Menikah Muda

Menikah Muda
#Bersama


__ADS_3

" Kalian.....??"


Tanya Bia dengan jarinya menunjuk ke arah Daddy dan mamanya ,tangan yang satunya pun menutup mulutnya.Dia pasti menerka-nerka apa yang terjadi pada kedua orang tuanya.


"Duduk dulu sayang." ucap Kiran dengan merangkul bahu putrinya


Pandangan nya terlihat tajam mengarah pada Abi.


" Jadi,apa yang terjadi pada kalian.Kenapa yang Bia lihat mama sama Daddy akur.Padahal yang aku lihat dari sebelumnya kita kesini kalian kayak Tom & Jerry ada yang mencurigakan nih...." ucap Bia dengan melihat kondisi mama dan Daddy nya.


"Sayang,apa yang terjadi maka terjadilah.Seperti sekarang Daddy sama mama kita masih suami istri,ngerti kan maksudnya Daddy?" tanya Abi


"Jadi,kita bisa tinggal sama-sama?!" tanya Bia dengan mata berbinar


"Iya sayang.." jawab Abi dengan wajah penuh bahagia.


"Yeeayyy..berarti aku sama Daddy nggak pisah lagi dong tinggal nya?" tanya Bia dengan penasaran.


" Nggak ,nanti kita tinggal di apartemennya daddy ." ucap Abi dengan membelai rambut putrinya.


" Apartement,nggak lah..mendingan di rumah ku saja." ucap Kiran dengan cepat menolak untuk tinggal di apartemen milik Abi.


" Rumah itu kan bukan punya kamu sayang,kita akan tinggal di rumah kita sendiri tapi,karena masih ada beberapa yang harus aku pastikan yang." ucap Abi.


" Terus kamu mau aku sama anak kamu tinggal di apartemen itu." ucap Kiran menatap suaminya tak suka


" Ooohh..yang kamu maksud apartement kita dulu,itu malah udah jadi hak milik kamu yang..,karena aku atas namakan dengan nama kamu." ucap Abi.


" Sejak kapan?" tanya Bia


" Sejak kita menikah dulu,memangnya waktu aku bilang soal segala sesuatu milik kamu waktu itu,kamu nggak dengerin aku ngomong?" tanya Abi


" Nggak,aku lupa ." jawab Kiran dengan wajah yang terlihat bingung.


" Karena kamu hanya mikirin sesuatu yang tidak penting,iya kan?" tanya Abi memicingkan matanya.


" Hal yang tidak penting maksud kamu apa?"tanya Kiran menatap wajah suaminya tajam

__ADS_1


"Soal aku sama Diana misalnya." jawab Abi


Kiran terkejut dengan ucapan Abi ,rasanya tenggorokan Kiran mendadak kering sehingga buat menelan saja serasa susah.


" Benarkan tebakan ku, sudahlah jangan terlalu dipikirkan." ucap Abi santai.


" Diana maksudnya istrinya Om Dewa,memangnya dulu Daddy sama aunty Diana punya hubungan apa?" tanya Bia dengan polosnya.


" Hanya teman sekelas." jawab Abi singkat


" Teman sekelas dia bilang,kenapa nggak jujur saja kalau dia mantan kekasihnya." gumam Kiran melirik kearah Abi.


"Astaga sayang,itu sudah lama banget, semenjak kamu pergi aku sama Diana putus. bahkan saat tahu kamu pergi aku ketemu dengan sahabat ku termasuk Diana dan aku jujur soal pernikahan kita dan disitu aku putusin Diana,kalau kamu nggak percaya bisa tanya Vian yang tahu atau sama Dewa juga bisa kan dia suami Diana." jawab Abi.


" Wahhh..pasti dulu daddy play boy yaa?" tanya Bia dengan seringai nampak di bibirnya.


" Kalau itu nggak salah,Daddy kamu memang si biang kerok yang suka Gosting cewek cantik juga,bikin sakit hati para cewek-cewek." cibir Kiran menatap sinis suaminya.


" Benaran itu dad,wahhh..parah Daddy nih,kalau kata bang Roma daddy itu terlalu..!!" ucap Bia dengan wajah tengilnya.


"Dulu memang tuan besar dan nyonya besar sangat jarang datang kesini,karena memang itu perintah Oma Hanum,menurut nyonya sepuh kalau mereka sering datang berkunjung ke sini sama saja seperti memanjakan anak yang artinya tuan muda nggak bisa mandiri nantinya." ujar Bik Darmi tiba-tiba nimbrung dengan keluarga kecil itu.


" Owhhh..kasian sekali Daddy, berarti Daddy juga kurang kasih sayang dong..?" tanya Bia dengan memeluk daddynya


" Yahh..begitulah,masih untung ada nini sama aki juga yang selalu rawat Daddy dari kecil sampai lulus SMA walau pun saat SMA mereka lebih sering di Bogor dan Daddy sering di luaran." ungkap Abi.


"Sudahlah,kita makan siang yaa..ini sudah lewat juga makan siangnya." ujar Mang Sapto


" Ahhh..iya ayok,kita makan dulu." ajak Bik Darmi.


" Yeah..ayok ni..!!"seru Bia langsung bergelayut manja pada Bik Darmi.


Abi dan Kiran memandangi sang putri dengan senyuman yang terbit begitu bahagia melihat anaknya terlihat bahagia.


.


.

__ADS_1


.


Dua hari di Bogor mereka lewati dengan perasaan bahagia,apalagi Bia yang baru saja merasakan adanya sang daddy dan juga mamanya.Tak lupa dengan bik Darmi dan Mang Sapto yang memanjakan gadis ABG itu.Kehidupan desa yang dulu pernah di lewati Bia tentu terbayarkan saat dia di Bogor.


Bia tak ada rasa jijik atau pun malu berbaur dengan orang desa,begitu juga Kiran dan Abi.mereka pun ikut memanen hasil kebun milik Abi,tak lupa Bia yang memang sangat suka main di sawah dan kebun tentu saja membuat dirinya berlama-lama di sana.


Sementara Abi dan Kiran pun mulai bersikap selayaknya suami istri walaupun tak jarang keduanya selalu berdebat dan yang ada sang putri yang selalu menjadi penonton mereka berdua,kalau Bia bilang keromantisan rumah tangga sang mama dan daddynya.


Sungguh anak yang aneh.


Hari ini pun Abi dan keluarganya harus kembali ke Jakarta,karena keesokan harinya mereka akan kembali bekerja.Apalagu Abi yang punya banyak pekerjaan yang menumpuk akibat cuti mendadaknya.


Mobil yang di kendarai Abi masuk ke dalam parkiran sebuah apartemen mewah.


" Bii..kamu nggak salah,kamu bawa kita kesini?" tanya Kiran melihat gedung yang menjulang tinggi di depannya tempat dimana dia dulu tinggal.


" Nggak lah yang,ayok kita masuk.." ucap Abi melepas seat belt nya.


" Tapi, barang-barang ku dirumah...


" Tenang saja,semua sudah beres.Barang-barang kalian sudah tertata rapih di dalam,kenapa nggak percaya..kita lihat di dalam." ucap Abi membuka pintu mobilnya.


Kiran pun keluar dari mobil dan membuka pintu jok belakang, membangunkan putrinya supaya terbangun dari tidurnya.


Mereka bertiga pun melangkahkan kakinya masuk ke dalam lift dan langsung menuju unit apartment milik Abi.


" Kita mau tinggal disini mam?" tanya Bia


" Iya ,buat sementara waktu yaa..Daddy lagi renovasi rumah kita , mungkin dua sampai tiga bulan lagi beres." jawab Abi dan menggenggam tangan putrinya dan memeluk pinggang istrinya untuk masuk ke apartemen miliknya.


Mereka pun masuk ke dalam apartement tersebut,Kiran yang masuk ke apartemennya yang dulu itu,menilik setiap sudut apartement yang tak ada yang berubah,dari segala sudut apartemen itu memutar memori yang dulu pernah mereka lewatkan di apartemen,setiap sudut mempunyai memaoriam yang begitu membuat Kiran mengulas senyum tipis saat melihat suasana masih sama seperti dulu.


" Apa kamu mengingatnya, tempat ini yang menjadi saksi mencetak Bia waktu dulu." bisik Kiran dengan memeluk tubuh Kiran dari belakang.


Mendengar ucapan suaminya yang absurd tentunya membuat dirinya tersipu malu .


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2