
"Biaaaa......
"Upsss sorry mom keceplosan,tapi benarkan kok om omongan Bia kalau Om itu ganteng,umur Om pasti sama kayak Daddy kalaupun beda cuma dikit.Tapi,maaf ya Om orang terganteng punya Bia itu cuma Daddy Bia,jadi om nomer kesekian deh.." ucap Bia dengan wajah yang pura-pura sedih.
"Kalau menurut Om wanita paling cantik di dunia ini siapa sih om?"pancing Bia dengan melirik kearah Winda.
"Kalau menurut Om wanita yang paling cantik versi Om itu ibu nya Om,wanita paling cantik,baik,penyayang dan juga sabar. " jawab Rafif dengan mata yang sudah menggenang mengingat kembali wajah sang ibu yang sudah lama dia tidak temui.
"Wahhh, kalau ibu om dengar pasti seneng om.Terus,ibu om dimana sekarang?"
Partanyaan Bia sontak membuat geram Winda.Bagi Winda nggak ada urusannya dengan masalah mereka saat ini. Buat apa bocah itu tanya soal mertuanya yang nggak tahu dimana rimbanya sekarang.Winda melihat ke arah suaminya yang masih diam dan hanya bisa menunduk sibuk menyeka air matanya.
"Maaf non,kenapa non harus bahas tentang itu,suami saya jadi sedih." ucap Winda menginterupsi apa yang dia katakan Bia membuat tak nyaman suaminya.
"Kenapa tante, Bia cuma mau bilang dan ingetin ke Om Rafif kalau sekalipun sahabat dan juga temen om itu baik dan selalu mendukung om,itu tidak sebanding dengan dukungan dan kasih sayang orang tua terutama ibu.Jadi,kalau kalian mau aku memaafkan kalian itu sangat sulit buat aku.Karena kalian sudah menyakiti dua orang nenek yang aku sayang,mungkin Oma sudah memaafkan kalian tapi, aku juga nggak tahu kalau eyang ku masih memaafkan kalian tidak."ungkap Bia dengan santainya dia nyelonong masuk ke ruang tengah.
Semua orang disana hanya bisa diam saja,Abi hanya bisa tersenyum tipis melihat tingkah anaknya yang terlihat sangat mirip dengan sifatnya tapi,versi perempuan.Walaupun begitu anaknya masih lebih baik dan punya perasaan yang lebih baik dari dirinya.
Bia kembali ke ruang tamu dengan menggandeng tangan eyang utinya melangkah ke ruang tamu.
Rafif dan Winda tentu saja terkejut dengan kehadiran mak Leha disana.
"Sini Mak.," ucap Kiran menggandeng tangan ibu angkatnya itu.
"Ibu" gumam Rafif memandang wajah sang ibu yang sudah lama tidak bertemu.
"Kenapa ibu mas Rafif ada di rumah keluarga Mahardika,pasti dia bilang yang nggak-nggak sama keluarga Mahardika."batin Winda menatap sinis ibu mertuanya.
Rafif dengan wajah yang sudah basah oleh air matanya,dia mulai beranjak dari tempat duduknya dan akan melangkah ke depan sang ibu namun Winda mencegah nya.
__ADS_1
"Mas..!!" lirih Winda menahan lengan suaminya.
Rafif menghentak dengan kasar tangan Winda yang menghalanginya untuk meminta maaf pada sang ibu.
Dengan langkah lebar Rafif berlutut di depan sang itu dan bersujud di kaki nya.Sudah tak ada rasa malu lagi Rafif menumpahkan air matanya yang mengalir dengan deras.
"Mas Rafif apa yang kamu lakukan,berdiri mas !!" bentak Winda..
"Diam kamu,nggak ada sopan santun anda di rumah orang.Kenapa kamu bentak suami kamu sendiri yang sedang sibuk minta maaf pada ibunya,kenapa kamu begitu benci pada ibuku,salah apa ibuku padamu.Kenapa,kamu kaget dengan kehadiran ibu mertua mu itu.Ini adalah Keluarga nya dan kami tidak pernah akan membiarkan orang asing tanpa sopan santun berteriak keras di hadapan kami..!!"
"Ma_maaf kan saya ."ucap Winda dengan menundukkan wajahnya.
Bukan lagi Rafif yang menjawab ucapan istrinya tapi, Kiran dia sudah merasa geram dengan tingkah laku menantu ibu angkatnya itu.
"Maaf kan Rafif bu, Rafif menyesal karena telah abai dengan pesan ini sama ayah,sampai ayah meninggal dan dengan jahatnya Rafif menyuruh ibu pergi dari rumah ibu sendiri.Rafif salah bu,Rafif rela di hukum ibu tapi,Rafif minta sama ibu maafin Rafif.
Hanya terdengar suara tangisan Rafif di ruang tamu dengan masih bersujud di kaki sang ibu.
"Kenapa kamu seperti ini Rafif,ibu nggak pernah ngajarin kamu kurang aj*r sama orang lain.Kamu pengaruh setan apa hah..!!" bentak mak Leha dengan masih membiarkan anaknya bersujud di kakinya.
"Maaf kan Rafif Bu maaf." hanya kata itu yang terlontar dari mulut Rafif.
"Sebentar nya kamu kenapa sampai tega ngusir ibu kamu sendiri begitu tak punya hati Rafif !!" teriak Mak Leha pada putranya.
"Bia masuk.!!' ucap Kiran pada putrinya.
" Mamaaa...
"Masuk atau mama...
__ADS_1
"Oke,aku masuk."ucap Bia dengan wajah kesal terpaksa dia pergi dari ruang tamu.
"Maaf bu,saat itu Rafif nggak cari bukti.Rafif termakan omongan Winda yang begitu buat Rafif murka.Winda bilang ibu dorong dia sampai jatuh, sementara itu kita tahu Winda sedang hamil muda makanya Rafif langsung gelap mata dan ngusir ibu.Tapi, saat melihat ibu benar-benar pergi Rafif cari ibu tapi nggak ketemu.Kata orang dia pernah lihat ibu di halte dekat Rumah Sakit,Rafif kesana tapi,ibu nggak ada .. hiks hiks.."ungkapan Rafif sungguh membuat mak Leha terkejut.Namun,lain dengan Winda yang mendengar penuturan suaminya yang ternyata selama ini mencari ibunya tanpa sepengetahuan darinya.
"Ibu nggak pernah dorong istri kamu,dia fitnah..!!" ucap mak Leha dengan lantang.
"Tapi, ibu sudah dengan kasar menolak makanan yang saya buat dan di buang begitu saja.." ucap Winda tak mau kalah.
"Buat apa saya terima makanan nggak layak dari kamu,memangnya saya mau makanan hampir basi kamu kasih saya.."balas Mak Leha.
"Ibu fitnah,mas lihat ibu kamu fitnah sa...
"CUKUP,CUKUP WINDA,CUKUP KAMU HANCURKAN KELUARGA SAYA ,KAMU JADIKAN SAYA ORANG SERAKAH,KAMU JADIKAN SAYA ANAK DURHAKA,KAMU JADIKAN SAYA SEORANG YANG TAK BERGUNA,SAYA LELAH DENGAN PERANGAI KAMU !!
Cukup sudah kesabaran Rafif dengan segala tingkah istrinya.
"Stop mencari pembenaran Winda,berubah lah," ucap Rafif dengan suara yang terdengar bergetar.
"Nggak mas,aku nggak mau hidup ku selalu diatur ibu kamu !!"
"Winda jangan kurang aj*r kamu,minta maaf pada ibuku sekarang..!!" bentak Rafif pada istrinya yang sudah lama buat muak dirinya.
Winda tersenyum sinis pada suaminya,dia tak menyangka jika suaminya yang biasanya membelanya kini membentak dirinya di depan orang banyak.Winda tidak suka dengan sikap Rafif yang menurut dirinya sudah mempermalukan dirinya.
"Nggak akan mas,aku nggak salah, apa-apaan kamu ini,lihat saja ibumu tinggal di rumah besar dan mewah tapi, dia tega lihat anak menantunya kesusahan,ibu macam apa dia !!."Winda terus saja nyerocos tanpa henti sampai akhir nya dia mendengar ucapan suaminya uang membuat semuanya syok.
Hayooo ngomong apa coba Rafif??
Bersambung
__ADS_1