
Jam sebelas malam Abi baru saja menginjakkan kakinya di dalam apartement nya.
"Baru pulang mas?"tanya Kiran dengan sedikit mengagetkan Abi.
"Astaghfirullah sayang,kamu kenapa tidur di sofa?"ucap Abi sedikit terperanjat melihat istrinya yang tidur di sofa.
"Aku nungguin kamu,sudah makan malam?"tanya Kiran dengan nada yang lembut.
"Su_sudah,kamu?"tanya Abi balik.
"Sudah,tadi aku nggak masak cuma order gofood aja.Kamu butuh sesuatu kah?"tanya Kiran
" Nggak,aku bebersih dulu.Tidur di kamar yaa.."ucap Abi menggandeng tangan istrinya masuk ke dalam kamar mereka.
Kiran yang merasakan sesuatu yang berbeda pada suaminya pun hanya bisa mengangguk.
Semenjak Abi masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Tak butuh waktu lama Abi keluar dari kamar mandi dan melihat Kiran masih duduk di sofa kamar mereka.
"Kok belum tidur yang?"tanya Abi dengan mendekati istrinya dan duduk di samping Kiran.
"Aku buatin coklat panas,minumlah."ucap Kiran menyerahkan cangkir yang ada di tangannya dengan wajah yang terlihat datar.
Abi langsung mengambil cangkir itu dari Kiran dan menyesap coklat panas buatan istrinya itu.
"Mas,apa ada sesuatu maksad aku apa ada satu masalah yang ingin kamu bagi sama aku?"tanya Kiran menatap lekat wajah Abi.
Melihat ekspresi istrinya membuat Abi sedikit salah tingkah namun,sebisa mungkin Abi sembunyikan dengan membalas senyuman manis pada Kiran dan membelai lembut wajah Kiran.
"Nggak ada,semua baik-baik saja.Jangan khawatir."ucap Abi.
"Soal mama sama Bia yang mengganti ponsel seorang wanita di Mall hari itu,ternyata suaminya bekerja di Mahardika Group." ujar Kiran membahas tentang Bia yang mengganti ponsel yang tak sengaja mama Fitri rusak.
"Oh yaa..kamu kata siapa?"tanya Abi
"Bia tadi yang ngomong,terus dia suruh aku nanya kamu soal suami perempuan itu,katanya jabatan suaminya itu manager pemasaran di kantor kamu."ungkap Kiran memandang wajah suaminya yang terlihat tak fokus dengan pembahasan yang mereka bicarakan.
Terlihat Abi tak merespon apa yang di bicarakan Kiran itu membuat Kiran semakin penasaran dengan apa yang terjadi pada suaminya.
"Mas,heii...mas Abi..!!" sentak Kiran.
__ADS_1
"Iya Naa..eh,Raa..a_ada apa?"tanya Abi dengan sedikit tergagap karena dia tahu bahwa melakukan kesalahan dan dia berdoa semoga istrinya tak menyadari itu.
"Mas,kamu kenapa..sudahlah kita istirahat.Kayaknya kamu juga sudah lelah."ujar Kiran.
"Iya emang aku lelah hari ini." jawab Abi dan dia pun segera beranjak dari duduknya dan naik ke tempat tidur.
"Naa...siapa dia,apa ini ada hubungannya dengan yang kamu pikirkan,ada apa kamu..jangan sampai dugaan aku benar,jika benar..kamu akan tahu soal siapa aku sejauh yang tak pernah kamu tahu mas." batin Kiran menatap suaminya yang sudah membaringkan tubuhnya memunggunginya.
Kiran mulai memejamkan matanya, mencoba untuk terlelap.Benar saja tak butuh waktu lama Kiran pun tertidur karena mungkin rasa lelah yang dia rasakan hari ini.Abi membalikkan tubuhnya menghadap Kiran dengan pandangan sayu dia menatap wajah istrinya yang terlihat adem dan lembut.
"Maafkan aku,belum saatnya kamu tahu akan kesakitan ku yang lain sayang..tapi,percayalah aku sangat mencintaimu sampai aku menutup mataku ,Love you sayang..."gumam Abi mengecup kening istrinya dan merengkuh tubuh Kiran dan membenamkan nya di dada bidangnya.
Nyaman , itulah yang membuat Abi kini dengan cepat tertidur pulas menyusul mimpi bersama Kiran.
.
.
Pagi hari seperti biasa Kiran di sibukkan dengan menyiapkan keperluan anak dan suaminya.
"Dad,mama, semalam Oma telpon nanti siang mau jemput aku terus ke rumah Oma,apa boleh?"tanya Bia di sela-sela sarapan mereka.
"Kalau Daddy boleh saja,mungkin Oma kesepian juga.Tau kalau mama,apa mama setuju ," ucap Abi melempar pandangannya pada sosok perempuan tercantiknya.
"Oke mom, thanks you mom,dad..." ucap Bia dengan perasaan senangnya.
Setelah sarapan Bia , langsung pamit pada kedua orang tuanya untuk berangkat sekolah.
"Sayang,hari ini aku nggak ke Rumah Sakit..aku ke kantor dulu ada meeting penting hari ini." ucap Abi membenahi tampilannya.
"Oke,nanti aku naik Ojol saja kalau gitu.Kamu bisa jemput aku kan.Setelah pulang kita ke rumah mama."ucap Kiran.
" Kayaknya nggak bisa sayang,hari ini aku lembur..nggak papa kan,kamu langsung balik ke rumah mama nanti aku nyusul kesana."ucap Abi dengan menangkupkan kedua pipi Kiran dan menciumi wajah istrinya.
"Okelah,kamu hati-hati jaga hati."ucap Kiran.
Abi terdiam sejenak dan menatap wajah istrinya dan dengan cepat mengangguk sambil terus kaku pada istrinya.
.
.
__ADS_1
Kiran hari ini sangat disibukkan dengan tugasnya karena memang mendadak ada pasien korban kecelakaan yang melibatkan banyak korban.Palagi tugasnya di ruang UGD itu bahkan menyita waktu makan siangnya kali ini.
Disisi lain Abi yang sedang ada di sebuah ruangan terlihat terdiam memandang interaksi antara dua orang yang berbeda usia di depannya.
"Mami,aku ingin pulang."rengek gadis kecil berumur sepuluh tahun.
"Iya sayang,Yuna pasti akan pulang.Tapi,kita harus ijin sama dokter.Kalau Om dokter bilang boleh pulang pasti kita akan pulang kok."ujar ibu gadis kecil itu.
"Papa aku nggak mau disini terus,bilang sama dokter Yuna mau pulang." ujar gadis itu pada sosok laki laki yang tak lain adalah Abian.
"Iya nanti Papa Abin bilang sama dokter biar Yuna boleh pulang.Tapi, sekarang Yuna harus nurut sama mami juga dokter." ucap Abi pada gadis kecil itu.
"Iya pah,terima kasih sudah mau jadi papa aku."ujar gadis kecil itu dengan cepat pucatnya.
Abi hanya bisa mengangguk dan tersenyum tipis pada Yuna.
"Sekarang kita bobo yaa..habis minum obat kita bobo biar cepet sembuh."ucap mama gadis itu yang tak lain adalah Anna.
Gadis kecil itu pun akhirnya menuruti perintah sang ibu dan tak lama gadis itu pun memejamkan mata dan tertidur.
"Bin,terima kasih atas bantuan kamu.Aku nggak tahu harus balas kamu dengan apa.Kamu memang orang baik,benar kata Gama kamu selalu peduli dengan orang lain.Aku nggak bisa membalas dengan apapun kecuali dengan kata terima kasih."ucap Anna dengan wajah yang terlihat tirus dan juga dandanan seadanya.
"Sudahlah jangan di pikirkan,kamu itu teman dan sahabat aku dari dulu.Nggak ada salahnya orang membantu kan,kamu sudah makan..atau mau perlu sesuatu keluar lah,biar aku jaga Yuna sebelum aku kembali ke kantor."ucap Abi
"Baiklah tunggu sebentar,aku ke kantin sebentar sekalian aku beli makan siang buat kita.Biar kamu nggak perlu beli lagi nanti."ucap Anna.
"Nggak usah Na,kamu saja..kalau aku gampang kok,susah sana ke kantin biar aku jaga Yuna."ujar Abi
Akhirnya Anna pun keluar dari ruang rawat dan langsung menuju kantin Rumah sakit.
.
.
"Kiran,mau kemana?"tanya Nurul yang terlihat melangkah menuju kantin seperti arah Kiran.
" Mau ke kantin,mau makan laper.."jawab Kiran.
" Kamu baru mau makan ,kirain kamu makan siang sama suami kamu.Soalnya tadi kayak aku lihat Bos masuk ke Rumah Sakit saat aku cek data para korban kecelakaan tadi."ungkap Nurul.
" Kamu salah lihat kali,mana ada suamiku kesini.Lagian tadi barusan suamiku chatt kalau ada perlu di luar."ujar Kiran dengan memperlihatkan ponselnya pada Nurul.
__ADS_1
Dalam hati Kiran ada tanya,kenapa Nurul bilang lihat Abi di Rumah Sakit sini.Aneh. ..
Bersambung.