Menikah Muda

Menikah Muda
#Berkumpul


__ADS_3

" Mas,kita mau apa disini?" tanya Kiran memandang wajah suaminya.


Kiran heran kenapa mereka ada di kawasan rumah mewah , padahal suaminya mengatakan jika mereka akan menjemput anak mereka.


"Mau jemput Bia sayang,tapi.. seperti nya anak kita itu lagi main di rumah Oma sama Opa nya." ucap Abi


"Hah.. maksudnya?" tanya Kiran bingung dengan ucapan suaminya.


" Aku lihat alamat yang di kirimkan Vian itu adalah alamat Rumah utama keluarga Mahardika." jawab Abi santai.


"Rumah keluarga Mahardika, maksudnya kamu ,rumah orang tua kamu mas?"tanya Kiran.


"Iya,kita lihat saja nanti."ucap Abi membunyikan klakson mobil nya di depan gerbang masuk Rumah besar itu.


Tak butuh waktu lama pintu gerbang masuk pun terbuka lebar ,terlihat tiga security yang berdiri di dekat pintu mengangguk seperti memberikan hormat saat melihat mobil Abi masuk ke halaman Mansion Mahardika.


Mobil Abi berhenti di samping mobil Vian ,dan terlihat Vian menghampiri mobil Abi.


Abi dan Kiran keluar dari dalam mobil,Kiran melihat sekeliling mansion keluarga Mahardika.


"Kalian sudah datang,Bia ada di dalam sama tante Fitri sama Om Beni."ucap Vian.


"Okelah gue sama Kiran masuk,Lo mau masuk apa langsung balik?"


"Gue balik lagi ke kantor mau jemput Fira dulu,kita mau ke rumah Dewa juga."ucap Vian


"Astaghfirullah,gue lupa..nanti gue nyusul deh."ucap Abi pada Vian


"Okelah gue balik,bilang sama tante juga Om gue balik."pamit Vian pada Abi


Abi pun mengangguk mengiyakan perkataan Vian.Dengan cepat Vian meninggalkan tempat itu menuju ke kantor A'K Mahardika Group.


"Mas,gimana ini..aku nggak bawa apa-apa lho."ucap Kiran dengan wajah yang terlihat tak enak hati.


"Emang mau bawa apa sayang,mama punya semuanya..sudah ayo,aku udah kangen sama anak manjaku."ucap Abi


"Tapi mas..

__ADS_1


"Sudah yuk," ucap Abi menggandeng tangan Kiran masuk ke dalam rumah besar itu.


"Assalamualaikum.." salam di ucapkan oleh Abi dan Kiran.


"Wa'alaikumsalam." jawab ketiga orang yang sedang sibuk bercerita.


"Daddy,mama!!" seru Bia kaget dengan kehadiran kedua orang tuanya.


"Abi!!" seru Beni dan Fitri melihat putranya yang datang bersama wanita cantik di sampingnya.


"Sore mah,pah.."ucap Abi menyalami kedua orang tuanya.


"Sore nak."ucap Beni dan Fitri.


"Mah,Pah, kenalkan ini istri Abi namanya Kiran dan ini juga gadis kesayangan Abi,pasti sudah kenal kan?" ucap Abi mengenalkan Kiran dan juga Bia sebagai anak dan istrinya.


"Akhirnya mama bisa ketemu kamu Kiran,sini nak.."ucap Mama Fitri merentangkan tangannya untuk menyambut menantunya.


Kiran yang mendapat sambutan dari kedua mertuanya sungguh tak percaya jika kehadiran nya di sambut dengan baik.


Kiran berjalan menuju arah mama Fitri dan mereka pun berpelukan,mama Fitri pun menangis haru karena tidak percaya Tuhan mempertemukan dirinya dengan anak dan menantunya.Begitupun Papa Beni menyambut menantunya dengan senang hati.


Abi menatap wajah putrinya yang terlihat bingung dengan sikap kedua orang tua Abi juga Kiran yang sedang menangis haru.


"Sudahlah mah,pah, Alhamdulillah kita sudah ketemu.Sayang ,Oma Fitri dan juga Opa Beni itu sebenarnya orang tua Daddy ." ucap Abi dengan mengelus rambut putrinya.


"Hahh.. maksudnya Opa Oma itu Oma Opa asli aku,kayak Daddy waktu itu sekarang jadi Daddy asli aku?" tanya Bia dengan wajah polosnya.


"Iya sayang,dan mereka juga baru pertama ketemu mama jadi mereka sangat senang ditambah ketemu sama putri manja Daddy ini."ucap Abi dengan mencubit gemas pipi Bia.


"Waahhhh..senangnya ,berarti aku punya eyang ,Opa,Oma ,ada Nini sama aki..yeayyy.." ucap Bia dengan wajah senang.


" Sini peluk Oma.!!" seru mama Fitri


Dengan senang hati Bia memeluk tubuh sang Oma dan mencium pipi omanya dengan sayang.


Kiran melihat kejadian itu pun merasa haru,Abi melihat istrinya yang terlihat hari pun duduk di samping Kiran dan merangkul bahunya.

__ADS_1


"Thank's sayang."ucap Kiran


" Mas yang harusnya terimakasih karena kamu sudah banyak berkorban buat mengandung Bia, melahirkan,dan merawat Bia juga.Apalagi nggak ada aku di samping kamu."ucap Abi.


"Iya Kiran,papa sama mama juga minta maaf kalau kami tidak tahu akan dirimu di kehidupan Abi hingga Bia hadir pun kami tidak mengetahuinya." ucap papa Beni.


"Semuanya sudah takdir pah, saat ini yang kita lakukan hanya bisa mendukung apapun keputusan mas Abi untuk keluarga Mahardika."ucap Kiran


Beni pun membenarkan ucapan menantunya,Beni bersyukur putranya memiliki istri yang baik dan juga terlihat sayang pada kedua orang tua Abi dengan tulus.Apalagi melihat cucunya yang sudah tumbuh menjadi seorang gadis ABG.Bebu tak menyangka bahwa dirinya sudah memiliki cucu yang sudah beranjak remaja,dia membayangkan punya cucu yang masih bayi dan merawatnya dengan istrinya seperti menggantikan waktu dimana dia dan Fitri melewatkan masa tumbuh kembang putra semata wayangnya.


Di sisi lain namun,masih di Rumah besar milik Keluarga Mahardika.Terlihat seorang wanita yang sedang mengendap-endap menuju tempat tersembunyi ,dia merasa harus menghubungi seseorang.


"Hallo .."terdengar suara dari sebrang telepon.


" Hallo nyonya sepuh,gawat,gawat,tuan muda Abi datang bersama anak dan istrinya ke rumah besar."ucap orang yang menjadi mata-mata Oma Hanum.


"Apa !!" sentak Oma Hanum dari sebrang sana.


"Iya nyonya , awalnya saya nggak tahu kalau anak yang di bawa nyonya Fitri anak dari tuan muda Abi ,tapi..nggak lama tuan muda datang dengan perempuan ke rumah besar ,dan saya dengar kalau perempuan yang dia bawa itu istrinya dan bocah yang di bawa nyonya Fitri anak tuan Abi."ungkap si mata-mata.


"Lalu apa lagi yang kamu dengar?"tanya Oma Hanum.


" Saya tidak dengar apa-apa lagi hanya obrolan dan candaan mereka saja nyonya."terang sang mata-mata.


"Mereka masih di sana?" tanya Oma Hanum.


"Masih nyonya,tadi saya dengar tuan muda akan makan malam di rumah besar dengan keluarganya."ucap mata-mata itu.


"Baiklah, aku akan kesana.Aku ingin lihat seperti apa wanita yang di sanjung Abi sampai dia tidak pernah mau aku nikahkan dengan pilihan ku."ucap Oma Hanum yang penasaran akan istri Abi.


"Baik nyonya sepuh ,saya tutup dulu takutnya ada yang nyariin saya." ucapnya


"Baiklah,tetap waspada dan pasang kupingmu,ngerti?!"


"Baik nyonya sepuh." ucap sang mata-mata dan langsung menutup ponselnya.


Saat sang mata-matanya berbalik,dia terkejut dengan sosok yang ada di depannya.Seseorang yang memandangnya tajam.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2