
"Daddy mau kemana?"tanya Bia dengan bergelayut manja pada Deddy nya.
"Bia, kamu bisa nggak kalau nggak manja gitu..kamu sudah dewasa,nggak pantas kamu manja gitu."omel Kiran melihat tingkah putrinya yang selalu manja pada suaminya.
"Mama nggak asik nih,Bia kan baru punya Daddy wajar kan manja sama Daddy."ucap Bia dengan wajah kesal karena teguran sang mama.
"Sayang,maafin Daddy yah..karena dari kamu kecil Daddy nggak ada di samping kalian."ucap Abi membelai lembut rambut putrinya.
"Sudahlah dad,memang sudah nasib Bia juga nggak kayak anak lainnya."ucap Bia dengan berlalu pergi begitu saja.
Abi dan Kiran hanya bisa menghela nafas panjang.
"Kamu kenapa kayak cemburu sama Bia sih,hemm," ucap Abi mencubit dagu istrinya.
"Siapa yang cemburu,sudahlah kamu mau ikut nggak?!" ucap Kiran dengan wajah kesal dan pergi dari tempat itu.
"Lah kenapa ini jadi dua duanya ngambek,aneh banget jadi perempuan."gumam Abi dengan melangkah mengekori istrinya.
"Kamu cuma mau ke rumah paman saja kan?"tanya Abi saat mereka ada dalam mobil yang mereka tumpangi.
"Kenapa memangnya,kamu nggak mau lagi anter-anter aku,atau ada janji sama cewek lain !!" ucap Kiran dengan nada yang sudah meninggi.
"Lho kok kamu jadi nuduh aku gitu,kamu kenapa sih sebenarnya dari kemarin aku lihat kamu uring-uringan mulu sama aku juga Bia.Kamu ada masalah?" tanya Abi dengan melirik istrinya.
"Masalahnya itu kamu mas,kamu itu selalu saja buat aku kesel,sedih , pokoknya aku benci sama sikap kamu yang kemarin-kemarin."ucap Kiran dengan wajah yang sudah berubah murung.
"Astaghfirullah Kiran,kamu ..
"Stop,nggak usah kamu ikut masuk ke rumah paman.Mendingan kamu pergi jauh-jauh dari aku.Aku lagi males lihat muka kamu!!" ucap Kiran dan langsung keluar dari mobil dan melangkah menuju rumah sang paman.
Abi hanya melihat tingkah Kiran yang membuatnya pusing beberapa hari ini.Hanya bisa sabar menghadapi Kiran yang terlihat mood nya berubah ubah.
"Assalamualaikum." ucap Kiran dengan wajah kesalnya masuk ke rumah bibi dan pamannya
"Wa'alaikumsalam."jawab Paman dan bibi nya yang sedang bersantai di ruang tamu.
"Lho,ada apa kamu Kiran.Kok cemberut gitu,ada apa ?"tanya Bik Endang dengan wajah khawatir.
"Itu mas Abi ngeselin banget, pokoknya aku mau nginep disini titik."ucap Kiran dan langsung masuk ke kamar Nia.
Nia yang melihat sepupunya bertingkah aneh pun akhirnya menemui kedua orang tuanya.
__ADS_1
"Pah ,mah,mba Kiran kenapa kok kayak kesel gitu?" tanya Nia pada kedua orang tuanya yang sedang bersantai menonton TV.
"Entahlah mbak mu aneh gitu,kesel sama Abi katanya."jawab Bik Endang
"Assalamualaikum."terdengar ucapan salam terdengar dari depan pintu masuk.
Nia pun akhirnya memilih membuka pintu untuk sang tamu.
"Wa'alaikumsalam,lho kak Abi..masuk kak."ucap Nia kaget melihat Abi yang datang.
"Abi kamu kesini juga,tadi Kiran masuk kamar Nia katanya kesel sama kamu terus dia mau nginep disini."adu bik Endang
Abi menghela nafas dalam dan tersenyum pada paman dan bibi Kiran.
"Abi saja nggak tahu bik,paman,beberapa hari ini dia mood nya swing banget.Aku sampe nggak ngerti lagi dengan otaknya itu."ucap Abi dengan wajah lesu.
"Sabar,semoga ada kabar baik."ucap Paman Sofyan yang terlihat santai melihat tingkah ponakannya.
"Diminum dulu tehnya kak,biar sedikit berkurang emosinya.Biarin aja mbak Kiran malam ini di sini,kakak nggak usah khawatir."ucap Nia dengan menyerahkan secangkir teh hangat untuk suami sepupunya itu.
"Terimakasih Nia,baiklah kalau begitu Abi nitip Kiran bisa,paman,Nia,soalnya Bia sendirian diapartement.Bibi yang bantu-bantu ijin pulang kampung." ucap Abi dengan berat hati mengijinkan Kiran nginep di rumah sang paman.
"Baiklah Abi pulang paman ,bibi ,Nia,Abi titip Kiran ."ucap Abi beranjak dari tempat duduknya dan menyalami kedua orang tua itu dan melangkah keluar rumah pergi kembali ke apartemennya.
.
.
"Sebenarnya kenapa tuh anak,nggak biasanya kalau ngomong nyolot gitu."ucap Bik Endang heran dengan tingkah Kiran.
"Sudahlah mah,mungkin memang mba Kiran lagi PMS ."ucap Nia dengan melenggang pergi memebereskan bekas makan malam mereka.
Mereka memang heran dengan tingkah Kiran yang terlihat manja dan juga suka kesel tiba-tiba.
"Coba kamu tanya dia,apa dia ngerasain sesuatu yang beda sama tubuhnya," ucap Paman Sofyan pada istrinya.
"Maksud mas apa,Kiran sakit gitu..tapi, dilihat dari tampilannya dia kelihatan sehat mas."ucap Bik Endang.
"Kamu kan lebih tua dari Kiran pasti tahu kalau tanda-tanda orang mengandung.Apa mood swing itu salah satu pertanda dari kehamilan nggak," ucap Paman Sofyan memberi pemahaman pada istrinya.
Tanpa berbicara apapun Endang langsung masuk ke dalam kamar Nia.Terlihat Kiran yang sedang berdiri di depan jendela kamar Nia.
__ADS_1
"Kiran kamu lagi ngapain,sudah malam istirahat lah."ucap Endang pada ponakannya itu.
"Hahh..Kiran lagi kangen sama ibu Bik.Kenapa belakangan ini pengen banget di peluk ibu,rasa nya pengen ngadu apa yang Kiran rasa."ucap Kiran dengan menerawang jauh pada sosok ibunya yang selalu sabar padanya.
"Sini duduklah,bibi mau bicara."ucap Endang membimbing Kiran duduk di tepian tempat tidur.
"Ada masalah apa bisa,paman baik-baik saja kan?" tanya Kiran khawatir dengan kesehatan pamannya itu.
"Paman baik-baik saja,yang lagi nggak baik itu kamu,sekarang bibi mau tanya kapan terakhir kamu datang bulan?"tanya Endang pada ponakannya.
"Kenapa bibi tanya gitu?" tanya heran dengan pertanyaan sang bibi.
"Kiran,waktu kamu hamil Bia suka loyo-loyo,pusing atau suka makanan sesuatu."ucap Bik Endang makin mbuatnya Kiran bingung tapi tetap menjawab pertanyaan sang bibi.
"Kalau waktu Bia aku sempet pingsan di sekolah pas perpisahan sekolah.Waktu ngidam pun nggak aneh paling suka rujak serut sama makan semangka.Emang kenapa Bi?"tanya Kiran belum sadar kearah mana sang bibi bicara.
"Nia,kamu keapotik beli test peck buat mba mu ."ucap Endang pada Nia.
"Mbak Kiran hamil?" tanya Nia dengan polosnya
"Nggak."jawab singkat Kiran dengan mantap menjawab
"Sudah sana beli,bukan nggak ,tapi peluk pasti.Sudah sana beli dan besok pagi kamu harus pake."ucap Bik Endang
Nia pun tak membantah ucapan sang ibu akhirnya dia memeberikan beberapa tast pack dengan berbagai merk.
Tak butuh waktu lama Nia pun kembali dengan beberapa test pack dalam plastik untuk Kiran.
"Emang harus cek bi,mungkin karena aku mau periode.Lagian ngapain banyak banget gini kamu beli Nia."ucap Kiran dengan melihat plastik yang di berikan sepupunya ada sekitar sepuluh test peck dengan berbagai merk.
"Udahlah mba,turutin aja omongan mama.Nggak ada salahnya di cek secara dini kan," ucap Nia pada sepupunya itu.
" Okelah,tapi.. sebenarnya aku takut kecewa dengan hasilnya,Abi juga belum tahu kalau aku sudah lepas IUD aku."ucap Kiran
"Biar jadi kejutan mba.Bismillah,kalau rejeki Alhamdulillah kalau belum coba lagi."ucap Nia dengan memberikan candaan pada sepupunya itu.
"Emang kamu kira mba mu itu beli chiki.."timpal Bik Endang dengan tersenyum medengar candaan putrinya.
Kiran tak mau banyak berharap,apalagi dia sudah memiliki Bia sudah tak masalah kalau dia tak mengandung lagi.Namun memang Abi yang ingin mempunyai anak kembali menjadi sebuah harapan untuk Kiran juga.
Bersambung
__ADS_1