Menikah Muda

Menikah Muda
#Akhirnya Kiran Tahu.


__ADS_3

Author minta sedekah Al_fatihah untuk saudara kita di Cianjur yang saat ini sedang terkena musibah Gempa Bumi,semoga yang meninggal di tempatkan di surganya Allah,yang luka-luka cepet pulih,Semoga Allah senantiasa memberikan perhatian dan pertolongan buat Hamba_Nya...Aminn🤲


.


.


"Kiran,kamu ikut Dr. Kris soalnya suster Dewi mendadak nggak bisa datang,kayaknya cuma kamu yang bisa bergaul sama Dr.Kris." ucap Nurul.


"Kok aku,memangnya Dr.Kris nggak punya suster pengganti?" tanya Kiran


" Nggak ada Ra,kamu doang yang luang hari ini soalnya.Aku aja di suruh sampingin Dokter Kansha soalnya." ucap Nurul


"Okelah." jawab Kiran.


Kiran hari ini akhirnya menjadi perawat pengganti untuk Dr.Kris yang tak lain seorang dokter anak juga padiatri.


"Suster Kiran,makan siang dulu saja setelah makan siang saya ada praktek sampai jam tiga dan jam lima nanti kita akan visit ke bangsal anak."ucap Kris pada Kiran dengan bahasa formal nya.


"Baik Dokter,saya keluar dulu dok."ucap Kiran meminta ijin untuk undur diri.


Krisna hanya mengangguk tanda setuju pada Kiran .Akhirnya Kiran menghubungi Nurul dan Ambar buat kekantin bersama.Ternyata mereka ada di bagian pendaftaran akhirnya Kiran pun menyusul mereka ke tempat pendaftaran.Namun, sebelum dia belok ke arah dimana tempat pendaftaran berada dia melihat sosok suaminya yang masuk ke dalam Rumah Sakit dan saat akan memanggil namanya dia sepertinya ada panggilan dan tak lama dia terasa panik karena entah apa yang terjadi setelah panggilan telepon itu berakhir pun akhirnya dia terlihat sangat buru-buru masuk ke dalam lift khusus.


Kiran dengan cepat akan menekan tombol namun,dia merasa aneh suaminya berhenti dilantai Lima itu berarti poli anak atau bangsal anak.Tanpa pikir panjang Kiran masuk ke dalam lift dan menekan tombol lima.Hatinya bertanya-tanya sedang apa suaminya disana.Kiran mencoba menghubungi suaminya namun,tak ada jawaban dan sesampainya di lantai lima Kiran mengedarkan pandangan matanya ke sekitar lorong lantai lima.Dia melangkah menuju ke tempat dimana ada beberapa suster jaga disana.


"Lho mba Kiran disini juga,bapak ada di VVIP1 sedang jenguk putra temannya.Mba mau kesana?"tanya salah satu suster yang bernama Rento.


"Iya aku mau ke sana,terima kasih."ucap Kiran


Hatinya merasa tidak nyaman dengan ucapan Retno tadi dan dengan perlahan dia mulai melangkah menuju kamar VVIP 1 seperti yang di maksud Retno. Bertepatan dengan pegawai yang bekerja mengantar Catring untuk pasien.


"Bu,maaf..apa mau antar makanan buat kamar VVIP 1?" tanya Kiran hati-hati.


"Iya sus,kenapa ya?" tanya pegawai itu.


" Biar saya saja Bu,sekalian saya mau jenguk anak temen saya soalnya."ujar Kiran


"Tapi, nggak papa emang?" tanya pegawai itu


"Nggak papa bu,nggak masalah."ucap Kiran

__ADS_1


Akhirnya pegawai itu menyerahkan troley makanan yang di bawanya dan ternyata memang tinggal kamar itu yang belum di bagikan makan siang.


Untung saja Kiran masih pakai seragam perawat dan juga masker standard kesehatan .Dengan ucapan Bismillah dia mengetuk pintu itu dan mendorong troley makanan ke dalam.


"Wahh, akhirnya makanan adek dateng juga." ucap seseorang yang sedang memangku seorang anak yang tidak lain adalah Abi.


Deg.


"Iya papa." sahut anak itu


DuarrrršŸ’„


"Apa papa, maksudnya apa ini..apa yang di lakukan mas Abi di belakang ku,dia berbohong lagi padaku." batin Kiran.


Dengan cepat Kiran meletakkan nampan yang berisi makanan untuk sang pasien tanpa mengangkat kepalanya dan tanpa menoleh pada dua orang yang sedang sibuk bercerita.


Ceklek.


Pintu kamar mandi pun akhirnya terbuka dan menampakkan sosok wanita yang cantik seperti nya memang dia habis mandi.


"Heii..Yuna lagi apa sama papa?"tanya wanita cantik itu


" Yuna makan sama mama ya..biar papa mau kekantin makan duluan,kasian papa kalau nanti sakit.Kalau papa sehat mama sehat Yuna juga harus sehat."ujar wanita itu.


"Suster apa ada keperluan lagi,sampai anda belum keluar dari ruangan ini?" tanya Abi dengan suara datar.i


Abi berani menegur sang suster karena tak biasanya jika sudah menaruh makanan di ruang rawat biasanya langsung pergi tapi,suster itu masih diam berdiri melihat interaksi antara ketiga orang di hadapannya layaknya sebuah keluarga bahagia.


Kiran menghela nafasnya dalam dan menatap suaminya dengan tajam.


" Saya ingin bicara dengan anda bapak Abian Mahardika !!" ucap Kiran dengan penuh penekanan dan membuka maskernya.


" Sa_sayang kamu...


" Kenapa kaget,aku lebih kaget mas ternyata kamu itu PE- NI -PU !!" ucap Kiran dan langsung melangkah keluar dari ruangan itu namun,Abi dengan cepat mencekal pergelangan tangan istrinya.


" Sayang tunggu,biar mas jelaskan semuanya oke," ucap Abi dengan wajah yang terlihat sangat kaget melihat ternyata suster yang ada di depannya adalah istrinya.


" Apa yang mau kamu jelaskan,kamu mau jelasin kalau kamu punya istri lain dan anak lain.Oke aku terima,tapi tolong lepaskan aku biara aku dan Bia pergi dari kehidupan kamu selamanya !!" ucap Kiran dengan wajah yang terlihat sangat marah.

__ADS_1


Kiran melihat ke arah Anna yang sedang sibuk membujuk anaknya untuk tidak memanggil Abi.


" Nggak akan pernah,dan aku nggak mau pisah bahkan kehilangan kamu buat kesekian kali.Kamu yang ada di dalam hati ku Kiran,nggak ada siapapun wanita lain apalagi istri lain selain kamu dalam hidup ku."ucap Abi dengan wajah yang terlihat mengeras mereka permintaan Kiran yang ingin mereka pisah.


"Papa.." panggil Yuna


" Tuh,anak kamu panggil kamu.Tolong lepasin,aku...


" Ayo ikut aku !!" ucap Abi menarik lengan Kiran dan membimbing nya masuk ke dalam lift khusus.


Kiran terus saja memberontak untuk melepaskan diri dari suaminya.Kirab menatap tajam kearah suaminya,aura kemarahan jelas terlihat di wajah Kiran.


Sampai di lantai dimana ruang kerja Abi di Rumah Sakit akhirnya Abi membuka pintu ruangan itu dan membawa istrinya ke ruangan itu dan menguncinya.


" Kenapa harus di kunci?" tanya Kiran dengan sinis.


"Kita harus bicara sayang," ucap Abi dengan wajah yang sudah terlihat tak tenang.


" Apa yang harus di bahas,aku tahu diri kok..


Kalaupun kamu sudah punya yang lain kenapa kamu susah-susah bujuk aku buat kita nikah ulang,apa tujuan kamu sebenarnya !!" teriak Kiran pad suaminya.


" Sayang kamu salah paham,oke maafin aku sudah merahasiakan sesuatu sama kamu tapi, aku hanya membantu Anna dan anaknya.Cuma itu yang.." ucap Abi mencoba menjelaskan.


" Anna,oh..jadi dia Anna mantan pacar kamu.Ada apa kamu sama dia,apa kamu sama dia belum selesai?" tanya Kiran dengan nada sinis.


Abi terkejut mendengar ucapan istrinya yang ternyata tahu jika Anna adalah wanita masalalu nya.


" Dia butuh bantuan ku untuk menyembuhkan anaknya." ujar Abi dengan suara yang terdengar lembut.


" Menyembuhkan anaknya, sampai panggil papa mama,wahhh.. romantis yaa.. sementara kamu itu nggak ada waktu buat aku beberapa hari ini ,kamu sibuk dengan dia juga anaknya.Kamu anggap aku apa Tunggul ?!!" ucap Kiran dengan sedikit berteriak.


" Sayang ,oke aku salah ..maaf..Yuna panggil papa karena memang agar dia lebih nyaman dengan interaksi kita,dia trauma dengan ayah kandungnya.Dia ketakutan jika ada sosok laki-laki di sekitarnya.Jadi,biar dia nyaman aku biarin dia panggil aku papa Abi itu saja."ucap Abi mencoba untuk menjelaskan pada istrinya.


" Mamanya juga kan,oke gini aja.. selesaikan semua masalah kamu sama dia. Aku ingin masalah dia kamu serahkan pada Gema ataupun Vian, tugas kamu hanya memantaunya karena aku nggak mau orang dari masa lalu kamu hanya mencari alasan untuk masuk dalam kehidupan kita buat keluarga dan rumah tangga kita hancur.Kalau sampai kamu bertindak melebihi batas aku pastikan,malam ini juga aku pergi dari hidup kamu bersama Bia." ancam Kiran dengan tegas


Mendengar ancaman Kiran Abi juga nggak mungkin mengabaikan kemarahan istrinya.


NB:

__ADS_1


Maaf ada kesalahan bab 80 harusnya jadi bab 81 aku posting ulang Yaa..


__ADS_2