
Sementara itu keesokan harinya di tempat lain Oma Hanum sendang melakukan panggilan telepon dari seseorang.
" Apa Kamu yakin Tuti?" tanya Oma Hanum pada seorang wanita bernama Tuti yang tak lain adalah salah satu pekerja di Rumah besar milik Mahardika yang di tempati orang tua Abi .
Tuti bekerja pada Oma Hanum sebagai mata-mata yang di bayar untuk mengawasi gerak-gerik Beni dan juga anaknya yaitu Abi.
"Saya yakin nyonya sepuh,soalnya saya dengar sendiri Tuan Beni dan nyonya Fitri bicara di telpon dengan tuan muda Abi .Tuan muda bilang sudah bertemu dengan istrinya lagi." ucap Tuti
" Lalu bagaimana respon mereka?" tanya Oma Hanum
" Mereka kedengaran nya sangat bahagia nyonya,bahkan saking bahagianya nyonya besar sampai nangis haru dan begitu ingin bertemu dengan istri tuan muda." ucap Tuti.
" Breng*ek,Beni..kamu sudah berani melawanku...Aaakkkhh !!" umpat Oma Hanum kesal dengan berita yang dia dapat.
Aura beberapa hari yang lalu memang sudah bilang jika dia melabrak seorang gadis SMP yang bersama Abi ,Aura juga sudah bilang jika Abi berkata gadis SMP itu adalah anak dari Abi.Oma Hanum tak bisa percaya begitu saja pada omongan Aura ,apalagi Abi yang selalu membuat Oma Hanum darah tinggi dan berusaha membatalkan rencana Perjodohan mereka.
Oma Hanum masih beranggapan jika Abi akan selalu menjadi cucu yang manis dan mau menurut padanya ,padahal sudah jelas-jelas dia sudah menunjukkan pemberontakannya di ikuti oleh Beni dan istrinya juga sudah lebih memilih mundur dari Mahardika Group dan hasilnya Mahardika Group sudah di akusisi oleh A'K Group milik Abi sebesar 50% Abi sudah menguasai saham Mahardika Group.Tinggal sisanya milik Oma Hanum dan sebagian juga milik seseorang yang tak pernah Abi tahu siapa namanya.Karena wasiat sang kakek hanya anak sahabat kakeknya yang bisa membantu untuk mengungkapkan siapa pemilik saham itu.
Sampai sekarang pun sahabat sang kakek tak tahu rimbanya hanya satu nama seorang wanita yang di duga kuat tahu sejarah keluarga Mahardika.
"Lalu apa yang harus saya lakukan nyonya?" tanya Tuti pada Oma Hanum.
" Kamu terus pantau keadaan disana ,jangan sampai ketahuan." ucap Oma Hanum
" Siap nyonya." jawab Tuti.
" Bagus"ujar Nyonya Hanum dan langsung mengakhiri panggilannya.
__ADS_1
"Breng*ek,aku harus cepat menghubungi Aura si anak ja*ang itu,aku tidak bisa tinggal diam jika Istri Abi ketemu otomatis dia akan memperkuat kedudukan nya di Mahardika." ucap Oma Hanum pada dirinya sendiri.
Dirumah Bik Darmi dan Mang Sapto,Kiran sudah bangun dari sebelum subuh.Walaupun dia baru tidur sebentar tapi, kebiasaan dia bangun jadi itu sudah biasa.
Jam enam pagi Kiran sudah selesai membantu Bik Darmi menyiapkan sarapan untuk mereka,apalagi Bik Darmi dan Mang Sapto harus dilakukan pekerjaan mereka seperti biasa yaitu ke perkebunan.
Bi Darmi dan mang Sapto sudah pergi ke kebun dan Kiran ke kamar putrinya dan melihat kesayangannya itu masih terlelap dalam tidurnya.Mungkin karena Bia masih merasa nyaman dengan kondisi cuaca di Bogor yang lumayan dingin jadi,dia tidak bisa bangun pagi.Lagi pula Bia pun masih mas liburan.
Kiran akhirnya masuk dalam kamar yang dia tempati dengan Abi.Saat masuk dia melihat Abi sudah terbangun dengan wajah masih terlihat mengantuk dia sibuk memainkan ponselnya.
Abi mendengar suara pintu terbuka dia langsung menoleh ke arah pintu dia tersenyum dengan tatapan menggoda.
Kiran menatap wajah Abi dengan sedikit salah tingkah,dia mendekati ranjang dan tiba-tiba Abi menarik tangan Bia sampai terjatuh di tempat tidur.
" Awwwssttt" pekik Kiran sedetik kemudian memposisikan dirinya di pangkuan Abi.
Abi hanya tersenyum melihat wajah cantik Kiran namun,dengan tatapan dalam Abi membuat Kiran tersipu malu.
Keduanya masih nyaman dengan posisi mereka yang terlihat pada intim.Kiran masih ada di pangkuan Abi.Tatapan dalam Abi sangat membuat Kiran terpaku dan Abi terus saja menatap bibir Kiran yang dengan senyuman menawan.
Rasanya Kiran ingin menghilang dari sana karena sungguh membuat dirinya bingung karena detak jantung nya terasa cepat sekali.
"Sayang ,aku menginginkan mu." bisik Abi pada Kiran.
Deg
" Hah..lagi, bukannya semalam dia sudah menghajarku habis-habisan." batin Kiran
__ADS_1
Perlahan Abi menci*m bibir Kiran.Sementara Kiran reflek mengalungkan kedua tangan nya di leher Abi.
Cium*n yang awalnya lembut berubah jadi ciu*an panas ,tangan Abi menekan tengkuk Kiran untuk memperdalam ciu*an mereka.
Abi menyesa* dan ******* bibir Kiran penuh gair*h.Tangannya tak tinggal diam,perlahan tapi pasti.
Pria berparas tampan itu perlahan membuka kancing baju tidur milik Kiran dan tak butuh waktu lama Abi tersenyum sumringah saat melihat dua benda favoritnya terpampang indah di depan matanya walaupun masih ada penghalang kacamata hitam berkawat yang menampakkan belah*n bukit kembarilik Kiran.
Ciu*an Abi kini beralih ke leher dan mengecup juga menyes*p nya meninggalkan jejak merah disana sebagai tanda kepemilikan.Kiran hanya bisa menikmati apa yang Abi lakukan.
Tangan super aktif milik Abi kembali beraksi membuka pengait penutup gundukan favoritnya saat sudah terbuka sempurna tak ada jeda dia langsung melahap nya dengan rakus.
"Akhh.. Ahhhhh.." suara merdu Kiran sudah tak lagi bisa tertahankan saat aksi Abi yang rakus menyesa* dan ******* gundukan daging kenyal milik Kiran.
Sementara tangan yang satunya asyik merem*s gundukan daging yang lain,sungguh Abi di buat gila apalagi melihatnya sungguh seperti bayi kehausan.Kiran menjambak rambut Abi dan menekan kepala pria itu supaya memperdalam lum*tan benda sintalnya itu.
Abi membaringkan tubuh Kiran di sampingnya tanpa melepas kegiatannya menyus* itu.
" You are so sexy baby.." bisik Abi membuat wanita itu tersipu.Abi kembali mencum*u Kiran dan secara perlahan membuka semua kain yang melekat pada tubuh Kiran sampai tak ada lagi kain yang melekat di kulit wanita itu.
Abi menatap tubuh polos Kiran seraya menanggalkan pakaiannya sehingga kini mereka sama-sama polos.Melihat tubuh polos suaminya membuat Kiran menutup matanya.Saat melihat tingkah Kiran Abi hanya tersenyum dengan tingkah istri nya yang nampak malu.
" Haii sayang,apa kamu tak ingin melihatnya..semalam pasti kamu tak jelas melihatnya kan?" goda Abi membuat Kiran memalingkan wajahnya yang sudah memerah karena malu.
Abi langsung mengungkung tubuh polos Kiran.Lalu meraih tangan Kiran dan menuntunku untuk menyentuh inti tubuhnya yang ada di bawah sana yang sudah mengeras sempurna.Kiran dengan polosnya menurut karena seperti terhipnotis dengan melihat senyum suaminya.
Bersambung.
__ADS_1