Menikah Muda

Menikah Muda
#Berubah Jadi Singa


__ADS_3

" Abian..!!" seru seseorang yang terlihat tersenyum melihat Abian yang terkejut melihatnya.


"Daddy.." seru Bia dengan menatap wajah sang daddy.


"It's Okey princess.." ucap Abi dengan tersenyum lembut pada putrinya dan merangkul putrinya.


Sepertinya Bia cukup khawatir dengan pertemuan mereka dengan Aura, yah..orang yang memanggil Abi adalah Aura yang baru saja keluar dari sebuah salon kecantikan.


"Owhh..jadi ini mantan istrimu,wahhh.. kebetulan sekali kita ketemu disini.kenalkan aku Aura calon istrinya Abi." ucap Aura dengan wajah pongah nya.


"Jadi kamu perempuan yang berani berlaku kasar pada anakku,pengecut sekali kamu..kalau kamu mau lawan yang sepadan kamu bisa berhadapan dengan ku,anakku masih kecil kenapa kamu tega banget berbuat kasar sama dia,anakku nggak pernah punya masalah sama kamu.Perlu saya jelaskan kalau kamu adalah orang yang nggak pernah dianggap oleh Abi,apa pernah Abi merespon kamu,apa pernah Abi ngajak makan malam atau sekedar healing di akhir pekan,nggak kan..jadi tahu kan..seberapa pentingnya kamu buat Abi,kamu itu nggak penting buat suamiku." ucap Kiran dengan panjang lebar dan dengan ucapan yang terasa menusuk di relung hati Aura.


" Kamu..!!" bentak Aura dan melayangkan tangannya ingin menampar Kiran.


Namun sayang,dengan cepat Kiran dengan mudah menahan tangan Aura begitu mudah dan memitingnya,tentu seketika Aura teriak kesakitan.


Kreakkk..💨


"Aaaagghhh...!!" lepasin sakitttt..!!!" teriak Aura saat tangannya merasakan sakit akibat Kiran memiting tangannya.


" Jangan sekali-kali tangan kamu yang terlihat berharga ini ku pata*kan dengan mudah." ancam Kiran lalu melepaskan piringannya dengan sedikit mendorong tubuh Aura menjauh dari tubuh nya.


"Auuussstttttt...!!" ringis Aura saat terjelembab di lantai Mall yang sedang ramai pengunjung.


Sementara Abi dan Bia melongo melihat aksi Kiran yang terlihat bar-bar itu.Mereka tak percaya jika Kiran yang mereka kenal hanya pedas dalam bicara ternyata dia juga bisa berubah jadi singa betina yang siap menerkam mangsanya jika miliknya di ganggu.


"Pergi dari sini,atau akan aku akan. benar-bener Pat*hkan tanganmu ."gertak Kiran.


Dengan tertatih karena kaki Aura juga seperti nya terkilir dengan cepat meninggalkan tempat itu.


"Kalian berdua kenapa,hallo..heii..!!" seru Kiran mengibaskan kedua tangannya di depan wajah suami dan anaknya untuk menyadarkan mereka dari rasa syok mereka.


Plak

__ADS_1


Plak..


"Auushhhttt.." ringis Abi dan Bia.


"Sakit yang...."ucap Abi pura-pura kesakitan saat lengannya di pukul Kiran


"Tau nih mama,kenapa jadi bar-bar seperti itu sih mah.." cibir Bia.


" Lagian kalian kenapa,malah bengong kayak sapi ompong..ayok,mama laper..!!" seru Kiran melangkah meninggalkan anak dan suaminya yang masih diam mematung.


Sementara tadi sempat banyak pengunjung mall yang terlihat sempat melihat aksi Kiran pun akhirnya mereka melanjutkan keperluan mereka.


"Mah,tunggu..!!" seru Bia dan menggandeng tangan daddy nya.


Kiran tetap melangkah tak berhenti walau dia dengar anaknya memanggil dirinya.


" Mama kamu kenapa Bi,tapi..Daddy suka mama kamu yang bar-bar begitu ." ucap Abi melangkah mengekor di belakang istrinya dengan sang putri.


" Iya sih,mama kelihatan keren." ungkap Bia.


Ketiga orang itu pun duduk di meja yang terletak sedikit pojok karena di sana Kiran memutuskan untuk tidak duduk di private room.Kiran ingin melihat suaminya,dia penasaran gimana respon suaminya saat dirinya duduk di depan umum dan juga duduk dengan keluarga kecilnya,apa dia masih memikirkan privasi ataupun dia akan bersikap biasa saja.


"Mbak.." panggil Kiran pada seorang pelayan.


Seorang pelayan mendekat ke arah mereka dan menyapa dengan ramah,memberikan trailer menu pada ketiganya.


Mereka bertiga menyebutkan beberapa pesanan mereka,dan mata pelayan itu seperti mencuri pandang pada Abi yang memang selalu terlihat tampan walaupun hanya memakai kaos putih dan celana jeans juga sepatu kets warna putih.


"Tadi perempuan itu masih tunangan kamu?" tanya Kiran tiba-tiba.


Abi melihat kearah Bia yang sedang memainkan game yang ada di ponselnya.Dengan cepat Abi memasang headset ke telinga putrinya,Bia menatap sang Daddy dan Abi pun memberikan isyarat untuk diam karena dia akan bicara dengan mamanya.Bia tahu jika dua orang tuanya pasti akan y pembahasan sesuatu akhirnya Bia berusaha cuek dan mengeraskan volume musik Yanga ada di ponselnya.


"Dia bukan tunanaganku,aku sudah punya rencana untuk lusa aku akan mengadakan konferensi pers di A'K Group.

__ADS_1


"Soal?" tanya Kiran


" Soal pertunangan aku dengan Aura,yang sudah berakhir sebelum aku kembali ke Indonesia." ungkap Abi.


" Kamu yakin,lalu kalau Oma marah gimana ?" tanya Kiran


" Nggak papa,aku nggak peduli yang jelas dan yang penting ada kamu sama Bia samping aku sayang,kalian kekuatan ku kali ini." ungkap Abi dengan menggenggam tangan istrinya


Tak lama pesanan mereka sudah tiba dan dengan cepat mereka pun mengeksekusi hidangan untuk makan malam mereka kali ini.


Ketiganya menikmati makan malam mereka dengan saling berbagi cerita,Abi dan Kiran yang saat ini dengan setia mendengarkan cerita putrinya mengenai cowok ganteng yang dibilang nya saat ini sudah menjadi pacarnya.Namanya Junior,dan biasa di panggil Jun oleh Abi, walaupun Bia tak suka jika daddy nya memanggil Juno dengan sapaan Jun tapi,di hati Bia bahagia melihat Daddy nya selalu mendengarkan apa yang dia ceritakan dan memberikan nasehat memposisikan sebagai layaknya teman,kakak,sahabat dan juga seorang ayah.Walaupun mamanya masih tak setuju dengan Bia yang di bilang pacaran tapi,tetap tidak bisa tutup mata untuk selalu mengingatkan putrinya supaya hati-hati dalam pergaulan.


"Kamu kapan ujian kelulusan sayang?" tanya Kiran


"Bulan depan mam."jawab. Bia dengan memasukkan makanan ke dalam mulutnya


"Belajar yang benar,jangan suka kelayapan nggak benar." ucap Kiran


" Iya mam.." ucap Bia.


"Sudahlah sayang,anak kita kan memang harus pintar bersosialisasi dan kita sebagai orang tua hanya bisa memantaunya dari jauh.Aku yakin Bia bisa bedain mana yang tulus mau berteman dengan dirinya atau pun sebaliknya." terang Abi menenangkan hati sang istri.


"Mama tolong kasih Bia kesempatan untuk melakukan apa yang teman-temannya Bia lakukan,Bia janji nggak akan melakukan hal yang bisa merugikan kita sendiri."ucap Bia dengan wajah yang terlihat sedih dengan sikap sang ibu yang selalu posesif padanya.


.


.


Dari arah pintu masuk restaurant terlihat gerombolan anak ABG yang masuk ke dalam restaurant dan mengarah ke meja dekat dengan meja Keluarga kecil Abi.


"Bia...?!!" tegur salah satu anak laki-laki saat dia berdiri dekat di meja Bia berada.


Bia yang mendengar namanya di panggil pun. mendongak dan mengarahkan wajahya ke sumber suara.Betapa terkejut nya Bia melihat siapa yang menegurnya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2