Menikah Muda

Menikah Muda
part 5 (season 2)


__ADS_3

Happy Reading......📖


****


Hal yang tentu membuat Jungshang dan Yura terkejud dengan keadaan yang tidak mereka duga sama sekali. Tak lama bibi Sora datang ke sekolah tanpa mengetahui kejadian apa yang sudah terjadi. Senyum bahagia tergambar diwajah ibu Yuni, lantaran keinginannya telah tercapai tanpa harus menjodohkan mereka berdua.


Setelah mendapat penjelasan dari guru, mereka semua keluar dengan wajah lesu. Namun, tidak untuk Yuni dan Sora yang senang karna berita bahagia ini.


"Bu, apa yang baru saja ibu katakan? maksudnya apa menikah?" tanya Jungshang pada ibunya.


"Bibi, tolong jangan lakukan ini, bantu aku mengatakan pada guru, bahwa ini tidak benar!" seru Yura yang juga menolak.


"Maaf, itu semua tidak bisa diubah ... itu keputusan mutlak." seru ibu Yuni tersenyum.


"AKU TIDAK MAU MENIKAH!"


seru Jungshang dan Yura secara bersamaan.


"Wah, wah ... kalian berdua memang sangat kompak ya, apakah ini yang dinamakan jodoh? entahlah, tapi kenyataannya sebentar lagi kalian akan menikah, hahhaa...." seru ibu Yuni menggoda Jungshang dan Yura.


"Bu, bantu aku bu, tolong katakan pada bu guru bahwa kami bukan pasangan mesum yang dimaksud!" rayu Yura pada ibunya Sora.


"Maaf, tapi ini memang yang terbaik nak, ibu juga setuju kalau kalian menikah...." seru ibu Sora sambil tersenyum melirik Yuni.


Namun, wajah kesal terlihat begitu jelas pada wajah keduanya. Ibu Yuni san bibi Sora justru menyukai berita tersebut yang mengakibatkan keduanya akan menikah.


"Kalau kalian tidak menikah, maka kalian tidak akan bisa ikut ujian akhir sekolah. Jadi, pilih mana?" tanya ibu Yuni memberitahu. Sementara wajah lesu dan syok tentu saja tergambar jelas diwajah mereka berdua.


•


•


•


Ujian sekolah akan digelar seminggu lagi, sebab itulah Yuni dan Sora sudah berkerja sama untuk mempersiapkan pernikahan ini. Disambut antusias oleh keduanya. Sebab sejak Jungshang dan Yura masih kecil, kedua sahabat ini juga ingin menjadikan anak mereka berjodoh.


Sementara Jungshang dan Yura harus menerima kenyataan pahit yang sama sekalu tidak mereka sangka. Pernikahan yang benar-benar tidak ingin mereka lakukan, tapi karna terpaksa.


Hari-hari terus berlalu, Yuni dan Sora yang antusias itu sudah mempersiapkan, undangan pernikahan, memesan gedung penikahan, dan lainnya. Sementara Jungshang dan Yura pun kini sudah mempersiapkan baju pengantin.

__ADS_1


"Aku mau, gaun termahal disini!" seru Yuni kepada pelayan di sebuah distro milik keluarga Jeon.


"Ini nyonya, ini gaun terbaik dan termahal disini." seru pegawai tersebut memberikan sebuah gaun putih panjang yang sangat indah dan mewah.


"Waah, ini bagus sekali...." seru Sora sambil tersenyum menatap Yuni sahabatnya. Sementara Yura hanya diam tanpa kata.


"Mari, saya antar untuk mencoba gaunnya!" seru pelayan tersebut. Dengan wajah lesu, Yura pergi keruang ganti untuk mencoba baju pengantinnya.


"Dimana Jungshang? apa dia tidak datang?" tanya Sora yang penasaran.


"Dia harus datang, ini kan pengantinnya!" seru Yuni yakin.


•


•


•


Tak lama, Jungshang datang dengan mengendarai motor miliknya. Remaja tampan itu kemudian mendekati para ibu dengan wajah lesu.


"Aaggh, Jungshang ku sayang sudah datang!" sambut ibu Yuni yang tersenyum dan menarik tangan Jungshang untuk mendekat.


"Untuk apa? tentu untuk melihat calon pengantinmu!" seru Yuni sambil tersenyum. Tak lama, tirai ruang ganti Yura dibuka. Kemudian Yura dengan sangat anggun nya keluar dari ruang ganti dengan gaun pengantinnya. Seketika semua orang terkagum dan terpesona melihat Yura yang begitu anggun dan sangat cocok dengan gaun pengantin tersebut.


Sama halnya dengan Jungshang, yang hanya terdiam terpesona dengan Yura. Namun, rasa kagumnya hanya bertahan sesaat setelah menyadari lirikan kesal dari Yura yang menandakan bahwa mereka adalah musuh.


"Bagaimana Jungshang? apakah bajunya cocok?" tanya ibu Yuni pada putranya.


"Tidak cocok, baju itu mahal. Sayang sekali jika dipakai olehnya!" seru Jungshang yang langsung membuat raut kesal diwajah Yura.


"Bagaimana bisa kau bilang begitu pada calon pengantinmu?" ujar Yuni kesal.


"(Kalau tidak karna dihadapan ibuku, sudah ku hajar dia)" gumam Yura dalam hati.


"(Apaan sih, kenapa tadi aku sempat memikirkan kalau dia cantik)" gumam Jungshang dalam hati. Keduanya pun saling menatap sinis.


"Lalu mana jas untuk putraku?" tanya Yuni pada pelayan distro tersebut. Kemudian pelayan tersebut pergi mengambil jas mewah dan mahal disana.


"Ini, silahkan dicoba!" seru pelayan tersebut.

__ADS_1


"Tidak mau, cukup lihat ukurannya saja!" seru Jungshang yang sebenarnya malu jika dilihat oleh Yura.


"Baiklah, mungkin karna dia laki-laki jadi malu, hahhaha ... Ya sudah kami pesan itu saja dan tolong besok antar kerumahku ya, karna lusa adalah hari pernikahan!" seru Yuni yang antisias.


•


•


•


Setelahnya mereka semua pergi kerumah keluarga Jeon untuk beristirahat. Rumah besar Jeon yang sangat mewah. Beberapa pelayan menyambut kedatangan mereka semua dengan tertib. Pelayan-pelayan yang sangat ramah.


"Selamat malam!" seru para pelayan menyapa semua yang baru hadir.


"Yura, jadi nanti setelah menikah kau akan tinggal disini bersama kami!" seru Yuni memberitahu.


"Lalu ibuku bagaimana?" tanya Yura yang bingung dan sedih itu.


"Putriku sayang, ibu akan sering datang kesini untuk bertemu denganmu ... ibu sangat percaya kalau keluarga ini akan menjagamu!" seru Sora yang meyakinkan itu. Tak lama kedua anak Yuni yakni Jungseok dan Sanha datang dan mereka berkumpul bersama.


"Karna waktunya sangat mepet, aku sampai tidak sempat merenovasi kamar Jungshang, maaf ya!" seru Yuni sedih.


"Aagghh, tidak apa-apa. Yura ku sangat suka bersih-bersih kok, dia akan membuat kamar Junghang jadi lebih rapi...!" seru Sora memberitahu.


"Jadi kak Jungshang akan menikah ya bu?" tanya Jungseok penasaran.


"Iya benar, kalian akan punya kakak ipar." jawab ibu Yuni sambil tersenyum.


"Padahal aku ingin punya adik perempuan, tapi mungkin aku akan dapat keponakan perempuan!" seru Sanha putri bungsu dikeluarga Jeon.


"Hahahhaa ... tantu saja, mereka akan punya anak nanti!" seru ibu Yuni yang tertawa senang disambung semua penghuni rumah kecuali Jungshang dan Yura.


(Tidak akan pernah) gumam Yura dalam hati.


(Itu tidak akan terjadi) gumam Jungshang dalam hati.


Pernikahan ini disambut gembira dengan semua orang tapi tidak untuk calon mempelai. Hari-hari menuju hari-H, disambut antusias oleh semua orang. Seluruh persiapan pernikahan sudah matang dipersiapkan. Tinggal menunggu hari itu tiba.


Wajah lesu, dan sedih menjelang hari pernikahan tentu mambuat Jungshang dan Yura masih tidak menyangka bahwa keduanya akan menikah, padahal sejatinya mereka adalah musuh.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2