
Para readers ku tersayang maaf yaa.. bukan maksud hati othor buat ngecewain kalian..karena 2 hari othor benar² KO nggak bisa mikir buat nulis,karena kesehatan othor terganggu.
.
.
.
Kembali ke Cerita....
Saat ini Kiran sudah berada di rumah besar milik keluarga Mahardika bersama Bia.
Abi belum juga kembali saat makan malam tiba.
Selesai makan malam Kiran membantu merapihkan peralatan bekas meraka makan.
"Biar saya saja non, sebaiknya non istirahat saja."ucap Tuti pada Kiran.
"Nggak papa mba,cuma cuci piring doang.Sebaiknya mba,simpan makanan yang masih terlihat layak sampai malam,lainnya bawa ke paviliun buat makan rame-rame."ucap Kiran pada Tuti.
"Mana boleh begitu non,disini untuk pelayan ya pelayan,buat majikan pun buat majikan."jawab Tuti.
"Owhh yaa..terus kalau sayuran begini buat apa mba,nggak enak juga di lama-lamain.Udah nggak papa,saya yang tanggung jawab."ucap Kiran
"Tapi non..
"Susah ya mba,saya nggak mau berdebat hanya untuk masalah makanan."ucap Kiran dengan tegas
"Ba_baik non,kalau gitu saya bawa kebelakang ya non.."ucap Tuti pasrah dan mbawa beberapa menu makanan yang tak bisa di panaskan ulang.
Kiran menghela nafas panjang dan menyandarkan tubuhnya di dinding dekat dapur.Hatinya gundah,suaminya belum juga kembali dan sedari tadi pun tak ada kabar darinya.Kiran mendadak teringat perkataan Nurul jika hari ini dia melihat Abi datang ke Rumah Sakit.Tapi, Kiran tak mau mengambil keputusan gegabah,dia harus melakukan dengan baik.
Setelah selesai merapihkan semua peralatan makan,dia bergabung dengan kedua mertuanya dan juga putrinya membuat teh chamomile untuk keluarga nya.
Terlihat Bia sedang sibuk dengan sang opa yang membahas sebuah soal di buku pelajaran nya.
"Kiran,kamu baik-baik saja?"tanya mama Fitri pada menantunya.
"Iya, Alhamdulillah aku baik mah..aku sedang melihat wajah Bia yang terlihat bahagia.Mama tahu dia sangat menginginkan sosok laki-laki dewasa yang selalu memanjakan dia, kemarin-kemarin dia nempel terus sama daddynya sekarang dia sama Opanya.Sampai Kiran merasa kalah sama pesona mereka."ucap Kiran dengan senyuman yang terpaksa.
__ADS_1
"Iyaa..mama bisa lihat,mereka sangat akrab.Mama juga nggak nyangka kalau Abi punya anak yang sudah remaja.Apalagi papa bilang harus ekstra jagain Bia ini itu ,setiap mau tidur pasti bahas gadis itu.Terima kasih ya nak,kamu sudah mau berjuang mengandung , melahirkan, merawat nya sampai saat ini penuh dengan perjuangan,mama tahu pasti nggak mudah buat kamu untuk melewati masa sulit kamu.Yang perlu kamu tahu,mama sama papa sayang sama kamu juga Bia terlepas dari apapun itu,kalau soal Oma Insyaallah akan kita hadapi semuanya bersama.Seminggu lagi akan ada rapat pemegang saham,semoga Oma tidak lagi membelot Abi.Karena bagaimana pun dia akan tetap kalah."ungkap mama Fitri.
"Kiran nggak pernah memikirkan harta yang Abi punya mah,karena Kiran sadar..Kiran terlahir di keluarga yang sederhana.Tanpa ada kemewahan yang kami punya."ucap Kiran
"Mama minta sama kamu,jangan pernah tinggalkan Abi lagi ya nak..dia tidak akan bisa hidup tanpa kalian berdua anak dan istrinya."ucap mama Fitri.
Mendengar ucapan mertuanya mendadak hati Kiran merasa tidak nyaman dan terasa sangat sakit.Apalagi jika benar adanya Abi membohongi Kiran lagi.Kiran pun tak ingin berbuat ceroboh sebelum benar-benar dia lihat dengan mata kepala sendiri.
.
.
Malam kian larut terdengar suara pintu kamar mandi tertutup,Kiran dengan wajah yang terlihat sangat lelah berusaha untuk bangun dari tidurnya.Kiran melihat jam didinding menunjukkan hampir jam dua belas malam.Ternyata suaminya baru kembali,Kiran mengambil baju ganti untuk suaminya.
Tak lama terdengar suara pintu terbuka dan menampakkan sosok laki-laki yang sudah dirindukan oleh Kiran seharian ini.
"Lho,kamu kebangun.Sorry aku bangunin tidur kamu yah,hemm?" tanya Abi dengan menghampiri sang istri.
"Nggak masalah,ini gantinya.Kamu mau makan apa mau di buatkan sesuatu?"tanya Kiran dengan senyuman manisnya.
"Nggak perlu,kamu pasti sudah capek..aku juga sudah makan kok."tolak Abi.
"Owhh..oke,kalau gitu segera istirahat besok kan masih kerja."ucap Kiran dengan mengusap dada bidang suaminya dan menepuk nepuk dengan pelan.
"Kamu juga.."ucap Abi dan mengecup kening istrinya dan hanya ada balasan senyuman singkat dari bibir istrinya.
Mereka pun akhirnya memejamkan matanya dengan pemikiran masing-masing.
.
.
.
Pagi ini terlihat di meja makan sudah berkumpul lengkap anggota keluarga Mahardika.Acara sarapan pun di nikmati mereka dengan hangat.
"Dad,mam,hari ini aku diantar sekolah sama Opa nggak papa yaa?"tanya Bia pada kedua orang tuanya.
"Lho kenapa nggak sekalian sama mama sama Daddy saja ?"tanya Abi menatap wajah putrinya.
__ADS_1
"Aku mau sama Opa,sekalian aku mau pamerin hot Grendpa ku hehehe.."ucap Bia dengan tawa yang mengiringi.
"Astaghfirullah,Bia apaan sih kamu..mama nggak pernah ngajarin kamu kayak gitu yaa..?!"ucap Kiran sedikit meninggi kan suaranya.
"Sorry mam,just kidding .."jawab Bia dengan wajah yang terlihat menyesal.
"Sudahlah,anak kamu cuma bercanda."ucap Abi dengan membelai lembut tangan Kiran.
"Semua jangan dai anggap semua becanda,aku nggak pernah mendidik dia tidak sopan."ucap Kiran
"Maaf mam,Bia salah."ucap Bia dengan cepat menghampiri mamanya dan memeluk Kiran dengan erat.
"Ingat pesan eyang,jangan pernah jumawa nak..harus rendah hati,jangan semua yang kita punya harus semua orang tahu.Setidaknya kalaupun kamu bisa jadi orang yang bermanfaat bagi sesama,tanpa embel-embel karena aku kenal,karena dia baik ,karena memang kamu sayang,tidak nak..jangan buat kebaikan kamu di nilai sebagai kebohongan publik,biasakan kalau tangan kanan mu memberi maka tangan kirimu tidak perlu tahu.Ngerti maksud mama," ucap Kiran dengan lembut membelai lembut wajah putrinya.
"Ngerti mam,sorry .."ucap Bia lagi.
"It's Okey,mama maafin."jawab Kiran.
Abi mendengar ucapan kata yang terselip di sepanjang kalimat yang terlontar dari bibir istrinya seperti hatinya merasa tertusuk duri.Apalagi dengan sikap dia dua hari ini sudah sedikit mengabaikan istrinya
.
.
.
"Sayang,kamu pulang jam berapa nanti aku jemput?"tanya Abi saat ada di lobby Mahardika Hospital.
"Nggak usah,aku mau minta ijin sama kamu kalau nanti pulang kerja aku mau ketempat Asti." ucap Kiran
" Lho mau ngapain?"tanya Abi menatap wajah istrinya.
"Apa ada alasan yang harus aku buat untuk bertemu sahabat aku sendiri?"tanya Kiran balik
"Ya enggak sih,kalau gitu kayaknya....
" Lembur,oke lah... hati-hati kerjanya ,jangan lupa makan ,jaga kesehatan kamu."ucap Kiran dengan langsung membuka pintu mobil dan keluar begitu saja.
Abi melihat sikap Kiran bertindak seperti itu,ada rasa ketakutan yang menyerang hatinya.Bukan maksudnya untuk menyembunyikan sesuatu pada Kiran.Dia berjanji untuk segera menceritakan tentang Anna dan anaknya dan untuk apa dia bertemu dengan Anna.
__ADS_1
Bersambung.
Maaf ya para readers tersayang kondisi othor masih pemulihan jadi semoga besok sudah bisa up lagi seperti biasa.Semoga kalian selalu sehat .