
Abi hanya bisa tersenyum simpul dengan penuturan Gema,Abi akui Asti terlalu pintar untuk menyembunyikan semua perasaannya sampai sekarang.
" Sepertinya malam ini kita perlu mengurai benang kusut yang selama ini buat kita begini."ucap Dewa duduk di samping Gema dan merangkul bahu sahabatnya itu.
" Benar ucapan Lo,sebentar..gue pesen makanan sama minuman dulu sambil kita ngedongeng." ucap Vian keluar dari ruangan itu.
Kiran masih terlihat sesegukan dalam pelukan Abi.Namun,Abi tak bosan untuk mengecup pucuk kepala istrinya itu dengan sayang,dan membisikkan kata-kata cinta untuk istrinya.Hal itu jelas terlihat di pandangan Gema.
" Apa Lo tega lihat sahabat Lo harus kehilangan anak istrinya lagi Gen,lihatlah Abi dengan pandangan penuh cinta dia begitu mencintai Kiran apalagi putrinya Bia.Lo mungkin belum pernah ngerasain rasanya sayang dan cinta yang tulus Gem,gue juga baru ngerasain gimana rindunya gue sama anak gue padahal gue tahu dia dirumah sama emaknya.Lo bayangin gimana susahnya Kiran hamil, melahirkan dan membesarkan Bia tanpa Abi.Mereka baru bertemu beberapa bulan lalu.Lo ngerti kan maksudnya gue Gem?" ungkap Dewa dengan penuh ketegasan Dewa mengungkapkan akan hal itu.
" Iya,gue bisa lihat Abi begitu mencintai Kiran.Awalnya gue kira Abi nggak pernah cinta sama Kiran ,tapi..gue salah dia sudah jatuh karena Kiran."ucap Gema memandang suami istri itu.
Gema juga melirik perempuan yang terlihat sibuk dengan ponselnya,yang berani untuk menghentikan aksinya malam ini.Dia sadar..dia salah.
"Makanan sama minuman kita datang !!" seru Vian saat masuk kembali ke dalam ruangan itu.
" Lo mau cekokin bini gue pake minuman setan itu," tuduh Abi
" Tenang,buat Kiran sama Asti ada yang seger-seger non alkohol." ucap Vian dengan menunjukkan dua gelas orange jus di tangannya.
"Bi,gue nggak tahu lagi harus ngelakuin apa.Gue denger cerita Anna tentang suaminya dan dia minta gue buat nemuin Lo sama dia.Gue kira Lo nggak akan pernah mencintai Kiran tapi gue salah ternyata Lo begitu mencintai istri Lo ."ungkap Gema menatap Abi dan Kiran bergantian.
" Gue rasa apa yang ada dalam diri kita detik ini belum tentu sedetik kemudian akan sama,ada Allah yang bisa membolak-balik kan hati kota.Gue juga nggak sepenuhnya nyalahin Lo karena kejadian enam belas tahun lalu,Gue anggap ini semua takdir yang harus kita lalui.Gue juga bersyukur ternyata di balik kejadian yang tidak mengenakkan disitu ada hikmah dan juga buat kita belajar untuk kehidupan kita.Berusahalah jadi lebih baik walaupun kamu bukan menjadi yang terbaik.Manusi pada dasarnya sudah baik, tergantung keimanan kita saja sebatas mana dia berperan." ungkap Abi mencoba membuat semuanya menjadi hal yang positif.
"Maafin gue Kiran,karena kejadian yang Lo lalui mungkin akan buat Lo benci sama gue."ucap Gema dengan tulus.
" Aku bukan Tuhan , aku hanya manusia biasa yang banyak dosa,kalaupun aku nggak memaafkan kamu itu berarti aku sudah berlaku sombong pada sesama mahluk,Allah aja bisa memaafkan kenapa umatnya nggak.Tapi,kalau untuk ngelupain mungkin butuh proses kalau untuk memaafkan aku sudah maafin semaunya." ungkap Kiran dengan menatap wajah Gema dengan ekspresi tak terbaca.
" Lalu apa Lo masih mau terusin buat nolong Anna bisa?" tanya Asti dengan wajah tak suka.
Abi menatap wajah istrinya seperti mengisyaratkan jika semua tentang Anna menurutnya tergantung pada Kiran.
__ADS_1
" Aku bukan orang yang ingkar janji dan juga tega melihat penderitaan seorang anak yang dapat kekerasan."ucap Kiran
" Jadi,Lo masih mengijinkan Abi buat nolong Anna dan anaknya?" tanya Asti menatapp
wajah Kiran dengan kesal.
Asti tak habis pikir dengan pikiran sahabatnya.Dia terlalu baik,sampai banyak yang memanfaatkan kebaikannya itu.
" Asti, apa Lo mau bantu kita juga buat nolong Anna," ucap Kiran.
" Ogah,kayak nggak ada kerjaan saja." tolak Asti.
" Tiii..nggak boleh gitu lah,anggap kita berbuat baik karena memang sesama manusia." ujar Kiran.
" Raa,emang dasarnya Lo baik ya..musuh aja masih Lo belain, penjahat aja masih Lo maafin.Tapi,buat gue nggak bisa... sorry gue balik duluan.Kayaknya sudah kelar tugas gue buat Lo Kiran." ucap Asti beranjak dari tempat duduknya.
" Astiiii.. please ?!!" mohon Kiran
" Asti kok jadi batu gitu sih mas,heran deh .." ucap Kiran dengan wajah sedikit kesal dengan sikap sahabatnya itu.
" Sudahlah sayang,jangan di paksa juga.Dia kayak gitu juga pasti ada alasannya.Buat kedepannya soal Anna dan anaknya gue serahin semua sama kamu Gem,juga Vian kalau Anna mau ketemu gue harus seijin Kiran." ucap Abi akhirnya membuat keputusan untuk kepentingan bersama apalagi keutuhan rumah tangganya.
" Oke,kalau gitu.Nanti semuanya kita infokan." ucap Vian.
" Okelah,aku pulang duluan.Mas mau balik apa disini," ucap Kiran mengarahkan pandangannya ke arah suaminya.
"Mas juga ikut pulang sama kamu,capek juga seharian jadwal penuh." ucap Abi dan merekapun beranjak dari duduknya dan berpamitan pada Vian,Dewa dan Gema.
Ketiga nya pun ikut kembali karena memang sudah tak ada lagi yang mereka bicarakan.
.
__ADS_1
.
Sesuai kesepakatan urusan Anna dan Yuna diserahkan pada Gema.Dan semua perkembangan anak Anna pun Kiran tahu,dia pun ikut memantau mereka di Rumah Sakit.
Saat ini Kiran dan Bia pergi ke Mall membeli keperluan bualanan mereka dan begitu riang Bia masuk ke supermarket karena dia sudah lama juga tak belanja dengan mamanya.
Kedua generasi itu pun akhirnya memilih milih barang yang mereka butuhkan namun, insiden kecil terjadi.
Bugh...
" Aduh.." ringis Bia.
" Hehh..kamu bisa nggak sih kalau jalan pake mata !!" bentak seseorang yang menatap marah ke arah Bia.
" Sorry,Bia sungguh nggak lihat kalau bibi di Deket Bia.maaf." ucap Bia dengan sedikit tak nyaman .
" Bia,kamu kenapa.." tanya Kiran saat tak sadar Kiran yang sedang mendorong troley dan melihat putrinya seperti nya sedang debat di salah satu lorong.
" Mama.." seru Bia.
" Kamu kenapa ?" tanya Kiran dengan memandang wajah putrinya dengan cemas.
"Ohhhh..jadi kamu kenal dia anak gembel?;" seru seseorang yang menatap sinis kearah Kiran.
" Bibi..maaf, sebenarnya ada apa yaa..?" tamat Kiran dengan wajah terkejut melihat bibinya ada di hadapannya.
" Ini anak majikan kamu yah,kamu kalau jadi pembantu jagain dong anak majikan kamu.Dia sudah nabrak aku.,dasar udik..!!" umpat sang bibi pada kedua orang yang ada di depannya.
" Apa ada yang cedera,sakit atau bahkan terluka..kita bisa langsung ke Rumah Sakit buat cek keadaan bibi." ucap Kiran dengan wajah yang kurang bersahabat.
Kiran tak menyangka jika kini dia berhadapan dengan bibinya yang dulu sempat menampunganya.
__ADS_1
Bersambung