
Perubahan suaminya membuat Kiran tak tenang dan ingin membagikan keresahannya pada Asti sahabat nya.
Saat pulang kerja,Kiran langsung ke rumah Asti.
" Ada apa Lo muka lecek kayak baju belom di setrika,berantem sama Abi?" tanya Asti pada sahabatnya yang terlihat kusut saat pertama masuk ke dalam rumahnya.
" Pusing gue sama tuh laki, maunya apa coba..katanya mau punya anak lagi, tapi..gue dianggurin." ucap Kiran.
" Hahahaha...dasar emang kadal laki Lo,apa yang dia lakukan sama Lo sampe Lo galau gini," ucap Asti dengan memberikan secangkir teh hangat untuk Kiran.
" Tau nggak sih,dari kita makan siang sama-sama itu,sikapnya dingin sama gue dan selalu saja melamun.Kalau gue tanya dia jawab nggak ada apa-apa, nyebelin kan," ungkap Kiran
" Lo mau gue bantu apa ?" tanya Asti menatap wajah sahabatnya.
" Bisa temenin gue ke tempat Vian atau Dewa nggak?" tanya Kiran dengan sedikit ragu.
" Kapan?" tanya Asti.
" Secepatnya.Gue nggak mau dia gini in gue." ucap Kiran.
" Oke,kita ke tempat Vian sekarang." jawab Asti dengan entengnya.
" Hahh..sekarang,Lo yakin?" tanya Kiran tak percaya sahabatnya dengan cepat mengambil keputusan.
" Gue nggak mau Lo nggak tenang Kiran,kita sekarang ke tempat Vian." ucap Asti dan beranjak dari tempat duduknya segera melangkah menuju kamar dan dengan cepat kembali membawa kunci mobil dan juga slim bag nya.
" Lo nggak mau ganti ,gitu aja?" tanya Kiran
" Iya kenapa emangnya," ucap Asti cuek.
Bagaimana Kiran nggak tanya soal baju Asti karena Asti sudah pakai baju tidur nya.
Mereka akhirnya menuju ke apartemen milik Vian.Kenapa ke tempat Vian,karena bagi Kiran Vian orang yang lebih tahu tentang Abi dari sahabat nya yang lain.
Satu jam mereka sampai di sebuah apartemen mewah di daerah PIK karena memang lumayan padat lalu lintas malam ini.
__ADS_1
Mereka berdua akhirnya menuju ke apartemen Vian di lantai lima.Sebenarnya ada dua unit apartment milik Vian di gedung yang sama namun,lebih efisien Vian menggunakan yang di lantai lima.
Ting tong Ting tong
Rasanya Asti tak sabar ingin bertemu Vian guna mengorek informasi tentang Abi padanya .Asti tak mau jika Kiran tersakiti lagi hatinya oleh Abi.
Ceklek
"Nggak sabaran bang..."ucapan Vian terhenti saat melihat siapa yang ada di hadapannya.
"Kalian ,ada perlu apa kesini..tumben," ucap Vian pada kedua wanita di depannya.
" Mendingan Lo suruh kita masuk dulu deh,capek gue ke sini..macet lagi." gerutu Asti.
" Sorry.. sorry,yuk masuk.." ucap Vian mempersilahkan tamunya masuk dalam apartement.
" Kita malah yang harusnya bilang sorry ke Lo kita ganggu istirahat Lo."ujar Kiran
" Nggak masalah Kiran ,kalian mau minum apa," ucap Vian
" Mau gue kasih aer kobokan Lo." canda Vian
" Sue emang itu mah." timpal Asti.
Vian kembali ke tempat Asti dan Kiran duduk dengan membawa tiga minuman kaleng.
" Sekarang kalian jelasin ke gue,kalian kesini ada perlu apa?" tanya Vian to the point dengan tujuan kedua teman SMA nya itu.
" Sebenarnya ini urusan aku Yan,aku ngajak Asti pastinya aku nggak mungkin kesini sendiri nemuin kamu.Begini,aku mau tanya sama kamu soal mas Abi." ucap Kiran dengan menatap wajah Vian.
" Abi,kenapa dia.Seminggu ini dia sibuk di lapangan emang,apa ada masalah yang ganggu pikiran Lo Ra?" tanya Vian penasaran.
" Sejak kita makan siang rame-rame itu,Abi jadi orang yang berbeda dan tidak seperti biasanya yang begitu hangat dengan ku apalagi dengan Bia.Apa di perusahaan ada masalah besar,jadi buat Abi tak tau lah dia macam ada yang di sembunyikan." ucap Kiran
"Maksudnya kamu,Abi berubah?"tanya Vian
__ADS_1
" Iya berubah,sahabat gel* Lo itu cuma mau mainin sahabat gue.Gue tanya sama Lo Abi punya cem-ceman baru,Lo jujur sama kita jangan sampai Lo nutupin semuanya dari kita kalau nggak sahabat Lo itu akan menyesal."ancam Asti
" Emang segitu parahnya temen gue di mata Lo Ti,dia cinta banget sama Kiran gue yakin itu.Jado,gue yakin dia nggak mungkin akan mendua Kiran." ucap Vian dengan percaya dirinya.
" Terus temen Lo kenapa,dari kita selesai makan siang bareng waktu itu emang gue tangkap dari wajahnya kayak ada masalah berat gitu." ucap Asti.
" Apa mungkin ini ada kaitan dengan Anna"gumam Vian lirih namun,masih dapat Kiran dan Asti dengar.
" Maksudnya siapa Anna ,coba kamu jelasin!" tuntut Kiran.
" Sebenarnya Abi juga nggak pernah tahu kabar soal Anna ,dan Anna ini adalah macam cinta pertama bagi Abi di masa SMP dulu mereka pisah juga karena latar belakang Anna yang hanya anak orang biasa dan dia pindah entah kemana sampai kemaren,Gema..
" Siapa,Gema jadi dia biang keroknya !!" potong Asti saat mendengar nama Gema di sebut oleh Vian sontak membuat feeling-nya jelek soal Gema dan Abi.
" Asti ,sabar dulu dong biar Vian selesaikan dulu omongannya jangan asal potong gitu,nanti yang ada kamu asal nuduh." ujar Kiran
" Kalau menyangkut nama Gema aku emang udah ngebatin pasti nggak beres." ucap Asti kesal.
" Gini Gema kemaren mendadak ngasih tahu sama kita-kita kalau dia ketemu dengan Anna dan Anna menanyakan Abi ,karena memang dia dulu lebih dekat dengan Abi dari pada kita berempat." ujar Vian.
" Maksudnya Gema apa coba ngasih tahu soal Anna sama Abi,mau bikin rumah tangga Abi kalau karena pelakor,atau memang sengaja karena memang Abi dan Anna memang belum pernah kelar." ucap Asti pada Vian dengan nada yang benar-benar membuat Vian geleng-geleng kepala.
"Gema cuma bilang,Anna butuh bantuan Abi itu saja." ucap Vian
"Lalu kenapa Abi kelihatan lebih diem,dingin dan acuh padaku juga pada Bia.Kalau Bia aku nggak khawatir karena dia sekarang lagi bucin sama Opa nya yang sangat memanjakan diri dia dari pada Abi." ucap Kiran.
" Apa perlu kita tanya Gema?" tanya Vian.
" Nggak usah ,aku sudah punya jawaban sedikit kalau gini .Karena aku bingung dengan sikap mas Abi yang benar-benar beda beberapa hari ini." ucap Kiran.
" Aku yakin Abi nggak dua insan kamu Kiran,percayalah."ucap Vian meyakinkan Kiran.
" Entahlah,aku nggak bisa sepenuhnya percaya sama sahabat kamu lagi Vian,dan seandainya dia menyembunyikan sesuatu dari aku dan dia nggak berubah dalam waktu dekat pastinya aku akan pertimbangkan lagi kelanjutan rumah tanggaku sama Abi." ucap Kiran.
Setelah selesai meminta informasi pada Vian Kiran pun pulang ke rumah mertuanya karena memang saat ini mereka mengikuti keinginan Bia yang ingin tinggal di sana dengan sedikit lama.
__ADS_1
Bersambung