
Happy Reading...📖
****
Setelah kejadian itu, Jungshang dan Yura tidak bisa tidur nyenyak sampai pagi hari. Yura yang mengawali bangun segera kekamar mandi untuk bersiap pergi sekolah. Disusul Jungshang yang juga bersiap mandi untuk ke sekolah. Ini adalah hari pertama mereka sekolah setelah libur beberapa hari kemarin. Kedua musuh ini turun keruang makan untuk bersarapan bersama keluarga. Tampak canggung dimana keduanya hanya diam dan sesekali saling melirik.
Selepas sarapan pagi, Yura dan Jungshang pergi kesekolah, pada hakikatnya mereka masih pelajar SMA yang harus menjalani kewajiban sebagai pelajar. Selama dimobil tidak ada suara yang mengiringi. Hening, keduanya hanya diam sambil menoleh kearah jendela mobil. Bukan hal yang wajar mengingat keduanya selama ini selalu bertengkar.
Sesampai nya disekolah, semua siswa sudah mulai ramai. Kedatangan pengantin baru ini tentu langsung jadi pusat perhatian sebab, Yura san Jungshang dikenal sebagai api dan air yang tidak bisa bersatu. Sungguh hal aneh ketika sekarang status mereka adalah suami dan istri.
•
•
•
Menyadari menjadi pusat perhatian, Jungshang dan Yura langsung menjaga jarak sekitar 3 meter sepanjang berjalan kekelas, walaupun sejatinya keduanya satu kelas.
"YURAAA...!" teriak seseorang yang ternyata Eunbi teman Yura.
"Kenapa? kenapa kalian berjauhan? bukankah kalian sudah suami istri?" tanya Eunbi gadis yang sangan polos dan lugu itu.
"Kami memang selalu berjauhan kok, sejak kapan kami berdekatan?" ujar Yura berbohong & salah tingkah memikirkan kejadian semalam.
"Eeeh, Jungshang ... apa setelah menikah, kalian berdamai?" tanya Eunbi yang selalu ingin tahu.
Berdamai? mana mungkin aku berdamai dengan gadis alien ini...!" seru Jungshang yang mulai memancing emosi.
"Heeeh, kenapa kau selalu menyebutku alien? tanya Yura kesal.
"Bayangkan saja, mana ada gadis aneh sepertimu? dan satu lagi, kenapa alien bisa takut kecoa ya?" ujar Jungshang yang meledek sambil tersenyum kegirangan.
"Kau mau cari mati ya? Beraninya kau bilang-bilang soal kelemahanku...!" seru Yura yang mukul Jungshang dengan buku ditangannya berkali-kali.
"Haaah, aku kira menikah bisa membuat kalian berdua akur ... ternyata aku salah!" seru Eunbi yang meninggalkan kedua musuh itu.
•
•
•
Hari itu, ujian pertama untuk seluruh siswa kelas 3. Semua siswa sangat fokus mengerjakan soal dan mengisi kertas jawaban mereka dengan benar. Sama halnya dengan Yura dan Jungshang yang juga mengikuti ujian dengan baik.
Selepas pulang sekolah, Jungshang dan Yuni kembali kerumah mereka. Keduanya terlihat lesu setelah menjalani ujian hari pertama disekolah. Keadaan rumah sangat sepi karna semua orang sibuk menjalani aktifitas masing-masing.
__ADS_1
"Kau tadi mencontek ya?" tanya Yura seketika membuat Jungshang kaget.
"Mencontek apanya, aku ini tidak sebodoh kau tau ... yang ada kalau aku mencontek, bisa salah semua jawabannya!" seru Jungshang bernada kesal.
"Kenapa kau bisa bilang jawabanku salah semua? aaaggh ... ketahuan kan, tadi kau melihat jawabanku yang salah-salah tadi!" seru Yura memergoki Jungshang yang memang tadi sempat melirik kearah kertas jawaban Yura.
"Aaah, terserah kau saja ... untung saja aku tidak jadi mencontek, kalau jadi ... pasti nilaiku merah semua gara-gara kau!" ujar Jungshang kesal.
"Aku memang sengaja membuat jawaban pertama salah, karna aku tau kalau kau pasti mencontek jawabanku ... untungnya aku selalu juara kelas jadi tidak sulit bagiku!" ucap Yura menyombong.
"Iya mamang bagus kalau kau juara kelas, karna kalau tidak begitu kau tidak bisa sombong seperti sekarang...!" ujar Jungshang yang kesal namun tidak dihiraukan oleh Yura. Gadis tomboy itu segera pergi kekamarnya untuk mengganti seragam sekolahnya.
•
•
•
Sedang asik mengganti baju tiba-tiba Jungshang mengejutkan dengan membuka pintu. Dimana Yuni hanya sedang pakaian dalam. Karna panik Yura langsung mengambil sesuatu didekat nya.
"KELUAAAAR...."
seru Yura sambil melempar sepatu kearah Jungshang.
"HEEEY...!" seru Jungshang yang teriak kesal.
Karna panik Yura langsung bersembunyi dibalik khorden jendela untuk menutupi tubuhnya yang hanya memakai pakaian dalam itu.
"BRENGSEK KAU YA ... CEPAT PERGI!" teriak Yura yang kesal dan malu itu. Sambil menahan tawa Jungshang yang jail itu kembali berulah.
"Kenapa kau mengusirku? ini kan kamarku ... lagi pula aku cape sekali dan ingin duduk disofa." ujar Jungshang yang sengaja usil karna khorden jendela itu tepat berada di depan sofa tempatnya duduk.
"Dasar cecunguk ... Keluarlah 5 menit saja!" ujar Yura yang kesal.
"Kalau aku tidak mau keluar, memangnya kau mau mamaksaku?" ujar Jungshang yang menggoda Yura.
"Sudahlah, keluar saja dari situ ... apa kau mau tetap bersembunyi? Aku akan duduk disini lama loh...!" ujar Jungshang memancing emosi Yura.
"Kau ... akan kubunuh kau, cepat pergi!" seru Yura yang masih kesal, namun diabaikan oleh Jungshang yang malah berbaring disofa sambil memakan snack.
•
•
•
__ADS_1
Jungshang memang sengaja mengerjai Yura dengan terus tidak mau keluar dari kamar dan menghadap kearah Yura yang menutupi tubuhnya dengan khorden jendela.
"Kenapa kau harus malu, kita ini sudah menikah ... ayolah, pffttttt...!" ejek Jungshang kepada Yura.
"Kau ini benar-benar menyebalkan ... cepat pergi dasar cecunguk!" ujar Yura yang galak itu.
"Sudahlah, keluar saja kau dari situ ... lagi pula hanya aku yang tahu kok!" seru Jungshang sambil menahan tawa.
"Kau ini ... benar-benar, awas kau ya!" seru Yura yang sangat marah itu.
"Baiklah, karna aku ini baik hati ... jadi aku akan membantumu, aku akan ambilkan bajumu dilemari dan memberikannya padamu, bagaimana?" seru Jungshang memberi tawaran.
"Jangan, enak saja kau ini mau membuka lemariku...!" gumam Yura yang seketika teringat bahwa dilemari terdapat celana dalam dan Bra yang belum sempat dilipat.
"Keluarlah, apa susahnya sih...!" ujar Yura memohon.
"Kalau kau tidak mau, aku juga tidak akan keluar sampai malam!" seru Jungshang mengancam. Yura pun kemudian pasrah, dia menarik napas panjang untuk menenangkan hatinya.
"Baiklah, ambil baju mandi putih yang ada digantungan paling atas jangan yang lain...!" seru Yura memberitahu. Dengan santainya Jungshang membuka lemari Yura dan benar saja, baju mandi itu berada dibagian paling atas.
•
•
•
Bukan Jungshang namanya kalau tidak menjahili Yura. Karna dia memang hobi membuat musuhnya marah. Jungshang tidak hanya mengambil baju mandi, tapi dia mengambil bra hitam milik Yura. Seketika wajah Yura panik dan kesal melihat Jungshang menyentuh barang pribadinya.
"Ini apa ya? apa kau butuh ini? Hahahahaha...!" tanya Jungshang sambil tertawa mengambil bra hitam itu yang dimaksud ingin diberikan pada Yura.
"DASAR CECUNGUK SIALAN...!" teriak Yura yang keluar dari khorden jendela tanpa memperdulikan lagi keadaan itu. Yura yang hamya memakai pakaian dalam itu membuat Jungshang bengong sekaligus takut sebab Yura datang dan langsung memukul kepalanya.
PLAAAK...
PLOOOOK...
Yura yang kemudian menganiyaya Jungshang dan segera mengambil baju mandi untuk menutupi tubuhnya.
"Beraninya kau mengambil barang-barang terlarang milikku...!" ujar Yura yang kesal.
"Kenapa kau memukulku begitu? seperti preman saja ... lagi pula kenapa musti malu? kita ini kan sudah menikah!" seru Jungshang yang mengelak walau sudah melakukan kesalahan.
Meskipun keduanya saling bertengkar setiap saat. Namun, Jungshang sekalipun tidak pernah berbuat kasar pada Yura. Jungshang hanya senang menjahili tapi tidak pernah membalas pukulan dari Yura, sekalipun itu. Mungkin suatu kepuasan bagi Jungshang bisa menjahili Yura, dan itu merupakan penyebab hampir dari semua pertengkaran mereka.
Bersambung...
__ADS_1