
◻️◻️◻️Happy Reading◻️◻️◻️
Suasana mendadak canggung dan membingungkan untuk Yura ketika mendengar pernyataan Taehyung kepadanya barusan. Sebuah kenyataan yang diungkap oleh idolanya sendiri yang ternyata juga menyimpan perasaan padanya. Yura hanya bisa tertegun diam sambil menatap Taehyung.
"Oppa, menyukaiku?" tanya Yura dengan wajah bingung menatap Taehyung.
"Iya, aku menyukaimu ... apa kau tidak menyadarinya?" tanya Taehyung kembali sambil meraih tangan Yura seketika. Sedangkan Yura hanya bisa diam dan bengong menatap Taehyung.
"Tapi kenapa kau bisa menikah dengan orang lain? aku benar-benar tidak mengerti, kenapa aku bisa menyukaimu dan menunggumu selama ini, tapi kau malah menikah dengan orang lain?" ujar Taehyung yang membuat Yura merasa dilema seketika dibuatnya.
TIIIING
Dering HP Yura berbunyi, panggilan video dari Jungshang yang membuat seketika Yura jadi gelagapan dibuatnya.
"Halo ...!"
"Halo Yura sayang ...!"
"Kenapa telpon video?" tanya Yura yang sedikit gugup dan tegang karna Jungshang tiba-tiba menelponnya didepan Taehyung. Sementara Taehyung menatap Yura dengan sangat dalam. Sesekali Yura juga menatapnya karna terlalu gugup.
"Memang kenapa kalau aku telpon video, aku ingin lihat wajahmu kok ... kau kenapa terlihat gugup? apa sedang bersama seseorang?" tanya Jungshang seketika yang membuat Yura bingung tidak karuan sambil melirik Taehyung. Mendengar hal itu, Taehyung tiba-tiba pergi tanpa kata yang membuat Yura semakin bengong menatapnya.
"Apa? siapa yang kau lihat? coba balik kameranya aku ingin lihat?" tanya Jungshang yang merasa curiga itu. Sementara Taehyung terus berjalan pergi meninggalkan Yura.
"Tidak ada siapa-siapa kok, kau tidak percaya padaku ya?" tanya Yura yang merasa tak enak hati pada Taehyung yang terlihat sangat lesu tadi.
"Iya aku percaya, ngomong-ngomong kenapa wajahmu pucat sekali? apa kau sakit?" tanya Jungshang yang membuat Yura tersadar dari bengongnya.
"Tidak apa-apa sayang, jangan khawatir ... segera selesaikan pekerjaanmu ya, aku mau masuk kelas dulu!" ujar Yura yang tak lama mematikan telponnya dan pergi keruang kelas.
•
•
•
__ADS_1
Selama didalam kelas Taehyung tampak menjelaskan materi dengan sangat serius. Terlihat sangat aneh ketika Taehyung yang biasanya selalu tersenyum saat menjelaskan materi hari ini tampak sangat serius. Bahkan dia tidak menatap Yura sama sekali. Yang biasanya selalu berjalan-jalan menerangkan materi dan tersenyum pada Yura, kali ini sama sekalu tidak melakukannya. Yura dirundung rasa bersalah dan bingung melihat sikap dingin Taehyung saat ini.
Selesai jam pelajaran Taehyung tampak duduk dikursinya sambil memeriksa tugas para mahasiswa yang dikumpulkan hari ini. Para mahasiswa sudah keluar dan pulang kerumah masing-masing sedangkan Yura berjalan mendekati Taehyung yang berada dikursi dalam kelas. Hanya ada mereka berdua, Taehyung yang menyadari itu tidak menoleh kearah Yura sama sekali.
"Oppa, apa kau sibuk?" tany Yura yang ingin mencairkan suasana tegang diantara mereka. Sedangkan Taehyung hanya diam tanpa memperhatikan Yura yang tepat dihadapannya.
"Oppa, aku minta maaf kalau sudah menyakitimu ... tapi aku benar-benar tidak tahu kalau kau menyukaiku, dulu aku menikah karna terpaksa. Sebab sekolahku mengira aku dan Jungshang adalah pasangan mesum dan aku harus menikah sebelum lulus SMA tapi ... walau aku dan Jungshang dulu musuh tapi sekarang kami sudah saling cin ...!(berhenti) belum selesai bicara Yura dikagetkan dengan reaksi Taehyung yang tiba-tiba mengecup bibirnya.
Mata Yura terbelalak lebar ketika biburnya dikecup oleh Taehyung tiba-tiba seketika Yura yang sempat kaget itu melepaskan tautan Taehyung yang menciumnya.
"Bagaimana kau bisa menciumku? aku ini istri orang ...!" ujar Yura yang terlihat kaget karna ciumannya dengan Taehyung barusan.
"Kalau kau menikah karna terpaksa, mari menikah denganku secara nyata ... dengan cinta!" ujar Taehyung yang tampak tidak memahami maksud perkataan Yura yang belum selesai..
"Menikah? aku tidak mungkin menikah denganmu oppa ...!" ujar Yura yang masih bingung dengan kejadian barusan. Karna terlalu gugup Yura kemudian pergi meninggalkan ruangan meninggalkan Taehyung sendiri. Sedangkan Taehyung masih tidak memahami maksud dari ucapan Yura barusan.
•
•
•
TOOOK
TOOOK
TOOOK
Ibu Yuni yang mengetuk pintu kamar Yur untuk membangunkannya, sebab Yura sudah tertidur cukup lama. Dan waktu sudah menjelang malam tapi Yura masih belum bangun dari tidur siangnya.
"Ibu ...!" sapa Yura yang terlihat pucat dan lemas itu membuat ibu Yuni terlihat khawatir.
"Apa kau sakit? kenapa mukamu pucat sekali nak?" ujar ibu Yuni khawatir pada Yura.
"Aku tidak sakit bu ... aku hanya lemas saja ingin terus tidur!" ujar Yura yang memandang sayup.
__ADS_1
"Dari pada terus tidur, yang ada nanti kau malah sakit loh. Ayo bantu ibu, kita masak untuk makan malam, bukankah kau sangat hobi belajar masak?" tanya ibu Yuni memberi semangat pada Yura yang terlihat kurang sehat itu. Sementara itu Yura mengangguk dan ikut ibu Yuni kedapur untuk memasak malam.
"Yura, kau bantu ibu potong bawang ya!" seru ibu Yuni memberi beberapa siung bawang putih ketalanan dimeja, dimana Yura duduk.
Saat mencium bawang, entah kenapa Yura merasa sangat mual. Namun, dia mencoba terus menahan sampai selesai mengupas 1 butir bawang. Tiba-tiba karna tidak tahan dengan rasa mualnya, Yura berlari sangat kencang menuju kamar mandi didekat dapur.
HOOEEEEK...
Yura seketika muntah hanya air saja, rasa mual yang sangat tidak tertahan membuatnya muntah-muntah diwastafel kamar mandi.
"Kenapa anak itu muntah-muntah? seperti orang hamil muda saja ...!" ujar ibu Yuni yang asal bicara. Sampai akhirnya dia merasa ada yang aneh dari muntahnya Yura.
"Tunggu dulu, jangan-jangan menantuku ...!" ujar ibu Yuni yang memikirkan sesuatu dan bergegas menghampiri yang terus-terusan muntah namun tidak ada apa-apa yang dimuntahkannya.
•
•
•
Sementara ibu Yuni segera menghampiri Yura yang sudah sangat lemas karna terus merasa mual tak karuan dikamar mandi.
"Kau tidak apa-apa nak?"
"Tidak apa-apa bu ... maaf ya, aku sepertinya tidak bisa bantu ibu mengupas bawang!" ujar Yura yang terlihat sedih dengan wajah yang lesu karna terus saja merasa mual. Namun, ibu Yuni tampak terus tersenyum dan memeluk Yura dengan sangat erat.
"Aku yakin, pasti kau tengah mengalami masa-masa sulit kehamilan nak ... ibu senang sekali rasanya!" ujar ibu Yura yang matanya berkaca-kaca karna senang.
"Hamil?" tanya Yura yang masih tidak percaya akan kenyataan itu.
"Ibu akan berikan tespack untukmu, besok pagi ... kau bisa memeriksa sendiri apakah positif atau negatif!" ujar ibu Yura yang tersenyum senang karna yakin bahwa menantunya tengah hamil.
Dan benar saja, keesokan paginya tanpa memberitahu Jungshang. Yura yang bangun sangat pagi itu memeriksa urinenya yang ternyata bergaris dua. Diapun langsung tersenyum senang dan tidak sabar memberitahu Jungshang dan seluruh keluarga karna berita baik itu. Sementara waktu masih menunjukan pukul 05:45 WKS dimana Jungshang masih tertidur sangat lelap.
Bersambung...
__ADS_1