Menikah Muda

Menikah Muda
part 2 (season 2)


__ADS_3

Happy Reading ....đź“–


****


Disekolah, Jungshang adalah siswa yang populer dikalangan siswi disana. Banyak yang menyukai karakter badboy dan karismatiknya. Tidak bisa dipungkiri, pemuda tampan, gagah dan keren itu selalu menjadi sorotan setiap langkahnya.


“Jungshang, ini untukmu!” seru seorang siswi menghalau langkah Jungshang dan memberinya hadiah coklat untuknya.


“Apa ini? coklat? aku tidak mau coklat, aku mau nya hadiah kunci mobil ... apa kau punya?” ujar Jungshang yang membuat siswi tersebut bersedih.


“Harus nya kau belikan uang mu itu untuk membeli batu, setelah itu ... lemparkan kekepala pria sombong ini.” sambung Yura yang baru saja datang.


“Hey gadis preman, apa kau mau mengajak orang menjadi preman sepertimu?” ujar Jungshang berwajah kesal.


“Apa? preman katamu? kalau aku preman, lalu kau apa? cecunguk sialan?” tanya Yura dengan wajah kesal.


“Cecunguk sialan? jadi kau mau mengajak ku bertengkar sekarang?” ujar Jungshang yang mendekati Yura dengan wajah kesal.


“Baiklah, ayo kita berkelahi....” ucap Yura menantang.


“Maaf ya, aku ini laki-laki tidak mungkin bertengkar dengan perempuan alien seperti mu!” ucap Jungshang menghindar.


“Kenapa memang nya jika aku perempuan? bukannya kau selalu cari gara-gara denganku?” ucap Yura yang menatap sinis kearah Jungshang.


“Sebenarnya, kau ini perempuan atau laki-laki sih? aku curiga dengan statur gender mu itu!” ujar Jungshang yang menopangkan tangannya kedagu miliknya.


“Apa? kau minta dihajar ya? SINI KAU ... AKAN KU HABISI SEKARANG JUGA....” teriak Yura mengejar Jungshang. Sementara, Jungshang berlari menghidari amukan Yura yang menyeramkan itu. Mereka berdua berlarian saling kejar disekeliling sekolah.


•


•


•


“Mereka bertengkar lagi?” tanya salah satu siswi disana yang sedang duduk ditaman dengan teman lainnya bernama Jessica.

__ADS_1


“Memang selalu begitu kan, bahkan jika sekolah ini hanya dihuni kedua orang itu saja sudah ramai ... sungguh pemandangan pagi yang tidak menyenangkan, seketika pesona Jungshang hilang ketika sedang bertengkar dengan Yura!” imbuh Eunbi yang juga merupakan teman akrab Yura.


Sementara Jungshang dan Yura terus berlarian tanpa henti. Seakan sudah terbisa siswa dan siswi disana melihat pemandangan dimana kedua musuh ini bertengkar. Setiap hari, bahkan jika mereka hanya bertatap muka saja sudah ada sinyal pertengkaran antara keduanya.


•


•


•


KRING ....


Suara bel sekolah bertanda jam masuk sekolah telah dimulai. Jungshang dan Yura satu kelas, dan sialnya lagi. Keduanya juga satu bangku, itu adalah ide dari salah satu guru supaya bisa membuat kedua musuh ini damai. Tapi, kenyataan dan harapan tidak sesuai. Keduanya masih terus bertengkar dan selalu bertengkar.


Seluruh siswa memasuki kelas, Yura yang sudah duduk dikursi itu, menatap sinis kearah Jungshang yang baru datang keduanya saling bertatap sinis.


“Kenapa kau melirik ku begitu? kau suka denganku ya....” tanya Jungshang yang baru duduk dikursi sebelah Yura.


“Apa? suka padamu? yang benar saja, kalau berkhayal jangan ketinggian!” seru Yura dengan wajah judesnya.


“Apa? kau mau dihajar ya?” ujar Yura yang memukuli pundak Jungshang secara bertubu-tubi.


“Selamat pagi semuanya....” seorang guru datang memasuki ruang kelas mereka. Mengetahui hal itu, Jungsang dan Yura langsung berhenti berkelahi.


“Baiklah, kita akan mulai pelajaran sejarah sekarang ... ibu akan menuliskan materi sejarah!” seru ibu guru yang kemudian menulis dipapan tulis.


Sementara itu, Jungshang sedang menulis dibukunya dengan serius. Selang beberapa saat, siku tangan Yura menyenggol lengan Jungshang yang menyebabkan tulisan miliknya tercoret panjang.


“HEY....” teriak Jungshang kesal dan menatap Yura dengan sinis.


“Kenapa? aku tidak sengaja melakukannya, kenapa marahmu melebihi marah seorang penagih hutang?” ujar Yura membela diri. Keduanya saling bebrtatapan marah padahal sedang jam pelajaran.


“Hey, Jungshang dan Yura ... kalian tidak tau ini jam belajar? kenapa kalian ini selalu saja bertengkar dan tidak bisa damai?” ujar ibu guru kesal.


“Dia ini sengaja menyenggol siku tanganku, dan membuat bukuku jadi tercoret begini bu!” seru Jungshang mencoba membuat Yura bersalah.

__ADS_1


“Tidak bu, itu semua fitnah ... dia saja yang terlalu duduk dekat denganku, lagipula aku tidak sengaja!” seru Yura membela diri.


“Sudah ... kalian berdua ini pasti saling menyalahkan, sebagai hukumannya ... sekarang kalian berlari mengelilingi lapangan hingga 100 putaran, cepat!” perintah ibu guru yang marah itu.


Dengan wajah terpaksa keduanya pun menjalani hukuman berlari dilapangan sampai 100 putaran. Namun, bukannya keadaan membaik. Keduanya masih saling bertengkar dilapangan, saling mendorong dan saling menjahili satu sama lain. Benar-benar tidak pernah akur meskipun hanya sedetik saja.


•


•


•


Hari-hari keduanya selalu bertengkar dan selalu saling menjahili. Hampir semuanya tau, kalau mereka musuh bebuyutan. Namun hal itu, tidak menghentikan keinginan ibu Jungshang untuk membuat keduanya saling akrab dan saling damai. Ibu Yuni, adalah satu-satunya orang yang tertarik untuk menyatukan keduanya. Bahkan ibu Yuni, selalu membuat keduanya bertemu.


Setelah pulang sekolah, Jungshang datang dengan motor gede miliknya. Meskipun, terlahir dari keluarga kaya. Jungshang sangat menyukai motor kesayangannya itu, dan memilih untuk tidak mengendarai motor. Jungshang adalah anak yang cukup brandal dan selalu membuat ibu Yuni pusing dibuatnya.


“Siang bu....” sapa Jungshang sepulang sekolah.


“Jungshang sayang, antar ibu kerumah bibi Sora sekarang ya ... ibu mau mengantarkan kue ini kerumahnya!” ajak ibu kepada Jungshang yang langsung sinis mendengar nya.


“Aku tidak mau, ibu pergi saja sendiri!” seru Jungshang yang lesu itu.


“Hanya 10 menit saja kok, tidak lama ... mau ya, ibu mohon!” rayu ibu kepada Jungshang.


“Haah, baiklah ... ayo naik!” seru Jungshang yang mengajak ibunya naik keatas motor.


“Jungshang sayang, apa kau sudah gila? ibu bisa jantungan karna mu kalau begitu, ibu mau naik mobil saja!” seru ibu yang mengajak Jungshang.


“Aku mau ganti baju dulu kalau begitu!” seru Jungshang yang beranjak dari motornya dan pergi untuk mengganti baju.


“Jangan lama-lama ya, nanti ibu bisa marah kalau kau tidak cepat keluar!” titah ibu pada Jungshang.


Setelah beberapa menit kemudian, Jungshang akhirnya keluar dan merekapun pergi dengan mobil mewah milik keluarga Jeon. Keduanya pergi menuju rumah bibi Sora, yang merupakan ibu dari Yura musuhnya sendiri.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2