
" Kenapa Lo liat gue begitu?" tanya Kiran pada Asti.
Asti memberikan tatapan jengah pada Kiran
" Lo sadar nggak sih,Lo itu punya anak perempuan.Terus,kemaren yang mencak-mencak,bilang Bia nggak boleh pacaran siapa,Lo kan, sekarang Lo liat kelakuan Lo,kalau mau jadi janda jadilah janda yang terhormat,jangan gampangan dong..!!" ucap Asti dengan wajah kesal.
" Maksudnya apa sih,sampe bawa kata janda terhormat segala.Lo anggap gue mura*an gitu,apa yang buat Lo anggap gue murahan?" tanya Kiran dengan nada sewot
" Ehhhh..Kunti ,denger yaa.. semalem anak Lo kemari masih pake seragam,belum mandi belum apa..bapak tu bocah lagi ada hal penting,mamanya sibuk pacaran sama jantan mana tau..gue miris lihat anak Lo, mendingan Lo kirim anak Lo ke Malang atau mungkin bapaknya suruh urus tuh bocah..jadi lo nggak perlu khawatir kalau anak Lo ganggu hubungan pacaran Lo sama jantan lain." ungkap Asti panjang lebar .
" Siapa yang pacaran ,denger Tiii..gue juga nggak tahu tiba-tiba dokter Candra dateng ke rumah,dan kita nggak ada hubungan apa-apa,Bia salah paham."ungkap Kiran menjelaskan
"Kiran,gue tahu Lo masih sakit hati sama kelakuan si kuny*k itu..tapi,Lo pernah bilang dia belum pernah ngucapin talak sama Lo,terus Lo bilang Abi punya bukti kalau dia masih sah secara negara jadi suami Lo,jadi gue saranin mending Lo urus yang lebih penting dari segala kesenangan Lo itu,anak Lo butuh lo sama bapaknya bukan jantan lain yang pura-pura mau jadi bapaknya " terang Asti geram dengan sahabatnya itu.
" Gue nggak mau dianggap pelakor Asti,dia punya tunangan." ucap Kiran tertunduk lesu
" Terus Lo mau nyerah gitu aja,Lo nggak mikirin nasib anak Lo kalau punya mak tiri model nenek sihir begitu..apa Lo tahu apa yang tunangan Abi lakukan sama anak Lo,dia sempat mau nyakitin Bia,untung ada Abi sana,dan gue tegasin Lo bukan pelakor ,Lo nikah sama Abi jauh sebelum pertunangan itu ada.Ngerti kan maksud gue, sekali-kali pikirin perasaan anak Lo,dan Lo tahu alasan dia pacaran itu sangat buat gue kecewa sama Lo juga Abi.Bia punya alasan untuk pacaran karena ingin perhatian, seperti ngelakuin kayak Keluarga normal ,makan bareng, jalan-jalan, shopping atau sekedar diskusi.itu yang di butuhkan sama anak Lo,dia nggak butuh bapak baru ,that' is it.." ucap Asti panjang kali lebar.
Kiran tertegun dengan ucapan sahabatnya dan dia pun menyadari jika dirinya selama beberapa bulan ini begitu jauh dengan putrinya apalagi saat Bia tahu jika dia punya Daddy,serasa Bia ingin menempel pada Daddy nya.Berkali-kali Abi pun bilang jika dia masih istri Abi.Hati nya pun menolak untuk menerima pria baru ,awalnya Kiran menyangka Bia akan membutuhkan sosok pria yang bisa menggantikan sosok Daddy nya namun,siapa sangka jika Daddy kandungnya munculnya dengan tiba-tiba.Dan dia pun terlanjur memiliki hubungan baik dengan Krisna dan jika Candra ,Kiran tak ada apapun dia hanya teman kerja itu yang dia anggap.
.
.
Dari setelah pembicaraan dengan sahabatnya itu Kiran sedikit menjaga jarak dengan dua dokter yang mencoba untuk merebut hatinya.
Seperti biasa Bia di antar Abi ke rumah Kiran ,namun..memang hari ini lain dari hari biasanya karena sepanjang hari Bia ngambek pada Abi.
" Sayang jangan cuekin daddy dong.." ucap Abi membujuk putrinya
" Aku sebel sama Daddy,kenapa aku harus pulang ke rumah mama..apa Daddy nggak mau di ganggu juga sama aku,apa aku nggak begitu penting buat hidup daddy?" tanya Bia dengan wajah sedihnya.
Perkataan Bia sungguh menggores luka hati seorang Abi,rasanya ingin memberikan penjelasan pada putrinya biar tak salah paham,karena memang Kiran memperbolehkan Abi untuk membawa Bia ke keluarga Mahardika dia takut keluarga Abi tak menerima Bia.Rasanya Abi ingin membantah hal itu tapi, keberadaan Oma nya yang masih di Indonesia dia tak bisa seenaknya membawa Bia ke kediaman kedua orangtuanya.
" Lain waktu pasti Daddy bawa Bia ke rumah Oma sama Opa tapi,bukan sekarang sayang.."bujuk Abi dengan nada lembut.
__ADS_1
" Lalu kapan dad.." desak Bia menatap Daddy nya.
" Nanti saat weekend kita ke Bogor untuk memberikan kejutan sama Aki juga Nini yaa.." ucap Abi
" Siapa lagi mereka ,Bia jadi bingung.." ucap Bia polos dengan menggaruk kepalanya
" Aki sama Nini itu,orang tua angkat Daddy..nanti kita ajak mama juga kesana." ucap Abi.
" Beneran kita jalan bertiga,yeeeaaahhh...Bia seneng...!!" seru Bia bersorak gembira.
"Seneng?"tanya Abi menyipitkan matanya
"Tentu.. thank's you dad.." ucap Bia senang
dan dengan cepat dia mencium pipi Abi.
Abi melihat tingkah laku putrinya hanya bisa tersenyum tipis.
Sampai di depan rumah Kiran terlihat ada mobil Krisna terparkir disana.
" Biarin, pokoknya Daddy harus ikut masuk kedalam kalau mau Bia maafin daddy." ancam Bia.
" Nggak bisa gitu sayang,kenapa kamu begitu..kasihan mama kalau ada kita pasti ke ganggu." ucap Abi
" Nggak akan,Daddy kan di kamar Bia..lagian biar mama nggak dua-dua an mulu sama Om Kris aku nggak suka." ucap Bia ngotot.
Mau tak mau Abi menuruti kemauan putrinya,dari pada dia kena murka putrinya itu buat dia tak tenang.
" Aku pulang ..!!" teriak Bia saat sampai di depan pintu.
" Wa'alaikumsalam.." jawab Kiran memandang wajah putrinya juga Abi yang baru masuk kedalam rumah
"Assalamualaikum mama...sorry.."ucap Bia tanpa dosa
" Sorry Ra..Bia maksa aku buat ikut dia."ucap Abi dengan melirik kearah Kristian
__ADS_1
"Masuk aja ke kamar anak kamu.."ucap Kiran dengan cuek
Bia dan Abi langsung ke dalam kamar Bia dan menutupnya dengan rapat.Setelah melihat Bia dan Abi sudah di dalam Kris memandang Kiran.
" Kapan aku bisa melamar mu?" tanya Kris tiba-tiba.
"Maksudnya?" tanya Kiran
" Kita sudah lama kenal,nggak perlu kan kata kamu pacar aku ,dan aku pacar kamu.Kita sama-sama dewasa dan aku nggak mau buang waktu Kiran." ucap Kris penuh penekanan.
" Aku..
" Apa karena mantan suami kamu?" tanya Kris menatap intens wajah Kiran
Kiran terkejut dengan ucapan Kris apalahy mendengar kata mantan,padahal belum ada kata talak dari Abi secara resmi,dalam hati Kiran saat ini bertarung antara perasaan dan logikanya beradu.
"Sebenarnya,dia belum menalakku.."ucap Kiran dengan lirih.
" Apa,kata kamu dia ninggalin kamu..apa kamu bohong selama ini sama aku?"tanya Kris dengan nada yang terlihat menahan emosi.
" Dia memang meninggalkanku,aku nggak tahu kalau sebenarnya pernikahan kami dia daftar kan secara negara,aku baru tahu juga." ungkap Kiran.
" Astaga Kiran...terus,apa dia mau menceraikan kamu?" tanya Kris
Kiran hanya menggeleng cepat dan dia bingung apa yang harus dia jelas kan karena memang Abi tak pernah membahas berlanjut membahas tentang pernikahan mereka.
" Aku sudah minta dia mengurus untuk perceraian kita,tapi..sampai saat ini belum ada tanggapan darinya." ucap Kiran.
"Baiklah.. sekarang,aku tahu dan mengerti apa yang harus aku lakukan Kiran, sebaiknya aku mundur.Nggak akan baik untuk kita meneruskan semuanya ini walaupun memang kita tidak ada komitmen pacaran tapi,kamu tahu aku sedang memperjuangkan kamu.Tapi,saat ini aku akan mundur Raa..kamu nggak bisa pungkiri jika kamu masih mencintainya walaupun dia sudah membuat kesalahan,tapi..jika kamu ingin memberikan dia kesempatan untuk bersama kamu lagi,aku mendukungmu." ungkap Kris untuk belajar melepaskan Kiran walaupun hatinya yang sakit.
" Maaf aku...
" Raa..jangan jaga hati ku,kamu harus jaga hati anakmu.Selama beberapa tahun kenal kalian baru kali ini aku lihat Bia tak seperti Bia ku yang dulu,dia butuh ayahnya Kiran.." ucap Kris.
Kiran memandang wajah Kris yang terlihat menampakkan senyum nya walaupun hatinya sakit.Itu malah membuat Kiran tambah merasa bersalah.'
__ADS_1
Bersambung