih melihat kondisi ayahnya yang sekarang. Namun, kini mencoba untuk tidak mengingat kejadian pahit dimasa silam.


Melihat Yura yang tengah bersedih Jungshang menghampirinya dan duduk disebelahnya. Jungshang kemudian mendaratkan ciuman dipipi Yura agar membuatnya tidak bengong lagi. Hal itu membuat Yura terkaget dan melirik Jungshang sambil tersenyum.





"Kau tidak apa-apa?" tanya Jungshang dengan wajah khawatir menatap Yura. Kemudian Jungshang tampak meraih tangan Yura dan menggenggamnya sangat erat.


"Aku lapar, ayo makan!" ujar Yura yang ingin mengalihkan rasa sedihnya dan membalas senyum pada Jungshang.


"Memang benar ya, kalau pria tadi itu ayahmu?" tanya Jungshang yang penasaran.


"Iya, dia ayahku ... aku sendiri tidak menyangka bisa bertemu dengannya disini!" ujar Yura yang tersenyum palsu menatap Jungshang. Melihat wajah serius Jungshang, kemudian Yura tampak mengecup bibir tipis Jungshang agar membuatnya tidak khawatir lagi.


"Aku sempat dengar cerita ayahmu dari ibuku, katanya dia sangat gagah dan tampan ... maaf ya sudah mebuatmu jadi sedih!" ujar Jungshang yang kemudian memeluk Yura dengan erat, Yurapun membalas pelukan Jungshang dengan.


"Aku tidak mau mengingat pria itu lagi, lagi pula ibuku juga pasti akan sedih jika tahu aku mengemis-ngemis dengan orang itu!" ujar Yura yang meyakinkan dirinya. Sesaat Jungshang menatap Yura dengan penuh haru.


"Tapi, bagaimana pun juga dia ayahmu, dan tanpa dia ... kau juga tidak akan ada didunia ini. Aku hanya membayangkan apabila aku jadi seorang ayah, maka aku juga tidak mau anakku membenciku!" ujar Jungshang yang penuh kekhawatiran. Melihat wajah Jungshang yang sangat fokus itu membuat Yura tersenyum lebar. Diapun menyentuh kedua pipi Jungshang dan mengecup kembali bibir tipis Jungshang.


"Seorang anak tidak akan membenci ayahnya sampai kapanpun, aku tidak membencinya, hanya saja ... ayahku sendiri yang tidak mau bertemu denganku ... lagipula, jika kita punya anak, dia pasti tidak jauh beda denganmu yang konyol dan jahil!" ujar Yura menggoda Jungshang dengan senyumannya yang cantik memperlihatkan lesung pipinya yang indah.

__ADS_1


"Semoga saja aku punya anak kembar, supaya satunya galak sepertimu ...Satunya lagi imut sepertiku!" ujar Jungshang memuji diri sendiri sambil tersenyum konyol.


"Hiisssh, mulai kambuh penyakit terlalu percaya dirimu ... kalau aku hamil anak kembar, maka aku akan jadi ratu yang harus kau perhatikan setiap waktu!" ujar Yura yang tampak bahagia mendengar keinginan Jungshang dari dirinya.





Semenjak hubungan keduanya yang sudah sangat membaik, Jungshang dan Yura kini tampaknya sudah melupakan permusuhan sejak kecil. Sebenarnya pertengkaran demi pertengkaran sejak kecil adalah bentuk dari perhatian keduanya untuk saling memahami karakter masing-masing. Berbeda dari pasangan yang berpacaran lebih dulu baru menikah. Jungshang dan Yura bahkan sudah lebih tau kekurangan masing-masing dari pertengkaran itu. Kini setelah menikah dan saling jatuh cinta, keduanya baru menemukan kelebihan pasangan yang mempererat cinta keduanya.


"Yura, katakan ... aku ini tampan atau tidak?" tanya Jungshang yang mencoba menggoda Yura.


"Hiiish, malas sekali aku meladeni penyakit percaya dirimu itu ... ayo makan, steaknya sudah dingin!" ujar Yura yang mengalihkan pembicaraan.


"Aku ini tampan kan? iya kan? aku ini mirip maknae boygrup BTS itu kan? iya kan? jujur saja, banyak yang bilang begitu kok, hehhee!" ujar Jungshang yang terus menggoda Yura dengan percaya diri terlalu tinggi.


"Tidak mirip, maknae boygrup BTS jauh lebih tampan, suaranya indah ... kalau saja aku bisa menikah dengannya!" ujar Yura yang memancing emosi Jungshang karna ledekannya.


"Owh begitu, jadi kau lebih menyukai pria lain dari pada aku? sayang sekali, tapi sebentar lagi kau akan hamil anakku!" ujar Jungshang dengan percaya diri dan tersenyum singkat.


"Uwu ... jadi Jungshang musuh bebuyutanku bisa cemburu ya, hahhaa ... imut sekalu wajahmu kalau sedang marah!" ujar Yura yang menggoda Jungshang.


"Awas saja, selesai makan aku akan menghukummu!" ujar Jungshang melirik licik pada Yura.


"Hehhee, jangan begitu donk, kau ini kalau sedang mesum bahaya ... aku jadi takut!" ujar Yura yang agak ketar-ketir mendengar ancaman Jungshang.


__ADS_1




Malam terus berlalu, Yura dan Jungshang menikmati makan malam mereka dengan baik. Selesai makan malam, keduanya melanjutkan tidur. Keduanya yang setengah mabuk karna minum wine itu, tentu melakukan aktifitas malam dengan penuh gairah.


(Skip lah)


Hari-hari terus berlalu, Yura dan Jungshang sangat menikmati bulan madu mereka selama sepekan dipulau Jaeju. Sebenarnya Jungshang masih penasaran dengan ayah Yura. Namun, Yura selalu mengingatkan agar tidak mengingat ayahnya lagi.


Sebelum kepulangan mereka ke Seoul, Jungshang tampak mencari tahu sesuatu keberadaan dan kondisi ayah Yura tanpa sepengetahuannya. Jungshang menyewa mata-mata untuk memantau keberadaan ayahnya.


Sementara kini Yura dan Jungshang sudah kembali ke Seul setelah sepekan kepulau Jaeju untuk berbulan madu. Kedatangan keduanya disambut hangat olah ibu dan adik-adik Jungshang. Sementara nenek, kakek dan paman Sobin sudah kembali kerumah mereka. Dan ayah Jungkook yang belum pulang dari kantor.





"Waah, anak dan menantuku sudah kembali ... wajah kalian sumringah sekali, ibu jadi ikut senang!" ujar ibu yang menghampiri keduanya dan memeluk dengan sangat erat. Sementara Jungshang dan Yura juga membalas pelukan ibu Yuni dan adik-adik mereka karna rindu.


"Waah, jadi ingat masa lalu, dulu setelah bulan madu ... hubungan ibu dan ayah juga semakin membaik, dikarenakan punya banyak waktu intens berdua!" ujar ibu Yuni yang menggenggam tangan Yura dan Jungshang.


"Bu, keinginan ibu untuk punya cucu akan terpenuhi!" ujar Jungshang dengan percaya dirinya, bicara pada ibunya. Hal itu membuat Yura dan ibu terkejud. Yura yang seketika malu itu langsung mendengus dengan tatapan kesal pada Jungshang karna malu pada ibu Yuni.


"Waah, benarkah ... ibu senang mendengarnya, tapi kalian juga harus kuliah ... Yura, kau harus jaga kesehatanmu selama kuliah, apalagi jika sambil hamil ...!" ujar ibu Yuni tersenyum bahagia menatap Yura.


"Hahhaa, iya bu ...!" ujar Yura yang salah tingkah sekaligus malu pada ibu.

__ADS_1


"Jungshang, kau harus ambil kuliah online dan mulai ambil bagian dikantor ayah ...Yura, kau harus jaga dirimu baik-baik ya nak!" ujar ibu Yuni memberitahu anak dan menantu kesayangannya itu. Kini, keluarga ini sangat harmonis, meskipun kadang-kadang Jungshang masih sering membuat Yura kesal dan masih sering memancing emosinya.


Bersambung....


__ADS_2